Polsek Plupuh Turun ke Sawah, Pastikan Jagung Tumbuh Subur Demi Swasembada Pangan Nasional

INLINK, SRAGEN — Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Plupuh, Polres Sragen. Tak sekadar menjaga keamanan, polisi kini hadir langsung di tengah lahan pertanian, memastikan tanaman pangan rakyat tumbuh sehat dan produktif.

Pada Senin (26/1/2026) pukul 10.00 WIB, personel Polsek Plupuh melaksanakan pengecekan kondisi tanaman jagung di lahan persawahan milik warga Sunardi, seluas 2.500 meter persegi, yang berlokasi di Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh personel Polsek Plupuh dengan melibatkan Aiptu Suripta, Aiptu Budi W, Aipda Chandra, dan Brigadir Agung. Pengecekan dilakukan secara langsung dan menyeluruh, mulai dari tinggi tanaman, warna daun, kondisi tanah, hingga potensi gangguan hama.

Hasilnya, tanaman jagung menunjukkan kondisi yang sangat baik dan sehat. Dengan tinggi rata-rata mencapai 150 cm, daun berwarna hijau segar, usia tanam 65 hari, serta tidak ditemukan serangan hama atau penyakit dalam skala signifikan.

Pengairan lahan berjalan lancar berkat dukungan sumur bor dan air hujan, serta pemupukan yang telah dilakukan sebanyak dua kali.

Ketersediaan pupuk pun dinyatakan aman dan mudah diperoleh petani.
Kapolsek Plupuh IPTU M. Nur Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan perintah Kapolri dalam rangka mendukung Implementasi 8 Program Prioritas (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Polri hadir tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga ikut memastikan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran polisi di tengah sawah menjadi simbol kuat bahwa Polri benar-benar menyatu dengan masyarakat, mendampingi petani, dan ikut menanam harapan bagi masa depan.

Jalani Pengabdian Tanpa Cela, 2.807 Personel Polda Jateng Terima Tanda Kehormatan Satyalancana

INLINK, Semarang | Sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi, kinerja, dan loyalitas personel, Polda Jateng menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana (SL). Tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian 8, 16, 24, dan 32 tahun tersebut diterima oleh 2.807 personel yang telah melaksanakan tugas dan memberikan pengabdian tanpa cela selama kurun waktu tersebut.

Penyerahan tanda kehormatan tersebut dilaksanakan dalam sebuah upacara yang dipimpin Waka Polda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, di Mapolda Jateng pada Senin (26/1/2026) pagi. Upacara serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Polres jajaran terhadap personel di masing-masing wilayah.

Tanda kehormatan Satya Lencana adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden RI kepada personel Polri atas dharma bhakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara dalam kurun waktu kedinasannya. Penyerahan tanda kehormatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri Nomor: STR/75/I/KEP/2026 tanggal 9 Januari 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia.

​Dalam amanatnya, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa penganugerahan ini merupakan momentum yang sangat penting. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan negara atas pengabdian yang tulus, konsisten, dan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai insan Bhayangkara.

Beliau memaparkan bahwa pemberian Satyalancana Pengabdian 8, 16, 24, dan 32 tahun merupakan cerminan perjalanan panjang seorang personel yang dilalui dengan kedisiplinan serta loyalitas tinggi. Untuk itu, para penerima diharapkan mampu menjaga kehormatan tersebut dengan terus menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing.

“Jadikan penghargaan ini sebagai penguat tekad untuk terus menjadi teladan, penjaga marwah institusi, serta sumber motivasi bagi rekan-rekan dalam melaksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan berintegritas,” ujar Wakapolda saat membacakan amanat.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Latif Usman berpesan kepada seluruh jajaran agar senantiasa melaksanakan tugas dengan niat yang lurus dan semangat melayani. Beliau mengingatkan bahwa di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, soliditas dan kedekatan dengan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

Menutup amanatnya, Wakapolda menekankan bahwa hakikat tertinggi dari seorang anggota Polri bukanlah pada atribut yang dikenakan, melainkan pada nilai manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kehormatan sejati bukan terletak pada pangkat dan tanda jasa semata, melainkan pada ketulusan, kejujuran, dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa Penganugerahan Satyalancana ini menjadi bukti nyata perhatian institusi terhadap dedikasi dan loyalitas anggota Polri.

