Polsek Cakung Tindaklanjuti Laporan Call Center 110, Penjual Obat Terlarang Diamankan di Ujung Menteng

Jakarta – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Cakung dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan peredaran obat keras tanpa izin di wilayah Cakung.

 

Laporan diterima pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 14.48 WIB. Pelapor yang mengaku bernama inisial A, menyampaikan informasi adanya penjualan obat jenis tramadol yang diduga berkedok usaha kosmetik di Jalan Rawa Kuning RT 02/05, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

 

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, personel Cakung IPTU Sukoco bersama piket fungsi langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendalaman informasi.

 

Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berikut barang bukti berupa 46 papan tramadol dan 50 butir eximer yang diduga diperjualbelikan tanpa izin dan tidak sesuai ketentuan.

 

Pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Cakung guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

 

Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu ketertiban masyarakat.

 

“Kami berkomitmen menindak tegas segala bentuk peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Cakung. Informasi sekecil apa pun dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan proporsional,” tegasnya.

 

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110 atau langsung ke kantor polisi terdekat. Peran aktif warga dinilai sangat penting dalam mencegah peredaran narkoba dan obat keras ilegal yang kerap menyasar remaja.

 

Situasi selama proses pengecekan berlangsung aman dan kondusif. Polsek Cakung memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Timur, khususnya Kecamatan Cakung.

Berkah Ramadhan, Ketua Persit KCK Ranting 7 Cakung Berbagi Kasih

Jakarta Timur – Dibulan yang penuh berkah, Ketua Persit KCK Ranting 7 Cakung, Ny. Athy Pandjaitan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu bertempat di Yayasan Saiya Sekata, yang berlokasi di Jl. Bekasi Raya Km 17 RT 04/RW 03 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Rabu (25/02/26).

 

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Athy Pandjaitan secara langsung memimpin dan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan sejumlah uang kepada anak-anak yatim piatu.

 

“Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan terus meningkatkan silaturahmi dan berbagi kasih, terutama dengan anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian kita,” ujarnya.

 

Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para penerima, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

“Mudah-mudahan anak-anak yatim piatu di wilayah teritorial Koramil 06/Cakung dapat turut berbahagia dan bergembira saat Lebaran nanti. Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua,” tutup Ny. Athy Pandjaitan.

 

Sumber Pendim 0505/JT.

Koramil 04/Pulogadung Gelar Patroli/Siskamling Keliling Ciptakan Pulogadung Aman dan Kondusif

Jakarta Timur – Dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban wilayah, Koramil 04/Pulogadung bersama Komduk melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling di Jalan Pulomas Raya RT 03 RW 16, Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur. Rabu (25/02/26).

 

Kegiatan tersebut melibatkan personel Koramil 04/Pulogadung, anggota FKDM, keamanan RW 16, Security LRT, serta warga masyarakat setempat yang menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan lingkungan.

 

Batuud Koramil 04/Pulogadung, Sertu Ari Kristiono menegaskan bahwa patroli keliling dan siskamling ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus mempererat komunikasi antara aparat dan masyarakat.

 

“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan dan kepedulian warga, kita dapat menciptakan wilayah yang aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.

 

Patroli dilakukan dengan menyusuri titik-titik strategis serta berdialog langsung dengan warga guna menyerap informasi dan memastikan situasi tetap terkendali. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya pengamanan wilayah binaan.

 

Sumber Pendim 0505/JT.

Polres Belitung Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Wujudkan Harkamtibmas Kondusif Ramadan 1447 H

Belitung – Dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Polres Belitung menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama bertajuk “Ramadan Damai, Masyarakat Aman dan Harmonis – Bersama Wujudkan Harkamtibmas Kondusif” pada Kamis (26/02/2026) pukul 18.00 WIB, bertempat di Aula Endra Dharma Laksana.

 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, didampingi Wakapolres Belitung KOMPOL Bagus Krisna Eka Putra, S.I.K, serta menghadirkan penceramah Ust. Multazem. Turut hadir Ketua PD Muhammadiyah Belitung Bapak Turpan, Ketua FKUB Bapak Harmizi, Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung Bapak Ahmad Hamzah, Ketua KNPI Belitung Husri, Ketua GP Ansor Belitung Ahmad Fikri Maulidi, para pejabat utama, perwira, bintara dan ASN Polres Belitung, serta jemaah Masjid At-Taqwa dan anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah.

 

Dalam sambutannya, Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, namun merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat soliditas, serta membangun kebersamaan di antara kita sebagai satu keluarga besar Polres Belitung. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, kebersamaan dan kekompakan adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Belitung,” ungkap Kapolres.

 

Beliau juga mengajak seluruh personel menjadikan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Tugas kita sebagai anggota Polri bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang humanis dan berintegritas. Saya mengingatkan agar selama bulan Ramadan ini kita tetap menjaga disiplin, profesionalisme dan nama baik institusi. Hindari pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

 

Kapolres berharap kegiatan buka bersama ini mampu membangun hubungan emosional yang semakin erat antara pimpinan dan anggota, serta memperkuat sinergitas dengan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

 

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ust. Multazem menyampaikan pentingnya menjaga persaudaraan, mengajak kepada kebaikan, dan mendamaikan sesama manusia sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa profesi sebagai anggota Polri merupakan ladang pengabdian sekaligus ladang ibadah, tergantung pada niat yang melandasinya.

