Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan banjir di Jl. Rawa Teratai, Rt. 10/RW 05, Kampung Sawah, Kelurahan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung. Banjir ini merendam rumah warga, mengganggu aktivitas, dan menyulitkan akses jalan di sekitar lokasi.

 

Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui media sosial, Satuan Brimob Polda Metro Jaya segera menerjunkan Tim SAR Batalyon B Pelopor untuk evakuasi dan bantuan kemanusiaan. Personel Brimob membantu warga mengevakuasi diri serta mengamankan dokumen penting dan barang berharga dari rumah yang terendam.

 

Evakuasi dilakukan dengan koordinasi pihak kelurahan setempat dan instansi terkait. Tim SAR memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi khusus, agar proses evakuasi berjalan aman.

 

Selain itu, tim Sar Brimob juga menyiapkan bantuan logistik darurat, termasuk suplai makanan dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses evakuasi berlangsung.

 

Dansatbrimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan, “Satuan Brimob Polda Metro Jaya selalu siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Keselamatan penduduk adalah prioritas utama, dan setiap operasi dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan aman.”

 

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keberhasilan operasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah setempat, dan warga dalam menghadapi bencana.

Dianggap Menghalangi Pekerjaan Proyek Perumahan Rasuna Said, Seorang Warga Pinang Diduga Alami Kekerasan Fisik

INLINK, Tangerang |Pembangunan perumahan Sutera Rasuna menyisakan duka bagi Dina Mardianah, warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Pasalanya ibu rumah tangga berusia 45 tahun itu mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum saat membela hak atas tanahnya yang belum dibayar oleh pengembang Alam Sutera.

Peristiwa dugaan kekerasan dan pengeroyokan terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 13.00 wib. Disaat para pekerja menggunakan eskavator sedang membangun gorong-gorong, yang kemudian korban datang melarang mengingatkan tanahnya belum dibayar oleh pihak Alam Sutera.

Sontak sejumlah oknum yang bertugas mengawasi jalannya proyek terlibat cekcok hingga diduga menyeret paksa korban sampai menekan dengan dengkul sehingga korban terjatuh dan mengalami bengkak terkilir dibagian tangan kanan dan pinggangnya.

Video dugaan pengeroyokan dan kekerasan itu pun viral di media sosial dan Whatsapp Group. Korban Dina akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pinang Polrestro Tangerang Kota, Sementara para oknum yang dilaporkan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Pandih selaku orang tua Dina mengatakan, pihaknya sangat mengecam keras tindakan kekerasan dan pengeroyokan yang dialami oleh anaknya, Ia tidak akan memaafkan pelaku atas tindakan premanisme yang menimpa keluarganya tersebut.

“Sampe ke dalem bumi juga saya mah gak mau maafin. Saya sedih melihat anak saya di seret-seret,”ujar Pandih.

Pasca kejadian Dina selaku korban langsung melaporkan kejadian kekerasan dan pengeroyokan yang dialaminya sekitar pukul 17.25 wib, Kemudian korban melakukan visum serta memberikan keterangan dengan nomor laporan LP/B/6/1/2026/SPKT/POLSEK PINANG/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA.

Selanjutnya Kuasa hukum pelapor/korban Erdi Surbakti SH , MH menegaskan, tindakan premanisme pengembang perumahan tersebut cukup biadab yang telah mencederai korban sesuai visum dari dokter, Menurut dia tindakan ini telah melanggar hak asasi masyarakat dimana kliennya sudah lebih dari 50 tahun menguasai tanah tersebut, “kata Erdi.

“Penguasan dapat dibuktikan dengan adanya makam dan rumah tinggal yang ditempati pelapor secara turun temurun,” ungkap Erdi dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Erdi juga mengatakan, tindakan para oknum dengan menyeret korban, mengintimidasi dan menakut-nakuti masyarakat tersebut sudah berlangsung beberapa kali dengan cara bergerombol dan sudah dilaporkan pihak kepolisian sebanyak dua kali. Namun kepolisian dan Pemda Kota Tangerang melalui Camat Pinang tidak mampu menangkap oknum tersebut ataupun menyelesaikan permasalahan yang dialami warganya.

“Akhirnya ini menimbulkan keresahan dan terkesan penegakan serta penertiban hukum tidak jalan sebagaimana perintah Presdien untuk melindungi rakyat kecil dari arogansi pengusaha nakal,” tandasnya.

