Respons Cepat Polsek Juwangi, Tangani Kecelakaan KA 268 Banyubiru di Dk. Jambean, Juwangi

INLINK, BOYOLALI — Seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) 268 Banyubiru di wilayah Dukuh Jambean, Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jumat (6/2/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.35 WIB di jalur rel petak Stasiun Karangsono–Gundi, KM 59+0/1. Korban diketahui berinisial D (92), warga Dukuh Jambean, Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menyeberang rel kereta api dari arah utara menuju selatan. Pada saat bersamaan, KA 268 Banyubiru melaju dari arah barat (Stasiun Karangsono) menuju timur (Stasiun Gundi). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan pun tidak dapat dihindari hingga mengakibatkan korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengetahui korban sudah tergeletak di sekitar jalur rel usai kejadian. Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa korban diduga mengalami gangguan pendengaran, sehingga tidak menyadari adanya kereta api yang melintas saat menyeberang rel.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Juwangi. Gerak cepat Petugas piket SPKT bersama Unit Reskrim, Bhabinkamtibmas, serta petugas medis dari Puskesmas Juwangi segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat kepolisian melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat benturan keras saat tertabrak kereta api. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Polres Boyolali mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas atau menyeberang jalur rel kereta api, serta selalu memastikan kondisi aman demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Satlantas Polres Demak Bagikan Nasi Kotak dan Edukasi Sasaran Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK, Demak – Satlantas Polres Demak melaksanakan kegiatan Jumat Berkah sekaligus sosialisasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan Operasi keselamatan Candi 2026 dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai 2 hingga 15 Februari 2026 dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tercipta situasi lalu lintas di Kabupaten Demak tetap aman, tertib, dan lancar, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.

Kepala Urusan dan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno mengatakan, Operasi Keselamatan Candi 2025 berfokus pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berkendara.

“meliputi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, pengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan yang ditentukan,” katanya Iptu Djoko.

Sosialisasi menyasar komplek perumahan Wiku II Demak, pangkalan becak Terminal Demak, pangkalan ojek online, serta pangkalan andong wisata di kawasan taman parkir Jogoloyo. Dalam kegiatan ini, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib lalu lintas sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan.

Iptu Djoko menjelaskan, melalui kegiatan Jum’at berkah dan sosialisasi di lapangan, Polres Demak memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan operasi, yaitu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Demak.

“Kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan sangat menentukan keberhasilan upaya menekan angka kecelakaan. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keselamatan diri dan orang lain,” jelasnya.

Petugas juga mengajak masyarakat turut berperan menjaga ketertiban di sekitar jalan raya, terutama pada saat jam-jam padat. Edukasi ini diharapkan dapat membangun budaya tertib lalu lintas berkelanjutan.

Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat, Polres Jepara Gelar Jumat Curhat

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui program Jumat Curhat, yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Jepara.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara Polri dan masyarakat guna menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta harapan warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Seperti yang terlihat kali ini, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama karyawan CV. Karya Exindo Prima Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Jumat (6/2/2026).

Turut hadir pejabat utama dan personel Polres Jepara, Forkopimcam Tahunan, Petinggi Desa Langon, Tomas, masyarakat desa setempat dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jepara menyampaikan, bahwa Jumat Curhat merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan masukan terkait berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Jepara dalam melayani dan menyerap aspirasi warga.

“Jumat Curhat ini merupakan sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat, menyerap keluhan, saran dan masukan dari warga terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar AKBP Hadi Kristanto.

Tak hanya itu, Kapolres Jepara juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir.

“Kolaborasi adalah kunci utama. Melalui program ini, kami berharap dapat menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat sehingga bisa mencari solusi bersama,” tandasnya.

AKBP Hadi juga menuturkan, bahwa saat ini, Polres Jepara telah meluncurkan hotline call center 110 Polri untuk melayani permintaan informasi kepolisian atau aduan permasalahan.