“Semoga penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memotivasi seluruh personel untuk terus melaksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh integritas demi keamanan masyarakat dan kehormatan institusi,” tandas Kabid Humas.

Dugaan “Bermain” Ijon Pokir, Anggota Parlemen Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke KPK

INLINK, Jakarta | Diduga “bermain” proyek aspirasi warga, anggota DPRD asal Kabupaten Tangerang Banten, Hugo Simon Franata dilaporkan oleh Lembaga Pendidikan Pemantau dan Pencegahan Korupsi RI (LP3K-RI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini. Saat ini laporan tersebut telah diterima pihak KPK pada 2 Januari 2026 untuk diteliti.

Menurut keterangan Ketua Umum LP3K-RI Bambang Yudy Baskoro, Hugo diduga melakukan rasuah melalui mantan Kepala Desa Pasilian Kecamatan Kronjo berinisial M, dengan modus ijon pokir (pokok pikiran).

“Adapun modus ijon pokir antara lain perbaikan saluran air di wilayah Binonh Permai, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang,” ucap Bambang melalui keterangan tertulis, pada Sabtu (24/1/2026).

Bambang mengatakan, indikasi rasuah karena pekerjaan saluran air dikerjakan dengan tidak sesuai prosedur pekerjaan. Selain itu pelaksana perkerjaan saluran air ditengarai merupakan kerabat Hugo sendiri.

Masih kata Bambang, ada pula proyek pemagaran makam Kampung Peusar di Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Banten. “Kontraktor pelaksana masih kerabat dari Hugo berinisial A,” terangnya.

Bambang menambahkan, proyek pemasangan konblok dan jembatan lingkungan di Blok B RT 37 Perumahan Binong Permai Kabupaten Tangerang dikerjakan secara serampangan.

“Hampir semua proyek pokir di Kabupaten Tangerang telah dikuasai kerabat Hugo. Bahkan ada informasi yang menyebutkan bahwa Hugo menerima dana ratusan juta dari koleganya,” tandas Bambang.

,”Alhamdulillah Dumas kami sudah ditindaklanjuti. Tentunya kami memberikan Apresiasi kepada KPK, terlebih saat ini KPK sedang gencar melakukan OTT. Intinya KPK akan segera melakukan tindaklanjut laporan kami tersebut, karena diduga banyak yang terlibat,” PaparKetua Umum LP3K-RI kepada awak media, pada Sabtu (24/01/2026).

Bambang juga merincikan beberapa proyek Pokir yang dimainkan Hugo diantaranya, pemasangan paving blok dan jembatan lingkungan di Blok B RT 37 Perumahan Binong Permai, Kecamatan Curug, Kab.Tangerang, kemudian Pemagaran Makam Kampung Peusar RT/005/001 Kelurahan Binong Kecamatan Curug, Perbaikan saluran air (U-Ditch) RT/03 RW/10 Binong Permai, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

“Parahnya lagi proyek tersebut kontinu, setiap pokir murni senilai pokir Rp 5 Miliar, dan perubahan APBD dengan nilai pokir Rp 2 Miliar, selalu ijon (di depan) tidak ada dibelakang setelah pekerjaan, kecuali uang-uang lain dari mitra atau saat sidak ke perusahaan-perusahaan / PIK,” jelasnya.

Terpisah, Hugo Simon Franata saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp pribadinya pada (26/01/2026) hingga berita ini ditayangkan belum memberi tanggapan.

 

25 RT di Jaktim Terendam Banjir 2 Meter, Ketua Baznas Justru diduga Berada di Purwokerto

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Di saat ribuan warga Jakarta Timur berjibaku menyelamatkan diri dan harta benda akibat banjir besar yang melanda wilayahnya, publik justru disuguhkan pemandangan yang kontras: Ketua Baznas Jakarta Timur dikabarkan tidak berada di lokasi bencana, tapi diduga membuat kegiatan di Purwokerto bersama sejumlah ASN dan di hadiri oleh ketua Baznas DKI Jakarta. Sabtu (24/01/2026)

 

Nama Ketua Baznas Jakarta Timur, Eka Napisah, kini menjadi sorotan. Pasalnya, sebagai pimpinan lembaga pengelola dana umat yang memiliki mandat sosial dan kemanusiaan, ketidakhadiran di tengah kondisi darurat dinilai sebagai bentuk kelalaian dan minim empati terhadap penderitaan warga.

