Pasca bencana Puting beliung, Polres Semarang bersama instansi samping lakukan Bakti sosial

INLINK, Semarang |Pasca kejadian bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Sabtu, 31 Januari 2026, masih dirasakan warga, khususnya di wilayah Kec. Pabelan, Kec. Tengaran dan Kec. Suruh. Guna meringankan warga yang terdampak bencana alam tersebut, Polres Semarang bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten, relawan dan warga, melaksanakan kegiatan Bakti sosial.

Bencana angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB menerjang sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan rumah warga serta sempat mengganggu akses jalan penghubung antar wilayah menuju kota Salatiga.

Di Ds. Sumberejo Kec. Pabelan dan Dsn. Krajan Kidul misalnya, dimana angin kencang bahkan merusak rumah warga akibat tertimpa pohon dan tiang listrik, menimbulkan kepanikan masyarakat saat kejadian berlangsung.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, hari ini Minggu 1 Februari 2026, Polres Semarang bersama instansi terkait melaksanakan bakti sosial pembenahan rumah warga terdampak yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Pabelan dan Polsek Tengaran.” Ungkap Kapolres AKBP Ratna didampingi Bupati.

Kegiatan diawali apel gabungan, Selanjutnya seluruh personel bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Kehadiran pimpinan daerah turut memberikan semangat tersendiri bagi warga.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., bersama Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH., MH., turun langsung menyambangi rumah warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako

Sejalan dengan Kapolres, Bupati H. Ngesti juga mendukung penuh sinergitas antar instansi ini yang sepenuhnya untuk meringankan warga. “kami menyambangi warga sebagai bentuk dukungan moril dan meringankan beban masyarakat pasca musibah.” Tambahnya.

Data sementara menunjukkan bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Secara keseluruhan, kejadian cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan merusak puluhan rumah di sejumlah titik di Pabelan dan Tengaran.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Semarang bersama pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu warga akibat bencana alam.

Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran, Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

INLINK, Semarang |Polres Semarang melaksanakan kegiatan Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran pada Senin 2 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pembinaan pelajar melalui momentum upacara bendera, dengan Inspektur Upacara Kabag SDM Polres Semarang Kompol Sofia Wuriana SH MM, mewakili Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK MSi.

Dalam amanatnya, Kompol Sofia Wuriana menekankan pentingnya para pelajar untuk pandai memilih lingkungan pergaulan serta menghindari berbagai perilaku yang berpotensi berurusan dengan hukum. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya tawuran pelajar, penyalahgunaan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta pelanggaran lalu lintas yang berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kompol Sofia Wuriana dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menjaga generasi muda agar tetap berada pada jalur yang positif.
“Kami ingin hadir di tengah pelajar bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing. Harapan kami, adik-adik pelajar bisa fokus meraih cita-cita dan tidak terjerumus pada pergaulan bebas maupun pelanggaran hukum yang dapat merusak masa depan,” ungkapnya.

Program Police Goes To School sendiri merupakan bentuk kepedulian Polri dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini juga menjadi sarana edukasi kepada pelajar terkait kesadaran hukum, kedisiplinan, serta keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Salah satu siswa kelas IX SMP Negeri 3 Ungaran, Wawa, menyampaikan tanggapan positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat lebih memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan serta mampu menjauhi perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan.

“Kegiatan ini membuat kami lebih paham tentang bahaya tawuran, narkoba, dan pelanggaran lalu lintas. Semoga teman-teman di SMP Negeri 3 Ungaran bisa lebih disiplin dan tidak ada yang sampai berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Ungaran Miftakhul Jannah MPd. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Police Goes To School dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi hukum. Kami berharap sinergi antara kepolisian dan sekolah dapat terus berjalan sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dan karakter yang kuat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, sadar hukum, serta memiliki karakter positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Polres Belitung Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Menumbing 2026

Belitung – Polres Belitung melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026) pukul 08.00 WIB di halaman Mapolres Belitung, Jalan Sijuk, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Belitung Kompol Bagus Kresna Eka Putra, S.I.K., mewakili Kapolres Belitung, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Belitung, TNI, Polri, instansi terkait, dan stakeholder pendukung lainnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan Polres Belitung bersama seluruh unsur terkait dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam amanat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H. yang dibacakan oleh Wakapolres Belitung, disampaikan bahwa Operasi Keselamatan Menumbing 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

Kapolda menekankan meskipun terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, namun angka kecelakaan dan korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan. Hal ini menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah preventif, edukatif, serta penegakan hukum secara selektif.
Operasi Keselamatan Menumbing 2026 memprioritaskan kegiatan edukatif dan humanis melalui Dikmas Lantas, disertai penegakan hukum secara selektif dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, serta meminimalisir pelanggaran dan kemacetan di titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan (trouble spot).

