Pasar Lembang Baru Hadir, Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Rakyat Kota Tangerang

INLINK, TANGERANG, Transformasi tata kelola pasar rakyat di Kota Tangerang memasuki fase baru seiring dilaksanakannya soft launching Pasar Lembang Baru di Kecamatan Ciledug. Kehadiran pasar ini tidak semata dimaknai sebagai peresmian fisik ruang niaga, melainkan sebagai bagian dari strategi struktural pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis legalitas, kebersihan, serta keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan terhadap keberadaan Pasar Lembang Baru datang dari berbagai unsur masyarakat. Ketua Umum BAPASI 1 Kota Tangerang, H. Maulana Hasanudin, menyatakan optimismenya bahwa pasar tersebut akan menjadi katalis peningkatan kesejahteraan ekonomi warga, khususnya para pedagang kecil.

Menurut Maulana, pasar yang tertata dan dikelola secara profesional berpotensi menciptakan nilai jual yang lebih kompetitif, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal yang sehat. Ia menilai, Pasar Lembang Baru membuka ruang bagi penguatan sumber daya manusia agar mampu berdaya dan berkembang di wilayahnya masing-masing.

“Dengan adanya Pasar Lembang Baru, diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat. Nilai jual menjadi lebih baik, dan masyarakat bisa tumbuh secara mandiri di lingkungannya sendiri,” ujar Maulana.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kelayakan pasar sebagai prasyarat utama terciptanya iklim perdagangan yang kondusif. “Harapannya, Pasar Lembang Baru dapat menjadi pasar yang tertata, bersih, dan memberikan rasa nyaman, baik bagi pedagang maupun konsumen,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada PT Bumi Jawa Rentspace selaku pengelola, Pemerintah Kota Tangerang, PD Pasar Kota Tangerang, serta seluruh instansi terkait yang telah berkontribusi dalam proses revitalisasi Pasar Lembang Baru sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.

Dukungan senada disampaikan Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, yang hadir memenuhi undangan peresmian pasar tersebut. Cecep menilai pembangunan dan revitalisasi Pasar Lembang Baru mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sarana perdagangan rakyat yang layak, bersih, dan manusiawi.

“Pasar ini dibangun dengan konsep modern tanpa meninggalkan karakter pasar rakyat. Fasilitas seperti kios, los, area parkir, dan sanitasi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pembeli, sehingga berdampak pada peningkatan transaksi ekonomi,” ujar Cecep.

Sebagai bagian dari elemen kontrol publik terhadap tata kelola pemerintahan, FWJI, lanjut Cecep, mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam menata pasar rakyat. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peran aktif pengelola dan pedagang dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar.

“Pasar yang sudah tertata dengan baik harus dijaga bersama. Jangan sampai kembali kumuh dan becek. Pasar ini harus menjadi ruang transaksi yang aman, nyaman, dan bermartabat,” tegasnya.

Cecep berharap, dengan dukungan lintas sektor serta pengelolaan yang konsisten, Pasar Lembang Baru dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh ikhtiar pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membangun perekonomian Kota Tangerang mendapat ridho dan keberkahan.

Dengan menguatnya dukungan dari unsur masyarakat, organisasi profesi, dan dunia usaha, Pasar Lembang Baru diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga simbol keberhasilan penataan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Jaga Jakarta Bersih, Pangdam Jaya Bersama Forkopimda Pimpin Kerja Bakti Serentak di Seluruh Wilayah Kodam Jaya

Kodam Jaya – Jakarta Utara. Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dengan pusat kegiatan bertempat di Waduk Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026).

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bersama Kapolda Metro Jaya serta Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, sebagai wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan, pesisir, dan ruang terbuka publik di wilayah Jakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel bersama yang dipimpin Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Apel diikuti oleh gabungan unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, serta elemen masyarakat.

 

Dalam amanatnya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

“Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah tanggung jawab Kodam Jaya sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya, agar lingkungan Jakarta semakin bersih, sehat, dan asri,” ujar Pangdam.

Pangdam Jaya juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembersihan sampah di seluruh wilayah, khususnya di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

 

Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, mengingat persoalan sampah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana banjir di berbagai wilayah.

Pangdam Jaya juga menghimbau agar seluruh masyarakat terus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sehingga Jakarta dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, bersih, dan asri.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja bakti dan pelaksanaan pembersihan sampah di area Waduk Danau Cincin dan sekitarnya.

