Bupati Jayawijaya Hadiri Audensi Bersama Kementerian Perhubungan RI Bahas Penguatan Konektivitas Transportasi

Jakarta, 23 Februari 2026

INLINK,JAKARTA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., menghadiri audiensi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka membahas penguatan konektivitas transportasi darat dan udara di Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., bersama jajaran pejabat Kementerian Perhubungan RI, di antaranya Kepala Biro Perencanaan, Dra. Agustina D. Endahwati, M.M.Tr.; Plt. Sesditjen Perhubungan Darat, Ernita Titis, ST., MM.; Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir, ST., MT.; perwakilan Direktorat Prasarana Transportasi Jalan melalui Kasubdit Penimbangan Kendaraan Bermotor, Handjar Dwi Antoro, A.T.D., MT.; serta Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Fitrajaya Siwu.

Dalam wawancara usai kegiatan, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH., menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan sektor transportasi.

“Kami datang untuk menyampaikan secara langsung kondisi riil transportasi di Kabupaten Jayawijaya, baik transportasi darat maupun udara. Sebagai daerah pegunungan, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta pelayanan dasar bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Beliau menegaskan bahwa peningkatan sarana dan prasarana transportasi, termasuk penguatan fungsi bandara dan pengawasan angkutan barang, sangat penting dalam menjamin kelancaran distribusi logistik serta mobilitas masyarakat.

“Kami berharap melalui pertemuan ini, Kementerian Perhubungan dapat memberikan perhatian khusus dan dukungan program terhadap pengembangan infrastruktur transportasi di Jayawijaya. Pemerintah Kabupaten siap bersinergi dan mendukung penuh kebijakan strategis pemerintah pusat demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Audiensi tersebut diharapkan menghasilkan tindak lanjut konkret dalam bentuk program, kebijakan, maupun dukungan anggaran yang dapat segera direalisasikan guna memperkuat sistem transportasi yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kabupaten Jayawijaya.

Satgas Pangan Polda Jateng Pantau Harga Jelang Ramadhan, Stok Aman dan Harga Relatif Stabil

INLINK, Kota Semarang | Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Pengecekan dilakukan di dua lokasi strategis, yakni Pasar Tradisional Jatingaleh dan Retail Modern Swalayan ADA Banyumanik, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Jateng bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Bappenas pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Bulog, hingga Dinas Perizinan.

Dalam tinjauannya, Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto, S.I.K., M.H., berdialog langsung dengan pedagang dan konsumen untuk menyerap aspirasi mengenai fluktuasi harga. Berdasarkan hasil pantauan, harga kebutuhan pokok secara umum masih dalam kategori stabil. Pengecekan dilakukan di berbagai kios, mulai dari sembako, sayuran, daging, ikan hingga kios beras.

“Kita tadi bersama-sama melihat dan melakukan pengecekan langsung di pasar tradisional. Secara umum harga kebutuhan pokok cenderung stabil. Ada sejumlah barang yang mengalami kenaikan namun tidak signifikan, seperti cabai dan bawang merah-putih. Hal ini dipengaruhi faktor cuaca di musim hujan, namun stoknya masih mencukupi,” jelas Kombes Pol Djoko Julianto.

Ia menambahkan, untuk komoditas daging sapi dan daging ayam, harga masih dalam kondisi normal karena permintaan belum mengalami peningkatan signifikan. Namun demikian, pihaknya memperkirakan permintaan akan meningkat mendekati Idul Fitri.

“Menjelang Lebaran nanti biasanya permintaan meningkat dan bisa berdampak pada harga. Karena itu, Satgas Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan stok seperti minyak goreng, beras dan kebutuhan pokok lainnya tetap tersedia sehingga tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Selain pasar tradisional, tim juga melakukan pengecekan di retail modern Swalayan ADA Banyumanik untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas seperti sayuran, minyak goreng, beras, telur dan daging tetap sesuai ketentuan.

Dukungan ketersediaan stok juga dikonfirmasi oleh Bulog Jawa Tengah. Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Gandi Prarista, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan dropping beras SPHP dan Minyak Kita secara masif ke pasar-pasar tradisional.

“Beras SPHP kami distribusikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg, dan Minyak Kita di harga Rp12.700/liter. Untuk persediaan beras saat ini sangat aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun nanti,” ungkap Gandi.

Sebagai langkah preventif terhadap praktik spekulan dan pelanggaran pangan, petugas di lapangan juga menempelkan stiker berisi daftar Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen di sejumlah kios.
Masyarakat juga dihimbau untuk berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan adanya harga bahan pangan yang tidak wajar, barang rusak, atau kedaluwarsa, warga dapat melapor melalui *Hotline Pelaporan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di nomor 0853-8545-0833*.

Melalui langkah preventif ini, Polda Jateng bersama instansi terkait memastikan negara hadir untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan rasa aman dan tenang.

Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat Pantau Langsung 2 Pasar di Kota Tangerang, Harga Pangan Masih Stabil

INLINK,  Tangkot |Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional melakukan pemantauan langsung ke Pasar Tanah Tinggi dan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Selasa 17 Februari 2026.

