Polres Wonogiri Amankan Empat Pelaku Judi “Kartu Cina” di Pos Ronda Pracimantoro

INLINK, Wonogiri – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Wonogiri kembali mengungkap dugaan tindak pidana perjudian jenis “kartu cina” di wilayah Kecamatan Pracimantoro. Empat orang diamankan saat kedapatan bermain judi di sebuah pos ronda, Senin (9/2/2026) dini hari.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Pos Ronda di Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Penindakan dilakukan setelah petugas menerima informasi dan melakukan pengecekan di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri IPTU Agung Sedewo, S.H. menjelaskan, saat dilakukan penindakan, para pelaku tengah bermain judi menggunakan kartu cina dengan sistem taruhan sederhana.

“Keempat pelaku saat itu sedang melaksanakan ronda malam. Namun mereka justru memanfaatkan waktu tersebut untuk bermain judi kartu dengan taruhan uang yang kemudian dibelikan barang sebagai bentuk taruhan,” jelasnya.

Diketahui, masing-masing pelaku menyetor uang sebesar Rp15.000,- sehingga terkumpul Rp60.000,- yang dijadikan taruhan. Selain uang tunai, polisi juga mengamankan dua buah sabun cuci yang dibeli dari hasil iuran sebagai bagian dari permainan.

Empat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial M (80), W (66), S (65), dan ST (50), seluruhnya warga Kecamatan Pracimantoro. Para pelaku langsung dibawa ke Mapolres Wonogiri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga set kartu cina, satu tikar warna biru putih bertuliskan “Gunung Merapi”, uang tunai Rp60.000,-, serta dua buah sabun cuci merek tertentu.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 426 KUHP atau Pasal 427 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa Polres Wonogiri akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk perjudian, termasuk yang dilakukan di fasilitas umum seperti pos ronda.

“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos ronda sesuai fungsinya, yakni menjaga keamanan lingkungan, bukan untuk aktivitas yang melanggar hukum,” tegasnya.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polres Wonogiri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum yang profesional dan humanis.

Di Balik Tugas TMMD, Ada Momen Kebersamaan Anggota Satgas dan Ibu Asuh di Dapur Sederhana

INLINK, Kutai Barat – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan dan kedekatan emosional antara TNI dan warga.

Di tengah padatnya kegiatan fisik seperti semenisasi jalan, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan MCK, serta program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), anggota Satgas TMMD tetap menyempatkan diri menjalin kebersamaan dengan keluarga tempat mereka tinggal selama kegiatan berlangsung.

Seperti yang terlihat pada Kamis (12/02/2026), sejumlah anggota Satgas TMMD membantu ibu asuh membuat cemilan lumpia ubi dan lumpia sayur di dapur sederhana rumah warga di Kampung Linggang Amer. Dengan penuh keakraban, mereka turut menyiapkan bahan, mengisi dan membungkus lumpia, hingga menggorengnya bersama-sama.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa. Canda tawa menghiasi aktivitas di dapur, mencerminkan hubungan yang sudah terjalin layaknya keluarga sendiri. Meski seharian bekerja di lapangan, semangat anggota Satgas tidak surut untuk ikut membantu pekerjaan rumah ibu asuh.

Salah satu anggota Satgas menyampaikan bahwa selama tinggal di rumah warga, mereka berusaha untuk selalu membantu pekerjaan sehari-hari sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas sambutan yang begitu baik dari masyarakat.

“Kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga. Sudah menjadi kewajiban kami untuk ikut membantu, walaupun hanya hal-hal kecil seperti ini. Justru dari momen sederhana inilah kebersamaan itu terbangun,” ungkapnya.

Ibu asuh pun mengaku senang dan bangga atas kepedulian para anggota Satgas TMMD. Menurutnya, kehadiran TNI di kampung tidak hanya membawa perubahan dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memberikan contoh sikap disiplin, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Kegiatan sederhana di dapur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan juga sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui interaksi dan kebersamaan sehari-hari, terbangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara Satgas TMMD dan masyarakat Kampung Linggang Amer.

Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang terus terjaga, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan TMMD Wiltas Ke-127 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga setempat.

Polisi Militer Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2026

INLINK, Jakarta — Polisi Militer TNI melaksanakan Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kepatuhan hukum prajurit TNI.

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian operasi pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan TNI sepanjang tahun 2026, dengan mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.”

Operasi Gaktib difokuskan pada penegakan disiplin dan tata tertib prajurit, sedangkan Operasi Yustisi menitikberatkan pada penegakan hukum terhadap pelanggaran pidana militer.

