Satlantas Polres Wonogiri Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas ke Pelajar SMA N 1 Purwantoro

INLINK, WONOGIRI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri terus berupaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar di SMA Negeri 1 Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Senin (12/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonogiri Ipda Muh. Marwah, S.E., bersama dua personel Satlantas. Sosialisasi diikuti para siswa yang tampak antusias menerima materi keselamatan berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pentingnya tertib berlalu lintas, serta keselamatan berkendara atau safety riding. Para pelajar juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak dibekali pemahaman yang memadai.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelajar tidak hanya mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pengendara maupun pengguna jalan,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri akan terus menggencarkan kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah preemtif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Wonogiri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa.

Polrestabes Semarang Tertibkan Balap Liar di Semarang Selatan, Puluhan Pelaku Diamankan

INLINK, Semarang – Polrestabes Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melakukan penindakan terhadap aksi balapan liar yang meresahkan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu dini hari, 11 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, di sepanjang Jalan Kompol Maksum, Kecamatan Semarang Selatan.

Dalam operasi yang dipimpin oleh jajaran Satuan Samapta Polrestabes Semarang itu, petugas berhasil mengamankan sebanyak 25 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas balapan liar. Selain itu, polisi juga mengamankan 19 unit sepeda motor yang mayoritas menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Aksi balapan liar tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, terlebih dilakukan pada jam rawan di wilayah perkotaan.

Seluruh pelaku yang diamankan kemudian dilakukan pendataan identitas dan diberikan pembinaan di tempat sebagai langkah preventif agar tidak mengulangi perbuatannya. Sementara itu, barang bukti berupa kendaraan bermotor diserahkan kepada piket Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang untuk dilakukan proses penindakan berupa penilangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasat Samapta Polrestabes Semarang dalam keterangannya menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menciptakan situasi Kota Semarang yang aman dan kondusif.

“Penindakan balap liar ini kami lakukan sebagai langkah tegas namun humanis demi menjaga kondusifitas Kota Semarang. Balapan liar tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya AKBP Tri Wisnugroho.

Ia menambahkan, Polrestabes Semarang akan terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif, khususnya pada jam-jam rawan, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan dengan tidak segan melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Keamanan kota adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat untuk menyalurkan hobi otomotifnya pada tempat yang tepat dan aman,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Polrestabes Semarang berharap situasi kamtibmas di wilayah hukum Kota Semarang tetap terjaga dengan baik, aman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Banjir di Kota Pati, Satpolairud Polresta Pati Turun Bersihkan Lumpur Jalan KH Ahmad Dahlan

INLINK, Pati – Personel Satpolairud Polresta Pati memback up kegiatan pembersihan lumpur sisa banjir di Jalan KH Ahmad Dahlan, wilayah Pati Wetan, tepatnya di kawasan Dosoman, Kota Pati, Minggu (11/1). Aksi bersih-bersih ini dilakukan untuk memulihkan kondisi jalan yang sempat licin dan membahayakan pengguna jalan usai banjir melanda kawasan perkotaan.

Sejak pagi hari, personel Satpolairud bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi membersihkan lumpur dan material banjir yang menutup badan jalan. Endapan lumpur yang cukup tebal di sepanjang ruas jalan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, keterlibatan anggotanya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir.

Ia menegaskan, meskipun Satpolairud identik dengan tugas-tugas kepolisian di wilayah perairan, namun dalam kondisi darurat pihaknya siap memberikan dukungan penanganan bencana di darat. Sinergi dengan instansi terkait pun terus dilakukan agar penanganan dampak banjir berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

“Lumpur sisa banjir di badan jalan sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, kami bergerak cepat melakukan pembersihan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” ujar Kompol Hendrik.

Ia menambahkan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kepolisian dalam setiap penanganan bencana. Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan. “Apabila menemukan kondisi yang membahayakan atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada petugas,” pungkasnya.

Aksi bersih-bersih tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Salah seorang warga Dosoman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah sigap membantu membersihkan lumpur sisa banjir. Menurutnya, kehadiran polisi sangat membantu warga karena jalan kembali bersih dan aman dilalui. “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi, khususnya Satpolairud Polresta Pati, yang sudah peduli dan membantu kebersihan jalan. Semoga pelayanan seperti ini terus dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan dibersihkannya lumpur sisa banjir, kondisi Jalan KH Ahmad Dahlan kini berangsur normal dan kembali aman untuk dilalui kendaraan.

Pasca Longsor, Polsek Tlogowungu Bersama Warga Buka Akses Jalan ke Dukuh Pulingan

INLINK, Pati – Polsek Tlogowungu bersama masyarakat Dukuh Pulingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, terus melakukan upaya penanganan pascalongsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Minggu (11/1). Memasuki hari kedua, fokus utama diarahkan pada pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material tanah longsor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari dengan melibatkan personel Polsek Tlogowungu, warga setempat, serta alat berat milik DPUTR Pati. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan dibersihkan secara bertahap agar akses menuju Dukuh Pulingan dapat segera dilalui.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengatakan, keterlibatan lintas sektor dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan di lokasi longsor. Menurutnya, sinergi ini penting agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu akibat terputusnya akses jalan.