 

Alih-alih turun langsung ke titik-titik banjir, meninjau kondisi warga, atau memastikan bantuan darurat Baznas tersalurkan, pimpinan Baznas Jakarta Timur justru terkesan “aman” di luar daerah, meninggalkan warga yang tengah menghadapi bencana di wilayah tanggung jawabnya sendiri.

 

 

Berdasarkan pantauan awak media dan data lapangan, banjir merendam sedikitnya 25 RT di Jakarta Timur, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai dua meter. Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan sejumlah sungai, termasuk Kali Ciliwung.

 

Wilayah terdampak antara lain:

 

● Kelurahan Rawa Terate

1 RT | Ketinggian ±80 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi

 

●Kelurahan Bidara Cina

4 RT | Ketinggian 170–180 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Kampung Melayu

4 RT | Ketinggian 150–175 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cawang

9 RT | Ketinggian 30–200 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cililitan

2 RT | Ketinggian hingga 200 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung

 

● Kelurahan Cipinang Melayu

4 RT | Ketinggian 20–50 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali PHB Sulaiman.

 

Namun ironisnya, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat langkah konkret Baznas Jakarta Timur berupa peninjauan langsung, distribusi bantuan darurat, maupun pernyataan resmi kepada publik terkait bencana tersebut.

 

 

Keberangkatan pimpinan Baznas Jakarta Timur ke Purwokerto di tengah situasi darurat memicu pertanyaan serius di tengah masyarakat:

Apakah agenda tersebut lebih penting dibanding nyawa dan keselamatan warga Jakarta Timur?

 

Jika kunjungan tersebut memang bersifat resmi, publik berhak tahu:

 

• Apa urgensinya?

• Apakah tidak bisa ditunda?

• Apakah ada izin dan pertimbangan kondisi darurat bencana?

 

Sebab, dalam konteks kebencanaan, kehadiran pemimpin di lapangan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan amanah jabatan.

 

 

 

Sumber internal menyebutkan bahwa berbagai persoalan di tubuh Baznas Jakarta Timur kerap diselesaikan secara tertutup oleh pimpinan, tanpa transparansi kepada publik. Pola ini dinilai memperlihatkan gaya kepemimpinan yang defensif dan minim akuntabilitas, terutama saat menghadapi kritik.

 

“Kami heran. Baznas itu lembaga dana umat. Ketika umat kebanjiran, justru pimpinannya tidak terlihat. Kalau bukan sekarang hadir, lalu kapan?” ujar salah satu tokoh masyarakat Jakarta Timur.

 

Situasi ini turut menyeret nama Wali Kota Jakarta Timur. Publik mempertanyakan apakah kepala daerah mengetahui absennya Baznas di tengah bencana, atau justru membiarkan kondisi ini tanpa evaluasi.

 

Sebagai lembaga yang bersinergi dengan pemerintah daerah, Baznas seharusnya berada di garda terdepan dalam merespons bencana sosial dan kemanusiaan, bukan malah sibuk dengan agenda di luar wilayah.

 

 

Publik kini menunggu penjelasan resmi dan pertanggungjawaban moral dari pimpinan Baznas Jakarta Timur. Dana umat tidak boleh dikelola tanpa empati.

Jabatan publik bukan sekadar posisi, tetapi amanah yang menuntut kehadiran saat rakyat paling membutuhkan.

 

Media dan tokoh masyarakat akan terus menelusuri, mengonfirmasi, dan mengawal kasus ini demi memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat di Jakarta Timur.

Terobos Banjir, Brimob Polda Jateng Antar Ribuan Porsi Makanan ke Warga Kota Pekalongan

INLINK, Pekalongan | Satbrimob Polda Jateng terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Kota Pekalongan. Di tengah wilayah masih tergenang air, personel Brimob tetap bergerak menembus lokasi banjir untuk mengantarkan makanan siap saji langsung ke rumah-rumah warga.

Pada Jumat (23/1/2026), sejak pagi hari hingga malam hari, Tim Dapur Lapangan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jateng melaksanakan kegiatan tanggap bencana di wilayah Kota Pekalongan. Sebanyak 24 personel diterjunkan dengan dukungan kendaraan operasional, termasuk kendaraan dobel kabin Ford Ranger dan sepeda motor trail, guna menjangkau wilayah yang sulit dilalui akibat genangan banjir.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan proses memasak untuk kebutuhan makan siang warga. Distribusi dilakukan mulai pukul 11.30 WIB dengan menyasar Kelurahan Tirto, Kelurahan Pasirsari Lor, dan Kelurahan Kandang Panjang.

