Klaim Miliki Teknologi Anti Banjir, Faktanya PIK 2 Terendam Banjir

INLINK, Jakarta | Intensitas hujan Jakarta selama 3 hari berturut-turut, kawasan komersial elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan “Anti Banjir” tetap diterjang banjir. Kawasan mandiri yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) bersama Salim Group tersebut dilaporkan mengalami genangan air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026).

Insiden ini mendadak viral setelah sejumlah video amatir dari warga dan pengguna jalan membanjiri lini masa media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan kontras yang tajam antara janji pemasaran kawasan elit dengan realita di lapangan.

Salah satu titik terparah yang terpantau adalah kawasan Tokyo Riverside PIK2. Dalam video yang diunggah akun Instagram @volunteer.netizen, terlihat area parkir apartemen tergenang air cukup tinggi hingga merendam deretan mobil milik penghuni.

“Ini parkiran Tokyo yang punya mobil engga sadar, lihat tenggelam. Oh my God,” ujar salah satu netizen dalam video tersebut yang memperlihatkan kondisi hujan lebat di kawasan PIK2 pada Senin (12/01/2026( siang.

Bahkan, banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mengganggu aktivitas bisnis di titik-titik komersial. Kejadian ini membuktikan bahwa banjir tidak hanya menjadi persoalan di wilayah inti Jakarta, tetapi kini telah menjalar hingga ke kawasan pengembangan baru di pesisir Tangerang tersebut.

Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang oleh PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi yang digunakan Belanda selama ratusan tahun.

Sementara itum, Advertising & Promotion Deputy Division Head Agung Sedayu Group, Miranda DWK, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem polder menggabungkan tanggul, danau, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan tinggi.

“Dengan memanfaatkan dua metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan pernah ditinggikan 1 cm pun. Kawasan PIK2 menggunakan sistem polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi,” ujar Miranda dalam keterangannya beberapa waktu lalu (10/7/2025).

Dalam analoginya, Miranda mengibaratkan kawasan tersebut sebagai “ember” yang dikelilingi tanggul tinggi. Jika hujan turun, air seharusnya disalurkan ke danau-danau buatan di dalam kawasan sebelum akhirnya dipompa keluar ke laut. (*BBS)

Polres Wonogiri Kawal Peresmian Gedung STABN Raden Wijaya yang Dihadiri Menag

INLINK, Wonogiri – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA meresmikan Gedung Layanan Akademik Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Peresmian berlangsung di halaman kampus STABN Raden Wijaya, Jalan Pudak, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, dan diikuti sekitar 500 peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, unsur Forkopimda Kabupaten Wonogiri, pimpinan OPD, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, akademisi, serta sivitas akademika STABN Raden Wijaya. Peresmian gedung ditandai secara simbolis dengan penancapan Bajhra Manjushri oleh Menteri Agama RI sebagai tanda diresmikannya Gedung Layanan Akademik, Laboratorium Keagamaan, dan Gedung Fakultas Dharmaduta.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa kampus idealnya tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan nilai spiritual dan kemanusiaan. Ia mengapresiasi semangat inklusivitas serta toleransi yang tumbuh di lingkungan STABN Raden Wijaya Wonogiri.

“Perguruan tinggi keagamaan harus melahirkan cendekiawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. Inklusivitas dan penghormatan terhadap perbedaan adalah wajah sejati Indonesia,” ujar Menag.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendukung pengembangan STABN Raden Wijaya, termasuk melalui hibah lahan seluas 8,4 hektare. Ia berharap STABN Raden Wijaya ke depan dapat bertransformasi menjadi institut bahkan universitas, serta menjadi pusat pengembangan pendidikan agama Buddha berskala nasional.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa Polres Wonogiri melakukan pengamanan terpadu selama kegiatan berlangsung.

“Polres Wonogiri bersinergi dengan TNI dan instansi terkait melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan sejak awal hingga selesai. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara peresmian berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, pengamanan kegiatan keagamaan dan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung terciptanya iklim toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri.

“Polri siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang mendorong persatuan, toleransi, dan pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Kapolri Tegaskan Kontribusi Polri dalam Swasembada Pangan, Produksi Jagung Capai 3,5 Juta Ton di 2025

INLINK, Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan panen jagung serentak kuartal IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah berkontribusi signifikan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui panen jagung mencapai sekitar 3,5 juta ton.

Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat panen raya jagung di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Kapolri menjelaskan bahwa panen serentak kuartal IV 2025 sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Namun, pelaksanaannya mengalami penyesuaian waktu hingga akhirnya dapat dilaksanakan pada awal Januari 2026.

“Jadi, kurang lebih selama satu tahun, sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak Presiden, kita memaksimalkan untuk bagaimana agar terlaksana swasembada, khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung,” kata Kapolri.

Ia menuturkan, panen raya tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri. Sepanjang 2025, Polri telah melakukan penanaman jagung di lahan seluas 661.717 hektare. Sementara itu, pada 2026 mendatang, Polri menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 522.079 hektare.

Selama 2025, Polri juga telah beberapa kali melaksanakan panen raya sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program swasembada pangan nasional. Dari program ketahanan pangan tersebut, estimasi hasil panen jagung Polri berada pada kisaran 3.519.226 hingga 3.578.782 ton.

“Tentunya harapan kami, ini bisa mendorong untuk bisa tercapainya swasembada pangan, khususnya jagung, yang menjadi atensi Bapak Presiden. Dan kami akan tuntaskan di tahun 2026 ini agar seluruh lahan kami bisa tertanam,” kata Kapolri.

Kapolri berharap program ketahanan pangan yang dijalankan Polri tidak hanya mampu mendukung swasembada jagung, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional serta memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

“Dengan harapan, selain kita memenuhi swasembada, harapan kita juga cadangan kita juga tercukupi, kebutuhan pasar, baik untuk swasta nasional, kelompok gabungan pakan ternak, mandiri juga bisa tercukupi, cadangan Bulog juga bisa tercukupi, dan sisanya bisa kita ekspor,” imbuh Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan dan swasembada pangan.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden, yang menaruh perhatian khusus terkait dengan masalah swasembada, kami bisa ikut berkontribusi semaksimal mungkin,” ujar Kapolri.

Dalam panen jagung serentak kuartal IV 2025 ini, Polri memanen jagung di lahan seluas 47.830,93 hektare dengan estimasi hasil panen antara 683.966 hingga 743.522 ton. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 3.616 petani dari 527 kelompok tani binaan Polri.