“Silahkan dilaporkan bila temukan kegiatan-kegiatan mencurigakan, di lingkungan tempat tinggalnya. Apalagi saat ini, Polres Jepara telah meluncurkan hotline call center Polri 110 untuk melayani permintaan informasi kepolisian atau aduan permasalahan,” jelasnya.

Selama kegiatan Jumat Curhat, berbagai keluhan dan masukan dari warga disampaikan dengan lugas.

Kapolres Jepara bersama pejabat utama Polres secara cermat mencatat setiap keluhan yang disampaikan warga dan memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan program seperti ‘Jumat Curhat’, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga Kamtibmas serta mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Wujud Kepedulian Lingkungan Pesisir, Polres Jepara Ikuti Gerakan Jepara Bersih-Bersih serentak se-Kabupaten Jepara Tahun 2026

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan menerjunkan langsung personelnya dalam gerakan Jepara Bersih-Bersih serentak se-Kabupaten Jepara di kawasan Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Kegiatan yang merupakan implementasi dari program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dan gerakan Jepara Bersih Bersih serentak se-Kabupaten Jepara melibatkan personel lintas instansi, mulai dari unsur TNI, Polri hingga jajaran Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.

Sejak pagi, terlihat Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama personel gabungan menyisir sepanjang garis Pantai Teluk Awur.

Dengan penuh semangat gotong-royong, rombongan memungut sampah serta limbah rumah tangga yang mencemari area wisata tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menekankan bahwa kehadiran Polres Jepara bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Pantai Teluk Awur adalah salah satu ikon wisata kebanggaan warga Jepara. Kehadiran kami di sini merupakan wujud dukungan penuh Polres Jepara terhadap gerakan Indonesia ASRI dan Gerakan Jepara Bersih Bersih serentak se-Kabupaten Jepara. Lingkungan yang resik dan indah akan memberikan kenyamanan bagi warga serta wisatawan yang berkunjung,” ujar AKP Dwi Prayitna di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut.

Penyisiran sampah dilakukan secara terpadu oleh personel gabungan dari TNI, Polri hingga jajaran Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan armada kebersihan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melalui kegiatan ini, Polres Jepara berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan pesisir serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jepara. Dengan lingkungan yang bersih dan terjaga, diharapkan dapat tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Gunakan ETLE Mobile, Satlantas Polres Kendal Jaring Pelanggar Lalu Lintas di Jalur Pantura

INLINK, KENDAL – Operasi Keselamatan Candi 2026 telah memasuki hari keempat, Satlantas Polres Kendal terus berupaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman. Fokus utama kali ini adalah penindakan tegas terhadap pelanggaran kasat mata, khususnya pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus lalu lintas.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Lingkar Kaliwungu, Jalan Pantura Kendal, pada Kamis (05/02/2026) sore. Dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Very Okta Dwi Saputra, petugas menyisir area tersebut selama satu jam mulai pukul 16.00 WIB.

Pemandangan unik terjadi saat petugas tiba di lokasi. Begitu melihat seragam polisi, sejumlah pengendara motor yang sedang melawan arus langsung kocar-kacir. Banyak di antaranya memilih memutar balik secara mendadak demi menghindari petugas.

“Tadi dapat dilihat begitu banyak pengendara motor yang melanggar. Begitu kami hentikan satu, yang lainnya kocar-kacir dan balik arah. Bahkan, ada yang sengaja membelokkan motornya ke minimarket untuk bersembunyi. Kami datangi dan berikan teguran,” ujar Ipda Very di lokasi.

Sasaran utama operasi ini adalah para pekerja dan pelajar yang pulang beraktivitas. Mereka kerap menggunakan jalur dari arah barat menuju timur dengan cara melawan arus untuk memotong jalan.

Selain melawan arus, petugas juga menindak pengendara yang tidak menggunakan helm SNI serta yang berboncengan lebih dari dua orang. Seluruh pelanggaran ini didokumentasikan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile melalui kamera handheld.

