Peringati Isra Mi’raj, Polres Wonogiri Gelar Binrohtal Secara Daring untuk Perkuat Mental Personel

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipusatkan dari Masjid Al Ma’ruf Polres Wonogiri, Kamis (15/1/2026) siang.

Binrohtal dimulai pukul 11.30 WIB dan diikuti oleh perwakilan personel Bag, Sat, dan Sie Polres Wonogiri yang beragama Islam. Kegiatan ini menghadirkan penceramah Habib Jakfar Al Musawwa yang menyampaikan tausiyah bertema makna Isra’ Mi’raj sebagai sarana meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta penguatan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa pelaksanaan Binrohtal secara daring merupakan bentuk adaptasi Polri tanpa mengurangi esensi pembinaan spiritual bagi personel.

“Pembinaan rohani dan mental tetap menjadi prioritas. Melalui Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat sebagai bekal dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, momentum peringatan Isra’ Mi’raj menjadi pengingat pentingnya nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku setiap anggota Polri di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polres Wonogiri dalam membangun SDM Polri yang Presisi, humanis, dan berintegritas,” imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung, pelaksanaan Binrohtal melalui Zoom Meeting berjalan aman, tertib, dan lancar. Polres Wonogiri memastikan pembinaan rohani dan mental akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.

Kalapas Pati Hadiri Pembukaan Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin Pegawai serta Panen Raya Serentak di Nusakambangan

INLINK, Nusakambangan – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati, menghadiri secara langsung kegiatan Pembukaan Pembinaan Fisik, Mental, dan Disiplin Pegawai yang dirangkaikan dengan Panen Raya Serentak, Kamis (15/1/2026) di Nusakambangan. Kegiatan Panen Raya Serentak ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan diikuti jajaran Eselon I Kemenimipas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Tengah, yang terhubung secara virtual dengan pusat kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon.

Setelah mengikuti zoom Panen Raya Serentak, Kalapas Pati turut mengikuti panen raya secara langsung di Lapas Pasir Putih Nusakambangan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan terpadu yang tidak hanya menekankan penguatan karakter pegawai, tetapi juga optimalisasi pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian dan perikanan.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, pemanfaatan lahan pembinaan kemandirian mencapai 44,2 hektar dengan total hasil panen 123,5 ton yang sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan di lingkungan Pemasyarakatan serta didonasikan kepada wilayah terdampak bencana alam.

Kalapas Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa keterlibatan jajaran Pemasyarakatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan integritas dan kinerja pegawai. “Pembinaan fisik, mental, dan disiplin pegawai harus sejalan dengan keberhasilan pembinaan warga binaan. Panen Raya Serentak ini menjadi bukti bahwa sinergi seluruh jajaran mampu menghadirkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan dan bermanfaat,” ungkapnya.

Polsek Plupuh Berjibaku Ringankan Beban Korban Tanah Longsor

INLINK, Sragen, Jateng — Di tengah sisa-sisa lumpur dan tanah yang tergerus hujan deras, semangat kemanusiaan justru tumbuh kuat di Dukuh Pojok, Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh.

Kamis (15/1/2026) pagi, personel Polsek Plupuh bersama Forkopimcam Plupuh turun langsung berjibaku membantu Bapak Subasir, warga yang rumahnya terdampak tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sejak pukul 08.30 WIB, halaman rumah sederhana milik Subasir dipenuhi aparat lintas sektor.

Tak ada jarak antara aparat dan warga, yang ada hanyalah keringat, doa, dan tekad bersama untuk meringankan beban sesama.

Kerja bakti sinergis ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di saat masyarakat menghadapi musibah.

Wakapolsek Plupuh Iptu Sardi yang berada dilokasi memimpin kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral aparat terhadap warga yang tertimpa bencana.

“Ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi panggilan nurani. Saat warga mengalami musibah, Polri bersama TNI dan pemerintah kecamatan harus hadir, bekerja, dan merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Iptu Sardi.

Kerja bakti dilakukan dengan pembagian tugas yang terorganisir. Sebagian personel memotong bambu, sementara lainnya membangun tanggul darurat untuk menahan tanah agar tidak kembali longsor. Meski material permanen belum tersedia, upaya penanggulangan sementara ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko lanjutan, terutama jika hujan kembali turun.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Plupuh, di antaranya Bataud Koramil Plupuh Peltu Sukardi, Kasi Trantib Kecamatan Plupuh Wiranto, anggota Polsek Plupuh, anggota Koramil Plupuh, serta perangkat kecamatan. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak bencana alam di wilayah pedesaan.

