Progres Nyata TMMD Ke-127, Atap RTLH Mulai Terpasang

INLINK, Kutai Barat – Pembangunan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Wiltas Ke-127 terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap pemasangan seng atap, anggota Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di Kampung Linggang Amer, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serda Yosef Geriyansen bersama warga tampak kompak memasang lembaran seng di bagian atas rumah. Tahap pemasangan atap ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan, karena menandakan bahwa struktur utama rumah telah rampung dan kini memasuki tahap penyempurnaan.

Sejak pagi hari, anggota Satgas dan masyarakat bekerja tanpa mengenal lelah. Material seng diangkat secara bersama-sama, diposisikan dengan hati-hati, lalu dipasang secara teliti agar kokoh dan tahan terhadap cuaca. Semangat gotong royong yang terjalin tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan warga setempat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han. menyampaikan bahwa progres pemasangan atap RTLH ini merupakan bukti nyata kerja keras dan sinergi antara Satgas dan masyarakat.

“Pemasangan seng ini adalah tahap penting agar rumah segera terlindungi dari panas dan hujan. Kami terus mendorong percepatan pengerjaan, namun tetap mengutamakan kualitas agar rumah yang dibangun benar-benar layak dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan. Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, warga Kampung Linggang Amer menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran Satgas TMMD yang tidak hanya bekerja membangun rumah, tetapi juga membangun semangat dan kebersamaan.

Melalui program TMMD Wiltas Ke-127, Kodim 0912/Kubar terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Progres pemasangan atap RTLH ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kampung Linggang Amer.

Jaringan Sabu Antar-Pulau Terbongkar, Dua Tersangka Diamankan Polres Belitung

Belitung – Polres Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. pada Jumat (20/2/2026), aparat berhasil membongkar dugaan jaringan sabu antar-pulau dan mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam distribusi barang haram tersebut di wilayah Belitung.

 

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima petugas sekitar pukul 17.00 WIB mengenai adanya dugaan pengiriman narkotika melalui jalur laut dari Sadai, Bangka Selatan menuju Pelabuhan Tanjung RU, Belitung. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan tertutup oleh Unit Tipidter Sat Reskrim yang kemudian berkoordinasi dengan pihak pelabuhan guna memastikan jadwal kedatangan kapal.

 

Sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan Unit Tipidter Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba bergerak menuju Pelabuhan Tanjung RU untuk melakukan pemantauan intensif terhadap kendaraan dan barang bawaan yang tiba menggunakan KM Kuala Bate. Kapal tersebut sandar sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung melakukan proses bongkar muat.

 

Tak berselang lama, sekitar pukul 06.30 WIB, petugas mengamankan seorang pria berinisial R.P. (32) di area parkir pelabuhan. Saat dilakukan penggeledahan terhadap truk hijau bernomor polisi B 96xx yang dikendarainya, petugas menemukan satu kardus cokelat bertuliskan nama penerima “Mas Parno” yang berisi silencer knalpot sepeda motor.

 

Namun kecurigaan petugas terbukti benar. Dari balik komponen otomotif tersebut, ditemukan sejumlah plastik klip berisi kristal putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu. Barang bukti itu diakui milik R.P.

 

Dari hasil pemeriksaan awal dan pengembangan lebih lanjut, polisi berhasil mengidentifikasi satu tersangka lain yang diduga berperan sebagai penerima sekaligus pengedar lanjutan di Belitung.

 

Sekitar pukul 12.30 WIB di hari yang sama, petugas mengamankan pria berinisial R (36) di pinggir Jalan Pengayoman, Dusun Cerucuk, Desa Cerucuk, Kecamatan Tanjungpandan. Penggeledahan kemudian dilakukan di kediamannya di Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, dengan disaksikan perangkat desa setempat.

 

Dari rumah tersangka R, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pipa kaca (pirex) sisa pakai berisi kristal putih diduga sabu, timbangan digital, plastik klip berbagai ukuran, sedotan plastik dan alat hisap, kotak plastik, tas abu-abu bertuliskan “OBERMAIN”, satu unit handphone, serta satu unit sepeda motor.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka R mengaku menerima perintah dari seseorang berinisial A yang diduga berada di dalam Lapas Narkotika Pangkal Pinang untuk mengambil paket sabu dan mengedarkannya di Pulau Belitung.

