OPS Pekat Jaya 2026, Polsek Ciracas Tegaskan Penindakan Penyakit Masyarakat dengan Amankan Penjual Miras Ilegal

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Komitmen Polri dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur, melalui pelaksanaan OPS Pekat Jaya 2026.

 

Dalam operasi yang digelar Selasa (03/02) dini hari, polisi berhasil mengamankan seorang penjual minuman keras tanpa izin edar di wilayah Ciracas.

 

Penindakan dilakukan di kawasan Jalan Suci, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, pada jam rawan aktivitas gangguan kamtibmas. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan satu orang penjual beserta barang bukti berupa satu kardus berisi 12 botol minuman keras jenis Intisari yang diduga diedarkan tanpa izin resmi.

 

Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad Supriyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan OPS Pekat Jaya 2026 merupakan langkah tegas kepolisian dalam menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban warga, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

 

“Peredaran miras ilegal kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal dan keresahan warga. Melalui OPS Pekat Jaya 2026, kami berkomitmen untuk menindak tegas pelanggaran tersebut demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegas Kompol Rohmad Supriyanto.

 

Ia menjelaskan bahwa terhadap penjual telah dilakukan pendataan dan klarifikasi, sementara seluruh barang bukti miras diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian akan terus melakukan pengawasan dan penindakan serupa di wilayah hukum Polsek Ciracas.

 

Kapolsek Ciracas juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam peredaran maupun konsumsi miras ilegal serta turut berperan aktif menjaga lingkungan.

 

Ia mengajak warga untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

 

“Keamanan lingkungan tidak bisa dijaga oleh polisi saja. Dibutuhkan peran serta masyarakat agar wilayah kita tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

 

Melalui OPS Pekat Jaya 2026, Polsek Ciracas menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bertindak tegas terhadap penyakit masyarakat demi terwujudnya ketertiban dan rasa aman di Jakarta Timur.

Polres Metro Jakarta Timur Gelar Konferensi Pers, Terkait Hasil Tangkapan 15 Hari Operasi Pekat

JAKARTA, webid.rumahkawakibi.com/ – Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 15 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Operasi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menekan aksi tawuran dan berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

 

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., mengatakan operasi tersebut merupakan instruksi dari Polda Metro Jaya dan dilaksanakan dengan melibatkan lintas instansi, mulai dari jajaran kepolisian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kodim 0505 Jakarta Timur dan Masyarakat sekitar.

 

“Operasi ini bertujuan menjaga stabilitas kamtibmas dan mereduksi gangguan keamanan, terutama tawuran dan penyakit masyarakat,” kata Achmad Akbar saat konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (2/2/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, Operasi Pekat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni preventif, preventif khusus, dan represif. Pada pendekatan preventif, polisi menggelar kegiatan imbauan, sambang, dan penyuluhan kepada masyarakat.

 

Sementara itu, pada upaya preventif khusus, aparat gabungan mendirikan 27 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur. Pos-pos tersebut diisi oleh personel Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, unsur Pemkot, Kodim, serta elemen masyarakat setempat.

 

“Pos terpadu ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan dan mencegah indikasi perbuatan yang mengarah pada tawuran maupun konflik sosial,” ujar Achmad.

 

Pada minggu pertama operasi, Polres Metro Jakarta Timur juga melakukan tindakan represif terhadap sejumlah pelanggaran. Polisi membubarkan lima peristiwa yang terindikasi tawuran dan mengamankan 27 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan anak di bawah umur, sedangkan tujuh lainnya berstatus dewasa.

 

“Terhadap 20 anak, dua di antaranya diproses sesuai ketentuan hukum, sementara 18 lainnya diberikan pembinaan secara komprehensif bersama Dinas Sosial Jakarta Timur. Untuk tujuh orang dewasa, pembinaan dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat di lingkungan domisili masing-masing,” jelasnya.

 

Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan tiga bilah senjata tajam, sejumlah sepeda motor, serta 18 unit telepon genggam. Seluruh barang bukti masih didalami, termasuk melalui analisis forensik untuk menelusuri keterkaitannya dengan rencana tawuran.