 

“Betapa banyak pekerjaan yang tampak sebagai urusan dunia, namun menjadi amal akhirat karena baiknya niat. Maka setiap melangkah dalam tugas, niatkan semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT,” pesannya.

 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tali asih kepada anak-anak panti asuhan, doa bersama, buka puasa bersama, sholat Maghrib berjamaah, serta ramah tamah. Kegiatan berakhir pukul 19.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

 

Melalui momentum Ramadan ini, Polres Belitung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun harmoni demi terwujudnya Belitung yang aman dan damai.

Penyaluran BLTS di Jatiroto Tertib dan Kondusif, 1.090 KPM Terima Bantuan

INLINK, WONOGIRI – Pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra Tahun 2025 kepada 1.090 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan penyaluran berlangsung pada Kamis (26/2/2026) pagi di Pendopo Rumah Dinas Camat Jatiroto dan berjalan aman serta tertib dengan pengamanan jajaran kepolisian.

Penyaluran BLTS dilakukan melalui Pos Indonesia dan dihadiri unsur pemerintah desa, perangkat desa, bendahara desa, Bhabinkamtibmas/Polmas, Babinsa, pendamping desa (PD/PLD), serta para KPM. Total penerima tersebar di 10 desa/kelurahan, dengan jumlah terbanyak di Kelurahan Jatiroto sebanyak 154 KPM.

Kapolsek Jatiroto AKP Pudiyono, S.H., M.H., memastikan pengamanan dan pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin kelancaran proses penyaluran. “Sejak awal hingga selesai, situasi terpantau kondusif. Anggota kami melakukan pengamanan dan monitoring agar penyaluran tepat sasaran serta tertib,” ujarnya.

Terpisah, Kasihumas AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial ini merupakan bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat. “Pengamanan penyaluran BLTS merupakan bagian dari tugas Polri untuk memastikan program pemerintah berjalan lancar, transparan, dan memberi rasa aman bagi masyarakat penerima manfaat,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak penyalur sangat penting agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pungkas AKP Anom.

Kegiatan penyaluran BLTS di wilayah Kecamatan Jatiroto tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polres Wonogiri dalam mengawal program kesejahteraan agar terlaksana aman, tertib, dan akuntabel.

Dinkes Pati Dampingi Lapas IIB Pati, Keripik Tempe WBP Siap Naik Kelas dan Kantongi P-IRT

INLINK, Lapas Pati – Komitmen menghadirkan produk pembinaan yang aman dan berkualitas terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melakukan peninjauan langsung terhadap proses produksi keripik tempe hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Pati, Kamis (26/2). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan pengajuan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Tim dari Dinkes Kabupaten Pati meninjau setiap tahapan produksi secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan dan penggorengan, hingga teknik pengemasan akhir. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh proses telah memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, serta kelayakan konsumsi.

Selain melakukan evaluasi terhadap kondisi ruang produksi dan peralatan yang digunakan, tim juga memberikan pembinaan terkait penerapan higiene dan sanitasi oleh para WBP. Aspek administrasi pun turut menjadi perhatian, seperti ketentuan pelabelan produk, pencantuman komposisi, tanggal kedaluwarsa, hingga nomor izin edar sebagai bagian dari persyaratan P-IRT.

Pendampingan ini disambut positif oleh jajaran Lapas Kelas IIB Pati sebagai bentuk sinergi dalam mendukung program pembinaan kemandirian. Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Kelas IIB Pati, Budi Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga standar mutu produk agar mampu bersaing di pasaran.

Melalui proses pendampingan dan pengawasan ini, diharapkan keripik tempe hasil karya WBP tidak hanya memiliki cita rasa unggul, tetapi juga legalitas yang lengkap sehingga siap dipasarkan lebih luas. Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata mendorong produktivitas dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat.

Sat Lantas Polres Wonogiri Bagi 250 Takjil di Simpang Ponten, Sambil Edukasi Tertib Lalu Lintas

INLINK, WONOGIRI – Jajaran Sat Lantas Polres Wonogiri bersama Humas melaksanakan aksi berbagi takjil kepada pengguna jalan di Simpang Empat Ponten, Jalan Jenderal Sudirman Wonogiri, Rabu (26/2/2026) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Polri di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus sarana edukasi keselamatan berlalu lintas.

Sebanyak 250 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Selain berbagi, petugas juga menyampaikan imbauan agar pengendara selalu mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan serta fatalitas korban di wilayah hukum Polres Wonogiri.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di momentum Ramadhan.

“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas. Kepatuhan di jalan raya sangat berpengaruh dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, pendekatan humanis seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa mengesampingkan aspek penegakan hukum. “Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami berharap pesan yang disampaikan dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari,” jelasnya.