“Kami lakukan penindakan tilang langsung dengan ETLE Mobile. Jadi, semua terdokumentasikan, tidak mengada-ada,” tegas Ipda Very. Pelanggar akan menerima cetakan barcode yang bisa dipindai untuk mengisi data diri dan melakukan pembayaran denda secara online.

Salah satu pengendara yang terjaring adalah Imanuel, seorang mahasiswa. Ia mengaku kaget saat dihentikan petugas karena berboncengan dengan teman yang tidak memakai helm sambil melawan arus.

“Saya kaget dan bingung salahnya apa. Baru sadar setelah dijelaskan polisi. Memang sering lewat sini lawan arah karena malas kalau harus mutar jauh,” aku Imanuel. Sempat bingung dengan sistem pembayaran digital, ia akhirnya mengerti setelah mendapat arahan dari petugas terkait mekanisme barcode tersebut.

Dalam operasi singkat selama satu jam tersebut, petugas berhasil menindak 10 kendaraan roda dua. Meski banyak yang menghindar, petugas tetap memberikan edukasi dan arahan kepada para pelanggar agar tidak mengulangi perbuatannya yang membahayakan nyawa.

Satlantas Polres Kendal kembali mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menggunakan helm demi keselamatan bersama di jalan raya.

Sat Lantas Polres Semarang gencarkan edukasi tertib lalu lintas di masa Ops. Keselamatan Candi 2026.

INLINK, Semarang |Dalam masa Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Semarang terus mengintensifkan kegiatan preventif dan preemtif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas serta menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polres Semarang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani STK., SIK., CPHR., pada Jumat, 6 Februari 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi strategi utama dalam operasi kali ini.

“Operasi Keselamatan Candi 2026 kami kedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari diri sendiri, mulai dari disiplin mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga menjaga etika berkendara di jalan raya. Harapannya angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan dapat ditekan,” jelas AKP Lingga.

Salah satu implementasi kegiatan tersebut, dilakukan pada Kamis 5 Februari 2026. Di sela pelaksanaan kegiatan pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Polres Semarang, personel Sat Lantas turut memberikan imbauan serta sosialisasi kepada peserta terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan edukasi terkait pentingnya penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, serta pentingnya menjaga etika berlalu lintas di jalan raya.

Salah satu peserta pelatihan AI menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman tambahan terkait keselamatan berkendara. Ia menyebut, dengan adanya sosialisasi tersebut peserta menjadi lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas serta melihat bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan transportasi di masa depan.

Melalui kegiatan edukatif yang berkelanjutan, Sat Lantas Polres Semarang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, khususnya selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Mengingat kemarin peserta adalah para siswa siswa SMA yang rentan akan Fatalitas kecelakaan, dan di umur mereka sedang mencari jatidiri, sehingga sangat tepat sekali untuk memberikan pencerahan dan imbauan. Sehingga mereka dapat memahami penting keselamatan dalam berkendara.” Pungkas Kasat Lantas.

Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Narkotika Tahun 2026

INLINK,  Depok – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Identifikasi Permasalahan Tindak Pidana Narkotika, Depok, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan diawali sambutan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam, Irjen Pol Desman S. Tarigan, yang menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan langkah awal yang krusial dalam menangani persoalan narkotika secara menyeluruh.

“Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, kita harus melihat dari hulu agar persoalan yang sama tidak terus berulang. Oleh karena itu, keterlibatan dan kerja sama seluruh kementerian, lembaga, hingga lapisan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Ia juga mendorong peserta rapat untuk menurunkan ego sektoral dan menyampaikan secara terbuka kendala dii lapangan. Menurutnya, keterbukaan dinilai penting untuk merumuskan inovasi kebijakan yang lebih efektif dan efisien.

Rapat ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi Kemenko Polkam dengan kementerian dan lembaga terkait guna merespons tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Selanjutnya, rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Penanganan Kejahatan Transnasional dan Luar Biasa Kemenko Polkam, Adhi Satya Perkasa yang membahas terkait penelitian BRIN dan BNN pada tahun 2025. “Angka prevalensi penyalahgunaan narkotika pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa kejahatan narkotika semakin terorganisir dan menuntut penguatan kebijakan serta inovasi penanganan pada tahun 2026.

