Menembus Hutan dan Tebing, Prajurit TNI Temukan Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

INLINK, Pangkep|Prajurit TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin berhasil menemukan dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026). Operasi pencarian dilaksanakan di medan pegunungan yang terjal, kawasan hutan lebat, serta dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pada hari pertama pencarian, Minggu (18/1/2026), prajurit Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam Tim SAR gabungan dan masyarakat berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki. Penemuan tersebut dilakukan melalui penyisiran jalur-jalur ekstrem dan area yang sulit dijangkau dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel.

Memasuki hari kedua pencarian, Senin (19/1/2026), Tim SAR Kodam XIV/Hasanuddin bersama Tim SAR gabungan dan masyarakat kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan di kawasan Gunung Bulusaraung. Penemuan korban kedua ini merupakan hasil penyisiran intensif di medan pegunungan yang terjal dan rawan.

Keberhasilan ini mencerminkan komitmen dan kesiapsiagaan TNI dalam melaksanakan tugas kemanusiaan pada situasi darurat. Melalui disiplin, profesionalisme, serta sinergi lintas unsur, TNI terus berperan aktif mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.

Diduga Terserempet Truk, Warga Leyangan Ungaran Meninggal Dunia di Jalan Raya Semarang–Solo

INLINK,  Semarang – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan diduga sebuah kendaraan truk terjadi di Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di wilayah Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (12/1/2026).

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR, didampingi Kanit Gakkum Iptu Handriani, S.E., M.M., saat memberikan keterangan menyampaikan bahwa dalam peristiwa tersebut seorang pembonceng sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi H 3936 ACC yang dikemudikan Chaterine (19), dengan membonceng ibunya M. Novianny (43), melaju dari arah Bawen menuju Ungaran.

“Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut diduga tersenggol kendaraan lain yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Akibat senggolan tersebut, pembonceng terjatuh ke badan jalan dan kemudian tertabrak kendaraan lain yang juga belum diketahui identitasnya, sehingga meninggal dunia di tempat,” jelas AKP Lingga Ramadhani.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Sat Lantas Polres Semarang yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan awal, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pengamanan arus lalu lintas.

Sementara itu, pengemudi sepeda motor belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi syok.

Saat ini, Sat Lantas Polres Semarang masih melakukan pendalaman guna mengungkap identitas kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Perkara ini sudah kami tangani dan masih dalam proses pendalaman,” pungkas AKP Lingga Ramadhani.

Pasca Longsor, Polsek Tlogowungu Bersama Warga Buka Akses Jalan ke Dukuh Pulingan

INLINK, Pati – Polsek Tlogowungu bersama masyarakat Dukuh Pulingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, terus melakukan upaya penanganan pascalongsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Minggu (11/1). Memasuki hari kedua, fokus utama diarahkan pada pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material tanah longsor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari dengan melibatkan personel Polsek Tlogowungu, warga setempat, serta alat berat milik DPUTR Pati. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan dibersihkan secara bertahap agar akses menuju Dukuh Pulingan dapat segera dilalui.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengatakan, keterlibatan lintas sektor dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan di lokasi longsor. Menurutnya, sinergi ini penting agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu akibat terputusnya akses jalan.

Selain membuka akses, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat aparat tetap siaga dan mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas.

Warga Dukuh Pulingan menyambut baik upaya cepat yang dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah. Mereka turut bergotong royong membantu proses pembersihan, baik dengan peralatan manual maupun membantu pengaturan lalu lintas sementara.

AKP Mujahid menjelaskan bahwa pembukaan akses jalan ini bersifat darurat agar mobilitas warga kembali berjalan. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalur ini segera bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan struktur tebing yang longsor. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara,” katanya.

Di akhir kegiatan, Kapolsek Tlogowungu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. “Kami mengajak warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan agar bisa segera ditangani,” pungkas AKP Mujahid.