Kegiatan yang melibatkan personel Sat Lantas dan Humas Polres Wonogiri tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Polres Wonogiri memastikan kegiatan serupa akan terus digelar sebagai bagian dari pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar Bersama Dinkes Kubar, Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMAN 01 Linggang Bigung

INLINK, Kutai Barat – Dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 dari Kodim 0912/Kutai Barat bersama Dinas Kesehatan Kutai Barat menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba bertempat di SMAN 01 Linggang Bigung pada Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik program TMMD yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pelajar. Sosialisasi menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Weda, SKM., M.Si selaku Kepala Bidang (P2P) Dinas Kesehatan Kutai Barat, Dody Safari, S.Ked sebagai pengelola program Napza, serta Albina Erminita, Amd.Kep dari Puskesmas Linggang Bigung.

Dalam pemaparannya, Weda, SKM., M.Si menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena dapat merusak kesehatan fisik, mental, serta masa depan. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak dini melalui edukasi dan penguatan karakter pelajar.

“Remaja harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu menolak ajakan atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitar,” jelasnya di hadapan para siswa.

Sementara itu, Dody Safari, S.Ked memaparkan secara rinci tentang jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza), serta dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang ditimbulkan. Ia juga menyampaikan bahwa ketergantungan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menjerumuskan seseorang pada permasalahan hukum dan sosial. Oleh karena itu, ia mengajak para pelajar untuk aktif dalam kegiatan positif serta membangun pergaulan yang sehat.

Dari sisi medis, Albina Erminita, Amd.Kep memberikan penjelasan tentang efek penggunaan narkoba terhadap organ tubuh, seperti gangguan pada sistem saraf, jantung, hingga kerusakan fungsi otak. Ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat dan keberanian untuk berbicara apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan kepedulian dan rasa ingin tahu para pelajar terhadap isu bahaya narkoba yang dapat mengancam masa depan mereka.

Di tempat terpisah, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nonfisik di wilayah sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan desa tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi mental dan karakter generasi mudanya. Sinergi antara TNI, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswa SMAN 01 Linggang Bigung memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang bahaya narkoba serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Program TMMD pun terus berkomitmen tidak hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun kesadaran dan masa depan generasi penerus bangsa.

Bupati Jayawijaya Audensi Dengan Kementerian Perdagangan RI,Bahas Pembangunan Pasar dan Penguatan UMKM

INLINK,JAKARTA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., melaksanakan audiensi bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, di ruang kerja Menteri Perdagangan, Jakarta, pada Kamis (26/08/2026).

Audiensi tersebut membahas rencana pembangunan dan pengembangan pasar rakyat serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Atenius Murip menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk terus membenahi infrastruktur perdagangan, termasuk revitalisasi pasar tradisional serta pembangunan pasar yang representatif dan higienis. Hal ini dinilai penting guna menciptakan ekosistem perdagangan yang tertata, aman, dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam pembangunan pasar dan penguatan UMKM di Kabupaten Jayawijaya. Potensi komoditas lokal kami sangat besar, baik hasil pertanian, kerajinan tangan, maupun produk olahan masyarakat, yang perlu didukung dari sisi sarana prasarana serta akses pemasaran,” ujar Bupati Atenius Murip.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan pasar yang layak dan modern akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi pusat distribusi barang yang efektif di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., menyambut baik usulan dan aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Ia menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung pengembangan pasar rakyat dan UMKM di berbagai daerah, termasuk di wilayah Papua, sebagai bagian dari program pemerataan ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mewujudkan pembangunan sektor perdagangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat kecil.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya optimis pembangunan pasar dan penguatan UMKM dapat segera direalisasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju dan mandiri.

(Iskhia Wakerkwa)

Bupati Jayawijaya Kunjungi Anak Jalanan di Semarang Dorong Pembentukan Generasi Emas Papua

INLINK,SEMARANG | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., melakukan kunjungan kepada anak-anak jalanan asal Jayawijaya yang tengah mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Kota Semarang. Program tersebut dilaksanakan selama enam bulan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan generasi muda Papua.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Miracle Healing Center ini merupakan bagian dari Program Pendidikan, Pembinaan dan Pelatihan bertajuk “Dari Pegunungan Papua Untuk Dunia”, yang bertujuan membangun generasi emas anak Jayawijaya yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Dalam kunjungannya, Bupati Atenius Murip memberikan motivasi dan arahan secara langsung kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang sebelumnya hidup di jalanan.

Dalam wawancaranya, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah anak-anak tersebut adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup yang memadai.

“Kami ingin anak-anak Jayawijaya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Mereka adalah generasi penerus yang harus dibina dengan baik, diberikan pendidikan, keterampilan, serta nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Harapan kami, setelah menyelesaikan pelatihan ini, mereka dapat kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan mampu membangun daerahnya,” ujar Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perkembangan peserta selama mengikuti pelatihan, serta memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para peserta pelatihan. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah, serta berkomitmen untuk mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, sekaligus mengurangi permasalahan sosial di daerah, khususnya yang berkaitan dengan anak-anak jalanan.

(Ishkia Wakerwa)