 

Selain tawuran, polisi juga menindak satu kasus balap liar dengan mengamankan 16 kendaraan yang saat ini masih dalam pemeriksaan Satuan Lalu Lintas.

 

Polisi juga menyasar peredaran petasan, minuman keras, dan narkoba yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas. Dalam operasi ini, aparat menindak sedikitnya enam penjual dan melakukan penyitaan barang bukti bersama Satpol PP Jakarta Timur.

 

Operasi Pekat akan terus dilanjutkan hingga 11 Februari 2026 sebagai upaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Resmikan Warung Aliansi Taman Raya Cakung, Ruang Pembinaan Remaja untuk Cegah Tawuran

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, meresmikan Warung Aliansi Taman Raya Cakung yang berlokasi di area PIK RT 04 RW 05, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Rabu sore, 28 Januari 2026.

 

Hal ini menjadi langkah strategis kepolisian dalam memperkuat pendekatan pembinaan dan pencegahan gangguan kamtibmas berbasis komunitas.

 

Peresmian tersebut turut didampingi oleh Waka Polsek Cakung AKP Sutrisno, serta dihadiri jajaran pejabat utama Polsek Cakung, personel kepolisian, dan unsur TNI. Warung Aliansi Taman Raya Cakung dihadirkan sebagai ruang komunikasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap kelompok remaja agar tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun perilaku menyimpang yang meresahkan masyarakat.

 

Kapolres Metro Jakarta Timur menyampaikan bahwa kehadiran Warung Aliansi ini bukan sekadar simbol, melainkan wadah nyata untuk membangun dialog dan kedekatan antara kepolisian dengan para remaja serta masyarakat sekitar.

 

“Kami ingin merangkul anak-anak muda, mengajak mereka berdialog, dan memberikan ruang positif agar tidak terjerumus pada tawuran, kekerasan, maupun tindakan melanggar hukum lainnya. Keamanan wilayah tidak hanya dijaga dengan penindakan, tetapi juga melalui pembinaan dan kepedulian,” ujar Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal.

 

Ia menegaskan bahwa pencegahan gangguan kamtibmas harus dimulai dari hulu, dengan melibatkan peran aktif masyarakat, tokoh lingkungan, serta para pemuda sebagai agen perubahan di wilayahnya masing-masing.

 

Sementara itu, pihak Polsek Cakung menyatakan siap mengawal dan mengoptimalkan fungsi Warung Aliansi sebagai sarana komunikasi dua arah antara kepolisian dan kelompok remaja.

 

Diharapkan, keberadaan tempat ini mampu meredam potensi konflik, memperkuat rasa kebersamaan, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

 

Kepolisian juga mengimbau para orang tua dan tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi pergaulan remaja, mendorong kegiatan positif, serta tidak ragu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila muncul potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

 

Dengan hadirnya Warung Aliansi Taman Raya Cakung, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Polisi Hadir Menjaga Malam Warga, Operasi Pekat Jaya 2026 di Cipayung Tekan Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Kehadiran polisi di tengah malam kembali dirasakan warga Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Saat sebagian masyarakat terlelap, jajaran Polsek Cipayung melakukan patroli intensif di sejumlah ruas jalan dan titik rawan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

 

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketenangan warga dari potensi tawuran, balap liar, hingga kejahatan jalanan yang meresahkan.

 

Patroli dilakukan secara mobile dengan menyusuri Jalan Raya Mabes Hankam, Jalan Raya Mpok Nori, Jalan Raya Binamarga, Jalan Raya Cipayung hingga Jalan Raya Setu. Aparat kepolisian juga melakukan penjagaan dan penguatan di sejumlah simpul keramaian yang kerap menjadi titik kumpul remaja pada malam hingga dini hari. Rabu (28/01).

 

Langkah ini diambil untuk mencegah potensi konflik sosial serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Kapolsek Cipayung, Kompol Saut Parulian Tobing, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan komitmen Polri untuk memberikan rasa aman yang nyata kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan.

 

Menurutnya, patroli malam bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga.