Melalui operasi ini, diharapkan seluruh prajurit semakin meningkatkan kesadaran hukum, menjaga kehormatan satuan, serta memperkuat citra positif TNI di tengah masyarakat.

Pelaksanaan operasi akan dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan humanis, guna mewujudkan TNI yang profesional, disiplin, dan berintegritas.

Sang Jurnalis Independen Asal Australia Robert Martin, Teguhkan Diri Menjadi Mualaf

INLINK, Dunia |Robert Martin Jurnalis independen asal Australia ini dikenal luas karena keberaniannya terjun langsung ke wilayah konflik, seperti Gaza dan Tepi Barat, untuk melaporkan realitas di sana.
Berikut adalah poin-poin penting terkait perjalanan dan pengumumannya:

1. Latar Belakang dan Motivasi
Robert Martin telah bertahun-tahun meliput isu Palestina. Dalam berbagai unggahannya, ia sering menyatakan bahwa ketertarikannya terhadap Islam muncul setelah melihat keteguhan iman (resiliensi) masyarakat Palestina di tengah penindasan. Ia merasa tersentuh melihat bagaimana mereka tetap bersyukur dan berpegang teguh pada keyakinan meski dalam kondisi yang sangat sulit.

2. Momen Pengucapan Syahadat
Robert Martin mengumumkan keislamannya melalui sebuah video yang ia bagikan di platform media sosialnya (seperti Instagram dan X).

Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dibimbing oleh seorang imam.

Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa pencarian kebenaran dan rasa kemanusiaan yang ia temukan di Palestina membimbingnya ke keputusan ini.

3. Reputasi sebagai Jurnalis
Sebelum memeluk Islam, Martin sudah memiliki reputasi sebagai sosok yang:

Vokal terhadap Bias Media: Sering mengkritik media Barat yang dianggapnya tidak berimbang dalam meliput konflik Israel-Palestina.

Aktivis Kemanusiaan: Sering melakukan penggalangan dana dan bantuan langsung untuk warga di Gaza.

> Catatan: Keputusan Robert Martin menambah deretan tokoh atau aktivis Barat yang memilih masuk Islam setelah berinteraksi intens dengan masyarakat di wilayah konflik Timur Tengah dalam setahun terakhir.
Sumber (mualaf studio)

Satgas Saber Polresta Banyumas Bersama Dinas Terkait Sidak Pasar, Cegah Lonjakan Harga Dan Penimbunan

INLINK , Banyumas |Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Satgas Saber Polresta Banyumas bergerak cepat melakukan pengecekan harga, keamanan dan mutu pangan komoditas bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional hingga retail modern di wilayah Kabupaten Banyumas, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang menyasar Pasar Wage dan Pasar Manis Purwokerto serta sejumlah gerai retail modern dan distributor ini dipimpin Kasubnit II Tipidter Satreskrim Polresta Banyumas Ipda Zainulloh Faddil, S.H., bersama unsur Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, DPMPTSP, serta Perum Bulog. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mencegah potensi penimbunan maupun peredaran bahan pangan yang tidak layak konsumsi.

Dari hasil pengecekan di Pasar Wage dan Pasar Manis, harga sejumlah komoditas terpantau relatif stabil. Beras medium dijual di kisaran Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, dan beras SPHP Rp11.600 per kilogram. Harga telur ayam berada di kisaran Rp29.500–Rp29.900 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan berkisar Rp18.750–Rp19.041 per kilogram, dan Minyakita Rp15.700 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, bawang merah terpantau Rp41.500 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp57.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp55.000 per kilogram, serta cabai merah besar Rp45.000 per kilogram. Adapun daging ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram dan daging sapi Rp135.000–Rp140.000 per kilogram.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kondusifitas menjelang, saat Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri.

“Bersama dinas terkait, kami ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan, serta memastikan barang yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu,” kata dia.

Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, baik penimbunan maupun distribusi pangan yang tidak layak, pihaknya akan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan stok bahan pokok di wilayah Banyumas dalam kondisi aman menjelang Ramadhan.

“Berdasarkan hasil pengecekan bersama, ketersediaan stok bapokting masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar. Kami juga memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan rutin, terutama pada komoditas yang rawan mengalami fluktuasi harga seperti cabai, bawang, dan daging.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polresta Banyumas dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan dan keamanan bahan pangan.

Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Pengawasan Program MBG, Dua SPPG Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri, Kamis (12/2/2026) di Ruang Transit Rupatama Polres Wonogiri. Rakor tersebut membahas penguatan sinergitas dan peningkatan pengawasan Program MBG di Kabupaten Wonogiri, menyusul adanya dugaan kasus keracunan di dua SPPG.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok, S.K.M., M.M., Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri Pandri Prabowo, serta sejumlah pejabat utama Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah konkret memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan kualitas pelayanan serta pengawasan Program MBG berjalan optimal.

“Program MBG merupakan program pemerintah yang menjadi perhatian serius. Apabila terjadi permasalahan di lapangan, dampaknya bukan hanya teknis, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat. Karena itu perlu langkah bersama untuk pencegahan dan evaluasi menyeluruh,” tegas AKBP Wahyu Sulistyo.

Kapolres menjelaskan, di Kabupaten Wonogiri terdapat dua SPPG yang diberhentikan sementara, yakni SPPG Ngadirojo dan SPPG Jatisrono, akibat dugaan keracunan. Dari hasil laboratorium yang telah dianalisis terhadap SPPG Ngadirojo, ditemukan adanya kontaminasi bakteri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan laboratorium, sampel makanan berupa semangka dan lalapan di SPPG Ngadirojo terindikasi mengandung bakteri E.coli dan Salmonella.

“Tim kami telah memberikan edukasi langsung terkait tata cara pengolahan makanan yang baik dan benar sesuai standar keamanan pangan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kasus di SPPG Jatisrono, sampel yang tersedia hanya susu dan dinyatakan masih layak konsumsi. Makanan nonkemasan tidak dapat dianalisis karena telah dibersihkan sebelum laporan resmi diterima.

Koordinator SPPI Kabupaten Wonogiri Pandri Prabowo menambahkan, kedua SPPG tersebut telah diberhentikan sementara sebagai bentuk tindak lanjut. Ia juga menyampaikan kebijakan baru terkait penyimpanan sampel makanan.

“Jika sebelumnya sampel disimpan 1×24 jam, kini diwajibkan menjadi 3×24 jam sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian menonjol,” ungkapnya.

Selain itu, disepakati bahwa akan dilaksanakan pengecekan dan evaluasi lanjutan terhadap SPPG, guna memastikan standar higienitas dan keamanan pangan benar-benar diterapkan.

Langkah cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan keseriusan Polres Wonogiri bersama instansi terkait dalam menjaga kualitas pelaksanaan program nasional serta melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.

Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Program MBG di Kabupaten Wonogiri dapat berjalan lebih optimal, aman, dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Laksanakan TMMD ke 127, Semangat Gotong Royong Warnai Pengerjaan Semenisasi Jalan di Kampung Linggang Amer

INLINK, Kutai Barat – Pengerjaan semenisasi jalan di RT 01 Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, terus dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan, Kamis (12/02/2026). Kegiatan ini telah memasuki hari ke-3 pelaksanaan dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Semenisasi jalan yang dikerjakan oleh anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga ini memiliki panjang 475 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 cm. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kampung demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Peltu Juliansyah selaku anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar menyampaikan bahwa pengerjaan terus dikebut agar selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal.

“Memasuki hari ke-3 ini, progres pengerjaan terus kami optimalkan bersama warga. Dengan panjang 475 meter dan lebar 4 meter, kami pastikan kualitas pengecoran tetap sesuai standar agar kuat dan tahan lama,” ungkap Peltu Juliansyah.

Menurutnya, jalan yang baik sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama untuk kelancaran transportasi dan distribusi hasil pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong.

Antusiasme warga terlihat sejak awal pengerjaan, di mana mereka turut membantu dalam proses pengangkutan material, pencampuran adukan, hingga perataan permukaan jalan bersama anggota Satgas TMMD.

Diharapkan, melalui program TMMD Wiltas Ke-127 ini, hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Linggang Amer.