BNN juga melaporkan peningkatan peredaran narkotika 2024–2025, termasuk munculnya narkotika sintetis dan pentingnya pendekatan follow the money. Polri menyoroti kerawanan posisi Indonesia terhadap jaringan narkotika internasional dengan tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.

Dalam diskusi, kementerian dan lembaga mengangkat isu utama seperti lambatnya eksekusi hukuman mati, penguatan pengawasan perbatasan, dan kebutuhan task force terpadu. Peserta sepakat ego sektoral dan lemahnya integrasi data masih menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi.

Menutup rapat, Adhi menegaskan peran strategis Kemenko Polkam dalam mengawal pemberantasan narkotika 2026, terutama menyikapi penurunan clearance rate. Ia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang lebih terukur agar ancaman narkotika tidak melemahkan keamanan nasional, serta mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan lahirnya inovasi kebijakan yang lebih terukur untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Polsek Ciracas Amankan Miras Ilegal dalam Operasi Pekat Jaya 2026

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjelang bulan suci Ramadhan, Polsek Ciracas Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026. Operasi tersebut dilaksanakan pada Kamis malam, 5 Februari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

 

Operasi Pekat Jaya 2026 di wilayah hukum Polsek Ciracas dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciracas, KOMPOL Rohmad Supriyanto, SH., MH, dengan melibatkan lima personel dari Unit Reskrim. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepolisian Masyarakat, serta peraturan daerah terkait ketertiban umum di DKI Jakarta.

 

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan minuman keras (miras) tanpa izin edar di kawasan Jalan Raya Radar Auri, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Dari tangan pelaku berinisial Y.S. (55), polisi menyita barang bukti berupa 24 botol miras jenis anggur intisari yang dikemas dalam dua kardus.

 

Kapolsek Ciracas, KOMPOL Rohmad Supriyanto, mengatakan bahwa operasi ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menekan peredaran miras ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Operasi Pekat Jaya ini kami laksanakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan, agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

 

Selain menyita barang bukti, petugas juga melakukan pendataan, klarifikasi terhadap penjual miras, serta dokumentasi kegiatan. Selanjutnya, barang bukti miras tersebut akan dilakukan pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku.

 

Dengan dilaksanakannya Operasi Pekat Jaya 2026, Polsek Ciracas berharap dapat meminimalisir peredaran penyakit masyarakat di wilayah Jakarta Timur. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Ciracas terpantau aman dan kondusif. Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dari aktivitas yang melanggar hukum demi terciptanya kamtibmas yang nyaman dan tertib.

Polres Belitung Laksanakan Kurve di Pantai Wisata Tanjung Pendam

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ – Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K bersama PJU serta personel gabungan Polres, Polsek dan Personel Brimob Batalyon B melaksanakan kegiatan kurve (kerja bakti) di kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam. Jum'at (06/01/2026)

 

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian polres belitung terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di area wisata.

Kegiatan kurve tersebut difokuskan pada pembersihan area pantai dan lingkungan sekitarnya guna menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan asri bagi masyarakat serta para pengunjung wisata.

 

Ini merupakan wujud nyata peran Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keindahan destinasi wisata di Kabupaten Belitung.

 

Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K, menyampaikan bahwa kegiatan kurve ini merupakan bagian dari komitmen Polres Belitung untuk selalu hadir dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.

 

“Melalui kegiatan kurve ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama, baik personel Polri maupun masyarakat, akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata yang menjadi kebanggaan Kabupaten Belitung. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Kapolres Belitung.

 

Ia juga menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kapolda Jateng Buka Pelatihan AI Ready ASEAN di Polresta Surakarta

INLINK, Surakarta |Polresta Surakarta melaksanakan kegiatan Pelatihan Trainer AI Ready ASEAN bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) kepada ratusan pelajar SMA, MAN, dan SMK sederajat se-Kota Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wirasatya96 Mapolresta Surakarta, Kamis (05/02/2026).