 

“Kami ingin memastikan masyarakat Cipayung dapat beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir. Polisi hadir untuk mencegah, bukan menunggu terjadinya gangguan keamanan. Dengan patroli dan penjagaan ini, kami berupaya menutup ruang bagi tawuran, peredaran miras, balap liar, dan kejahatan lainnya,” ujar Kompol Saut Parulian Tobing.

 

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan menjaga keamanan wilayah tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian semata. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang aman dan damai.

 

Kapolsek Cipayung mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya pada malam hari serta tidak membiarkan berkumpul hingga larut tanpa tujuan yang jelas. Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan apabila melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Cipayung tetap aman dan kondusif. Laporkan segera jika ada indikasi tawuran atau kejahatan. Sinergi antara polisi dan warga adalah benteng utama keamanan wilayah,” pungkasnya.

 

Dengan langkah preventif yang terus digencarkan, Polsek Cipayung berharap stabilitas keamanan dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman.

Menjaga Jakarta Timur Tetap Aman Saat Warga Terlelap, Polisi Gelar Operasi Pekat Jaya 2026

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Komitmen Polri dalam menjaga keamanan Jakarta Timur kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2026 di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur. Rabu (28/01) dinihari.

 

Saat sebagian besar masyarakat tengah beristirahat, puluhan personel gabungan diterjunkan ke lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali dari berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran dan kejahatan jalanan.

 

Kegiatan pengamanan ini diawali dengan apel kesiapan yang digelar di halaman Polres Metro Jakarta Timur. Apel dipimpin oleh Kompol Uwin Moch Nuril Huda selaku perwira pengawas, didampingi perwira pengendali dari fungsi operasional dan reserse kriminal.

 

Sebanyak 80 personel gabungan yang terdiri dari unsur fungsi operasional, satuan kewilayahan, hingga Samapta Polda Metro Jaya disiapkan untuk melaksanakan patroli terpadu secara mobile.

 

Usai apel, personel bergerak menyisir sejumlah ruas jalan utama dan titik rawan di wilayah Jakarta Timur. Patroli dilakukan secara menyeluruh mulai dari kawasan Jatinegara hingga sepanjang Jalan DI Panjaitan, termasuk area Terminal Kampung Melayu yang kerap menjadi titik keramaian pada malam hari.

 

Kehadiran aparat berseragam di lokasi-lokasi tersebut menjadi langkah preventif untuk menutup ruang terjadinya tawuran, balap liar, pencurian dengan kekerasan, serta gangguan keamanan lainnya.

 

Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Rachmat Eko Mulyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini.

 

“Polisi tidak hanya hadir saat terjadi gangguan, tetapi lebih penting hadir sebelum gangguan itu muncul. Patroli malam ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat Jakarta Timur dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar AKBP Rachmat Eko Mulyadi.

 

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan kepolisian. Personel di lapangan diarahkan untuk mengedepankan sikap persuasif serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

Lebih lanjut, AKBP Rachmat Eko Mulyadi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat adanya potensi tawuran, aktivitas mencurigakan, atau gangguan kamtibmas lainnya.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta Timur untuk bersama-sama menjaga lingkungannya. Kepedulian warga dan kerja sama dengan kepolisian menjadi kunci utama terciptanya rasa aman dan nyaman,” tambahnya.

 

Hingga patroli berakhir dan seluruh personel kembali ke markas, situasi wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur terpantau aman dan kondusif.

 

Operasi Pekat Jaya 2026 diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi seluruh warga.

25 RT di Jaktim Terendam Banjir 2 Meter, Ketua Baznas Justru diduga Berada di Purwokerto

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Di saat ribuan warga Jakarta Timur berjibaku menyelamatkan diri dan harta benda akibat banjir besar yang melanda wilayahnya, publik justru disuguhkan pemandangan yang kontras: Ketua Baznas Jakarta Timur dikabarkan tidak berada di lokasi bencana, tapi diduga membuat kegiatan di Purwokerto bersama sejumlah ASN dan di hadiri oleh ketua Baznas DKI Jakarta. Sabtu (24/01/2026)

 

Nama Ketua Baznas Jakarta Timur, Eka Napisah, kini menjadi sorotan. Pasalnya, sebagai pimpinan lembaga pengelola dana umat yang memiliki mandat sosial dan kemanusiaan, ketidakhadiran di tengah kondisi darurat dinilai sebagai bentuk kelalaian dan minim empati terhadap penderitaan warga.