Kapolsek Plupuh Iptu Mohamat Nur Arifin mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa Polres Sragen berkomitmen untuk selalu hadir secara humanis dan responsif terhadap setiap permasalahan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam momen-momen kemanusiaan. Inilah wujud Polres Sragen Baik, hadir, peduli, dan bekerja bersama rakyat,” tegasnya.

Bagi Bapak Subasir dan keluarganya, kehadiran aparat bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga suntikan semangat dan harapan. Di tengah musibah yang menguji keteguhan, gotong royong menjadi penguat bahwa mereka tidak sendirian.

Kerja bakti tersebut pun ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan dan keselamatan, agar bencana serupa tidak kembali terjadi. Dari Plupuh, pesan kemanusiaan kembali digaungkan, di saat tanah runtuh, solidaritas justru berdiri kokoh.

Batalyon A Pelopor Satbrimob PMJ Menggelar Dapur Lapangan Membantu Warga Terdampak Bencana

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar dapur lapangan untuk membantu warga terdampak bencana banjir di wilayah Kel. Semper Barat Kec. Cilincing, Jakarta Utara.

 

Kegiatan dapur lapangan ini dipimpin oleh Ipda Siswanto, S.H., “kami hadir di lapangan sebagai bentuk kepedulian dan misi kemanusiaan untuk membantu warga yang membutuhkan” ujarnya

 

Dapur lapangan Brimob juga merupakan salah satu bentuk nyata Program Kapolda Metro Jaya sesuai Slogannya *Jaga Jakarta*

 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para warga dan menjadi wujud komitmen Satuan Brimob Polda Metro Jaya untuk memberikan pelayanan serta memastikan setiap perkembangan situasi tertangani secara cepat dan tepat.

Persaudaraan Mimikri Ucapkan Selamat, Kol. CPM Eko Yuni Sulistyo Resmi Jabat Kasat Lidkrimpamfik Puspom TNI

INLINK, Jakarta – Persaudaraan Mimikri menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penunjukan Kolonel CPM Eko Yuni Sulistyo, S.H. sebagai Kepala Satuan Lidkrimpamfik Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI). Jabatan strategis ini berada di garda depan penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI, Kamis (15/01/2026).

Penugasan tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan institusi terhadap figur perwira menengah yang memiliki rekam jejak profesional serta komitmen kuat terhadap supremasi hukum militer.

Ketua Umum Persaudaraan Mimikri, Oscar Emanuel Indradjaja, S.H., M.H., menegaskan bahwa amanah ini diharapkan memperkuat wibawa penegakan hukum di tubuh TNI.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Kolonel CPM Eko Yuni Sulistyo, S.H. atas jabatan barunya sebagai Kasat Lidkrimpamfik Puspom TNI. Semoga amanah ini dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan ketegasan demi tegaknya hukum di lingkungan TNI,” tegas Oscar.

Sekretaris Umum Persaudaraan Mimikri, Albertus Tody Bintoro Ajie, menyebut kepemimpinan Kolonel CPM Eko Yuni Sulistyo diharapkan membawa arah baru yang lebih presisi dan berorientasi pada keteladanan.

“Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, penegakan hukum militer akan semakin terukur, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi disiplin prajurit,” ujarnya.

Redaksi turut menyampaikan ucapan selamat dan menilai pengangkatan Kolonel CPM Eko Yuni Sulistyo sebagai momentum penting dalam penguatan supremasi hukum dan profesionalisme Polisi Militer TNI.

“Penunjukan Kolonel CPM Eko Yuni Sulistyo sebagai Kasat Lidkrimpamfik Puspom TNI mencerminkan kepercayaan institusi terhadap sosok perwira berpengalaman. Kami berharap kepemimpinannya mampu memperkokoh wibawa penegakan hukum militer serta meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Redaksi.

Ucapan dan pernyataan tersebut menegaskan harapan agar amanah jabatan yang diemban tidak hanya berjalan administratif, tetapi memberi dampak strategis dalam menjaga marwah hukum, disiplin, dan ketertiban nasional.

Polres Sragen Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Awal Tahun 2026

INLINK,  Sragen |Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen kembali menunjukkan keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen. Pada Selasa 13/1, tim Satresnarkoba Polres Sragen berhasil menangkap seorang pengedar sabu di wilayah Kecamatan Masaran Sragen.

Terduga pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang laki-laki berinisial “TR” (30), warga Kecamatan Masaran kab Sragen. Terduga pelaku ditangkap setelah petugas menerima informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran sabu di wilayah tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 klip serbuk narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 1.33 gram. Terduga pelaku juga mengakui bahwa sabu tersebut akan dijual ke beberapa orang di wilayah Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Mohammad Luqman, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Polres Sragen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen.

“Penangkapan ini menunjukkan bahwa Polres Sragen tidak akan berhenti dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen. Kami akan terus melakukan operasi dan penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba,” tegas AKP Luqman.

Tersangka dijerat dengan Kesatu Pasal 114 ayat (1) UU R.I. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau kedua Pasal 609 ayat (1) UU RI NO 1 tahun 2023 tentang Kuhp jo Pasal VII angka 50 UU RI No 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Cuaca Ekstrem Rendam Jalur Pantura, Kapolresta Pati Monitoring Langsung Arus Lalu Lintas di Widorokandang

INLINK, PATI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk merendam Jalur Pantura Pati–Juwana tepatnya di Traffic Light (TL) Widorokandang, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Rabu (14/1/2026). Kondisi ini berdampak langsung pada perlambatan arus lalu lintas di jalur nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik Pantura timur.

Merespons situasi tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati turun langsung ke lokasi melakukan monitoring pada pukul 10.30 WIB hingga selesai. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bagian dari langkah cepat Polri memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan optimal di tengah kondisi darurat.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari genangan air, arus kendaraan, hingga kesiapan personel dalam melakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi di sela pemantauan.

Hasil pantauan menunjukkan genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Sungai Silunggonggo. Air menutup sebagian badan jalan dan memperparah kondisi infrastruktur, terutama munculnya lubang-lubang jalan yang tidak terlihat oleh pengendara.

“Salah satu penyebab utama perlambatan kendaraan adalah banyaknya lubang jalan yang tertutup air akibat banjir. Ini sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar,” tegas Kapolresta Pati.

Arus lalu lintas di kawasan TL Widorokandang didominasi kendaraan besar, khususnya truk bermuatan berat yang melintas di jalur logistik Pantura. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus bergerak ekstra pelan untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Dominasi truk besar membuat kami harus lebih ekstra dalam pengaturan, karena jika terjadi satu insiden saja, dampaknya bisa langsung panjang ke belakang,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Dalam pengamanan tersebut, Kapolresta Pati memastikan personel lalu lintas telah disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan, penguraian antrean, serta antisipasi kemacetan berkepanjangan.

“Kami sudah instruksikan anggota untuk siaga penuh, mengatur arus secara situasional, dan melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan,” jelasnya.

Kapolresta Pati juga menegaskan bahwa TL Widorokandang menjadi fokus utama pengamanan karena merupakan simpul pertemuan arus dari arah Pati, Juwana, Rembang, dan Kudus dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

“Lokasi ini adalah titik krusial, sehingga pengaturan harus tepat dan responsif agar arus tetap bergerak meski terbatas,” ungkapnya.

Selain pengaturan di lapangan, Kapolresta Pati menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan terbuka melalui media resmi.

“Kami minta informasi kondisi lalu lintas terus diperbarui agar masyarakat bisa menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur alternatif,” ujarnya.

Mengakhiri pemantauan, Kapolresta Pati mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan kecepatan, patuhi arahan petugas, dan tetap waspada terhadap genangan serta lubang jalan,” pungkasnya.

Polresta Pati memastikan pemantauan dan pengamanan akan terus dilakukan selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan banjir. Kehadiran Polri di lapangan diharapkan mampu menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sehingga aktivitas masyarakat serta distribusi logistik di Jalur Pantura tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Kemanusiaan, Bulan Dana PMI 2025 Himpun Lebih dari Rp1,5 Miliar

INLINK, Wonogiri – Komitmen Polres Wonogiri dalam mendukung program kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui kehadiran jajaran kepolisian pada kegiatan Serah Terima Hasil Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri Tahun 2025, yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (14/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa total pendapatan Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri Tahun 2025 mencapai Rp1.583.545.608. Dana ini merupakan hasil penggalangan yang dilaksanakan selama dua bulan, sejak 17 September hingga 17 November 2025, berdasarkan Surat Bupati Wonogiri Nomor 486/195 Tahun 2025.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, serta institusi yang telah berkontribusi dalam Bulan Dana PMI. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat Wonogiri.