Selain itu, Kapolda juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan, menjaga disiplin dan profesionalisme, serta mengedepankan sinergitas lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Menumbing 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Belitung.

Polres Metro Jakarta Timur Gelar Konferensi Pers, Terkait Hasil Tangkapan 15 Hari Operasi Pekat

JAKARTA, webid.rumahkawakibi.com/ – Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 15 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Operasi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menekan aksi tawuran dan berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

 

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., mengatakan operasi tersebut merupakan instruksi dari Polda Metro Jaya dan dilaksanakan dengan melibatkan lintas instansi, mulai dari jajaran kepolisian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kodim 0505 Jakarta Timur dan Masyarakat sekitar.

 

“Operasi ini bertujuan menjaga stabilitas kamtibmas dan mereduksi gangguan keamanan, terutama tawuran dan penyakit masyarakat,” kata Achmad Akbar saat konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (2/2/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, Operasi Pekat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni preventif, preventif khusus, dan represif. Pada pendekatan preventif, polisi menggelar kegiatan imbauan, sambang, dan penyuluhan kepada masyarakat.

 

Sementara itu, pada upaya preventif khusus, aparat gabungan mendirikan 27 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur. Pos-pos tersebut diisi oleh personel Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, unsur Pemkot, Kodim, serta elemen masyarakat setempat.

 

“Pos terpadu ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan dan mencegah indikasi perbuatan yang mengarah pada tawuran maupun konflik sosial,” ujar Achmad.

 

Pada minggu pertama operasi, Polres Metro Jakarta Timur juga melakukan tindakan represif terhadap sejumlah pelanggaran. Polisi membubarkan lima peristiwa yang terindikasi tawuran dan mengamankan 27 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan anak di bawah umur, sedangkan tujuh lainnya berstatus dewasa.

 

“Terhadap 20 anak, dua di antaranya diproses sesuai ketentuan hukum, sementara 18 lainnya diberikan pembinaan secara komprehensif bersama Dinas Sosial Jakarta Timur. Untuk tujuh orang dewasa, pembinaan dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat di lingkungan domisili masing-masing,” jelasnya.

 

Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan tiga bilah senjata tajam, sejumlah sepeda motor, serta 18 unit telepon genggam. Seluruh barang bukti masih didalami, termasuk melalui analisis forensik untuk menelusuri keterkaitannya dengan rencana tawuran.

 

Selain tawuran, polisi juga menindak satu kasus balap liar dengan mengamankan 16 kendaraan yang saat ini masih dalam pemeriksaan Satuan Lalu Lintas.

 

Polisi juga menyasar peredaran petasan, minuman keras, dan narkoba yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas. Dalam operasi ini, aparat menindak sedikitnya enam penjual dan melakukan penyitaan barang bukti bersama Satpol PP Jakarta Timur.

 

Operasi Pekat akan terus dilanjutkan hingga 11 Februari 2026 sebagai upaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Jakarta Timur.

Forum Wartawan Jaya Indonesia Jakbar, Hadiri Milad ke-75 Asido Drummer PAMBERS Tokoh Musik Lagendaris

INLINK,JAKARTA | Asido Drummer Panbers, salah satu figur penting dalam dunia musik tanah air yang telah berkontribusi lebih dari lima dekade dalam mengembangkan seni drum dan berkarya di industri hiburan Indonesia, menggelar perayaan ulang tahun ke-75 di D’RUMAH KITA, Jalan Surabaya No. 26, Menteng, Jakarta. Minggu (1/2/2026),

Acara yang luar biasa tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain rekan-rekan musisi serta artis legendaris yang telah bekerja sama dengan Asido sepanjang karirnya. Turut menghadiri juga Direktur Film Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc, Syaifullah Agam Direktur Film musik dan seni kementrian kebudayaan, Gunawan Suhandi Rumah Musik Fadli Zon, yang dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kontribusi Asido dalam memajukan seni musik nasional.

