Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Category: Uncategorized
Polda Babel Gelar Upacara PTDH 6 Anggota, Kapolda : Harus Jadi Contoh Dan Pembelajaran Bagi Anggota
Polda Bangka Belitung menggelar upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada 6 anggota karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik Polri.
Upacara tersebut digelar di halaman Mapolda pada Selasa (24/2/26) pagi yang dipimpin langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing.
Turut hadir juga dalam upacara itu, Wakapolda Brigjen Pol Murry Mirranda dan Pejabat Utama serta seluruh personel Polri dan ASN Polda Babel.
Dari pantauan, upacara ini sendiri tidak dihadiri oleh keenam anggota yang di PTDH. Namun, upacara tetap dilangsungkan secara in absentia dengan membawakan foto anggota yang dihadapkan kepada Kapolda untuk diberikan tanda silang.
“Hari ini kita melaksanakan upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Upacara ini dengan terpaksa, dengan berat hati dengan segala kekecewaan kita harus memberhentikan dengan tidak hormat 6 anggota kita yang sudah menciderai nama Institusi yang melanggar sumpahnya sebagai anggota Polri,”kata Viktor dalam amanatnya.
Viktor mengatakan upacara yang dilaksanakan ini merupakan bentuk komitmen tegas Institusi dalam menegakkan disiplin dan menjaga marwah Polri.
“Saya tidak ingin melakukan pemberian punisment seperti dilakukan hari ini. Tapi demi menjaga nama baik institusi dan seluruh personel Polda Babel yang sudah menjalankan tugas dengan baik terpaksa kita lakukan ini,”ungkapnya.
Menurut Eks Kadivkum Polri ini, upacara PTDH yang berlangsung ini dapat menjadi contoh dan pembelajaran bagi seluruh anggota Polda Babel.
Baginya, pembelajaran tidak hanya didapatkan dari yang baik-baik saja namun juga bisa belajar dari satu kegagalan dan hal buruk supaya tidak mengulangi peristiwa yang tidak diinginkan oleh semua orang.
“Ini harus jadi contoh dan pembelajaran bagi kita semuanya bahwa sebelum menegakkan hukum keluar kita juga harus menegakkan hukum kedalam. Sebelum kita memberikan contoh baik keluar kita juga harus membaikkan seluruh anggota kita,”tegasnya.
“Saya lebih senang memberikan reward daripada memberikan punisment kepada anggota. Tapi semua itu memang harus kita jalani, karena itu aturan hukum yang berlaku di kita, ada reward ada punisment,”timpalnya.
Lebih lanjut, Eks Kadivkum Polri ini juga mengingatkan seluruh anggota agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar sesuai sumpah jabatan yang sudah diucapkan sejak menjadi anggota Polri.
Oleh karenanya pada kesempatan itu, Jenderal Bintang Dua Polri ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas kinerja dan kelakuan yang baik dalam bertugas sebagai modal untuk tampil didepan masyarakat.
“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh anggota. Pertahankan itu, tetap jaga kualitasmu, jaga nama baikmu, nama baik Polri khususnya Polda Babel. Baik tidaknya Polda Babel semua tergantung pada kinerja kita,”pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Babel juga telah memberikan rewards kepada para anggota yang telah mencapai prestasi atas dedikasi serta kinerja yang luar biasa melebihi panggilan tugas.
Reward yang diberikan tersebut merupakan kebanggan bagi anggota Polda Babel dan menjadi tauladan bagi semua anggota.
Danpusterad : Pembekalan dan Pendidikan Momentum Penting Dalam Perjalanan Karier
(Pen Pusterad). Pembekalan dan pendidikan adalah momentum penting dalam perjalanan karier sebagai Perwira TNI AD, dalam mempersiapkan diri mengemban amanah jabatan Danrem dan Dandim. Hal tersebut, disampaikan oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, saat memimpin Upacara pembukaan Pembekalan Danrem Tipe A dan Tipe B, serta Pendidikan Dandim Tipe A dan Tipe B TA 2026, bertempat di Aula Graha Manunggal Pusdikter Pusterad, Jl. Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/2/2026).