Selain membuka akses, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat aparat tetap siaga dan mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas.

Warga Dukuh Pulingan menyambut baik upaya cepat yang dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah. Mereka turut bergotong royong membantu proses pembersihan, baik dengan peralatan manual maupun membantu pengaturan lalu lintas sementara.

AKP Mujahid menjelaskan bahwa pembukaan akses jalan ini bersifat darurat agar mobilitas warga kembali berjalan. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalur ini segera bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan struktur tebing yang longsor. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara,” katanya.

Di akhir kegiatan, Kapolsek Tlogowungu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. “Kami mengajak warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan agar bisa segera ditangani,” pungkas AKP Mujahid.

Menag Hadiri Jalan Sehat Kerukunan HAB ke-80 Kemenag di Wonogiri, Polres Pastikan Kegiatan Kondusif

INLINK, Wonogiri – Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bhakti tersebut dihadiri langsung Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti sekitar 5.000 peserta. Hadir pula jajaran Forkopimda, pimpinan Kementerian Agama, tokoh lintas agama, serta masyarakat Wonogiri. Jalan sehat ini menjadi puncak rangkaian peringatan HAB ke-80 dengan mengusung tema Jalan Sehat Kerukunan.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Wonogiri. Ia juga mengapresiasi capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 yang dinilai sangat membanggakan dan menjadi yang terbaik secara nasional.

“Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Menag.

Rute jalan sehat dimulai dan diakhiri di Alun-alun Giri Krida Bhakti, melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota Wonogiri. Kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni lintas agama serta pembagian doorprize.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa Polres Wonogiri menurunkan personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Polres Wonogiri bersama TNI, Satpol PP, dan Dishub melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam pengamanan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang sejuk serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Wonogiri.

“Polri siap terus bersinergi dengan seluruh elemen untuk menjaga Wonogiri tetap aman, damai, dan rukun,” pungkasnya.

Polres Wonogiri Kawal Peresmian Gedung STABN Raden Wijaya yang Dihadiri Menag

INLINK, Wonogiri – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA meresmikan Gedung Layanan Akademik Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Peresmian berlangsung di halaman kampus STABN Raden Wijaya, Jalan Pudak, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, dan diikuti sekitar 500 peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, unsur Forkopimda Kabupaten Wonogiri, pimpinan OPD, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, akademisi, serta sivitas akademika STABN Raden Wijaya. Peresmian gedung ditandai secara simbolis dengan penancapan Bajhra Manjushri oleh Menteri Agama RI sebagai tanda diresmikannya Gedung Layanan Akademik, Laboratorium Keagamaan, dan Gedung Fakultas Dharmaduta.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa kampus idealnya tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan nilai spiritual dan kemanusiaan. Ia mengapresiasi semangat inklusivitas serta toleransi yang tumbuh di lingkungan STABN Raden Wijaya Wonogiri.

“Perguruan tinggi keagamaan harus melahirkan cendekiawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. Inklusivitas dan penghormatan terhadap perbedaan adalah wajah sejati Indonesia,” ujar Menag.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendukung pengembangan STABN Raden Wijaya, termasuk melalui hibah lahan seluas 8,4 hektare. Ia berharap STABN Raden Wijaya ke depan dapat bertransformasi menjadi institut bahkan universitas, serta menjadi pusat pengembangan pendidikan agama Buddha berskala nasional.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa Polres Wonogiri melakukan pengamanan terpadu selama kegiatan berlangsung.

“Polres Wonogiri bersinergi dengan TNI dan instansi terkait melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan sejak awal hingga selesai. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara peresmian berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, pengamanan kegiatan keagamaan dan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung terciptanya iklim toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri.

“Polri siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang mendorong persatuan, toleransi, dan pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Polres Kudus Gelar Rakor Lintas Instansi, Akses Menuju Colo Ditutup Sementara untuk Kendaraan Besar

INLINK, Kudus – Polres Kudus langsung menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk membahas perkembangan penanganan bencana tanah longsor di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus yang berlangsung di Aula Graha Muria Desa Colo pada Sabtu (10/1/2026).

Longsor tersebut berdampak pada jalan provinsi penghubung Kabupaten Kudus – Kabupaten Pati yang juga merupakan akses utama menuju objek wisata alam dan wisata religi Makam Sunan Muria.

Akibat longsor, badan jalan mengalami amblas dan tergerus air dengan panjang sekitar 50 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman mencapai 20 meter.

