Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas Gelar Patroli/Siskamling Keliling, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Wilayah

Jakarta Timur – Dalam rangka menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling bersama Komduk di wilayah Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, bertempat di Kantor Sekretariat RT 006 RW 01 Kelurahan Gedong pada Minggu Malam, (08/02/26).

 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain personel Koramil 03/Ps. Rebo–Ciracas, personel Polsek Pasar Rebo, Satpol PP, FKDM, Ormas, serta warga masyarakat setempat. Patroli dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempererat sinergitas antar instansi dan elemen masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Batuud Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas, Peltu Subiyanto menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan siskamling keliling ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

 

Dengan adanya kegiatan ini, Koramil 03/Pasar Rebo–Ciracas menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta mendukung terciptanya wilayah Pasar Rebo yang aman, damai dan kondusif.

Polisi dan Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Korban Diterkam Buaya di Kecamatan Badau

Belitung – Polisi bersama tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Belitung, Polsek Badau, Brimob Batalyon B Pelopor Belitung, serta Tim Basarnas Kabupaten Belitung, dibantu masyarakat, berhasil mengevakuasi korban meninggal dunia akibat diterkam buaya di wilayah Kecamatan Badau, Senin (9/2/2026) malam.

 

Peristiwa tersebut terjadi di kolong atau sungai bekas tambang yang berada di IUP PT Timah, Dusun Mempiuk RT 05 RW 03 Desa Cerucuk, Kecamatan Badau. Proses evakuasi dilaksanakan sekitar pukul 23.30 WIB hingga selesai dengan melibatkan personel lintas instansi.

 

Korban diketahui bernama Rosmanto alias Pato (42), seorang buruh harian, warga Jalan Murai RT 034 RW 011 Desa Air Rayak Barat II, Kecamatan Tanjungpandan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat berada di sekitar lokasi kejadian.

 

Setelah melalui upaya pencarian, polisi dan tim gabungan berhasil menemukan serta mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr. H. Marsidi Judono untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K. menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut, sekaligus mengapresiasi kerja cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, khususnya di kawasan kolong atau sungai bekas tambang yang berpotensi menjadi habitat satwa liar berbahaya seperti buaya. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan menghindari area-area rawan,” ujar Kapolres Belitung.

 

Kapolres Belitung juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kejadian serupa serta meningkatkan upaya pencegahan demi keselamatan masyarakat.

Koramil 04/Pulogadung Gelar Patroli/Siskamling Keliling di Rawamangun

Jakarta Timur, webid.rumahkawakibi.com/ — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Koramil 04/Pulogadung melaksanakan kegiatan Patroli dan Siskamling Keliling bersama Komduk dan aparat terkait bertempat di Jalan Paus Dalam RT 01 RW 07 Kelurahan Rawamangun Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur pada Senin Malam, (09/02/26).

 

Kegiatan ini melibatkan personel Koramil 04/Pulogadung, personel Polsek Pulogadung, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Keamanan RW 07, Ketua RT 01/RW 07, serta warga masyarakat setempat sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian bersama dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman dan kondusif.

 

Dalam kesempatan tersebut, Batuud Koramil 04/Pulogadung, Serda Ari Kristiono menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan siskamling keliling ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

 

“Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui patroli dan siskamling keliling ini, kami ingin meningkatkan kewaspadaan serta mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

 

Batuud juga menghimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

 

Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Pulogadung, khususnya Kelurahan Rawamangun, senantiasa berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Pencarian Korban Diterkam Buaya di Badau Terus Dilakukan, Kapolres Belitung: Personel Maksimal di Lapangan

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ – Personel Polres Belitung bersama jajaran Polsek Badau, Brimob Batalyon B Pelopor Belitung, dan Tim Basarnas Kabupaten Belitung hingga Senin malam (9/2/2026) masih terus melakukan upaya pencarian terhadap seorang warga yang diduga diterkam buaya di kolong bekas tambang timah wilayah Desa Cerucuk, Kecamatan Badau.

 

Korban diketahui bernama Rosmanto alias Pato (42), buruh harian asal Desa Air Rayak Barat II, Kecamatan Tanjungpandan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kolong bekas tambang yang berada di area IUP PT Timah, Dusun Mempiuk.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula saat korban bersama anak kandungnya, Adrian, selesai bekerja menambang timah. Keduanya kemudian menuju kolong bekas tambang untuk berbilas mandi. Namun, sesaat setelah korban turun ke air, ia tiba-tiba diserang seekor buaya dan diseret masuk ke dalam kolong hingga tidak terlihat lagi.

Mengetahui kejadian tersebut, anak korban segera meminta pertolongan kepada para penambang di sekitar lokasi.

 

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan bersama masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menyisir area kolong, menutup aliran air yang mengarah ke sungai, serta melakukan penyedotan air menggunakan lima unit mesin air guna mempersempit area pencarian.

 

Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K menyampaikan bahwa jajaran Polres Belitung terus berupaya maksimal dalam proses pencarian korban dan akan menurunkan personel Sat Polair polres belitung dengan kelengkapan perahu Rubber Boat dan persenjataan laras panjang untuk membantu proses pencarian Korban

 

“Personel Polres Belitung bersama unsur terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Kami berupaya semaksimal mungkin di lapangan dengan mengedepankan keselamatan personel serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ujar Kapolres.

 

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di kolong atau perairan bekas tambang yang berpotensi menjadi habitat satwa liar berbahaya.

 

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan Polsek Badau, Brimob Batalyon B Pelopor Belitung, Basarnas Kabupaten Belitung, serta masyarakat setempat. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.

Peringati HPN, Sejumlah Aliasi Organisasi Pers Tangkot Gelar Dialog Refleksi 2026

INLINK,  Tangerang Kota |Tahun perjalanan Pers Nasional dimaknai secara substantif oleh insan pers di Kota Tangerang melalui Dialog Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang digelar Aliansi Organisasi Wartawan Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (9/2/2026).

Forum ini menjadi ruang kontemplatif sekaligus konsolidatif untuk menegaskan kembali posisi pers sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga strategis dalam menopang kedaulatan ekonomi dan ketahanan bangsa.

Dialog reflektif yang berlangsung di Ruang Patio Puspem Kota Tangerang tersebut diikuti sekitar 50 wartawan lintas organisasi profesi.

Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, merepresentasikan irisan kepentingan antara kebebasan pers, keberlanjutan ekosistem media, dan stabilitas sosial-politik nasional.
Sejumlah organisasi kewartawanan yang tergabung dalam aliansi hadir dalam kegiatan ini, antara lain Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya, Forum Komunikasi Wartawan Tangerang (FKWT), Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kota Tangerang, serta Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Dr. Mugiya Wardhany, SE, M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mualim, serta para pimpinan organisasi wartawan, di antaranya Andi Lala (Ketua FORWAT), Cecep Yuliardi (Ketua FWJI), Agus M. Romdoni (Ketua KJK), Gugun (Ketua FKWT), dan Mus Mulyadi (Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Tangerang selaku Kepala Pengamanan Objek, Kompol Suyatno, SH, MH, sebagai bagian dari penjaminan kelancaran dan ketertiban kegiatan. Rombongan wartawan kemudian diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang sebelum memasuki ruang dialog.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa, menandai dimulainya forum refleksi yang menempatkan pers dalam kerangka kebangsaan dan tanggung jawab publik.

Dalam sambutannya, Dr. Mugiya Wardhany mengungkapkan bahwa pers memiliki peran fundamental dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terutama di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi opini publik. Menurutnya, pers yang sehat merupakan prasyarat utama bagi terciptanya pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Tema HPN tahun ini mengandung pesan strategis. Pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang rasional, menopang kedaulatan ekonomi melalui informasi yang berkeadilan, serta memperkuat kohesi sosial sebagai fondasi bangsa yang kuat,” ujar Mugiya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kominfo, tengah menyusun buku saku program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai instrumen penguatan keterbukaan informasi publik. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi referensi faktual bagi insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara akurat dan berimbang.

“Kami memandang insan pers sebagai mitra strategis pembangunan. Kolaborasi yang dibangun harus berlandaskan profesionalisme, etika, dan komitmen terhadap kepentingan publik,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pers nasional, sebelum forum memasuki sesi diskusi bersama lima organisasi wartawan yang hadir.

Ketua FWJI Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, dalam pandangannya menyoroti paradoks profesi wartawan di tengah tuntutan profesionalisme yang tinggi, namun masih dihadapkan pada persoalan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi media.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Kominfo, yang selama ini konsisten membuka ruang dialog dengan insan pers. Namun perlu dipahami, wartawan bekerja tanpa jaminan gaji tetap, sementara tanggung jawab menjaga ruang publik dari hoaks dan disinformasi semakin berat,” ujarnya.

Cecep menegaskan bahwa pers yang independen dan berintegritas membutuhkan ekosistem yang sehat, baik dari sisi regulasi, ekonomi media, maupun solidaritas antarwartawan. Ia berharap pers di Kota Tangerang dapat terus bersatu dalam menghadirkan informasi yang faktual, aktual, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Dialog Refleksi Hari Pers Nasional ke-80 ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, sekaligus menegaskan bahwa peringatan HPN tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum intelektual untuk meneguhkan kembali marwah pers sebagai penjaga nalar publik, pengawal demokrasi, dan mitra kritis pembangunan.

Ops Keselamatan Candi 2026: Satlantas Sragen Tertibkan Pajak dan Keselamatan Jalan

INLINK, SRAGEN, JATENG – Satuan Lalu Lintas Polres Sragen terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan menggelar kegiatan sosialisasi wajib pajak kendaraan bermotor sekaligus penertiban keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Sukowati–Ngawi, tepatnya di depan Gedung Kartini Sragen, Senin (9/2/2026).

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, personel Satlantas Polres Sragen bersama unsur UPPD dan Provos turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, memberikan edukasi tertib berlalu lintas, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar patuh membayar pajak kendaraan bermotor.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tanpa mengesampingkan penegakan hukum secara tegas dan humanis.

“Keselamatan di jalan raya dimulai dari kesadaran pengendara. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas, melengkapi administrasi kendaraan, serta patuh membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ujar AKP Kukuh.

Hasil kegiatan menunjukkan masih ditemukannya sejumlah pelanggaran lalu lintas. Petugas mencatat sebanyak 74 pelanggaran, dengan rincian 59 pelanggaran STNK, 5 pelanggaran SIM, serta 10 kendaraan diamankan sebagai barang bukti.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, Satlantas Polres Sragen berharap tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang semakin kondusif di wilayah Kabupaten Sragen.

Polresta Banyumas Ungkap Kasus Pencurian Toko Di Somagede, Empat Tersangka Diamankan

INLINK, Banyumas |Jajaran Satreskrim Polresta Banyumas berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka dengan peran berbeda.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Ardi Kurniawan, S.I.K., M.A., menjelaskan bahwa peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (3/2/26), sekitar pukul 02.00 wib di Toko Endah yang berlokasi di Desa Piasa Kulon.

“Para pelaku masuk ke dalam toko dengan cara memotong gembok pintu menggunakan gunting besi. Setelah berhasil masuk, mereka mengambil sejumlah barang dagangan dan uang tunai milik korban,” ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Peristiwa pencurian baru diketahui korban pada pagi hari sekitar pukul 05.30 wib. Saat korban Endah Ristriani datang untuk membuka tokonya, korban mendapati pintu gerbang dalam kondisi terbuka, gembok hilang, serta rolling door rusak. Setelah korban melakukan pengecekan bersama saksi Kristianto, diketahui sejumlah barang dagangan dan uang di dalam toko telah raib, sehingga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Somagede.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 60 juta. Barang yang dicuri meliputi uang tunai sekitar Rp 2 juta, 31 tabung gas elpiji 3 kilogram, 12 karung beras masing masing seberat 25 kilogram, serta berbagai jenis rokok.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan empat tersangka, yakni SWO (50), ABD alias Bedi serta MDY alias No warga Kabupaten Batang dan SNT alias San yang berdomisili di Kabupaten Kendal. Tersangka San diproses secara terpisah di Polres Brebes sedangkan tersangka Bedi dan No di Polres Kuningan, Polda Jawa Barat.

“Motif para tersangka adalah untuk menguasai barang milik korban yang selanjutnya dijual kembali untuk memperoleh keuntungan pribadi,” jelasnya.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya gunting besi besar, tabung gas elpiji, karung beras, mie instan, dompet, serta satu pasang pelat nomor kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan tersebut. Saat ini, Satreskrim Polresta Banyumas masih terus melakukan pengembangan kasus.

Tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 9 tahun.

Cegah Kecelakaan Fatal, Petugas PJR Polda Jateng Beri Teguran Humanis Hingga Bantu Pengendara Ganti Ban

INLINK, Jateng| Kehadiran polisi di jalan raya bukan semata untuk mengawasi, tetapi juga menyapa dan memastikan keselamatan para pengguna jalan. Hal itu tergambar dalam kegiatan Satgas Pengawalan dan Patroli (Pamwal) Operasi Keselamatan Candi 2026 yang dilaksanakan Unit PJR Polda Jawa Tengah di ruas Tol Brebes–Batang, Senin (9/2/2026).

Patroli rutin yang dipimpin oleh Ipda Faisal Hendra Novenda tersebut menyasar pengendara di sepanjang ruas Tol Pejagan–Pemalang sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sebuah kendaraan pick up yang mengangkut penumpang di bak belakang saat melintas di KM 271.

Menyadari besarnya risiko fatalitas jika terjadi kecelakaan, petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan memberikan imbauan secara humanis kepada pengemudi. Dihadapan pengemudi dan penumpangnya, petugas menyampaikan bahwa mengangkut penumpang di bak terbuka sangat membahayakan keselamatan, terlebih di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Pengemudi tersebut kemudian diberi surat teguran serta diarahkan untuk keluar dari ruas tol dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Fokus kami adalah keselamatan. Penggunaan bak terbuka untuk mengangkut penumpang sangat berisiko. Teguran dan edukasi tersebut kami berikan agar pengemudi memahami bahaya dari perbuatannya,” ujar Ipda Faisal Hendra Novenda di sela kegiatan patroli.

Tak hanya itu, saat melanjutkan patroli di KM 262, petugas kembali mendapati sebuah kendaraan minibus yang berhenti di bahu jalan tol akibat mengalami pecah ban. Menyadari potensi bahaya, petugas segera mengamankan lokasi dengan menempatkan kendaraan patroli di belakang minibus untuk memastikan jarak aman dari kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi. Para penumpang juga diminta untuk menunggu di area yang lebih aman.

Petugas kemudian membantu proses pemasangan ban cadangan hingga kendaraan siap kembali melanjutkan perjalanan. Kepada pengemudi, petugas juga mengingatkan agar selalu mengecek kondisi fisik ban dan tekanan angin sebelum memulai perjalanan jauh.

Menanggapi aksi sigap jajarannya di lapangan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut memberikan apresiasi. Menurutnya, inti dari Operasi Keselamatan Candi adalah hadirnya Polri yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal.

“Apa yang dilakukan personel PJR di jalan tol merupakan perwujudan nyata dari semangat operasi ini. Polisi hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan pertolongan ketika dibutuhkan. Kegiatan ini merupakan wujud pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujar Kabid Humas di Mapolda Jateng pada Senin, (9/2) siang.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum bepergian, khususnya saat melintasi jalan tol. Dirinya mengingatkan bahwa dalam perjalanan berkendara, ada keluarga tercinta yang menanti kepulangan kita di rumah dengan selamat

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain, mematuhi aturan, serta tidak ragu meminta bantuan petugas jika mengalami kendala di perjalanan,” pungkasnya.