Bupati Jayawijaya Ajak Masyarakat Segera Laporkan SPT Tahunan Melalui Coretax

INLINK,JAYAWIJAYA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., mengajak seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Jayawijaya untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax sebelum batas waktu pelaporan yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Atenius Murip dalam wawancara kepada awak media Rabu (12/2/2026) Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Coretax menghadirkan pelayanan perpajakan yang modern, transparan, dan nyaman bagi masyarakat. Pajak yang kita laporkan merupakan wujud gotong royong bersama dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan,” ujar Bupati Atenius Murip.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa seluruh layanan perpajakan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu dalam memanfaatkan layanan digital tersebut karena prosesnya kini lebih cepat, mudah, dan efisien.
Menurutnya, sistem Coretax memberikan kemudahan melalui integrasi data secara otomatis, sehingga masyarakat tidak lagi membutuhkan berkas fisik maupun prosedur yang rumit dalam pelaporan SPT Tahunan.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pelaporan SPT lebih awal guna menghindari keterlambatan serta memastikan proses administrasi berjalan lancar. Ia berharap kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat Jayawijaya terus meningkat demi mendukung kemajuan daerah.

“Mari kita menunaikan kewajiban perpajakan dengan baik. Laporkan SPT Tahunan lebih awal, lebih nyaman melalui Coretax. Pajak tumbuh, Indonesia tangguh. Hari ini harus lebih baik dan hari esok harus lebih baik lagi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk terus mendukung upaya modernisasi layanan publik, termasuk dalam bidang perpajakan, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Jayawijaya Tekankan Kesejahteraan rakyat Pada Launching Pembangunan Koperasi Merah Putih

INLINK,JAYAWIJAYA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, SH., MH., menghadiri kegiatan Launching Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan di Kampung Walak, Distrik Solo Gema, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Jigibalom, SH., M.Si., serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan unsur lainnya.

Kegiatan launching ini menandai dimulainya pembangunan gerai koperasi sebagai bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi di seluruh pelosok tanah air. Program tersebut merupakan implementasi langsung dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dalam wawancaranya, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH., menyampaikan bahwa pembangunan gerai koperasi merupakan bagian dari gagasan besar pemerintah pusat yang harus dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata perhatian Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi berbasis koperasi.

Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama seluruh instansi terkait serta unsur Forkopimda telah menangkap peluang baik ini dengan menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, termasuk koordinasi bersama jajaran Kodim dalam penyiapan lahan pembangunan gerai koperasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukan diperuntukkan bagi institusi tertentu, melainkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat agar dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

“Pembangunan gerai koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal. Program ini bukan untuk TNI maupun pemerintah, tetapi untuk masyarakat agar mereka dapat merasakan manfaat nyata dalam peningkatan perekonomian,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan gerai koperasi telah dimulai pada awal tahun 2026 dengan peletakan batu pertama di Kampung Walak. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga telah merencanakan pembangunan di 18 titik lainnya yang telah ditentukan, dengan pelaksanaan bertahap sesuai dukungan dan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah sendiri berperan dalam memfasilitasi penyiapan lahan guna mempercepat proses pembangunan.

Mengakhiri keterangannya, Bupati Atenius Murip mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah kampung di berbagai wilayah untuk mendukung program pembangunan dengan menyiapkan lahan dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan koperasi desa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah berperan dalam menyebarkan informasi positif kepada masyarakat luas.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Sebarkan berita baik ini hingga ke kampung-kampung dan daerah lain agar semangat membangun serta kesiapan menyiapkan lahan dapat segera dilakukan. Tuhan memberkati,” tutupnya.

Kegiatan launching ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi masyarakat Kabupaten Jayawijaya melalui koperasi desa yang mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Swasembada Pangan 2026, Jagung LBS Desa Ngebung Dipantau Langsung Kapolsek Kalijambe

INLINK, Sragen, Jateng – Dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026, Polsek Kalijambe Polres Sragen melaksanakan kegiatan pengecekan tanaman jagung Serentak Kuartal IV yang berada di Lahan Baku Sawah (LBS) Dukuh Bubak RT 001, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (10/2/2026) siang.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kalijambe AKP Joko Margo Utomo, didampingi Aipda Sarno selaku Bhabinkamtibmas.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tumbuh dengan baik sesuai target program ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung milik Bapak Sucipto, warga Dukuh Bubak, yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi, menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Jagung jenis Pioner tersebut saat ini telah berusia sekitar 40 hari dengan ketinggian tanaman mencapai ±50 sentimeter.

Kapolsek Kalijambe menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi perintah Kapolri dalam mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus wujud nyata kehadiran Polri dalam mendampingi sektor pertanian di wilayah pedesaan.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga turut memastikan program strategis nasional, khususnya ketahanan dan swasembada pangan, berjalan dengan baik di wilayah,” ujar AKP Joko Margo Utomo.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Polsek Kalijambe terus melakukan monitoring dan pendampingan sebagai bentuk sinergi dengan masyarakat guna mendukung 8 Program Prioritas (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan.