Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Pengawasan Program MBG, Dua SPPG Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri, Kamis (12/2/2026) di Ruang Transit Rupatama Polres Wonogiri. Rakor tersebut membahas penguatan sinergitas dan peningkatan pengawasan Program MBG di Kabupaten Wonogiri, menyusul adanya dugaan kasus keracunan di dua SPPG.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok, S.K.M., M.M., Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri Pandri Prabowo, serta sejumlah pejabat utama Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah konkret memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan kualitas pelayanan serta pengawasan Program MBG berjalan optimal.

“Program MBG merupakan program pemerintah yang menjadi perhatian serius. Apabila terjadi permasalahan di lapangan, dampaknya bukan hanya teknis, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat. Karena itu perlu langkah bersama untuk pencegahan dan evaluasi menyeluruh,” tegas AKBP Wahyu Sulistyo.

Kapolres menjelaskan, di Kabupaten Wonogiri terdapat dua SPPG yang diberhentikan sementara, yakni SPPG Ngadirojo dan SPPG Jatisrono, akibat dugaan keracunan. Dari hasil laboratorium yang telah dianalisis terhadap SPPG Ngadirojo, ditemukan adanya kontaminasi bakteri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan laboratorium, sampel makanan berupa semangka dan lalapan di SPPG Ngadirojo terindikasi mengandung bakteri E.coli dan Salmonella.

“Tim kami telah memberikan edukasi langsung terkait tata cara pengolahan makanan yang baik dan benar sesuai standar keamanan pangan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kasus di SPPG Jatisrono, sampel yang tersedia hanya susu dan dinyatakan masih layak konsumsi. Makanan nonkemasan tidak dapat dianalisis karena telah dibersihkan sebelum laporan resmi diterima.

Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri Pandri Prabowo menambahkan, kedua SPPG tersebut telah diberhentikan sementara sebagai bentuk tindak lanjut. Ia juga menyampaikan kebijakan baru terkait penyimpanan sampel makanan.

“Jika sebelumnya sampel disimpan 1×24 jam, kini diwajibkan menjadi 3×24 jam sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian menonjol,” ungkapnya.

Selain itu, disepakati bahwa akan dilaksanakan pengecekan dan evaluasi lanjutan terhadap SPPG, guna memastikan standar higienitas dan keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Langkah cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan keseriusan Polres Wonogiri bersama instansi terkait dalam menjaga kualitas pelaksanaan program nasional serta melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.

Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Program MBG di Kabupaten Wonogiri dapat berjalan lebih optimal, aman, dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Laksanakan TMMD ke 127, Semangat Gotong Royong Warnai Pengerjaan Semenisasi Jalan di Kampung Linggang Amer

INLINK, Kutai Barat – Pengerjaan semenisasi jalan di RT 01 Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, terus dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan, Kamis (12/02/2026). Kegiatan ini telah memasuki hari ke-3 pelaksanaan dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Semenisasi jalan yang dikerjakan oleh anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga ini memiliki panjang 475 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 cm. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kampung demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Peltu Juliansyah selaku anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar menyampaikan bahwa pengerjaan terus dikebut agar selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal.

“Memasuki hari ke-3 ini, progres pengerjaan terus kami optimalkan bersama warga. Dengan panjang 475 meter dan lebar 4 meter, kami pastikan kualitas pengecoran tetap sesuai standar agar kuat dan tahan lama,” ungkap Peltu Juliansyah.

Menurutnya, jalan yang baik sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama untuk kelancaran transportasi dan distribusi hasil pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

Antusiasme warga terlihat sejak awal pengerjaan, di mana mereka turut membantu dalam proses pengangkutan material, pencampuran adukan, hingga perataan permukaan jalan bersama anggota Satgas TMMD.

Diharapkan, melalui program TMMD Wiltas Ke-127 ini, hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Linggang Amer.