Dalam kesempatan ini Syaifullah Agam Direktur Film musik dan seni kementrian kebudayaan, memberikan salam hormat dan ucapan selamat ulang tahun ke-75 kepada bang Asido Drummer PANBERS legenda musik Indonesia yang telah menginspirasi generasi setelah generasi.

Kami merasa sangat terhormat dapat menghadiri perayaan milad yang penuh makna di D’RUMAH KITA Menteng, bersama rekan saya
Gunawan Suhandi Rumah Musik Fadli Zon serta berbagai tokoh nasional, musisi legendaris, perwakilan wartawan, dan seluruh keluarga besar seni musik tanah air yang hadir di acara ini

Bang Asido bukan hanya seorang maestro Drum yang telah berkarya lebih dari lima dekade, tetapi juga seorang pelopor yang secara konsisten mengembangkan dan melestarikan seni drum serta budaya nusantara dalam industri hiburan Indonesia. Dedikasinya yang tak pernah pudar telah membawa nama musik Indonesia lebih dikenal dan dihargai, baik dalam negeri maupun di kancah internasional.

Di tempat yang sama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sangat menghargai kontribusi luar biasa dari bang Asido. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti Rumah Musik Fadli Zon yang diwakili oleh saya sendiri Gunawan Suhandi, serta dukungan dari Forum Wartawan Jaya Indonesia dan media massa, kami berkomitmen untuk membantu memastikan bahwa karya dan pengalaman berharga bang Asido dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Kami juga mengapresiasi komitmen bang Asido untuk tetap aktif berkarya. Semoga langkah-langkah selanjutnya dapat semakin memperkaya khasanah seni musik nasional, dan kami siap memberikan dukungan penuh untuk setiap inisiatif yang bertujuan untuk memajukan seni dan budaya Indonesia.

Sekali lagi, selamat ulang tahun ke-75, , bang Asido Drummer PANBERS. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus memberikan inspirasi. Tutup Gunawan,

Selain itu, hadir pula perwakilan dari organisasi Forum Wartawan Jaya Indonesia Ketua Jakarta Barat, Ketua Tangerang Selatan, serta jurnalis dari media yang hadir, dan Pembina Lana Kartasasmita juga menghiasi acara tersebut dan menyampaikan harapan agar karya serta pengalaman Asido dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Di tengah kesibukanya, Asido mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang selalu diberikan oleh keluarga, rekan kerja, dan masyarakat. Ia juga menyatakan komitmen untuk tetap aktif berkarya dan memberikan kontribusi bagi perkembangan seni musik Indonesia ke depannya, dan saya sangat senang dan bahagia dapat bertemu Sahabat sahabat, saya mengucapkan terimakasih untuk semuanya yang sudah hadir di acara bahagia ini.

Bupati Jayawijaya Hadiri Rakornas Pemda dan Pusat Tahun 2026 di Sentul Bogor

INLINK,BOGOR | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH, MH, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh 4.453 peserta, yang terdiri dari menteri dan pimpinan lembaga, gubernur beserta Forkopimda, serta bupati dan wali kota bersama Forkopimda dari seluruh Indonesia.

Kehadiran Bupati Jayawijaya dalam forum nasional ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mendukung dan menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan program prioritas pemerintah pusat.

Dalam wawancara, Bupati Atenius Murip, SH, MH menyampaikan bahwa Rakornas ini sangat strategis sebagai wadah penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pelaksanaan program-program prioritas Presiden. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya siap mendukung dan mengimplementasikan kebijakan nasional agar dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan kondisi daerah,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa melalui forum ini, pemerintah daerah dapat memperoleh arahan yang jelas terkait kebijakan strategis nasional, sekaligus menjembatani berbagai tantangan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.