H. Syarippudin selaku Camat Pinang, saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan perselisihan warganya dengan pengembang Ia mengatakan, “mediasi sudah, tapi dua – duanya mengklaim merasa saling memiliki, dan saya akhirnya menyarankan untuk mereka ke pengadilan saja, “terang Syarippudin melalui pesan WhatsApp, pada hari Sabtu, (17/1/2026)

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak pengembang perumahan Sutera Rasuna. Informasi yang diterima, pihak pengembang meminta agar dilakukan mediasi antara korban dengan oknum yang diduga melakukan kekerasan dan pengeroyokan. (*)

Bupati Jayawijaya Hadiri UMKM Papua Kreatif Emas dan Dorong Pengembangan Kampung Wisata Aitok

INLINK,WAMENA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, bersama Dandim 1702 Jayawijaya serta Kepala Bandara Udara Wamena, menghadiri kegiatan UMKM Papua Kreatif Emas yang berlangsung di Kabupaten Jayawijaya.

Usai menghadiri kegiatan tersebut, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan dengan meninjau potensi wisata alam berupa air terjun serta melakukan penanaman kopi di Kampung Aitok, Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pariwisata, dan pertanian berkelanjutan.
Dalam wawancara di lokasi, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa wilayah Pegunungan Papua memiliki potensi alam yang sangat eksotik dan indah, namun pengembangannya sangat bergantung pada kesadaran dan kemauan masyarakat sebagai pemilik wilayah tersebut.

“Di lembah-lembah pegunungan ini tempatnya eksotik, pemandangannya indah sekali. Sekarang tergantung penghuni tempat-tempat itu mau diapakan, mau dikembangkan sebagai tempat wisata atau tidak, itu tergantung kita yang ada,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa Kampung Aitok sebelumnya dipersepsikan sebagai wilayah yang sulit dikembangkan karena kondisi alamnya yang kering dan dianggap tidak dapat diubah. Namun, melalui inisiatif dan kreativitas pemilik lahan serta masyarakat setempat, kawasan tersebut kini mulai menunjukkan potensi wisata yang menjanjikan.

“Hari ini kita melihat Kampung Wisata Aitok. Dalam bahasa daerah, Aitok itu diperkirakan daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tapi hari ini pemilik tempat bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi masyarakat dan siapa saja yang datang menikmati alam,” lanjutnya.

Menurut Bupati, perubahan tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya kering menjadi kolam ikan, kebun kopi, area wisata, serta keberadaan air terjun yang eksotis.

“Ternyata di situ bisa jadi kolam ikan, ada tempat wisata, pemandangan yang indah, kebun yang tidak hanya ubi tapi juga bisa tanam kopi. Di samping itu ada air terjun yang eksotis yang bisa kita kunjungi,” ungkap Bupati.

Bupati menekankan bahwa kunci utama pengembangan adalah kemauan untuk berbuat terlebih dahulu, bukan menunggu bantuan dari pemerintah.

“Jangan menunggu bantuan proposal dari pemerintah. Ketika ada keinginan dan aksi nyata, pemerintah akan datang melihat dan melakukan pendampingan sesuai kemampuan yang ada,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan beberapa kelompok masyarakat di Distrik Wolo yang sebelumnya berinisiatif mengembangkan wisata alam secara mandiri. Setelah melihat hasil nyata, pemerintah kemudian memberikan bantuan sebagai bentuk respons dan dukungan.

“Karena kita lihat ada aksi, ada hasil, maka kita beri bantuan. Pengembangan itu dimulai dari kemampuan diri sendiri, lalu pemerintah hadir membantu apa yang bisa dibantu, seperti listrik dan air,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menunggu perubahan dari luar, melainkan memulai dari diri sendiri dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Jangan menunggu orang lain datang untuk mengubah kita. Dari diri kita sendiri, potensi alam yang ada kita kembangkan untuk kehidupan keluarga yang lebih baik. Pemuda-pemuda kita harus melihat potensi itu. Selamat dan sukses. Terima kasih, Tuhan memberkati,” tutup Bupati.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat TNI, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Jayawijaya.

Apresiasi Warga, Guru, dan Pelajar Usai Pembangunan Jembatan Dungtemu Oleh Polres Wonogiri

INLINK, Wonogiri – Pembangunan Jembatan Dungtemu di Dusun Dungtemu, Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro, yang dilaksanakan oleh Polres Wonogiri bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, mendapat apresiasi luas dari warga, guru, serta anak-anak sekolah. Jembatan tersebut telah resmi diresmikan pada 19 Desember 2025 dan kini dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat.

Warga Dusun Dungtemu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas selesainya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi akses utama berbagai aktivitas, mulai dari pertanian hingga mobilitas harian masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Wonogiri dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Dulu jembatan ini rusak dan membahayakan, sekarang sudah kuat dan nyaman dilalui. Aktivitas kami jadi lebih lancar,” ujar Edi Sulistiyo, salah satu warga Dusun Kranding.