Selanjutnya pada sore hari, tim kembali menyiapkan makanan untuk makan malam yang kemudian didistribusikan ke Kelurahan Tirto dan Kelurahan Pasirkratonkramat.

Dalam satu hari kegiatan, sebanyak 2.675 porsi makanan siap santap berhasil diproduksi dan dibagikan langsung kepada masyarakat terdampak banjir. Personel Brimob secara aktif mendatangi permukiman warga yang masih terendam, memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Komandan Tim Dapur Lapangan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jateng, Ipda Sugiyono, S.A.P., menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan di lapangan.

“Sebagian wilayah masih tergenang banjir sehingga kendaraan tidak bisa masuk sepenuhnya. Kami menggunakan kendaraan dobel kabin dan motor trail agar makanan bisa diantar langsung ke warga, terutama yang rumahnya masih terendam dan sulit beraktivitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dapur lapangan disiapkan untuk memastikan kebutuhan makan warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami berupaya agar makanan yang dibagikan tetap hangat, layak konsumsi, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jateng pada Sabtu (24/1/2026) menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat terdampak banjir merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kebutuhan dasar warga.

“Polri melalui Satbrimob Polda Jawa Tengah akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. Termasuk memastikan masyarakat mendapat bantuan secara cepat dan tepat sasaran yang merupakan fokus utama dalam tugas kemanusiaan yang kami lakukan,” tandasnya.

Tim Paralegal Dragon Law Firm Gelar Perjalanan Religi Malam Hari ke Makam Ki Demang Lancar, Pandeglang

INLINK,PANDEGLANG |  Semangat spiritual dan kebersamaan menyatu dalam Perjalanan Religi Tim Paralegal Dragon Law Firm menuju kawasan sakral, tepatnya ke Makam Ki Demang Lancar, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ziarah malam hari ini menjadi momentum refleksi batin sekaligus penguatan nilai keimanan bagi seluruh anggota tim, yang tetap konsisten melanjutkan perjalanan meskipun hujan turun di tengah jalan. Kamis (22/01/2026)

Perjalanan dimulai pada pukul 22.00 WIB, dipimpin langsung oleh Ketua Paralegal Dragon, Haji Wawan. Meskipun dilakukan pada malam hari, antusiasme dan kekhidmatan para anggota terasa sangat kuat sejak saat keberangkatan. Di antara anggota yang turut serta dalam perjalanan religius ini adalah Trisno, Toing, dan Dani. Suasana perjalanan dipenuhi dengan doa, obrolan penuh makna, serta niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ziarah dan amalan bersama.

Setibanya di Makam Ki Demang Lancar, tim langsung melaksanakan rangkaian ibadah. Anggota Dani memimpin prosesi tawasul, tahlil, dan doa bersama yang berlangsung khusyuk, tertib, dan penuh kekhidmatan, menciptakan suasana spiritual mendalam di tengah sejuknya alam sekitar makam.

Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, serta kelancaran perjuangan seluruh Tim Paralegal Dragon Law Firm dalam menjalankan tugas-tugas pendampingan hukum yang berlandaskan prinsip keadilan dan nilai kemanusiaan.

“Perjalanan religi ke makam Ki Demang Lancar ini bukan sekadar ziarah—melainkan sarana untuk mempererat tali ukhuwah antar anggota, menata ulang niat kita sebagai penyedia layanan hukum, dan memperkuat fondasi spiritual agar setiap langkah pengabdian kita selalu penuh berkah,” jelas Haji Wawan dalam kesempatan tersebut.

Perjalanan religi malam itu menjadi pengalaman berharga bagi seluruh tim—sebuah langkah sunyi namun penuh makna. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan tekad mereka, dengan harapan bahwa perjalanan ziarah ini akan membawa keberkahan bagi seluruh Tim Paralegal Dragon Law Firm dalam setiap pengabdian yang akan datang. (Tutur H. Wawan)

Pelaku Curanmor di Toko Roti My Bread Berhasil Diringkus, Sat Reskrim Polres Belitung

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ — Jajaran Sat Reskrim Polres Belitung berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungpandan. Dalam pengungkapan tersebut, 1 (satu) orang terduga pelaku berinisial S.K. berhasil diringkus beserta barang bukti hasil kejahatan.