 

Kasat Resnarkoba Polres Belitung, AKP Martuani Manik, S.H., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, termasuk jaringan yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

 

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti secara cepat dan terukur. Kami berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Belitung.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkotika. Peran aktif masyarakat sangat membantu dalam memutus mata rantai peredaran sabu di Belitung,” tegasnya.

 

Kedua tersangka dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan dalam KUHP terbaru, dengan ancaman hukuman berat.

 

Polres Belitung memastikan proses hukum akan berjalan profesional dan transparan, sembari terus mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

 

Pengungkapan ini menjadi peringatan tegas bahwa Belitung bukan tempat yang aman bagi pelaku kejahatan narkotika.

Respons Cepat 110: Remaja Perang Sarung di Jalan Merdeka, 5 Orang Diamankan Polres Belitung

Belitung – Personel Polres Belitung merespons cepat laporan masyarakat terkait aksi perkelahian remaja dengan modus “perang sarung” yang terjadi di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (21/2/2026) dini hari.

 

Peristiwa tersebut dilaporkan warga melalui layanan call center 110 sekitar pukul 02.25 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Pamapta III Ipda Harris Dimas Wicaksono, S.Tr.K bersama piket fungsi segera mendatangi lokasi kejadian.

 

Di TKP petugas mendapati sekelompok remaja yang terlibat aksi saling serang menggunakan sarung. Petugas kemudian langsung melakukan tindakan pengamanan terhadap para remaja yang terlibat,

Sebanyak lima orang remaja berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan serta pembinaan

 

Polres belitung mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

NGERI!! Peredaran Obat-obatan Keras Golongan G Di Wilayah Hukum Polres Jakarta Selatan, APH Setempat Seakan Tutup Mata.

INLINK, Kalibata.Jakarta Selatan.20/02/2026 – Peredaran Obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G semakin merajalela di jalan Kalibata Kota Jakarta Selatan. Ironisnya, aparat penegak hukum (APH) dari Polres Metro jakarta Selatan hingga Polsek terkesan tak berdaya, bahkan diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal ini.

Kondisi ini membuat warga setempat resah dan khawatir akan masa depan generasi muda. Obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Hecymer, dan Tryex dengan mudah didapatkan di toko-toko kosmetik ilegal yang menjamur di jalan Kalibata, Kecamatan Pancoran Kota Jakarta Selatan.

“Kami merasa APH tidak peduli dengan kondisi ini. Obat-obatan ini dijual bebas tanpa izin edar BPOM,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

*Investigasi Wartawan*

Saat melakukan investigasi, tim wartawan mencoba membuktikan dan membeli di toko tersebut, Ternyata hasil memang benar ada transaksi jual beli obat keras Tramadol dan Hexymer dengan harga Rp5.000 per butir di toko kosmetik ilegal itu. Seorang penjual yang mengaku berasal dari Aceh, mengungkapkan bahwa dirinya hanya bertugas menjual dan aktivitasnya diketahui oleh ketua lingkungan serta RT setempat.

“Saya cuma disuruh jual saja.saya baru jaga toko 3 bulan.kalo yang biasa jaga lagi pulang kampung saya hanya sementara pak.ucap penjaga toko asal aceh tersebut.

*Pelanggaran Hukum yang Terabaikan*

Peredaran obat-obatan terlarang ini jelas melanggar Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Farmasi Nomor 7 Tahun 1963. APH seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku usaha ilegal ini.

“Kenapa para pelaku dengan mudah mengedarkan obat terlarang? Apakah ada oknum yang melindungi mereka?” tanya seorang tokoh masyarakat setempat.

*Dampak Negatif dan Ancaman Masa Depan*

Tramadol, Excimer, adalah obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf dan dapat menyebabkan halusinasi. Konsumsi berlebihan dan jangka panjang dapat mengakibatkan kejang, kerusakan saraf, penurunan fungsi otak, hingga kematian.