Sidak tersebut dipimpin Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI I Gusti Ketut Astawa selaku Ketua Pelaksana Satgas, didampingi Kaposko Satgas Saber dari Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Kombes Pol Yolanda Evalyn Sebayang, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir.

Ketut Astawa menjelaskan, sidak dilakukan bersama jajaran dinas terkait baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami bersama teman-teman dari Satgas Pangan Bareskrim Polri, ada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten, Kepala Dinas Perdagangan kabupaten/kota, perwakilan, serta jajaran lainnya, pagi ini mengunjungi 2 (dua) pasar. Yang pertama Pasar Tanah Tinggi sebagai pasar tradisional,” ujar Ketut.

Dari hasil pemantauan di Pasar Tanah Tinggi, Satgas menemukan bahwa pasokan bahan pangan relatif lancar. Beberapa komoditas sempat mengalami koreksi, namun kini mulai membaik seiring kondisi cuaca yang mendukung.

“Untuk cabai memang sempat sedikit terkoreksi, namun kondisinya sudah mulai bagus karena hujan sudah turun. Pasokan cabai mulai relatif baik dan harga juga mulai mereda turun, sesuai harapan kita,” jelasnya.

Ketut merinci, harga bawang putih di lapangan berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram, sementara bawang merah masih di bawah Rp40.000 per kilogram. Cabai merah besar, cabai rawit, dan cabai merah keriting juga terpantau di bawah Rp38.000 per kilogram.

“Bawang putih relatif sangat bagus, bawang merah juga begitu. Cabai merah besar, cabai rawit, dan cabai merah keriting harganya sudah bagus. Cabai rawit merah juga mulai turun. Stoknya cukup dan tren harga bergerak ke bawah,” ungkap Ketut.

Sementara itu, hasil pemantauan di Pasar Anyar menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil. Telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram, sesuai dengan harga acuan yang diharapkan.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi terpantau stabil di kisaran harga yang masih terjangkau masyarakat. Secara umum, tidak ditemukan gejolak signifikan pada komoditas strategis, termasuk daging ayam ras.

“Baik di pasar induk maupun pasar tradisional hari ini, semuanya relatif bagus. Tidak ada hal-hal yang mencolok. Komoditas ayam juga relatif stabil,” kata Ketut.

Ketut menambahkan, pengawasan intensif yang dilakukan Satgas Saber Pelanggaran Pangan terbukti efektif menekan harga komoditas utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, telur ayam ras, daging sapi, serta daging ayam ras.

Ia berharap kondisi cuaca yang mulai membaik dapat meningkatkan hasil panen sehingga suplai ke pasar semakin bertambah dan harga tetap stabil hingga Ramadan dan Idulfitri.

“Kami berharap harga-harga ini tidak naik lagi. Cuaca yang mulai membaik diharapkan meningkatkan hasil panen, sehingga suplai kebutuhan pasar bertambah dan harga bisa semakin stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Kaposko Satgas Saber dari Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan Satgas Pangan Polrinterus melakukan monitoring dan pemantauan terkait perkembangan ketersedian dan kestabilan harga pangan, menghimbau pelaku usaha utk tdk melanggar harga HET/HAP, aparat penegak hukum tidak segan2 menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan dugaan pelanggaran harga maupun peredaran pangan tidak aman melalui Posko Satgas Saber Pangan di nomor 0853-8545-0833.

Dengan pengawasan terpadu lintas kementerian, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional memastikan ketersediaan serta stabilitas harga pangan menjelang Ramadan di Kota Tangerang dan wilayah Banten tetap terjaga.
Penutup.

Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi

INLINK, JAKARTA, – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Intensitas pemantauan meningkat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas, di Rupat Dirtipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri, sepekan lalu.

Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, selama sepekan dilakukan pemantauan di 9.138 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, mengatakan intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga sejumlah komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

“Sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai rawit dan cabai merah keriting, Minyakita, serta beras medium dan premium mulai menunjukkan tren penurunan harga. Meski di beberapa provinsi masih berada di atas HET dan HAP, namun secara umum cenderung menurun,” ujar Ketut Astawa, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, pemantauan masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti efektif menekan harga komoditas pangan utama, khususnya beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras.

Dari total titik pemantauan, pengawasan paling banyak dilakukan terhadap pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.

*Teguran hingga Rekomendasi Cabut Izin*

Satgas mencatat berbagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Selama periode pemantauan, Satgas menerbitkan 128 surat teguran, melakukan 400 pengisian stok kosong, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu, dikeluarkan rekomendasi pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan HET/HAP, keamanan, dan mutu pangan.

“Langkah tegas ini menjadi peringatan agar pelaku usaha patuh terhadap regulasi harga dan standar keamanan pangan,” tegas Ketut Astawa.

Meski demikian, hasil analisis menunjukkan sejumlah komoditas masih menjadi perhatian karena berada di atas HET atau HAP, antara lain beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP.