 

Kasus curanmor ini terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, di Toko Roti My Bread, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Korban diketahui memarkirkan sepeda motor jenis Honda Revo di area belakang tempat kerjanya, namun lupa mencabut kunci kontak kendaraan tersebut.

 

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Belitung segera melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan. Hasilnya, pada Jumat, 23 Januari 2026, tim berhasil mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku.

 

Sekira pukul 14.00 WIB, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku S.K. di wilayah Jalan Aik Serkuk, Kecamatan Tanjungpandan, berikut 1 (satu) unit sepeda motor Honda Revo Nomor Polisi BN 53xx XO yang merupakan kendaraan milik korban.

 

Kepada petugas, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Belitung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP I Made Yudha Suwikarma, S.Tr.K., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci saat diparkirkan guna mencegah terjadinya tindak pidana pencurian,” ujar Kasat Reskrim.

 

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Belitung. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Belitung terpantau aman dan kondusif.

Polres Demak Resmikan Dapur SPPG 2, Siap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

INLINK, Demak – Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Demak 2 yang berlokasi di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (23/1/2026).

Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Demak Ny. Serly Samelino, para Pejabat Utama Polres Demak, Danramil 012/Mranggen, Camat Mranggen beserta jajaran, serta Kepala SPPG Polres Demak 2 bersama para karyawan.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Program makan bergizi gratis ini adalah investasi strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045. Dengan hadirnya SPPG, kita meminimalkan potensi human error dalam manajemen gizi massal. Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya pintar karena belajar, tetapi juga kuat dan cerdas karena mendapatkan asupan gizi yang berkualitas,” ujar AKBP Samel.

Menurutnya, peresmian Dapur SPPG Polres Demak 2 sekaligus menjadi tahap uji coba (trial) terakhir sebelum pendistribusian makanan bergizi kepada para siswa.

“Hari ini kita tidak lagi berbicara soal rencana, tetapi soal eksekusi. Fokus kita memastikan ketepatan komposisi gizi, standar higienitas, serta ketepatan waktu distribusi. Ini adalah tahap pengecekan akhir sebelum operasional penuh,” tegasnya.

Kapolres menekankan bahwa SPPG bukan sekadar unit penyedia makanan, melainkan menjadi pilar pertahanan kesehatan bagi para siswa.

“Melalui trial final ini, kami memvalidasi bahwa sistem telah siap beroperasi secara paripurna dengan risiko minimal. Kami siap menjalankan amanah ini dengan integritas tinggi demi memastikan pertumbuhan generasi penerus tidak lagi terhambat oleh persoalan nutrisi,” tambahnya.

Kapolres Demak menegaskan bahwa SPPG Polres Demak dibangun dan dioperasikan dengan standar tinggi untuk menjamin kualitas serta keamanan pangan. Dapur ini menggunakan peralatan NAYATI berstandar kelas bintang lima, dilengkapi IPAL yang memadai, serta memanfaatkan air yang telah melalui sistem filtrasi dan sinar ultraviolet (UV).

Selain itu, keamanan makanan dijamin melalui pemeriksaan food security setiap hari oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Demak sebelum didistribusikan.

“Dengan dukungan sarana dan pengawasan tersebut, SPPG Polres Demak siap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis secara optimal dan bertanggung jawab demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Polres Demak 2 menyatakan pihaknya siap menjalankan operasional dapur SPPG secara optimal. Ia berharap keberadaan program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Karangsono dan sekitarnya.

“SPPG telah dilengkapi dengan peralatan dan sarana pendukung yang memadai. Kami berharap keberadaan dapur ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. SPPG Polres Demak 2 juga terbuka untuk menerima saran dan masukan dari berbagai kalangan demi penyempurnaan layanan,” pungkasnya.