 

Alih-alih turun langsung ke titik-titik banjir, meninjau kondisi warga, atau memastikan bantuan darurat Baznas tersalurkan, pimpinan Baznas Jakarta Timur justru terkesan “aman” di luar daerah, meninggalkan warga yang tengah menghadapi bencana di wilayah tanggung jawabnya sendiri.

 

 

Berdasarkan pantauan awak media dan data lapangan, banjir merendam sedikitnya 25 RT di Jakarta Timur, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai dua meter. Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan sejumlah sungai, termasuk Kali Ciliwung.

 

Wilayah terdampak antara lain:

 

● Kelurahan Rawa Terate

1 RT | Ketinggian ±80 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi

 

●Kelurahan Bidara Cina

4 RT | Ketinggian 170–180 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Kampung Melayu

4 RT | Ketinggian 150–175 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cawang

9 RT | Ketinggian 30–200 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cililitan

2 RT | Ketinggian hingga 200 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cipinang Melayu

4 RT | Ketinggian 20–50 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali PHB Sulaiman.

 

Namun ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat langkah konkret Baznas Jakarta Timur berupa peninjauan langsung, distribusi bantuan darurat, maupun pernyataan resmi kepada publik terkait bencana tersebut.

 

 

Keberangkatan pimpinan Baznas Jakarta Timur ke Purwokerto di tengah situasi darurat memicu pertanyaan serius di tengah masyarakat:

Apakah agenda tersebut lebih penting dibanding nyawa dan keselamatan warga Jakarta Timur?

 

Jika kunjungan tersebut memang bersifat resmi, publik berhak tahu:

 

• Apa urgensinya?

• Apakah tidak bisa ditunda?

• Apakah ada izin dan pertimbangan kondisi darurat bencana?

 

Sebab, dalam konteks kebencanaan, kehadiran pemimpin di lapangan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan amanah jabatan.

 

 

 

Sumber internal menyebutkan bahwa berbagai persoalan di tubuh Baznas Jakarta Timur kerap diselesaikan secara tertutup oleh pimpinan, tanpa transparansi kepada publik. Pola ini dinilai memperlihatkan gaya kepemimpinan yang defensif dan minim akuntabilitas, terutama saat menghadapi kritik.

 

“Kami heran. Baznas itu lembaga dana umat. Ketika umat kebanjiran, justru pimpinannya tidak terlihat. Kalau bukan sekarang hadir, lalu kapan?” ujar salah satu tokoh masyarakat Jakarta Timur.

 

Situasi ini turut menyeret nama Wali Kota Jakarta Timur. Publik mempertanyakan apakah kepala daerah mengetahui absennya Baznas di tengah bencana, atau justru membiarkan kondisi ini tanpa evaluasi.

 

Sebagai lembaga yang bersinergi dengan pemerintah daerah, Baznas seharusnya berada di garda terdepan dalam merespons bencana sosial dan kemanusiaan, bukan malah sibuk dengan agenda di luar wilayah.

 

 

Publik kini menunggu penjelasan resmi dan pertanggungjawaban moral dari pimpinan Baznas Jakarta Timur. Dana umat tidak boleh dikelola tanpa empati.

Jabatan publik bukan sekadar posisi, tetapi amanah yang menuntut kehadiran saat rakyat paling membutuhkan.

 

Media dan tokoh masyarakat akan terus menelusuri, mengonfirmasi, dan mengawal kasus ini demi memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat di Jakarta Timur.

Ibu Lansia Pikun yang Hilang 8 Hari Ditemukan, Keluarga Apresiasi Rumah Singgah Dinsos Kota Bekasi

KOTA BEKASI, webid.rumahkawakibi.com/ — Seorang lansia bernama Misih (68) yang sempat dilaporkan meninggalkan rumah selama delapan hari dalam kondisi pikun akhirnya ditemukan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi. Ibu Misih ditemukan di wilayah Bintara 1, Kota Bekasi, Jumat (16/1/2026).