 

Forkopimda juga berkesempatan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendukung penghijauan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

 

Sumber Pendam Jaya

Satlantas Polres Belitung Berikan Edukasi Sopir Truk dan Sosialisasi Light On R2 di Tanjungpandan

Belitung – Satuan Lalu Lintas Polres Belitung melalui Unit Turjagwali melaksanakan kegiatan edukasi dan himbauan kepada sopir truk/angkutan barang serta sosialisasi Light On bagi kendaraan roda dua (R2) dalam rangka Ops Keselamatan Menumbing 2026. Minggu (08/02/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di seputaran Kota Tanjungpandan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Turjagwali Satlantas Polres Belitung memberikan edukasi langsung kepada para sopir truk dan angkutan barang terkait pentingnya keselamatan berkendara, khususnya saat kendaraan berhenti atau parkir di bahu jalan. Petugas melakukan penempelan stiker pembias cahaya pada kendaraan guna meningkatkan visibilitas kendaraan bagi pengguna jalan lainnya.

 

Selain itu, petugas juga menghimbau kepada para supir untuk menggantungkan segitiga merah di bagian belakang kendaraan yang membawa muatan berlebih sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain. Tak hanya itu, sosialisasi Light On juga diberikan kepada pengendara roda dua dengan mengimbau agar selalu menyalakan lampu utama saat berkendara di jalan raya, baik siang maupun malam hari.

 

Kasat Lantas Polres Belitung Iptu Ervindo Thio Prabowo, S.Tr.K saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan besar dan sepeda motor.

 

Melalui kegiatan edukasi dan himbauan ini, diharapkan dapat terwujud ketertiban dan disiplin dalam berlalu lintas serta terciptanya budaya keselamatan di jalan raya guna menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polres Belitung.

Polres Belitung Laksanakan KRYD Cooling System, Dipimpin Kasat Binmas

Belitung – Polres Belitung melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Cooling System guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Polres Belitung, Sabtu malam (07/02/2026).

 

Kegiatan KRYD gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Belitung IPTU Rizky Irpansyah dan dilaksanakan dengan patroli wilayah yang menyasar sejumlah titik pusat keramaian masyarakat di Kota Tanjungpandan, di antaranya kawasan Tanjung Pendam, Bundaran Satam, Gedung Nasional, serta kawasan Senang.

 

Patroli dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan personel gabungan Polres Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, menekan angka pelanggaran lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

 

Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat secara humanis, memberikan imbauan kamtibmas dan kamseltibcarlantas, serta membagikan brosur dan stiker terkait Operasi Keselamatan Menumbing 2026.

 

Selain itu, personel juga melaksanakan patroli pencegahan terhadap aksi geng motor, antisipasi balap liar, serta melakukan penindakan terhadap pengendara roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).

Personel juga menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan dan tertib berlalu lintas, serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Apabila menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan Kepolisian melalui Call Center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.

 

Melalui pelaksanaan KRYD Cooling System ini, Polres Belitung berharap situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Belitung tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya pada malam hari dan akhir pekan.

Aksi Bersih Jakarta Timur, Forkopimko Bersatu Pulihkan Kali Sunter dan Jaga Ketertiban Wilayah

Jakarta Timur — Sinergi kuat lintas unsur terlihat di wilayah RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, saat Forkopimko Jakarta Timur bersama masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar Kali Sunter. Minggu (08/02) pagi.

 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus ketertiban wilayah.

 

Sejak pagi, personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, PMI, serta unsur masyarakat menyebar di sejumlah titik bantaran dan aliran Kali Sunter. Fokus utama diarahkan pada pembersihan drainase dan pengerukan sedimen yang selama ini berpotensi menghambat aliran air. Alat berat milik Dinas Sumber Daya Air dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi sungai agar fungsi aliran kembali optimal.

 

Kapolres Metro Jakarta Timur KBP Dr. Alfian Nurrizal menegaskan bahwa kehadiran Polri pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus stabilitas keamanan.

 

Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih berbanding lurus dengan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi Forkopimko dan partisipasi warga seperti ini harus terus dijaga agar kesadaran kolektif semakin tumbuh.

 

“Kami dari Polri mendukung penuh kegiatan bersih-bersih ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika lingkungan tertata, potensi gangguan kamtibmas juga dapat ditekan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kapolres di sela peninjauan lokasi.

 

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Walikota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau area Kali Sunter dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua unsur. Mereka menilai aksi lapangan seperti ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan lingkungan Jakarta Timur, khususnya di kawasan yang rawan genangan.

 

Di tengah kegiatan, Kapolres Metro Jakarta Timur turut menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.

 

Warga juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga keamanan lingkungan secara bersama, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kerawanan sosial.

 

Dengan kebersamaan Forkopimko dan dukungan masyarakat, kawasan Cipinang Melayu diharapkan semakin bersih, tertib, dan aman. Aksi bersih Kali Sunter ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dan keamanan dapat berjalan seiring demi kenyamanan hidup warga Jakarta Timur.