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri oleh Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta, Tim Mafindo, perwakilan pelajar SMA, MAN, dan SMK se-Kota Surakarta, serta para guru pendamping.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan AI Ready ASEAN ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

“Kegiatan ini kemarin sudah kami paparkan di hadapan Bapak Kapolri dan insyaallah akan dijadikan sebagai pilot project untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” ujar Kapolda Jateng.

Kapolda juga menyampaikan bahwa rencana pemaparan program ini di hadapan Presiden RI belum terlaksana karena keterbatasan waktu. Namun demikian, dirinya memastikan akan memaparkan program tersebut sebagai panelis pada Rapat Pimpinan (Rapim) Polri dan TNI, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas.

Lebih lanjut, Kapolda Jateng menyampaikan ucapan selamat datang kepada para guru pendamping dan seluruh pelajar yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pelatihan di Polresta Surakarta. Ia menegaskan bahwa program ini ke depan akan disinergikan dengan program community policing Polri, di mana para pelajar yang telah mendapatkan pelatihan akan difasilitasi dalam wadah-wadah community policing.

“Kepada adik-adik, saya berpesan agar mengikuti pembelajaran ini dengan serius namun tetap santai. Manfaat kecerdasan buatan atau AI sangat besar, terutama dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, para pelajar akan dikenalkan dengan pemanfaatan AI secara positif, termasuk etika penggunaan AI, yang dapat menjadi bekal penting untuk studi dan kehidupan di masa depan. Pemanfaatan AI yang tepat diyakini mampu meningkatkan mutu pendidikan nasional, memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas dan mencari materi pembelajaran, serta membantu guru dalam menyusun modul pembelajaran.

Menutup sambutannya, Kapolda Jateng berharap kegiatan tersebut mendapat ridho Allah SWT serta membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta. Ia juga menyampaikan harapan agar para pelajar yang mengikuti pelatihan ini kelak dapat menjadi pemimpin bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi, seiring dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, PIC Tim Mafindo, Erwina Tri S., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polresta Surakarta atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami dari Mafindo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Surakarta, Bapak Wakapolresta, dan seluruh tim pendukung yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat luar biasa,” ujarnya.

Erwina juga menyampaikan bahwa para pelajar yang mengikuti pelatihan ini merupakan bagian dari 5.500.000 warga ASEAN yang mendapatkan kesempatan mengikuti program AI Ready ASEAN, sehingga merupakan kesempatan yang sangat langka dan berharga.

“Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Kalian adalah siswa-siswa terpilih yang beruntung mendapatkan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan AI secara maksimal, aman, dan tetap beretika,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, mengingat para trainer dari Polresta Surakarta telah lebih dahulu mendapatkan pelatihan intensif. Materi pelatihan akan dilanjutkan oleh tim trainer Mafindo dan menjadi bekal penting bagi peserta dalam menyelesaikan modul pembelajaran yang tersedia pada Learning Management System (LMS).

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelajar di Kota Surakarta semakin cakap dan bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai sarana pendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Usai kegiatan, Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pelatihan AI Ready ASEAN ini merupakan bentuk komitmen Polresta Surakarta dalam mendukung peningkatan literasi digital generasi muda, khususnya pelajar.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali para pelajar agar mampu memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara positif, aman, dan beretika. Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi di ruang digital,” ujar Kapolresta.

Kapolresta menambahkan bahwa Polresta Surakarta siap mendukung dan menyukseskan program AI Ready ASEAN sebagai pilot project Polri, serta akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Mafindo dan dunia pendidikan, dalam rangka menciptakan ekosistem digital yang sehat.

“Ke depan, kami akan mendorong pelajar yang telah mengikuti pelatihan ini untuk menjadi agen literasi digital di lingkungannya masing-masing, sejalan dengan program community policing Polri,” pungkasnya.