“Serah terima ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar dari masyarakat. Setiap rupiah yang terkumpul harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegas Bupati. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan ambulans gratis, penanggulangan bencana, hingga program sosial kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri F.X. Pranata, yang juga Sekda Wonogiri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pendapatan terbesar berasal dari Seksi Usaha I sebesar Rp1.123.295.500, disusul kontribusi dari berbagai seksi usaha lainnya serta donasi masyarakat melalui transfer perbankan. Peningkatan pendapatan dibanding tahun sebelumnya menunjukkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana PMI.

Kehadiran Polres Wonogiri pada kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri Presisi yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun empati, kepedulian sosial, dan kemitraan strategis dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara Polres Wonogiri, Pemerintah Daerah, TNI, dan PMI dinilai sebagai kekuatan penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Bupati Wonogiri secara resmi menutup Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri Tahun 2025. Ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor di Wonogiri berjalan solid dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Melalui semangat “Polres Wonogiri Bersinergi”, jajaran Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, serta mendukung setiap upaya kemanusiaan demi terwujudnya Wonogiri yang aman, peduli, dan sejahtera.

Polres Wonogiri Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Polisi Sahabat Anak

INLINK, Wonogiri – Satlantas Polres Wonogiri menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di TK Kemala Bhayangkari 72 Wonogiri, Rabu (14/1/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini dengan pendekatan edukatif dan humanis.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti puluhan siswa TK dengan penuh antusias. Dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonogiri Ipda Muh. Marwah, S.E., bersama tiga personel Satlantas, anak-anak diberikan pengenalan rambu lalu lintas, tata cara penggunaan helm yang baik dan benar, serta cara menyeberang jalan dengan aman.

Materi disampaikan secara interaktif melalui metode belajar sambil bermain, sehingga suasana terasa akrab dan menyenangkan. Anak-anak tampak ceria sekaligus berani berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan kegiatan Polsanak merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan pemahaman keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dengan cara yang ramah dan menyenangkan. Ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis, dekat, dan hadir sebagai sahabat masyarakat,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, edukasi sejak usia dini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas hingga dewasa nanti.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal rambu dan aturan, tetapi juga merasa aman dan dekat dengan polisi. Ini investasi jangka panjang untuk keselamatan berlalu lintas di Wonogiri,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif serupa sebagai bagian dari pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Hubungkan Polri dan Masyarakat

INLINK, Klaten | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Peresmian dipusatkan di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam menghadirkan akses aman dan layak bagi masyarakat pedesaan. Komitmen tersebut disampaikannya dalam laporan di hadapan Kapolri saat acara peresmian.

Kapolda menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Usai peresmian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam doorstop menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan Presiden terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh karena tidak tersedianya jembatan yang layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, secara nasional hingga saat ini telah terbangun sebanyak 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia, sebagian besar dibangun di propinsi Jawa Tengah sebanyak 63 Jembatan Merah Putih Presisi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan jembatan, yang dinilai mampu mempererat hubungan dan membangun kepercayaan antara Polri dan warga.

“Terima kasih kepada jajaran yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaan jembatan. Interaksi ini penting untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” lanjut Kapolri.

Kapolri berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memudahkan anak-anak berangkat sekolah, membantu petani mengangkut hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam laporannya dihadapan Kapolri mengungkap bahwa Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Klaten dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Jembatan tersebut memiliki ukuran 15 meter x 4 meter dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4–5 ton.

“Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan dengan melintasi Sungai Dengkeng,” ujarnya.

Sebelumnya, di lokasi tersebut pernah berdiri jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1981. Namun jembatan itu roboh akibat banjir besar pada tahun 2021. Selama hampir lima tahun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk 371 siswa dari empat sekolah yang harus memutar saat berangkat ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, akses bagi masyarakat dari dua desa, sebelas dusun, dan sekitar 890 kepala keluarga kini kembali terhubung. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi waktu tempuh warga dalam beraktivitas.

Kapolda juga melaporkan bahwa dari 63 Jembatan Presisi yang akan dibangun di wilayah Jawa Tengah, 19 diantaranya telah selesai dibangun. Saat ini terdapat 15 jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan, 4 jembatan yang akan segera dikerjakan, serta 15 titik jembatan yang masih dalam tahap survei dan perencanaan.

“Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga menghubungkan batin antara Polri dan masyarakat. Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadi yang terdepan dalam menyukseskan program pemerintah,” ujar Kapolda.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

“Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat,” pungkas Kabid Humas.