Danpusterad juga mengatakan bahwa, sebagai calon Danrem dan Dandim adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara di wilayah masing-masing. Anda adalah mata dan telinga pimpinan di lapangan, yang bertugas untuk mendeteksi dini setiap potensi ancaman dan gangguan terhadap stabilitas wilayah. Tugas dan tanggung jawab yang diemban sangatlah berat, namun dengan persiapan yang matang, dan melalui pembekalan dan pendidikan, akan mampu menghadapinya dengan sukses.
“Ingatlah, keberhasilan anda dalam melaksanakan tugas di wilayah, akan berdampak langsung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno.
Untuk itu, saya mengajak seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dan pendidikan dengan sungguh-sungguh, manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan berdiskusi, serta jalin komunikasi yang baik dengan sesama peserta dan tenaga pendidik. Jangan ragu untuk bertanya dan berbagi pengalaman, karena dari sanalah kita bisa saling belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
Lebih lanjut disampaikannya bahwa, peserta akan dibekali dengan berbagai materi pelajaran yang sangat penting dan relevan dengan tugas-tugas di lapangan. Materi ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan di wilayah tugas masing-masing.
Seluruh materi tersebut saling terkait dan saling melengkapi, membentuk fondasi kemampuan Danrem dan Dandim untuk menjalankan tugas dengan profesional, efektifitas dan kesesuaian dengan nilai-nilai serta kepentingan bangsa dan negara. Keberadaan materi-materi ini dalam pembekalan dan pendidikan bukan hanya sebagai bentuk kewajiban administratif namun lebih sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan Komandan satuan kewilayahan.
“Saya berharap, dengan mengikuti seluruh materi pelajaran ini dengan sungguh-sungguh, maka anda akan menjadi Danrem dan Dandim yang profesional, berintegritas, dicintai oleh rakyat, dan mampu menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi wilayah anda, serta mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,”pungkas Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno.
NGERI!! Peredaran Obat-obatan Keras Golongan G Di Wilayah Hukum Polres Jakarta Selatan, APH Setempat Seakan Tutup Mata.
INLINK, Kalibata.Jakarta Selatan.20/02/2026 – Peredaran Obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G semakin merajalela di jalan Kalibata Kota Jakarta Selatan. Ironisnya, aparat penegak hukum (APH) dari Polres Metro jakarta Selatan hingga Polsek terkesan tak berdaya, bahkan diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal ini.
Kondisi ini membuat warga setempat resah dan khawatir akan masa depan generasi muda. Obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Hecymer, dan Tryex dengan mudah didapatkan di toko-toko kosmetik ilegal yang menjamur di jalan Kalibata, Kecamatan Pancoran Kota Jakarta Selatan.
“Kami merasa APH tidak peduli dengan kondisi ini. Obat-obatan ini dijual bebas tanpa izin edar BPOM,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
*Investigasi Wartawan*
Saat melakukan investigasi, tim wartawan mencoba membuktikan dan membeli di toko tersebut, Ternyata hasil memang benar ada transaksi jual beli obat keras Tramadol dan Hexymer dengan harga Rp5.000 per butir di toko kosmetik ilegal itu. Seorang penjual yang mengaku berasal dari Aceh, mengungkapkan bahwa dirinya hanya bertugas menjual dan aktivitasnya diketahui oleh ketua lingkungan serta RT setempat.
“Saya cuma disuruh jual saja.saya baru jaga toko 3 bulan.kalo yang biasa jaga lagi pulang kampung saya hanya sementara pak.ucap penjaga toko asal aceh tersebut.
*Pelanggaran Hukum yang Terabaikan*
Peredaran obat-obatan terlarang ini jelas melanggar Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Farmasi Nomor 7 Tahun 1963. APH seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku usaha ilegal ini.
“Kenapa para pelaku dengan mudah mengedarkan obat terlarang? Apakah ada oknum yang melindungi mereka?” tanya seorang tokoh masyarakat setempat.
*Dampak Negatif dan Ancaman Masa Depan*
Tramadol, Excimer, adalah obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf dan dapat menyebabkan halusinasi. Konsumsi berlebihan dan jangka panjang dapat mengakibatkan kejang, kerusakan saraf, penurunan fungsi otak, hingga kematian.
Jika peredaran obat-obatan terlarang ini terus dibiarkan, masa depan generasi muda akan hancur.
Maraknya Peredaran Obat-obatan Keras Golongan G Di Wilayah Hukum Polsek Jagakarsa, APH Setempat Seakan Tutup Mata.
INLINK, Jagakarsa.Jakarta Selatan.20/02/2026 – Peredaran Obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G semakin merajalela di jalan Moch khafi II, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan. Ironisnya, aparat penegak hukum (APH) dari Polres Metro jakarta Selatan hingga Polsek Jagakarsa terkesan tak berdaya, bahkan diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal ini.
Kondisi ini membuat warga setempat resah dan khawatir akan masa depan generasi muda. Obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Hecymer, Zolam, dan Tryex dengan mudah didapatkan di toko-toko kosmetik ilegal yang menjamur di jalan Moch khafi II, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan.
“Kami merasa APH tidak peduli dengan kondisi ini. Obat-obatan ini dijual bebas tanpa izin edar BPOM,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
*Investigasi Wartawan*
Saat melakukan investigasi, tim wartawan mencoba membuktikan dan membeli di toko tersebut, Ternyata hasil memang benar ada transaksi jual beli obat keras Tramadol dan Hexymer dengan harga Rp5.000 per butir di toko kosmetik ilegal itu. Seorang penjual yang mengaku berasal dari Aceh, mengungkapkan bahwa dirinya hanya bertugas menjual dan aktivitasnya diketahui oleh ketua lingkungan serta RT setempat.
“Saya cuma disuruh jual saja.saya baru jaga toko 3 bulan.kalo yang biasa jaga lagi pulang kampung saya hanya sementara pak.ucap penjaga toko asal aceh tersebut.
*Pelanggaran Hukum yang Terabaikan*
Peredaran obat-obatan terlarang ini jelas melanggar Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Farmasi Nomor 7 Tahun 1963. APH seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku usaha ilegal ini.
“Kenapa para pelaku dengan mudah mengedarkan obat terlarang? Apakah ada oknum yang melindungi mereka?” tanya seorang tokoh masyarakat setempat.
*Dampak Negatif dan Ancaman Masa Depan*
Tramadol, Excimer, dan Zolam adalah obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf dan dapat menyebabkan halusinasi. Konsumsi berlebihan dan jangka panjang dapat mengakibatkan kejang, kerusakan saraf, penurunan fungsi otak, hingga kematian.
Jika peredaran obat-obatan terlarang ini terus dibiarkan, masa depan generasi muda akan hancur.
Menjaga Ramadhan Tetap Kondusif, Kapolres Semarang optimalisasi peran Bhabinkamtibmas
INLINK, Semarang |Memasuki bulan Suci Ramadhan, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., memberikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga ketenangan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.
AKBP Ratna mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi juga membutuhkan kedekatan emosional antara anggota dan masyarakat. Melalui penguatan peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah binaan, diharapkan potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dari lingkungan terkecil.
Himbauan tersebut disampaikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas dan Polmas jajaran Polres Semarang usai pelaksanaan upacara rutin hari kesadaran nasional pada Rabu, 18 Februari 2026 di lapangan upacara Catur Prasetya Polres Semarang.
Menurut Kapolres, kehadiran anggota di tengah masyarakat bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan keresahan, harapan, hingga permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.
“Kami ingin anggota benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kedekatan ini penting agar setiap potensi gangguan kamtibmas bisa dideteksi lebih awal, apalagi menjelang dan selama bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Polres Semarang juga menegaskan akan tetap bertindak tegas terhadap aktivitas yang berpotensi meresahkan masyarakat selama Ramadhan, seperti perang sarung, aksi kreak, hingga penggunaan petasan yang berbahaya.
“Kami mengedepankan pencegahan dan pembinaan. Namun jika ada kegiatan yang membahayakan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas dan terukur sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, Polres Semarang berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara polisi dan warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Diakhir kegiatan pihaknya juga menyampaikan bahwa, apabila masyarakat menemui gangguan kamtibmas di wilayah masing masing, bisa menghubungi layanan Call Center 110 sehingga jajaran Polres Semarang bisa hadir untuk melakukan penanganan.
Bapas Pati Tingkatkan Layanan Informasi Pos Bapas Melalui Integrasi Google Maps
INLINK, Pati – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati terus melakukan peningkatan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah integrasi layanan informasi Pos Bapas dengan platform Google Maps, guna mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi lokasi dan layanan Pos Bapas yang berada di wilayah kerja Bapas Pati.
Integrasi Google Maps ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan terkait dalam memperoleh informasi yang akurat mengenai lokasi Pos Bapas, rute perjalanan, serta akses layanan pembimbingan kemasyarakatan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bapas Pati dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses.
Kepala Bapas Pati, Ari Adi Kurniawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan Google Maps menjadi salah satu inovasi layanan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, kemudahan akses informasi merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya di bidang pembimbingan dan pendampingan klien.
“Integrasi Google Maps ini kami lakukan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan informasi Pos Bapas agar masyarakat dapat dengan mudah mengetahui lokasi, akses, serta layanan yang tersedia. Dengan informasi yang jelas dan akurat, diharapkan dapat mendukung efektivitas pelayanan pembimbingan kemasyarakatan,” ujar Ari Adi Kurniawan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan Pos Bapas yang tersebar di beberapa wilayah membutuhkan dukungan sistem informasi yang mudah dijangkau. Melalui integrasi Google Maps, masyarakat tidak hanya memperoleh petunjuk lokasi, tetapi juga dapat mengetahui identitas Pos Bapas, jam layanan, serta informasi pendukung lainnya secara daring.
Peningkatan layanan informasi ini sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Bapas Pati berkomitmen untuk terus melakukan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pembimbingan kemasyarakatan secara optimal.
Dengan adanya integrasi Google Maps tersebut, diharapkan layanan Pos Bapas semakin mudah diakses, responsif, dan memberikan kepastian informasi bagi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemasyarakatan, khususnya di wilayah kerja Bapas Pati.
Polresta Surakarta Siapkan Pengamanan Intensif Hadapi Libur Panjang dan Tradisi Ziarah
INLINK, Polresta Surakarta – Polda Jateng – Ratusan personel disiagakan oleh Polresta Surakarta guna menjaga keamanan selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 serta kegiatan ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan. Para personel diwajibkan untuk selalu siaga dan siap digerakkan kapan saja apabila dibutuhkan.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa seluruh personel melaksanakan apel pagi sebagai bentuk kesiapan pengamanan. Untuk personel Polresta, apel digelar di Mapolresta Surakarta, sedangkan personel Polsek jajaran melaksanakan apel di Mapolsek masing-masing yang dipimpin oleh piket perwira pengawas.
“Penyiagaan personel dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan setiap akhir pekan dan selama masa libur panjang,” ujar Kapolresta, Senin (16/2/2026).
Kapolresta menegaskan bahwa ratusan personel dari Polresta Surakarta dan Polsek jajaran disiagakan sebagai langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan kamtibmas selama periode libur panjang, termasuk meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai titik keramaian.
“Mereka selalu siaga dan siap digerakkan kapan pun dan di mana pun sesuai perintah pimpinan. Personel yang disiagakan ini juga bertugas untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya,” tambahnya.