Kabaglog Rorenminops Korbrimob Cek Pembangunan Jembatan Bailey di Lembah Anai, Pastikan Akses Vital Sumbar Segera Pulih

Sumbar, webid.rumahkawakibi.com/ – Korps Brimob Polri melakukan upaya percepatan pemulihan infrastruktur pembangunan Jembatan Bailey pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 dan mengakibatkan akses vital hingga rumah warga rusak parah di wilayah Sumatera.

 

Dalam rangka memastikan pembangunan berjalan lancar dan aman, Kabaglog Rorenminops Korbrimob Polri Kombes Pol. Christiyanto Goetomo melakukan peninjauan langsung pembangunan Jembatan Bailey di wilayah Lembah Anai, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Rabu (11/2/2026).

 

Turut mendampingi Kabaglog Rorenminops Korbrimob yakni Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Para Pamen Korbrimob, Para Pejabat Utama Satbrimob Polda Sumbar serta perwakilan dari pihak HKI dan pemerintah daerah setempat.

 

Kabaglog Rorenminops Korbrimob bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB kemudian langsung melakukan pengecekan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah tersebut.

 

Pada kesempatan ini, Kabaglog Rorenminops Korbrimob menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk asistensi pascabencana sekaligus peninjauan langsung terhadap progres pembangunan dua unit Jembatan Bailey yang direncanakan akan segera diresmikan.

 

“Pembangunan jembatan darurat tersebut memiliki peran strategis dalam memulihkan kembali akses jalan nasional Lembah Anai yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Provinsi Sumatera Barat,” kata Kabaglog Rorenminops Korbrimob.

 

“Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan melalui penanganan longsoran, penguatan lereng, serta perbaikan badan jalan guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi geologis yang tidak stabil,” tambahnya.

 

Keberadaan Jembatan Bailey ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur jalan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang. Dengan pulihnya akses di kawasan Lembah Anai, distribusi logistik, bahan pokok, hasil pertanian, serta aktivitas perekonomian masyarakat di Sumatera Barat diharapkan kembali berjalan lancar.

Dengan Kekuatan Penuh, Kontingen Korps Brimob Polri Tampil Impresif di Hari Keempat Ajang UAE SWAT Challenge Dubai 2026

Dubai – Kontingen Korps Brimob Polri kembali menunjukkan performa terbaiknya pada hari keempat ajang bergengsi _UAE SWAT Challenge_ Dubai 2026 yang berlangsung di Rowahiyah Venue. Selasa (10/2/2026).

 

Sebanyak 38 personel di bawah pimpinan Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol yang terbagi menjadi tiga tim dalam keadaan kekuatan penuh dan siap mengikuti setiap tahapan kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

Pada pukul 13.30 waktu Dubai, Tim Brimob B menjadi tim pertama yang turun melaksanakan pertandingan di _Event_ 4, dengan catatan waktu 03 menit 31,327 detik dan penalti 30 detik, sehingga total waktu yang dibukukan adalah 04 menit 01,327 detik.

 

Selanjutnya, Tim Brimob A tampil pada pukul 14.00 waktu Dubai dan berhasil mencatatkan performa impresif dengan waktu 03 menit 29,203 detik tanpa penalti, sehingga total waktu tetap 03 menit 29,203 detik. Hasil ini menjadi capaian terbaik Kontingen Brimob Polri pada _Event_ 4 tersebut.

 

Sementara itu, Tim Brimob C yang bertanding pada pukul 16.30 waktu Dubai mencatatkan waktu 03 menit 48,629 detik dengan penalti 30 detik, sehingga total waktu menjadi 04 menit 18,629 detik.

 

Partisipasi aktif dan konsistensi performa ketiga tim tersebut mencerminkan profesionalisme serta kesiapan operasional personel Korps Brimob Polri dalam menghadapi kompetisi internasional yang diikuti oleh berbagai satuan elite dari sejumlah negara.

 

Keikutsertaan Korps Brimob Polri dalam _UAE SWAT Challenge_ Dubai 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas taktis, serta mengharumkan nama Polri di kancah global.

Perkuat Diplomasi Taktis, Polri dan Kepolisian Hong Kong Sinergi di Korsabhara hingga Latihan Wind Tunnel Korbrimob Polri

Pe

Cimanggis Depok, Kepolisian Negara Republik Indonesia menerima kunjungan resmi delegasi Kepolisian Hong Kong dalam rangka mempererat kerja sama serta meningkatkan pertukaran pengetahuan di bidang penanganan kejahatan berintensitas tinggi dan penanggulangan terorisme, bertempat di Mako Korsabhara Baharkam Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Rabu (11/02/2026).

 

Kunjungan ini dipimpin oleh Kasubdit Cakkal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol. Gatot Aris Purbaya, didampingi Kabagops Rorenminops Korbrimob Polri Kombes Pol. Heru Novianto, serta dihadiri Deputy Commandant of Police Tactical Unit Justin Andrew, Deputy District Commander Wong Ho Hon, dan Senior Inspector of Counter Terrorism and Major Incident Division dari Kepolisian Hong Kong.

 

Dari jajaran Korbrimob Polri turut hadir Teknisi Jibom Madya Tk. III Kombes Pol. M. Aries Purwanto, Teknisi KBRN Madya Tk. III Kombes Pol. Rizal Faisal, Danmen II Pas Pelopor Kombes Pol. Bambang Yudho Martono, Teknisi Jibom Madya Tk. III Kombes Pol. Siswara Hadi Candra, serta para Pamen dan Pama Korbrimob Polri dan jajaran Korsabhara Baharkam Polri.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua belah pihak saling bertukar informasi serta pengalaman terkait strategi penanganan terorisme, major incident response, hingga peningkatan kapasitas satuan taktis dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis.

 

Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan di Mako Korsabhara, delegasi Kepolisian Hong Kong melanjutkan kunjungan ke fasilitas Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas, Gunung Putri, Jawa Barat. Turut mendampingi Delegasi Polisi Hongkong yakni Wadansatlat Brimob Korbrimob Polri AKBP Ahmad Setiadi, Para Pama dan Pamen Korbrimob Polri, serta para Instruktur Wind Tunnel.

 

Pada sesi ini, rombongan mendapatkan pemaparan teknis mengenai sistem dan fungsi Wind Tunnel sebagai sarana pelatihan peningkatan kemampuan personel, khususnya dalam mendukung operasi udara, teknik _fast rope_, serta manuver taktis di kondisi ekstrem.

 

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Kepolisian Hong Kong turut berpartisipasi langsung dalam sesi pelatihan di fasilitas Wind Tunnel Korps Brimob Polri.

 

Partisipasi aktif ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya personel Kepolisian Hong Kong mengikuti dan menyelesaikan pelatihan Wind Tunnel Korbrimob, yang kemudian ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan program tersebut.

 

Peninjauan pelatihan di Wind Tunnel tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan, sekaligus wujud nyata pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antar-satuan elit kedua institusi.

 

Kegiatan ini mempertegas komitmen Polri, khususnya Korbrimob, dalam membangun institusi yang Presisi, modern, adaptif, serta terbuka terhadap kerja sama internasional demi menjaga stabilitas dan keamanan bersama.

Tim Asistensi Korbrimob Polri Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh Utara

Aceh, Guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada November 2025, serta mengakibatkan sejumlah jembatan terputus di beberapa titik wilayah Aceh, Tim Asistensi Korbrimob Polri melanjutkan tugas pengawasan dan pendampingan pembangunan Jembatan Bailey di wilayah hukum Polda Aceh. Rabu (11/2/2026).

 

Kegiatan tersebut Dipimpin oleh Teknisi KBRN Utama TK. I Korbrimob Polri Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, didampingi Dansatbrimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, Teknisi Jibom Madya Tk. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Mada Ramadita, Pamin Dalpers SiSdm Mako Pas Pelopor Korbrimob Polri AKP. Wuryanto, para Pejabat Pemerintah Aceh, serta para personel Polri yang terlibat.

 

Kegiatan diawali dengan pemberangkatan tim menuju Mapolda Aceh dan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, sebagai bentuk koordinasi serta penguatan sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jembatan Bailey di wilayah terdampak.

 

Selanjutnya, tim melaksanakan kunjungan ke Satbrimob Polda Aceh sebelum bertolak menuju lokasi pembangunan jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

 

Di lokasi pertama, tim melakukan pengecekan langsung terhadap progres pekerjaan serta memberikan pendampingan teknis, khususnya terkait penambahan tenaga pembangunan, proses loading material, metode perakitan jembatan, hingga pengecekan lokasi pengecoran pondasi.

 

Kegiatan berlanjut ke lokasi kedua di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pada titik ini, tim memberikan asistensi terhadap pekerjaan perakitan bekisting pondasi serta metode perakitan jembatan menggunakan sistem kantilever dengan mempertimbangkan efektivitas waktu penyelesaian.

 

Melalui kegiatan asistensi ini, Korbrimob Polri menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis guna membuka kembali akses masyarakat serta memperkuat konektivitas wilayah di Provinsi Aceh.

Dankorbrimob Polri Hadiri Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera

Jakarta, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat turut menghadiri Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Wilayah Sumatera yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/02/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri PU Dody Hanggodo, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Mendag Budi Santoso, kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kasum TNI Letjen Richard Taruli H. Tampubolon.

 

Dalam kesempatan itu, Mendagri menegaskan bahwa fokus utama Satgas PRR saat ini adalah mempercepat perpindahan para pengungsi ke hunian yang lebih layak. Beliau menekankan bahwa warga terdampak tidak boleh terlalu lama tinggal di tenda darurat, sehingga percepatan penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hingga hilang sepenuhnya.

 

Terkait penyediaan hunian sementara (huntara), Satgas PRR mencatat rencana pembangunan sebanyak 17.036 unit. Hingga saat ini, sebanyak 5.489 unit atau sekitar 32 persen telah rampung di tiga provinsi terdampak.

 

Selain pembangunan fisik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah juga memberikan opsi kepada warga untuk menyewa rumah atau tinggal sementara bersama keluarga.

 

Sejalan dengan pembangunan huntara, Satgas PRR juga memfokuskan pembangunan hunian tetap (huntap) dengan total rencana 15.719 unit, yang terdiri atas 3.657 unit di Sumatera Barat, 3.462 unit di Sumatera Utara, dan 8.600 unit di Aceh. Progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif melalui koordinasi lintas sektoral antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

 

Kehadiran Dankorbrimob Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri, khususnya Korps Brimob, dalam memastikan stabilitas keamanan serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

 

Sinergi antara Satgas PRR, TNI-Polri, kementerian terkait, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat pemenuhan hunian layak sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera.

Dit Polairud Polda Babel Gerebek Gudang Peleburan Pasir Timah Ilegal Di Kabupaten Bangka

Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung menggerebek sebuah gudang di Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Selasa (10/2/26) sore.

 

Gudang tersebut diketahui dijadikan tempat untuk peleburan (pemurnian) pasir timah menjadi balok secara ilegal.

 

Terkait pengungkapan kasus itu turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso.

 

“Ya benar, Selasa sore tim dari Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel berhasil mengggerebek salah satu gudang di Kabupaten Bangka yang disinyalir melakukan aktivitas ilegal peleburan pasir timah,”kata Agus di Mapolda, Kamis (12/2/26) pagi.

 

Dalam penggerebekan itu, Tim Subdit Gakkum berhasil mengamankan satu orang pekerja dan 12 keping balok timah serta peralatan

 

“Ada satu pekerja yang diamankan dilokasi termasuk 12 keping balok timah yang sudah dicetak kurang lebih seberat 300 kilogram. Saat ini sudah di Mako Polairud,”ujarnya.

 

Usai diamankan, pekerja digudang tersebut mengakui bahwa pemilik dari gudang peleburan timah ilegal yakni berinisal MJ alias W alias Jepang (31) warga Batu Rusa Kabupaten Bangka.

 

“Berdasarkan pengakuan pekerja, Tim kemudian menangkap MJ alias W alias Jepang. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka,”terangnya.