Kerusakan itu menyebabkan kendaraan besar seperti bus dan truk tidak dapat melintas. Padahal, bus besar menjadi moda utama rombongan peziarah dari berbagai daerah yang hendak menuju Makam Sunan Muria.

Perwakilan Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Pati, Parjo, menjelaskan bahwa bagian jalan yang tidak longsor merupakan jalan lama dengan pondasi lama, sedangkan bagian yang longsor merupakan hasil pelebaran jalan.

Jalan lama dinilai cukup kuat untuk dilalui bus, namun masih menunggu penilaian dan rekomendasi dari tim PUPR Provinsi Jawa Tengah.

“Penyebab longsor diduga karena derasnya aliran sungai yang menggerus pondasi, ditambah tekanan dari atas serta adanya kendaraan berat yang parkir di sekitar lokasi,” ujarnya.

Selain badan jalan, kerusakan juga terjadi pada jembatan di lokasi tersebut.

Sementara itu, BPSPP Wilayah II Dishub Provinsi Jawa Tengah, Priyo Hadi, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Kudus terkait pemasangan rambu tambahan dan rekayasa lalu lintas.

Dishub Kabupaten Kudus menyebutkan telah memasang imbauan dan pembatasan kendaraan di kawasan Bakalan Krapyak, khususnya larangan bagi kendaraan besar menuju Colo. Untuk sementara, kendaraan shuttle disiapkan, meski jumlahnya masih terbatas.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean menegaskan pihaknya belum mengizinkan kendaraan besar melintas karena kondisi kekuatan tanah dan jalan belum diketahui secara pasti.

“Ini menyangkut keselamatan. Kalau bus atau truk dipaksakan melintas, risikonya sangat tinggi,” tegasnya.

Sebagai solusi sementara, bus diarahkan parkir di Terminal Bakalan Krapyak, kemudian penumpang akan diangkut menggunakan kendaraan shuttle yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

AKP Royke juga mengingatkan bahwa jalur dari arah Pati menuju Colo rawan di tikungan Letter S Tergo, terutama saat lalu lintas padat. Meski guard rail telah diperbaiki sementara, pembangunan talud permanen masih dibutuhkan karena pondasi jalan sudah terlepas.

Hasil rapat menyepakati bahwa akses jalan menuju Wisata Colo menunggu hasil penilaian dan rekomendasi tim PUPR Provinsi Jawa Tengah, yang diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan.

Sambil menunggu rekomendasi tersebut, lanjut Kasatlantas, Polres Kudus dan Dishub akan memasang papan informasi dan imbauan, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat dan peziarah agar tidak menggunakan kendaraan besar menuju Colo.

Polda Jateng Proses Hukum Pelaku Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal di Pelabuhan Tanjung Mas

INLINK, Kota Semarang | Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik penyelundupan komoditas pertanian ilegal yang berpotensi merugikan petani dan membahayakan ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan Dirreskrimsus saat mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung barang bukti bawang bombay ilegal di gudang penyimpanan kawasan Semarang Utara, Sabtu (10/1/2026).

Dalam keterangannya Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah KombesPol Djoko Julianto menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan bawang bombay ilegal yang diangkut menggunakan enam unit truk fuso dan tiba melalui kapal KM Dharma Kartika VII dari Pontianak, Kalimantan Barat.

“Proses penyidikan masih terus berjalan. Sejumlah saksi telah kami periksa, termasuk enam orang pengemudi kendaraan pengangkut yang saat ini masih berstatus saksi,” jelas Kombes Pol Djoko Julianto.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami asal usul barang, dokumen pengiriman, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab, dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait, termasuk karantina dan Bea Cukai.

“Barang bukti saat ini diamankan di gudang penyimpanan. Karena sifatnya mudah rusak dan berpotensi membawa penyakit, nantinya akan dimusnahkan setelah melalui mekanisme hukum dan penetapan pengadilan,” imbuhnya.

Sementara itu saat sesi jumpa pers, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat melalui kanal Lapor Pak Amran, yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi, termasuk unsur TNI POLRI dan Karantina guna mencegah bawang bombay ilegal tersebut beredar di pasaran.

“Totalnya 6.172 karung atau 123 ton. Tapi yang paling penting bukan jumlahnya. Dalam pertanian, satu ton atau seribu ton sama saja kalau membawa penyakit. Ini harus ditindak tegas, dibongkar sampai akar-akarnya. Siapa pun tidak boleh lolos,” tegasnya.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa bawang bombay ilegal tersebut berisiko membawa bakteri dan jamur berbahaya yang tidak ada di Indonesia dan dapat menimbulkan kerugian besar jika masuk ke ekosistem pertanian nasional.

“Kelihatannya cuma enam truk, tapi kalau membawa penyakit, dampaknya jauh lebih besar daripada nilai materinya. Ini yang paling berbahaya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari peredaran komoditas ilegal.