Selama libur panjang, berbagai kegiatan pengamanan dilakukan, di antaranya patroli rutin di pusat keramaian, kawasan wisata, serta lokasi pemakaman yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah menjelang bulan puasa, guna menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Kota Surakarta.
Kapolresta menambahkan bahwa kegiatan pengamanan ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat di sejumlah objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 serta tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan.
“Dalam menghadapi libur panjang ini, pengamanan telah dilakukan di berbagai objek wisata yang tersebar di Kota Surakarta oleh personel Polres dan Polsek jajaran,” pungkasnya.
Polri-TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Puing Rumah Roboh di Giritontro, Korban Alami Kerugian Rp 35 Juta
INLINK, Wonogiri – Aparat kepolisian bersama TNI, BPBD, dan relawan menggelar bakti sosial membersihkan puing-puing rumah roboh akibat diterjang angin kencang di Dusun Jepurun RT 03/10, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Senin (16/2/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari bencana yang terjadi sehari sebelumnya.
Kapolsek Giritontro AKP Surono memimpin langsung kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di rumah milik Irawan Eko Sulistyono. Sekitar 20 personel gabungan dari Polsek Giritontro, Koramil 09 Giritontro, BPBD Wonogiri, serta relawan Desa Pucanganom terlibat dalam kerja bakti tersebut.
Bencana angin kencang yang terjadi Minggu (15/2) sekitar pukul 13.50 WIB menyebabkan bangunan rumah roboh dan menimpa penghuni yang berada di dalam. Akibat kejadian itu, pemilik mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 35 juta. Selain itu, beberapa anggota keluarga mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS Maguan Pracimantoro.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, petugas bersama warga membersihkan material kayu, genteng, serta sisa bangunan yang berserakan agar lokasi kembali aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar. Kehadiran aparat juga untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, SH, MH mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, SH, SIK, MPM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kehadiran Polri bersama TNI dan instansi terkait adalah wujud nyata sinergitas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami tidak hanya hadir saat kejadian, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polres Wonogiri mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan darurat.
Dengan sinergi lintas sektor dan gotong royong masyarakat, proses pembersihan berjalan lancar dan diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi pascabencana di wilayah Giritontro.
Polsek Plupuh Kawal Ketahanan Pangan, Lahan Jagung LBS Gedongan Disiapkan Menuju Panen Produktif
INLINK, SRAGEN — Jajaran Polsek Plupuh menunjukkan langkah konkret dalam mengawal agenda besar ketahanan pangan nasional. Pada Kamis (13/2/2026), petugas melakukan pengecekan langsung rencana tanam jagung di Lahan Baku Sawah (LBS) Kuartal V, Dukuh Bulakrawe RT 12, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengamanan dan pendampingan sektor pertanian agar berjalan terukur, berkelanjutan, dan produktif. Lahan seluas ±2.500 meter persegi milik Sukidi tersebut dinilai memiliki kesiapan optimal untuk mendukung program tanam jagung, dengan kondisi tanaman berusia sekitar 45 hari dan tinggi mencapai ±60 sentimeter.
Petugas memastikan aspek teknis pertanian berada dalam kondisi mendukung, mulai dari ketersediaan pupuk yang mudah diakses hingga sistem pengairan tadah hujan yang masih mencukupi.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa lahan berada pada fase pertumbuhan yang stabil dan siap diarahkan menuju hasil panen maksimal.
Kapolsek Plupuh IPTU M. Nur Arifin menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan bentuk nyata peran institusi dalam mendukung kebijakan strategis negara.
Langkah ini selaras dengan perintah Kapolri dalam mengimplementasikan delapan Program Prioritas yang terangkum dalam Asta Cita Presiden.
“Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga mengambil peran aktif sebagai penggerak dan pengawal pembangunan nasional, termasuk di bidang ketahanan pangan,” tegasnya.
Dengan pengecekan lapangan yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, Polres Sragen melalui Polsek Plupuh menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif mampu berkontribusi nyata bagi kedaulatan pangan nasional.