Apresiasi juga datang dari kalangan guru di Desa Banaran. Para pendidik menilai pembangunan jembatan tersebut sangat membantu keselamatan dan kelancaran akses pendidikan, mengingat jembatan Dungtemu setiap hari dilalui para siswa menuju sekolah.

“Jembatan ini sangat vital bagi anak-anak sekolah. Sebelumnya kami selalu khawatir saat mereka berangkat dan pulang, terutama saat hujan. Sekarang kami merasa jauh lebih tenang karena aksesnya sudah aman,” ungkap Yuni Prihastuti, seorang guru MI Muhammadiyah Kranding saat di wawancarai pada Kamis (15/1/2026).

Sementara itu, kegembiraan turut dirasakan oleh anak-anak sekolah. Mereka mengaku senang karena perjalanan menuju sekolah kini menjadi lebih mudah dan tidak lagi licin atau berbahaya.

“Sekarang jalannya sudah bagus, kami tidak takut lagi saat lewat jembatan. Terima kasih Bapak Polisi dan Bapak Bupati,” ujar salah seorang siswa dengan penuh antusias.

Pembangunan Jembatan Dungtemu dinilai sebagai bukti nyata kepedulian Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat pedesaan.

Diketahui, sebelum direnovasi, kondisi jembatan mengalami kerusakan sekitar 75 persen, terutama pada lantai jembatan dari kayu glugu yang telah lapuk serta sisi tepi jembatan yang rawan membahayakan pengguna. Jembatan dengan panjang 21 meter dan lebar 2,5 meter tersebut direnovasi pada 11–14 Desember 2025 dengan melibatkan personel Sat Samapta Polres Wonogiri, gabungan anggota Polsek Pracimantoro, masyarakat Dusun Dungtemu, serta pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri.

Dengan diresmikannya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat, khususnya aktivitas pendidikan dan perekonomian warga, dapat berjalan lebih aman, lancar, dan berkelanjutan.

Nenek Pengungsi Banjir Kudus Menangis Pikirkan Kucingnya, Polisi Turun Tangan

INLINK, Kudus – Di tengah kunjungan ke posko pengungsian warga terdampak banjir, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kudus Ny. Dona Heru menunjukkan kepedulian yang menyentuh hati. Keduanya mendatangi Posko Pengungsian yang berada di SD 1 Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (16/1/2026).

Saat berinteraksi dengan para pengungsi, Kapolres memperhatikan seorang nenek yang tampak murung. Wajahnya terlihat sedih dan sesekali mengusap air mata. Setelah dihampiri, nenek tersebut diketahui bernama Selagi Narti (65), warga Desa Payaman, yang mengungsi akibat banjir.

Kepada Kapolres, Mbah Narti mengaku sedih dan terus memikirkan tujuh ekor kucing peliharaannya yang ditinggal di rumah karena banjir masih tinggi di wilayah Payaman.

Mendengar hal itu, AKBP Heru Dwi Purnomo langsung merespons cepat.
Tanpa menunggu lama, Kapolres memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan perahu guna mengevakuasi hewan peliharaan milik Mbah Narti.

Mengingat kondisi banjir di Desa Payaman masih cukup tinggi, proses evakuasi dilakukan melalui jalur air.

Kasat Samapta AKP Noor Alifi bersama sejumlah personel kemudian menerjang banjir menggunakan perahu dan berhasil mengevakuasi tujuh ekor kucing milik Mbah Narti dalam kondisi selamat.

Kabar tersebut disampaikan kepada Mbah Narti di posko pengungsian. Seketika, raut wajah bahagia terlihat jelas. Dengan mata berkaca-kaca, Mbah Narti mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajaran Polres Kudus atas kepedulian yang diberikan.

“Alhamdulillah, matur nuwun Pak Polisi. Kulo sampun tenang,” ucap Mbah Narti haru.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami tidak hanya fokus pada keselamatan warga, tetapi juga memperhatikan hal-hal yang menjadi beban pikiran masyarakat, termasuk hewan peliharaan. Karena bagi sebagian warga, itu adalah bagian dari keluarga,” ujar AKBP Heru.

Kapolres juga menawarkan solusi sementara dengan menitipkan tujuh ekor kucing tersebut untuk dirawat di Polsek Mejobo hingga kondisi Desa Payaman benar-benar aman dan banjir surut.

“Sementara waktu, kucing-kucing tersebut akan kami rawat di Polsek Mejobo. Nanti setelah kondisi memungkinkan dan banjir surut, bisa dikembalikan kepada pemiliknya,” jelas Kapolres.