“Polda Jawa Tengah akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan menegakkan hukum secara profesional serta transparan. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah praktik penyelundupan yang merugikan bangsa,” pungkasnya.

Banjir Pati Kota Surut, Polisi Pastikan Pemulihan Warga Berjalan Optimal

INLINK, Pati – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada Sabtu (10/1/2026) berangsur surut. Luapan Anak Sungai Silugonggo dan Sungai Simo sempat menggenangi sejumlah permukiman warga di Desa Widorokandang dan Desa Geritan. Sejak pagi hari, jajaran Polsek Pati Kota melakukan monitoring perkembangan situasi guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Di Dukuh Cangkring RT 03, 04, dan 05 RW 02 Desa Widorokandang, banjir menggenangi jalan perkampungan dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 sentimeter sepanjang kurang lebih satu kilometer. Lima rumah warga sempat terendam air setinggi 5 hingga 20 sentimeter, dengan total warga terdampak mencapai sekitar 60 kepala keluarga atau 265 jiwa.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Heru Purnomo, S.H., M.H. menjelaskan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa maupun pengungsian, banjir tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan situasi kini sudah berangsur normal,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Geritan RT 04 dan 05 RW 01, genangan air setinggi 10 hingga 30 sentimeter merendam jalan perkampungan sepanjang sekitar 800 meter. Sebanyak 45 kepala keluarga atau 249 jiwa terdampak, namun tidak ada rumah yang terendam dan kerugian material dilaporkan nihil.

Menurut IPTU Heru Purnomo, sejak awal kejadian pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi terdampak. “Polsek Pati Kota hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan sekaligus membantu penanganan banjir,” katanya.

Ia menambahkan, personel Polsek Pati Kota turut membantu warga membersihkan lumpur yang tertinggal di jalan dan rumah dengan peralatan seadanya. “Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat pascabanjir,” ucapnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama pemerintah desa, Babinsa, serta dinas terkait guna mempercepat proses pemulihan. “Sinergi semua pihak sangat penting agar aktivitas warga dapat segera kembali normal,” jelas IPTU Heru.

Kapolsek Pati Kota juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan. “Kami mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air sungai,” pungkas IPTU Heru Purnomo.

Patroli Malam Brimob Polda Metro Jaya Cegah Tawuran dan Konvoi Motor di Jakarta Timur

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Personel Satbrimob Polda Metro Jaya turun melakukan patroli malam guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran Brimob di tengah-tengah masyarakat terbukti efektif mencegah terjadinya tawuran dan kejahatan jalanan, terutama pada malam hari.

 

Dalam patroli yang digelar pada Jumat (8/1) malam, Brimob Polda Metro Jaya menyusuri sejumlah titik yang rawan tawuran dan balap liar di wilayah Jakarta Timur. Patroli juga menyasar kawasan yang berpotensi terjadi kejahatan jalanan seperti tawuran dan pencurian dengan kekerasan. Kehadiran personel Brimob di lapangan dilakukan secara preventif dan humanis, dengan mengedepankan langkah pencegahan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

 

Dari rangkaian patroli tersebut, petugas mendapati sekelompok pemuda yang menunjukkan gelagat mencurigakan di salah satu kawasan pemukiman.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang berbahaya berupa senjata tajam dan benda lain yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran.

 

"Temuan ini memperkuat efektivitas Program Jaga

Jakarta dalam mencegah potensi konflik sosial

sebelum berkembang dan mengganggu ketertiban umum," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, Sabtu (10/1/2026).

 

Selain itu, patroli juga berhasil mengamankan beberapa remaja yang terlibat dalam aktivitas konvoi kendaraan roda dua pada dini hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah balap liar dan potensi gangguan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan diserahkan kepada fungsi kewilayahan untuk penanganan lebih lanjut.

 

Kombes Henik mengatakan patroli ini sejalan dengan

program 'Jaga Jakarta' yang diusung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. Upaya ini menjadi langkah berkelanjutan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada jam-jam rawan yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

 

Kombes Henik menegaskan patroli ini sekaligus

wujud pelayanan Polri dalam menciptakan rasa aman

di tengah masyarakat. Brimob, menurutnya, akan terus hadir dalam setiap dinamika keamanan, baik melalui patroli rutin maupun kegiatan pengamanan lainnya.

 

"Brimob Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan

pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan setiap sudut wilayah tetap kondusif, serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini," tegasnya.

 

Melalui patroli cipta kondisi yang dilaksanakan

secara konsisten dan bersinergi dengan jajaran kewilayahan, Brimob Polda Metro Jaya berharap situasi keamanan di Jakarta Timur tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beristirahat dan beraktivitas tanpa rasa khawatir. Hingga berakhirnya kegiatan, kondisi wilayah terpantau aman dan terkendali.