“Harapan kami, hasil Rakornas ini dapat ditindaklanjuti secara konkret di daerah, sehingga program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Jayawijaya,” tambahnya.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini diharapkan mampu mendorong percepatan implementasi program prioritas nasional melalui penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan koordinasi, serta penyelarasan kebijakan pusat dan daerah demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Polres Jepara Tindak Balap Liar Jelang Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui Tim Patroli Siraju kembali berhasil mengamankan sejumlah motor tidak sesuai standar, Minggu (1/2/2026) dini hari.

Sedikitnya tiga motor yang terindikasi balap liar tersebut langsung disanksi tegas oleh petugas.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menerangkan, bahwa penindakan di jalan raya Soekarno-Hatta Kecamatan Tahunan, Jepara ini, merupakan hasil patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sekaligus menjelang Operasi Keselamatan Candi 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Ada sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan. Mulai dari motor yang tidak dilengkapi surat, ban kecil hingga knalpot brong.

“Dari kegiatan tersebut, kami berhasil mengamankan tiga motor dari pembalap liar di Tahunan,” ungkapnya.

Penindakan tersebut, lanjut AKP Dwi, sekaligus menindak lanjuti keresahan masyarakat melalui layanan aduan call center 110 Polri akan maraknya penggunaan knalpot brong yang menimbulkan polusi suara dan mengganggu ketentraman masyarakat.

Terlebih, kondisi jalan raya Soekarno-Hatta Kecamatan Tahunan yang lebar dan halus kerap dijadikan arena balap liar saat malam hari.

Selain itu, Kasihumas menambahkan, bahwa aksi balap liar ini tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, pecinta kecepatan motor itu juga telah diberi wadah event-event balapan di sirkuit yang ada di Kabupaten Jepara.

AKP Dwi juga meminta kepada masyarakat agar tak segan melapor kepada pihak kepolisian terdekat ataupun layanan aduan call center 110 Polri yang aktif 24 jam. Jika terusik oleh aksi balap liar.

Ia juga memberikan imbauan kepada para pelaku balap liar untuk tidak mengulangi aksi balap liar. AKP Dwi menegaskan, balap liar bisa membahayakan para pelaku juga pengguna jalan lainnya.

“Kami dari pihak kepolisian memberikan imbauan kepada para pengendara tersebut agar tidak mengulangi aksinya kembali karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya,” imbuhnya.

Diduga Abai Keselamatan Pengunjung, Wisata Umbul Sigedang–Kapilaler Dipenuhi Lumut Licin

INLINK, Umbulsari, 1 Februari 2026 — Pengelolaan wisata air Umbul Sigedang–Kapilaler yang berlokasi di Umbulsari, Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menuai sorotan tajam. Pasalnya, hasil investigasi awak media di lokasi menemukan kondisi lapangan yang bertolak belakang dengan keterangan salah satu pengurus yang mengaku sebagai koordinator lapangan (korlap).

Berdasarkan pantauan langsung, pinggiran kolam terlihat licin dan dipenuhi lumut, kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan pengunjung.

Awak media juga memperoleh informasi bahwa beberapa pengunjung sempat terpeleset dan jatuh akibat permukaan kolam yang tidak terawat dengan baik.

Kondisi tersebut mematahkan klaim pihak pengelola yang sebelumnya menyampaikan bahwa perawatan dan pemeliharaan wisata dilakukan secara rutin. Fakta di lapangan justru menunjukkan minimnya upaya perawatan, khususnya pada area vital yang bersentuhan langsung dengan keselamatan pengunjung.

Sebagai destinasi wisata air yang ramai dikunjungi, aspek keamanan dan kebersihan seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas. Kelalaian dalam pemeliharaan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius dan mencoreng citra pariwisata daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Umbul Sigedang–Kapilaler belum memberikan klarifikasi resmi atas temuan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait pada pemberitaan selanjutnya sesuai dengan prinsip keberimbangan.