 

Lebih lanjut, Agus menerangkan hingga saat ini Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

 

Dari hasil pemeriksaan, kata Agus, pasir timah yang dileburkan di gudang tersangka dibeli dari penambangan pasir timah di Perairan DAS Jada Bahrin Merawang Kabupaten Bangka.

 

Agus menambahkan, atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 161 UU nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana Pasal 161.

 

“Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,”pungkasnya.

Bupati Jayawijaya Ajak Masyarakat Segera Laporkan SPT Tahunan Melalui Coretax

INLINK,JAYAWIJAYA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., mengajak seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Jayawijaya untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax sebelum batas waktu pelaporan yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Atenius Murip dalam wawancara kepada awak media Rabu (12/2/2026) Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Coretax menghadirkan pelayanan perpajakan yang modern, transparan, dan nyaman bagi masyarakat. Pajak yang kita laporkan merupakan wujud gotong royong bersama dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan,” ujar Bupati Atenius Murip.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa seluruh layanan perpajakan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu dalam memanfaatkan layanan digital tersebut karena prosesnya kini lebih cepat, mudah, dan efisien.
Menurutnya, sistem Coretax memberikan kemudahan melalui integrasi data secara otomatis, sehingga masyarakat tidak lagi membutuhkan berkas fisik maupun prosedur yang rumit dalam pelaporan SPT Tahunan.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pelaporan SPT lebih awal guna menghindari keterlambatan serta memastikan proses administrasi berjalan lancar. Ia berharap kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat Jayawijaya terus meningkat demi mendukung kemajuan daerah.

“Mari kita menunaikan kewajiban perpajakan dengan baik. Laporkan SPT Tahunan lebih awal, lebih nyaman melalui Coretax. Pajak tumbuh, Indonesia tangguh. Hari ini harus lebih baik dan hari esok harus lebih baik lagi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk terus mendukung upaya modernisasi layanan publik, termasuk dalam bidang perpajakan, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Jayawijaya Tekankan Kesejahteraan rakyat Pada Launching Pembangunan Koperasi Merah Putih

INLINK,JAYAWIJAYA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., menghadiri kegiatan Launching Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan di Kampung Walak, Distrik Solo Gema, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Jigibalom, SH., M.Si., serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan unsur lainnya.

Kegiatan launching ini menandai dimulainya pembangunan gerai koperasi sebagai bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi di seluruh pelosok tanah air. Program tersebut merupakan implementasi langsung dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dalam wawancaranya, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH., menyampaikan bahwa pembangunan gerai koperasi merupakan bagian dari gagasan besar pemerintah pusat yang harus dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata perhatian Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi berbasis koperasi.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama seluruh instansi terkait serta unsur Forkopimda telah menangkap peluang baik ini dengan menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, termasuk koordinasi bersama jajaran Kodim dalam penyiapan lahan pembangunan gerai koperasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukan diperuntukkan bagi institusi tertentu, melainkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat agar dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

“Pembangunan gerai koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal. Program ini bukan untuk TNI maupun pemerintah, tetapi untuk masyarakat agar mereka dapat merasakan manfaat nyata dalam peningkatan perekonomian,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan gerai koperasi telah dimulai pada awal tahun 2026 dengan peletakan batu pertama di Kampung Walak. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga telah merencanakan pembangunan di 18 titik lainnya yang telah ditentukan, dengan pelaksanaan bertahap sesuai dukungan dan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah sendiri berperan dalam memfasilitasi penyiapan lahan guna mempercepat proses pembangunan.

Mengakhiri keterangannya, Bupati Atenius Murip mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah kampung di berbagai wilayah untuk mendukung program pembangunan dengan menyiapkan lahan dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan koperasi desa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah berperan dalam menyebarkan informasi positif kepada masyarakat luas.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Sebarkan berita baik ini hingga ke kampung-kampung dan daerah lain agar semangat membangun serta kesiapan menyiapkan lahan dapat segera dilakukan. Tuhan memberkati,” tutupnya.

Kegiatan launching ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi masyarakat Kabupaten Jayawijaya melalui koperasi desa yang mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.