 

Setelah ditemukan, petugas Dinsos Kota Bekasi langsung membawa Ibu Misih ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bekasi yang berlokasi di Jalan Bengkong Raya RT 004/RW 003, Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan.

 

Selama empat hari berada di rumah singgah, Ibu Misih mendapatkan perawatan intensif dari petugas hingga akhirnya pihak keluarga berhasil dihubungi, Selasa malam (20/01/2026).

 

Subur, anak dari Ibu Misih, mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat serta kepedulian petugas Rumah Singgah Dinsos Kota Bekasi.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada petugas rumah singgah Dinsos Kota Bekasi yang sudah merawat orang tua saya dengan baik selama empat hari setelah ditemukan. Begitu saya mendapat telepon dari Rumah Singgah Kota Bekasi, saya sangat senang dan bersyukur karena diberi kabar ibu saya sudah ditemukan,” ujar Subur.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pelayanan kemanusiaan yang diberikan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi, khususnya kepada para petugas rumah singgah.

 

“Sekali lagi, atas nama keluarga Ibu Misih, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh petugas Rumah Singgah Dinsos Kota Bekasi. Kepedulian dan bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Subur.

 

Keberadaan Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bekasi dinilai memiliki peran penting dalam menangani warga terlantar, khususnya lansia dan kelompok rentan, sekaligus menjadi jembatan bagi keluarga yang terpisah untuk dapat kembali dipertemukan.

Cuaca Ekstrem Rendam Jalur Pantura, Kapolresta Pati Monitoring Langsung Arus Lalu Lintas di Widorokandang

INLINK, PATI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk merendam Jalur Pantura Pati–Juwana tepatnya di Traffic Light (TL) Widorokandang, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Rabu (14/1/2026). Kondisi ini berdampak langsung pada perlambatan arus lalu lintas di jalur nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik Pantura timur.

Merespons situasi tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati turun langsung ke lokasi melakukan monitoring pada pukul 10.30 WIB hingga selesai. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bagian dari langkah cepat Polri memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan optimal di tengah kondisi darurat.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari genangan air, arus kendaraan, hingga kesiapan personel dalam melakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi di sela pemantauan.

Hasil pantauan menunjukkan genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Sungai Silunggonggo. Air menutup sebagian badan jalan dan memperparah kondisi infrastruktur, terutama munculnya lubang-lubang jalan yang tidak terlihat oleh pengendara.

“Salah satu penyebab utama perlambatan kendaraan adalah banyaknya lubang jalan yang tertutup air akibat banjir. Ini sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar,” tegas Kapolresta Pati.

Arus lalu lintas di kawasan TL Widorokandang didominasi kendaraan besar, khususnya truk bermuatan berat yang melintas di jalur logistik Pantura. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus bergerak ekstra pelan untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Dominasi truk besar membuat kami harus lebih ekstra dalam pengaturan, karena jika terjadi satu insiden saja, dampaknya bisa langsung panjang ke belakang,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Dalam pengamanan tersebut, Kapolresta Pati memastikan personel lalu lintas telah disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan, penguraian antrean, serta antisipasi kemacetan berkepanjangan.

“Kami sudah instruksikan anggota untuk siaga penuh, mengatur arus secara situasional, dan melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan,” jelasnya.

Kapolresta Pati juga menegaskan bahwa TL Widorokandang menjadi fokus utama pengamanan karena merupakan simpul pertemuan arus dari arah Pati, Juwana, Rembang, dan Kudus dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

“Lokasi ini adalah titik krusial, sehingga pengaturan harus tepat dan responsif agar arus tetap bergerak meski terbatas,” ungkapnya.

Selain pengaturan di lapangan, Kapolresta Pati menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan terbuka melalui media resmi.

“Kami minta informasi kondisi lalu lintas terus diperbarui agar masyarakat bisa menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur alternatif,” ujarnya.

Mengakhiri pemantauan, Kapolresta Pati mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan kecepatan, patuhi arahan petugas, dan tetap waspada terhadap genangan serta lubang jalan,” pungkasnya.