AKBP Heru Dwi Purnomo turut mengimbau masyarakat terdampak banjir agar tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan.

“Kami mengimbau warga untuk tetap berada di posko pengungsian demi keselamatan. Jika ada kebutuhan mendesak atau hal-hal yang mengkhawatirkan, segera sampaikan kepada petugas. Polri bersama stakeholder terkait siap hadir dan membantu,” pungkasnya.

Kapolres Kendal Pimpin Langsung Siaga Bencana Banjir di Desa Kebonadem

INLINK, KENDAL — Polres Kendal menetapkan status siaga bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kendal pada Kamis (15/1/2026). Luapan Sungai Waridin di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, mengakibatkan genangan di sejumlah permukiman warga serta kemacetan di jalur Pantura Brangsong.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, S.I.K., M.H. memimpin langsung apel kesiapsiagaan di Ruang Command Center Polres Kendal pada pukul 21.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolres memerintahkan seluruh personel piket fungsi untuk segera bergerak ke lokasi terdampak guna membantu evakuasi warga dan pengamanan wilayah.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi telah menyebabkan banjir di beberapa titik. Kami instruksikan seluruh personel untuk siaga penuh, turun langsung membantu masyarakat, dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” kata AKBP Hendry saat memberikan arahan kepada jajarannya.

Luapan Sungai Waridin terjadi sejak pukul 17.30 WIB, merendam Dukuh Kauman, Dukuh Kradenan, dan Dukuh Kebonadem. Debit air yang meningkat membuat air melampaui bibir jembatan dan masuk ke permukiman warga. Selain merendam rumah penduduk, genangan juga mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional Pantura.

Polres Kendal membagi tugas personel sesuai fungsi masing-masing. Satu pleton Dalmas diterjunkan ke Brangsong menggunakan truk operasional dan membawa perahu karet untuk keperluan evakuasi. Satuan Lalu Lintas dikerahkan untuk mengurai kemacetan, sementara personel narkoba berkoordinasi dengan BPBD Kendal. Personel Reskrim dan Intelkam disiagakan untuk pengamanan dan pendataan wilayah terdampak.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Kapolres Kendal bersama Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Plt Kapolsek Brangsong AKP Nugroho Agung Purnomo, serta Kasat Lantas AKP Panji Yugo Putranto meninjau langsung lokasi banjir. Dalam peninjauan tersebut, petugas mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya tergenang cukup tinggi dan dinilai tidak layak huni sementara.

Kapolres Kendal menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Kami akan terus berada di lokasi sampai situasi benar-benar aman. Personel juga kami siagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Hingga Jumat (16/1/2026) pukul 01.00 WIB, Kapolres Kendal bersama personel gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan, pengamanan, serta membantu proses evakuasi. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Polsek Juwana Dirikan Dapur Umum, Warga Korban Banjir: Terima Kasih Polisi Sudah Hadir

INLINK, Pati – Polsek Juwana bersama Forkopimcam Juwana mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Kecamatan Juwana dan berlangsung pada Jumat (16/1/2026).

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Juwana AKP Mudofar, S.H., mengatakan pendirian dapur umum merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Kegiatan ini melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah kecamatan, organisasi masyarakat, hingga relawan.

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat, khususnya kebutuhan pangan,” kata AKP Mudofar, Jumat (16/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dapur umum memasak sebanyak 1.050 nasi bungkus yang kemudian didistribusikan ke sejumlah desa terdampak banjir dengan pengawalan personel kepolisian.

“Kami menyiapkan 1.050 nasi bungkus dan langsung menyalurkannya ke desa-desa terdampak agar kebutuhan makan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.

Distribusi bantuan dilakukan mulai pukul 13.00 WIB dengan mekanisme penyerahan melalui kepala desa maupun langsung kepada warga. Desa penerima bantuan meliputi Desa Kedungpancing, Jepuro, Tluwah, Doropayung, dan Growong Kidul.

Selain bantuan pangan, Polsek Juwana juga menggandeng Dokkes Polresta Pati untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di Balai Desa Kedungpancing sebagai langkah antisipasi gangguan kesehatan pascabanjir.

“Kami juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan karena pascabanjir rawan penyakit. Ini bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” jelas AKP Mudofar.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kedungpancing mengaku sangat terbantu dengan kehadiran dapur umum dan bantuan dari kepolisian. Ia menyampaikan terima kasih kepada Polresta Pati melalui Polsek Juwana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi. Bantuan makanan dan pemeriksaan kesehatan ini sangat membantu kami yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya yang berharap kehadiran aparat kepolisian terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.

AKP Mudofar menegaskan Polri akan terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam penanganan bencana sebagai wujud komitmen Polri yang presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana,” tegasnya.

Polres Jepara dan Bhayangkari Gelar Baksos untuk Warga Terdampak Banjir Dan Tanah Longsor

INLINK, Jepara | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dian Hadi Kristanto didampingi pejabat utama Polres Jepara dan pengurus Bhayangkari menggelar kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat (16/1/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menyampaikan, bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan.

Ia menegaskan, bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Kami berharap bantuan sosial ini dapat sedikit meringankan beban warga, serta menjadi penguat kebersamaan antara Polri dan masyarakat,” ucapnya.

Usai memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Tempur, Kapolres Jepara bersama rombongan juga meninjau kondisi jalan putus akibat longsor di alur Sungai Gelis Kaliombo, Keling.

Dimana jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju Desa Tempur dan sekitar 60–80 meter badan jalan hilang terseret arus sungai.

“Kami mengimbau warga masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana lanjutan seperti banjir dan tanah longsor,” ucap Kasihumas.

Hingga saat ini Polres Jepara terus melakukan pemantauan situasi kamtibmas serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi dampak bencana di wilayah Kabupaten Jepara.

Korbrimob Polri Terima Kunjungan Karojemengar Stamarena Polri Tinjau Kesiapan RS Bhayangkara Brimob Cikeas

Bogor, webid.rumahkawakibi.com/ – Dalam rangka memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di lingkungan Korbrimob Polri, serta sebagai bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi pembangunan fasilitas kesehatan, Korbrimob Polri menerima kunjungan kerja dari jajaran Stamarena Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob (RSBB) Tk. IV Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kamis (15/1/2025).

 

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meninjau langsung progres penyelesaian gedung rumah sakit yang ke depan diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang profesional dan berkelanjutan bagi personel Polri.

 

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Karojemengar Stamarena Polri Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, didampingi oleh Kabid Kesjas Korbrimob Polri Kombes Pol. Bambang Wiji Asmoro, Karumkit Bhayangkara Brimob AKBP. Arinando Pratama, serta dihadiri para pejabat dan anggota yang terlibat.

 

Dalam pelaksanaannya, rombongan melaksanakan peninjauan ke sejumlah area gedung dan fasilitas yang sedang dalam proses penyelesaian, disertai paparan singkat mengenai progres pembangunan, rencana operasional, serta tahapan pemenuhan standar pelayanan kesehatan.

 

Kunjungan ini juga menjadi sarana koordinasi dan evaluasi antara Stamarena Polri dan Korbrimob Polri dalam rangka optimalisasi dukungan jaminan pemeliharaan kesehatan sebelum rumah sakit tersebut dioperasionalkan.

Masuki purna tugas, Polres Semarang gelar Wisuda Purna Bhakti 30 Personel

INLINK,  Semarang, Jateng |Sebanyak 30 personel Polres Semarang mengikuti kegiatan wisuda Purna Bhakti yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026 di Gedung Condrowulan Polres Semarang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., dan dihadiri Wakapolres, seluruh Pejabat Utama Polres Semarang, Kapolsek jajaran serta perwakilan personel Polres Semarang, hadir pula Pj. Ketua Bhayangkari Cab. Semarang beserta pengurus.

Wisuda purna bhakti ini diperuntukkan bagi personel yang memasuki masa purna tugas periode Januari hingga Desember 2025 sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri, khususnya Polres Semarang.

Dalam sambutannya, Kapolres Semarang menyampaikan rasa syukur karena dapat mengantarkan para senior dan rekan yang telah mendarma baktikan dirinya untuk Polri.
“Pagi ini kita bersyukur bisa mengantarkan senior-senior dan sahabat-sahabat kita yang telah mendarma bhaktikan diri untuk Polri. Kami mengucapkan selamat menuntaskan pengabdian di kepolisian, dan ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi yang telah diberikan selama masa dinas. “Terima kasih atas dedikasi, prestasi, dan pengabdian yang telah diberikan kepada Polri, khususnya Polres Semarang. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada bapak dan ibu sekalian,” lanjutnya.

Sebagai pimpinan Polres Semarang, Kapolres turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. “Sebagai pimpinan, kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga bapak dan ibu yang purna bhakti senantiasa diberikan kesehatan dan tetap menjadi panutan di tengah masyarakat,” tutup Kapolres.

Kegiatan wisuda purna bhakti berlangsung dengan khidmat, penuh rasa hormat, dan kekeluargaan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian panjang para personel kepada bangsa, negara, dan masyarakat melalui institusi Polri.