Kapolri Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng

Kapolri Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng

INLINK, Jakarta |Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi.

Sekali lagi, kami sampaikan duka cita yang mendalam. Semoga segala jasa dan amal ibadah almarhumah diterima, serta beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT.

Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.

Kami yang berduka,
Keluarga Besar Polri.

Cegah Timbulnya Korban, Polresta Pati, Dishub dan Jasa Raharja Tangani Titik Blackspot Jalur Pantura

INLINK, PATI — Satuan Lalu Lintas Polresta Pati bersama sejumlah pemangku kepentingan turun langsung ke ruas Pantura Pati–Juwana, Selasa (3/2/2026) pukul 09.00 WIB hingga selesai, untuk menindaklanjuti kondisi daerah rawan kecelakaan atau blackspot yang memburuk setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen kepolisian menjaga keselamatan pengguna jalan di jalur nasional yang menjadi nadi utama pergerakan logistik dan masyarakat.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menegaskan, penanganan lapangan dilakukan setelah pihaknya memetakan sejumlah titik yang terdampak banjir dan berpotensi memicu kecelakaan. “Kami tidak menunggu sampai terjadi korban. Begitu air surut, kami langsung bergerak ke titik-titik rawan di Pantura Pati–Juwana untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga,” kata Kompol Riki Fahmi.

Menurutnya, genangan yang sempat terjadi akibat luapan sungai di tepi jalan Pantura bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga meninggalkan residu berupa sampah, lumpur, serta kerusakan badan jalan. “Sisa banjir ini menyisakan lubang dan permukaan jalan yang tidak rata. Ini sangat berbahaya, khususnya bagi pengendara sepeda motor,” ujar Kompol Riki Fahmi.

Kompol Riki Fahmi menjelaskan, Satlantas Polresta Pati menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, khususnya bidang sumber daya air, untuk membersihkan saluran dan jembatan yang tersumbat. “Kalau aliran air tidak lancar, genangan bisa kembali terjadi. Karena itu kami dorong penanganan hulu agar masalah di hilir, yakni jalan, tidak terulang,” tuturnya.

Selain itu, bersama Dinas Perhubungan dan PT Jasa Raharja Cabang Pati, kepolisian memasang spanduk atau MMT peringatan daerah rawan kecelakaan serta memberi tanda cat putih di lubang dan kerusakan jalan. “Ini penting agar pengendara bisa mengantisipasi sejak jauh hari dan mengurangi kecepatan saat melintas,” tegas Kompol Riki Fahmi.

Kompol Riki Fahmi juga menyebutkan, petugas di lapangan membagikan brosur dan leaflet keselamatan kepada para pengguna jalan yang melintas. Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu ada bahaya, tetapi juga paham bagaimana berkendara yang aman dan beretika,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan persuasif dan edukatif akan terus dikedepankan agar budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut ditilang. “Keselamatan itu tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk mengingatkan dan melindungi,” ujar Kompol Riki Fahmi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Satlantas Polresta Pati berharap arus lalu lintas di Pantura Pati–Juwana kembali normal dan risiko kecelakaan bisa ditekan. “Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sampai kondisi benar-benar aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Kompol Riki Fahmi.

Kasus Kekerasan Brutal di Sukodono Terungkap, Enam Pelaku Ditangkap, Satu Masih Anak dan Satu Buron

INLINK, SRAGEN, JATENG – Aksi kekerasan brutal yang dilakukan secara bersama-sama akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Sragen.

Unit Resmob Polres Sragen bersama Unit Reskrim Polsek Sukodono mengamankan enam orang pelaku penganiayaan, sementara satu pelaku lainnya masih buron (DPO).

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di wilayah Kecamatan Sukodono dan mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan bahu.

Kapolsek Sukodono AKP Mujiyanto, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari dalam konferensi pers, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan pada Sabtu (10/1/2026) dalam rentang waktu pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB.