Jika peredaran obat-obatan terlarang ini terus dibiarkan, masa depan generasi muda akan hancur.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Beri Motivasi Penerima KJMU Tahap II

INLINK, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (19/2). Forum ini diikuti secara langsung oleh 100 penerima baru KJMU dari tujuh perguruan tinggi di Jakarta, serta sekitar 500 penerima baru dari berbagai perguruan tinggi di luar wilayah DKI Jakarta yang mengikuti acara secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono memberikan motivasi kepada para mahasiswa penerima manfaat agar memanfaatkan kesempatan pendidikan sebaik-baiknya. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima karena telah melalui proses seleksi yang ketat dan objektif.

“Gunakan kesempatan ini untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Momentum seperti ini tidak datang berkali-kali. Saya percaya dan meyakini bahwa untuk memutus garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan adalah kuncinya. Beasiswa seperti KJMU inilah yang bisa membantu mewujudkannya,” tuturnya.

Gubernur Pramono menjelaskan, kesempatan yang diperoleh melalui beasiswa harus dimanfaatkan secara maksimal karena tidak semua orang memiliki peluang yang sama. KJMU tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.

“Maka, kami mengharapkan para penerima mampu menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etika. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif dalam organisasi kemahasiswaan guna membentuk karakter dan kepemimpinan. Intinya, gunakan kesempatan untuk berorganisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan harapan agar cakupan KJMU ke depan tidak hanya untuk jenjang S1, tetapi juga S2 dan S3. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda Jakarta memiliki akses pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

“Semoga para penerima KJMU dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, membanggakan, serta berkontribusi dalam transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing. Bermimpilah setinggi-tingginya. Kita semua berhak bermimpi menjadi apa saja. Mimpi itulah yang akan menjadi pemicu untuk meraih prestasi terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan pelaksanaan KJMU Tahap II Tahun 2025 memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membuka akses dan memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Ia juga mendorong pembentukan Forum KJMU di setiap perguruan tinggi sebagai wadah komunikasi, penguatan jejaring, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa penerima KJMU.

“Melalui forum ini, Dinas Pendidikan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan komitmen akademik para penerima manfaat,” ungkap Nahdiana.

Salah satu mahasiswa penerima KJMU, Galih Hidayatulloh dari Universitas Indonesia menyampaikan rasa syukurnya karena menerima beasiswa dari Pemprov DKI ini untuk pertama kalinya. Menurutnya, KJMU telah mengubah masa depannya sehingga dapat menempuh pendidikan tanpa memikirkan biaya.

“Saya pertama kali menerima KJMU, karena saya dari keluarga yang kekurangan finansial, sehingga sangat membutuhkannya untuk melanjutkan pendidikan. Saya sangat bersyukur kepada Gubernur Pramono yang telah memberikan beasiswa ini, bahkan bisa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya yaitu S2 dan S3. Terima kasih banyak, Pak Gubernur untuk beasiswa ini. Saya akan menggunakan beasiswa ini sebaik mungkin untuk masa depan Indonesia emas,” pungkas Galih.

Sebagai informasi, pada Tahap II Tahun 2025, KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa yang tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.524 merupakan penerima baru dan 14.396 penerima lanjutan. Sebelumnya, pada Tahap I, bantuan telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.

Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono: Hadirkan RTH Ikonik Tanpa Bebani APBD

INLINK, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/2). Kegiatan ini menjadi awal penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis Kota Jakarta yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

Taman Semanggi memiliki luas sekitar 6 hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan, Taman Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, pada 1962. Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, dan transformasi, sekaligus nilai estetika dan kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ujarnya.

Gubernur Pramono menjelaskan konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi. Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

“Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan pembangunan kawasan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar yang sepenuhnya tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema tersebut memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan.

“Selama ini, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” pungkas Gubernur Pramono.

Polres Boyolali Keluarkan Imbauan Kamtibmas Jelang Ramadhan, Fokus Berantas Petasan hingga Perang Sarung

INLINK, BOYOLALI – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Boyolali gencar melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat demi menjaga kondusifitas wilayah. Fokus utama imbauan adalah mencegah aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keselamatan warga selama bulan puasa.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan damai.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat Boyolali untuk pertama yaitu menghindari permainan petasan, karena sangat-sangat membahayakan dan mengganggu keselamatan dari warga sendiri,” ujar Kapolres AKBP Indra Maulana Saputra.