Menurut Ketut Astawa, kondisi tersebut memerlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga, seperti Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Polri, Bapanas RI, Bulog, serta Satgas di daerah untuk melakukan intervensi di wilayah dengan harga pangan tinggi.

*Minyakita Jadi Fokus Pengawasan*

Satgas juga menyoroti Minyakita yang secara nasional masih dijual di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode pemantauan. Komoditas ini menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan kepada seluruh Satgas, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, agar tidak ragu menindak tegas pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga, keamanan, dan mutu pangan sesuai hukum yang berlaku.

Satgas Saber Pangan Pusat juga akan turun langsung melakukan pengecekan ke produsen, distributor lini satu dan dua, hingga pengecer untuk memastikan Minyakita dijual sesuai HET Rp15.700 per liter. Selain itu, Satgas mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang menerima alokasi 35 persen DMO dari produsen minyak goreng/CPO untuk segera mengintervensi wilayah yang masih mencatat harga tinggi.

Selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima enam laporan masyarakat dari Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton melalui Gerakan Pangan Murah, pasar tradisional, ritel modern, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.

Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan serta memperluas sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.

“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya. (*)

Klarifikasi Resmi Alam Sutera, Terkait Pemberitaan Mengenai Proyek Sutera Rasuna Tangerang

INLINK, Tangerang | Terkait pemberitaan yang ditayangkan oleh redaksi webid.rumahkawakibi.com/ dengan judul https://webid.rumahkawakibi.com/dianggap-menghalangi-pekerjaan-proyek-perumahan-rasuna-said-seorang-warga-pinang-diduga-alami-kekerasan-fisik/  yang tayang pada tanggal 17 Januari 2026 pendapat tanggapan dari pihak Alam Sutera.

Adapun tanggapan/klarifikasi tersebut yakni :

Tangerang, 21 Januari 2026 – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai proyek pengembangan kawasan Sutera Rasuna di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, yang mengaitkan nama Alam Sutera dengan dugaan tindakan kekerasan, kami menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya dan sangat kami sesalkan.

Alam Sutera menjalankan seluruh proses pengembangan di atas lahan dengan dasar hukum yang sah serta mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku. Kami senantiasa menjaga integritas, akuntabilitas dan tata Kelola yang baik dalam setiap aktivitas perusahaan.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kepatuhan hukum dan tanggung jawab sosial. Kami berharap proses pembangunan di kawasan Sutera Rasuna dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungan sekitar,” ujar Direktur Emil Syarief.

Alam Sutera juga terus memastikan bahwa seluruh kegiatan pengembangan dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan semangat untuk menciptakan harmoni dengan lingkungan dan komunitas.

Tentang Alam Sutera Group
Alam Sutera Group adalah salah satu pengembang properti terintegrasi di Indonesia, sejak 1994 bergerak di bidang pembangunan dan pengelolaan perumahan, kawasan komersial, pengelolaan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi dan hospitality. Pada tahun 2007 saham Alam Sutera telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: ASRI). Pengembangan properti yang dilakukan Alam Sutera mengutamakan inovasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Sejak awal berdiri, Alam Sutera telah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan selalu memperhatikan aspek-aspek sosial sehingga tercipta harmonisasi dengan alam. Komitmen Alam Sutera Group adalah menyediakan kawasan yang asri, lestari dan ramah lingkungan agar nyaman bagi warga dan masyarakat sekitarnya.
Selama hampir tiga dekade, Alam Sutera Group telah mengembangkan beberapa proyek properti dan kawasan terpadu di Indonesia seperti kawasan Alam Sutera, Suvarna Sutera, Ayodhya by Alam Sutera, Sutera Rasuna, Sutera Nexen, GWK Cultural Park, beberapa proyek perkantoran seperti The Tower di CBD Jakarta, The Prominence Office Tower, Mall @ Alam Sutera, serta beberapa hunian tapak maupun vertikal seperti Lloyd Low Rise Apartment, EleVee Residences serta Nykka sebagai extension cluster Sutera Narada, Agra dari Suvarna Sutera dan proyek hunian terbaru prestisius, The Gramercy.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV 2025, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional

Bekasi, webid.rumahkawakibi.com/ – Pasukan Pelopor Korbrimob Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bertempat di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

 

Panen raya yang merupakan bagian dari Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Kegiatan tersebut berada di bawah tanggung jawab Danpas Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P. J., selaku Penanggung Jawab Kegiatan, dengan dukungan penuh dari jajaran Resimen III Pasukan Pelopor.

 

Melalui kegiatan ini, Pasukan Pelopor berhasil melaksanakan panen jagung secara serentak sebagai wujud optimalisasi pemanfaatan lahan produktif yang dikelola institusi. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menjadi langkah strategis Polri, khususnya Korps Brimob, dalam mendukung ketersediaan pangan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

 

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan sektor pertanian dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Brimob tidak hanya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra aktif pembangunan nasional.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan program pemanfaatan lahan produktif dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi institusi maupun masyarakat luas.