Polres Wonogiri Gelar Lomba Menembak King of Plate, Perkuat Sinergi dan Publikasi Positif Polri

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar Lomba Menembak King of Plate bersama Perbakin dan Gajah Mungkur Shooting Club (GMSC) Wonogiri di Lapangan Tembak Sanika Satyada Polres Wonogiri, Kecamatan Wuryantoro, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.30 WIB ini diikuti 154 peserta dari unsur Polri, komunitas olahraga menembak, hingga masyarakat umum. Sejumlah pejabat Forkopimda, Perbakin Soloraya, Polres jajaran Soloraya, serta influencer dan konten kreator turut hadir memeriahkan acara.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah memperkuat sinergi lintas instansi dan mendekatkan Polri dengan masyarakat.

“Lomba menembak King of Plate ini menjadi sarana membangun kebersamaan antara Polri, Forkopimda, Perbakin, komunitas shooting club, serta masyarakat. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa olahraga menembak dapat disalurkan secara legal, aman, dan profesional,” ujar AKP Anom Prabowo.

Dalam perlombaan tersebut, peserta menggunakan senjata api laras pendek jenis HS kaliber 9 mm dengan jarak tembak 15 meter. Setiap peserta diberi lima butir peluru untuk menjatuhkan lima plat besi, dengan penilaian berdasarkan waktu tercepat menjatuhkan seluruh sasaran.

Juara pertama berhasil diraih Aipda Arifin, S.H. dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah dengan catatan waktu 6,51 detik, sekaligus menjatuhkan seluruh plat sasaran. Pemenang berhak membawa pulang hadiah satu unit sepeda motor, piala, dan medali.

AKP Anom menambahkan, kehadiran influencer dan konten kreator dalam kegiatan tersebut turut memperluas jangkauan publikasi positif Polres Wonogiri di media sosial.

“Ini bagian dari strategi komunikasi publik Polri. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa Polri hadir secara humanis, terbuka, dan profesional, sekaligus mendukung prestasi olahraga,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Wonogiri berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai sarana pembinaan prestasi, penguatan soliditas, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri.

Momen Unik CFD Simpang Lima, Pengunjung Antusias Coba Segway Patroli Polisi

INLINK, Kota Semarang | Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (1/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Selain menikmati olahraga pagi dan wisata kuliner, para pengunjung CFD juga mendapatkan pengalaman unik dengan mencoba kendaraan segway yang digunakan personel Ditpamobvit Polda Jawa Tengah dalam kegiatan patroli pengamanan.

Segway merupakan kendaraan listrik roda dua yang dioperasikan dengan keseimbangan tubuh pengendara. Kendaraan ini digunakan saat patroli CFD karena dinilai efektif, ramah lingkungan, lincah bermanuver di area padat, serta memungkinkan petugas bergerak cepat menyusuri kawasan keramaian tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Anuardi, menyampaikan bahwa penggunaan segway dalam patroli merupakan bagian dari upaya Polri menyesuaikan metode pengamanan dengan karakteristik ruang publik.

“Segway digunakan untuk mendukung mobilitas patroli di area keramaian seperti CFD. Selain efektif, sarana ini juga mendukung pendekatan humanis sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan lebih dekat oleh masyarakat,” ujar Kombes Pol Anuardi.

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, personel Ditpamobvit Polda Jateng menyusuri kawasan Jalan Pahlawan dan seputar Simpang Lima yang sejak pagi hari telah dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran segway patroli tersebut turut menarik perhatian sejumlah pengunjung. Tak sedikit warga yang berhenti sejenak, menyapa petugas, bahkan antusias saat diberi kesempatan mencoba mengendarai segway dengan pendampingan langsung dari personel patroli.

Salah satu petugas patroli pariwisata Ditpamobvit Polda Jateng, Aipda Tri Wardoyo, menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara dialogis dengan tetap mengedepankan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

“Situasi CFD sangat ramai oleh masyarakat yang berolahraga, berbelanja, wisata kuliner, serta melakukan berbagai aktivitas lainnya. Kami juga secara aktif memberikan imbauan kepada para pengunjung untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan di sekitar lokasi demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bagi pengunjung lain,” ungkap Aipda Tri Wardoyo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menilai interaksi antara petugas dan masyarakat tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan warga di ruang publik. Melalui interaksi tersebut kegiatan CFD di Simpang Lima dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban sehingga meninggalkan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang hadir.

“Interaksi sederhana seperti ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Pendekatan humanis di ruang publik diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman, nyaman, sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ungkap Kombes Pol Artanto.