Jelang Laga Persiba vs PSGC, 24 Oknum Suporter Diamankan Karena Konsumsi Miras

INLINK, Surakarta |Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan dua puluh empat orang oknum suporter Persiba Bantul yang hendak menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Nusantara antara Persiba Bantul melawan PSGC Ciamis di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (07/02/2026).

Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto, SH., MH mengatakan, pengamanan berawal saat Tim Sparta melaksanakan patroli dan pemantauan terhadap suporter yang akan memasuki kawasan Stadion Sriwedari. Saat itu, petugas mendapati enam orang suporter yang dicurigai membawa minuman keras.

“Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan enam orang tersebut sedang membawa minuman keras. Selanjutnya Tim Sparta melakukan pengecekan terhadap mobil yang berada di halaman parkir Stadion Sriwedari. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 10 botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml dan 2 botol minuman keras jenis Anggur Kolesom ukuran 600 ml,” jelas Kompol Edi.

Tim Sparta kemudian kembali menyisir kawasan sekitar Stadion Sriwedari dan berhasil mengamankan lima belas suporter lainnya. Selain itu, di depan MAN 2 Surakarta, petugas kembali mengamankan tiga orang suporter yang juga dalam keadaan mabuk. Dari lokasi tersebut, turut diamankan dua botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml.

Selanjutnya, dua puluh empat suporter beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku melalui tindak pidana ringan (Tipiring).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan secara keseluruhan berupa 12 botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml, 2 botol minuman keras jenis Anggur Kolesom ukuran 600 ml, serta 1 unit mobil jenis Grand Livina.

Secara terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK., MH mengimbau kepada seluruh suporter agar dapat menjaga ketertiban dan tidak mengonsumsi minuman keras saat akan menyaksikan pertandingan.

“Kami mengimbau kepada seluruh suporter untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tidak membawa maupun mengonsumsi minuman keras, serta mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

Polisi Hentikan Sementara Pencarian Korban Hanyut di Sungai Kalibodri

INLINK, KENDAL — Tiga warga Kabupaten Kendal hanyut di Sungai Kalibodri, Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang selamat yakni Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (49), keduanya warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring. Sementara korban yang belum ditemukan adalah Muhammad Efendi (35), warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan koordinasi lintas instansi.

“Kami menerima laporan adanya warga hanyut di Sungai Kalibodri. Personel Polsek Pegandon bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD untuk proses pencarian korban yang belum ditemukan,” ujar Hendry.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat ketiga korban berencana menyusuri sungai menggunakan pelampung ban dalam mobil dari Bendungan Juwero menuju wilayah Cepiring. Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka turun ke sungai. Saat melintas di bawah jembatan kereta api di Desa Tegorejo, pelampung yang digunakan oleng dan ketiganya terjatuh ke air. Dua korban berhasil menepi, sementara satu orang terseret arus.

Petugas yang mendatangi tempat kejadian perkara antara lain Kapolsek Pegandon, anggota Reskrim Polsek Pegandon dan Polres Kendal, petugas BPBD, serta tenaga medis dari Puskesmas Pegandon. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.

Pada Sabtu malam, kepolisian menggelar apel konsolidasi pencarian korban tenggelam di Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, dengan melibatkan 35 personel gabungan.

Kapolsek Pegandon, AKP Nugroho Agung Purnomo, menyampaikan pencarian sementara dihentikan karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan kembali.

“Untuk sementara malam ini pencarian korban kami hentikan dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” ujar Nugroho.

Hingga berita ini diturunkan, korban atas nama Muhammad Efendi masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di aliran sungai guna mencegah kejadian serupa.

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

INLINK, Jakarta |Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi” Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog.” Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.

Sat Lantas Polres Belitung Laksanakan Penindakan Teguran Knalpot Brong di Tanjungpandan

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ – Unit Turjagwali Satuan Lalu Lintas Polres Belitung melaksanakan kegiatan penindakan berupa teguran terhadap pelanggaran kasat mata penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong) di wilayah Kota Tanjungpandan, Jum'at (06/02/2026).

 

Adapun sasaran kegiatan difokuskan pada pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong di seputaran Kecamatan Tanjungpandan. Petugas memberikan teguran secara humanis kepada para pengendara sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

 

Kasat Lantas Polres Belitung, IPTU Ervindo Thio Prabowo, S.Tr.K, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Menumbing 2026 yang mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat.

 

“Penggunaan knalpot brong tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Melalui kegiatan ini, kami mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat semakin sadar dan patuh terhadap aturan berlalu lintas,” ujar IPTU Ervindo.

 

Lebih lanjut, IPTU Ervindo mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai standar teknis, serta bersama-sama menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Belitung.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), serta menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan di jalan raya.