Polresta Pati memastikan pemantauan dan pengamanan akan terus dilakukan selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan banjir. Kehadiran Polri di lapangan diharapkan mampu menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sehingga aktivitas masyarakat serta distribusi logistik di Jalur Pantura tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Klaim Miliki Teknologi Anti Banjir, Faktanya PIK 2 Terendam Banjir

INLINK, Jakarta | Intensitas hujan Jakarta selama 3 hari berturut-turut, kawasan komersial elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan “Anti Banjir” tetap diterjang banjir. Kawasan mandiri yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) bersama Salim Group tersebut dilaporkan mengalami genangan air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026).

Insiden ini mendadak viral setelah sejumlah video amatir dari warga dan pengguna jalan membanjiri lini masa media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan kontras yang tajam antara janji pemasaran kawasan elit dengan realita di lapangan.

Salah satu titik terparah yang terpantau adalah kawasan Tokyo Riverside PIK2. Dalam video yang diunggah akun Instagram @volunteer.netizen, terlihat area parkir apartemen tergenang air cukup tinggi hingga merendam deretan mobil milik penghuni.

“Ini parkiran Tokyo yang punya mobil engga sadar, lihat tenggelam. Oh my God,” ujar salah satu netizen dalam video tersebut yang memperlihatkan kondisi hujan lebat di kawasan PIK2 pada Senin (12/01/2026( siang.

Bahkan, banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mengganggu aktivitas bisnis di titik-titik komersial. Kejadian ini membuktikan bahwa banjir tidak hanya menjadi persoalan di wilayah inti Jakarta, tetapi kini telah menjalar hingga ke kawasan pengembangan baru di pesisir Tangerang tersebut.

Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang oleh PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi yang digunakan Belanda selama ratusan tahun.

Sementara itum, Advertising & Promotion Deputy Division Head Agung Sedayu Group, Miranda DWK, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem polder menggabungkan tanggul, danau, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan tinggi.

“Dengan memanfaatkan dua metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan pernah ditinggikan 1 cm pun. Kawasan PIK2 menggunakan sistem polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi,” ujar Miranda dalam keterangannya beberapa waktu lalu (10/7/2025).

Dalam analoginya, Miranda mengibaratkan kawasan tersebut sebagai “ember” yang dikelilingi tanggul tinggi. Jika hujan turun, air seharusnya disalurkan ke danau-danau buatan di dalam kawasan sebelum akhirnya dipompa keluar ke laut. (*BBS)

Kapolsek Cakung Resmi Buka Turnamen Futsal Antar RW, Dorong Cakung Zero Tawuran

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Dalam rangka pembinaan generasi muda dan menjaga kondusivitas wilayah, Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro, S.H., M.H. secara resmi membuka Lomba Adu Futsal Tingkat RW (AFTER) se-Kelurahan Cakung Timur. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan SMA Diponegoro, RW 09, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (10/1/2026) pagi.

 

Lomba Adu Futsal Tingkat RW (AFTER) ini merupakan bagian dari program kerja Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum, dan diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Cakung Timur dengan tema “Kuat Fisik, Hebat Karakter”. Ketua pelaksana kegiatan, Rendy Erlangga, menyampaikan bahwa turnamen akan berlangsung selama empat hari, yakni 10, 11, 17, dan 18 Januari 2026.

 

Turnamen ini diikuti oleh dua kategori usia, yaitu usia 13 tahun dengan 12 tim dan usia 20 tahun dengan 11 tim dari seluruh RW di Kelurahan Cakung Timur. Kegiatan pembukaan turut dihadiri Camat Cakung, Lurah Cakung Timur, Kapolsek Cakung, Panit Binmas, Bhabinkamtibmas, Kasatpol PP, Ketua LMK, para Ketua RW, FKDM, serta anggota Satlinmas Kelurahan Cakung Timur.

 

Dalam sambutannya, Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan potensi generasi muda ke arah yang positif. “Lomba futsal ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan untuk mencari bibit pemain berprestasi sekaligus mencegah terjadinya tawuran remaja,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan wilayah Cakung yang aman dan bebas tawuran.

 

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kapolsek Cakung secara resmi membuka Lomba Adu Futsal Tingkat RW se-Kelurahan Cakung Timur pada pukul 08.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan mampu mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga di kalangan generasi muda.