Salahgunakan LPG Subsidi, Empat Tersangka dan Ribuan Tabung Gas Diamankan Polda Jateng

INLINK, Semarang | Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana minyak dan gas bumi dan/atau perlindungan konsumen di Marko Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (23/1/2026) pukul 13.30 WIB. Pengungkapan ini menjadi langkah konkret Polri dalam melindungi masyarakat dari kelangkaan dan lonjakan harga gas LPG subsidi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Konferensi pers dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto, didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto. Dalam pemaparannya, Dirreskrimsus menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap berkat adanya laporan dari masyarakat terkait kelangkaan serta meningkatnya harga gas LPG 3 kilogram di pasaran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan serangkaian penyelidikan dan menemukan adanya praktik penyalahgunaan LPG subsidi dengan cara memindahkan atau menyuntikkan isi gas LPG 3 kilogram ke tabung gas LPG non subsidi. Aktivitas ilegal tersebut dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni rumah beserta gudang di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang; rumah di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang; serta sebuah gudang di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, kami mengamankan empat orang tersangka berinisial TDS, YK, PM, dan FZ, yang masing-masing memiliki peran dalam pengadaan LPG subsidi, proses pemindahan isi gas, hingga penjualan gas LPG non subsidi hasil suntikan,” jelas Kombes Pol Djoko Julianto.

Selain para tersangka, polisi juga menyita barang bukti sebanyak 2.178 tabung gas LPG yang terdiri dari 1.780 tabung LPG 3 kilogram, 138 tabung LPG 5,5 kilogram, 220 tabung LPG 12 kilogram, dan 40 tabung LPG 50 kilogram. Petugas turut mengamankan puluhan alat suntik gas, selang dan pipa besi modifikasi, timbangan, lemari pendingin, serta satu unit kendaraan pick up yang digunakan untuk mendukung aktivitas tersebut.

Dirreskrimsus menegaskan bahwa praktik ini sangat merugikan masyarakat karena gas LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu justru disalahgunakan demi keuntungan pribadi. Dampaknya, masyarakat kesulitan memperoleh gas LPG subsidi dan harus membeli dengan harga yang lebih tinggi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa Polda Jateng melalui Ditreskrimsus, khususnya Satgas Pangan, akan terus melakukan langkah antisipasi dan pengawasan guna memastikan ketersediaan bahan pokok dan bahan penting di pasaran.

“Ini sudah menjadi tugas utama kepolisian untuk memastikan bahwa masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan, dapat terpenuhi seluruh kebutuhan pokoknya. Kepolisian akan terus hadir dan eksis untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Waspada Kejahatan Siber, Sat Reskrim Polres Sragen Gelar Sosialisasi Penipuan Online di Ngrampal

INLINK, SRAGEN – Guna membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan siber yang kian marak, Sat Reskrim Polres Sragen melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi terkait pencegahan penipuan online. Kegiatan ini berlangsung di BLKLN PT. Sanjaya Thantry Bahtera, Dukuh Paldaplang, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, pada Jumat (23/1/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini diinisiasi oleh Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Ardi Kurniawan, S.I.K., M.A., dan dilaksanakan oleh personel Unit Tipidter, di antaranya Aipda Sutrisno, S.H., Aipda Oto Heri S., Briptu Budi Priyanto, S.H., serta Briptu Estuning Abdi, S.H. Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh pemilik lembaga, Estri Puspaningrim, S.H., jajaran staf, serta 30 siswa-siswi LPK.

Kapolres Sragen melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat melindungi data pribadi serta aset keuangan mereka.
“Kami ingin masyarakat memahami psikis yang digunakan pelaku, seperti menciptakan rasa urgensi yang mendadak atau menjanjikan keuntungan besar yang tidak realistis. Melalui edukasi ini, kami melatih warga untuk mengenali tanda peringatan dini,” ujar AKP Ardi Kurniawan dalam laporannya.

Dalam materi yang disampaikan, tim Tipidter memaparkan lima jenis penipuan online yang paling sering terjadi, yaitu phishing (pencurian data melalui situs palsu), penipuan berkedok hadiah, investasi bodong, penipuan belanja daring dengan harga tidak wajar, hingga modus penipuan segitiga.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Sragen menekankan pentingnya sikap tenang dan tidak mudah tergiur janji manis. Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi identitas pengirim pesan, tidak sembarangan mengklik tautan (link) mencurigakan, serta menjaga kerahasiaan data sensitif seperti nomor KTP, PIN, dan kode OTP.

“Khusus untuk investasi, pastikan legalitas perusahaan melalui situs resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selalu cek dan ricek nomor rekening tujuan sebelum melakukan transfer,” tegas petugas di lapangan.
Jika sudah terlanjur menjadi korban, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi bank terkait guna pemblokiran rekening dan segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk penanganan hukum lebih lanjut.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya edukasi rutin seperti ini, Polres Sragen berharap angka kriminalitas berbasis digital di wilayah hukum Sragen dapat ditekan secara signifikan.