Polresta Surakarta Bersama Forkopimda Gelar Kerja Bakti Dukung Gerakan ASRI di Pasar Gede dan Kali Pepe

INLINK, Surakarta | Dalam rangka mendukung Program Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Polresta Surakarta menggelar kegiatan kerja bakti bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta di kawasan Pasar Gede, Kota Surakarta, Senin (09/02/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polresta Surakarta, Brimob Yon C Pelopor, Kodim 0735/Surakarta, instansi terkait, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surakarta, hingga para relawan.

Pantauan di lapangan, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, SH., M.Kn., Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, SS., SE., M.BA., Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H., Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., para Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta, para Kapolsek jajaran Polresta Surakarta, serta jajaran kepala OPD Kota Surakarta.

Seluruh peserta tampak antusias bergotong royong membersihkan area Pasar Buah, Pasar Gede, hingga aliran Sungai Kali Pepe. Pembersihan difokuskan pada sampah plastik, ranting kayu, dan berbagai jenis limbah lainnya guna menciptakan lingkungan pasar dan sekitarnya yang bersih, sehat, serta nyaman bagi masyarakat.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar AKBP Sigit.

Lebih lanjut, Wakapolresta menambahkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah sangat penting. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Polresta Surakarta berharap kegiatan kerja bakti tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, SH., M.Kn. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti tersebut.

“Atas nama warga Kota Surakarta, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari Kepolisian, TNI, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta yang telah hadir dan berpartisipasi pada pagi hari ini,” ucap Wali Kota.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga iklim pariwisata Kota Surakarta, mengingat denyut kehidupan kota sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Kota ini hidup dari pariwisata. Oleh karena itu, kegiatan ini kita lakukan dengan niat baik dan ikhlas untuk menjaga Kota Surakarta tetap berseri, agar dapat dinikmati seluruh warga serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.

Wali Kota Surakarta kembali mengapresiasi seluruh pihak yang hadir dan menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan merawat Kota Surakarta agar tetap bersih, indah, dan nyaman bagi semua.

Diduga punya sakit bawaan, seorang wanita ditemukan meninggal di kamar kosnya

INLINK, Semarang |Warga Dsn. Pateran Ds. Plumbon Kec. Suruh Kab. Semarang saat pagi hari mendadak geger, ini terkait penemuan seorang wanita separuh baya yang meninggal di kamar kos nya Senin Pagi 9 Februari 2026.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., melalui Kapolsek Suruh AKP Sutarto SH. MH., dalam keterangannya menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui oleh suami korban, yang hendak masuk kamar setelah pulang bekerja.

“Korban yaitu ibu Kotiah (50 Th) warga Kec. Banyubiru, korban ditemukan suaminya Rohani (44 Th) yang hendak masuk ke kamar korban. Namun setelah di ketuk ketuk pintu kamar kosnya, tidak ada respon dari korban. Karena curiga, akhirnya suami korban bersama tetangga kos mencoba membuka jendela. Dan korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal diatas kasur.” Ungkap Kapolsek.

Mendapat laporan tersebut, Personel Polsek Suruh langsung mendatangi lokasi dan dibantu Unit Inafis Polres Semarang, dan pihak Medis Puskesmas Suruh untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian penemuan.

Dari hasil pemeriksaan luar, Kapolsek menyampaikan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan dugaan korban meninggal, akibat sakit yang sudah di deritanya selama ini.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan dalam tubuh korban, dugaan korban menderita penyakit asma. Hal ini diperkuat keterangan suami maupun anak korban, dan juga tetangga kos Endang (45 Th) yang dimana pada malam sebelum korban meninggal, Minggu malam 8 Februari 2026. Korban mengeluhkan sesak nafasnya kambuh.” Jelas AKP Sutarto.

Selain keterangan tetangga korban, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi juga menemukan obat pereda nyeri dan obat asma. Diduga dikonsumsi korban saat sakit asma kambuh.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di saksikan kepala desa setempat,pihak keluarga menerima kejadian tersebut. Selanjutnya jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.