Selain petasan, Kapolres juga menyoroti dua fenomena lain yang kerap muncul di bulan Ramadhan dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

Gangguan potensi Kamtibmas lain yakni potensi adanya balap liar, serta perang sarung yang bisa memicu tawuran.

“Jadi, itu beberapa hal imbauan yang kami sampaikan dan kami harapkan, warga masyarakat Boyolali dapat mentaati hal-hal yang kami sampaikan tersebut,” tambahnya.

Kapolres Boyoalu AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, bahwa jajaran Polres Boyolali telah memulai kegiatan patroli jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Patroli ini tidak hanya dilaksanakan di siang hari, tetapi juga intensif di malam hari, terutama pada jam-jam rawan dan di lokasi-lokasi yang terindikasi sering dijadikan tempat balap liar, perang sarung, atau aktivitas negatif lainnya.

“Ini akan terus secara berlanjut, dan akan kita laksanakan sampai dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini tentunya kami laksanakan untuk menjaga kondusifitas wilayah Boyolali, sehingga seluruh umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dapat melaksanakan ibadah dan beribadah dengan khusyu’ dan tenang selama bulan Ramadhan,” tegasnya.

Beberapa lokasi yang terindikasi sering digunakan untuk balap liar menjadi fokus perhatian khusus petugas untuk memastikan kegiatan tersebut tidak terulang.

Terkait fenomena perang sarung, Polres Boyolali juga tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kerja sama erat dengan berbagai elemen terkait, seperti Kodim, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kepala sekolah di wilayah Boyolali.

“Untuk mengglorifikasikan terkait dengan bahaya perang sarung. Sehingga nanti dapat membantu menyampaikan hal tersebut kepada para pemuda, pelajar, yang memang kerap melaksanakan perang sarung di selama bulan suci Ramadhan ini,” pungkas Kapolres Boyolali.

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

INLINK, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Semangat Ramadhan. Semangat Pengabdian, Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Terus Kebut Pengerjaan RTLH

INLINK, Kutai Barat – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kesabaran. Namun bagi anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, ibadah puasa tidak mengurangi sedikit pun semangat dalam melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama warga.

Sejak pagi hari, personel Satgas sudah berada di lokasi sasaran fisik untuk melanjutkan tahapan pekerjaan. Mulai dari pemasangan rangka atap, perapian dinding, hingga penyelesaian bagian struktur lainnya dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat. Meski dalam kondisi berpuasa, para prajurit tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan pembangunan RTLH tersebut dilaksanakan di Kampung Linggang Amer, Jum’at (20/2/2026). Suasana kebersamaan tampak jelas, di mana anggota Satgas dan warga saling membantu dan berbagi peran demi mempercepat proses pengerjaan agar rumah segera dapat ditempati oleh penerima manfaat.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa bulan puasa justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh personel untuk bekerja lebih ikhlas dan penuh dedikasi.

“Puasa bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat kerja. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Warga penerima manfaat RTLH pun menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kerja keras Satgas. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi keluarga.

Melalui program TMMD Wiltas ke-127, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa nyata. Di tengah ibadah puasa, semangat gotong royong tetap terjaga, menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keimanan.

Sinergitas Tanpa Batas, Koramil 06/Cakung Bersama Tiga Pilar dan Warga Perkuat Keamanan Wilayah

Jakarta Timur – Dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan wilayah, Koramil 06/Cakung kembali menggelar Patroli/Siskamling Keliling bersama Komduk bertempat di Kantor Siskamling RW 06 Kelurahan Cakung Barat Kecamatan Cakung Jakarta Timur, Kamis (19/02/26).

 

Patroli gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Koramil 06/Cakung, personel Polsek Cakung, Satpol PP, FKDM, Mitra Koramil, FKPM, serta warga masyarakat setempat yang menjadi bukti bahwa keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama.

 

Dalam arahannya, Batuud Koramil 06/Cakung Pelda Aris menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

 

“Dalam melaksanakan tugas, kita jangan arogan kepada masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas. Tetap kompak menjaga keamanan wilayah Cakung, serta selalu menjalin komunikasi dan koordinasi agar kerja sama terbangun dengan baik,” tegasnya.

 

Pelda Aris juga mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan guna mencegah potensi banjir.

 

Kegiatan patroli dan siskamling keliling ini tidak hanya menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan warga.

 

Sumber Pendim 0505/JT.