“Petugas berhasil mengamankan enam orang terduga pelaku penganiayaan secara bersama-sama. Salah satu pelaku merupakan anak di bawah umur, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujar AKP Mujiyanto.

Kasus ini bermula dari rasa sakit hati pelaku utama Agus Setiawan alias Siwil, yang merasa tidak terima karena mantan istrinya diketahui memiliki hubungan asmara dengan korban Toriki Salam (20), warga Kecamatan Gesi.

Pada Jumat malam (9/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, korban diajak oleh pelaku ke rumah Agus Setiawan di Dukuh Munggur, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono.

Setibanya di lokasi, korban justru menjadi sasaran penganiayaan secara brutal dan bergantian oleh para pelaku.

Korban dipukul menggunakan tangan kosong, helm, ditendang, ditampar, hingga disikut, yang mengakibatkan korban mengalami memar di bahu kanan, retak tulang bahu kiri, luka robek di pelipis mata kiri ±3 cm, memar pada dahi, hidung, dan bawah mata kiri.
Korban sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Gesi, kemudian dirujuk ke RS Sarila Husada Sragen untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa rontgen kepala dan punggung.

Enam pelaku yang berhasil diamankan masing-masing bernama Agus Setiawan alias Siwil (pelaku utama, residivis kasus pencurian),
Riki Korniawan, Prandiawan, Muhaimin Fachturrohhim,
I.A.S (pelaku anak, 16 tahun) serta satu pelaku lainnya masih DPO, berinisial P alias Pithik.

Dari penangkapan para pelaku, berhasil diamankan barang bukti berupa satu buah helm warna putih merk Cargloss yang digunakan untuk memukul korban turut diamankan oleh petugas.

“Pelaku utama merupakan residivis yang baru keluar dari Lapas Sragen pada November 2025. Motif utamanya adalah sakit hati, sedangkan pelaku lain mengaku hanya ikut-ikutan atas perintah pelaku utama,” jelas AKP Mujiyanto.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang di muka umum, dengan ancaman hukuman pidana penjara.

Atas kejadian ini, Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat menyelesaikan permasalahan secara hukum dan tidak main hakim sendiri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan hukum kepada aparat penegak hukum,” tutup AKP Mujiyanto.

Police Goes to School, Polsek Jatipurno Edukasi Pelajar SD tentang Bahaya Bullying dan Kenakalan Remaja

INLINK, Wonogiri – Polsek Jatipurno, Polres Wonogiri, melaksanakan program Police Goes to School di SD Negeri 1 Balepanjang, Kecamatan Jatipurno, Senin (2/2/2026) pagi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini kepada pelajar terkait pencegahan perundungan (bullying) dan kenakalan remaja.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi SDN 1 Balepanjang. Hadir sebagai pemateri, Kanit Binmas Polsek Jatipurno, Aiptu Mustafa Sri Agung.

Dalam penyampaiannya, Aiptu Mustafa menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk bullying, baik secara fisik maupun verbal. Ia juga menjelaskan dampak negatif perundungan bagi korban maupun pelaku, serta mendorong para siswa untuk berani melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Selain itu, siswa-siswi juga diberikan pemahaman mengenai pencegahan kenakalan remaja. Mereka diajak untuk menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, merokok, hingga bolos sekolah, serta diarahkan agar memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan produktif. Tak kalah penting, disampaikan pula secara sederhana mengenai konsekuensi hukum bagi remaja yang terlibat dalam tindak kriminal.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa kegiatan Police Goes to School merupakan langkah preventif Polri dalam membangun karakter generasi muda yang berdisiplin dan sadar hukum.

“Melalui pendekatan edukatif seperti ini, Polri hadir lebih dekat dengan anak-anak sejak usia dini. Harapannya, mereka memahami bahaya bullying dan kenakalan remaja, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, patuh hukum, dan bertanggung jawab,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman di wilayah Wonogiri.

“Polres Wonogiri akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perlindungan kepada anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, toleransi, dan demokrasi yang santun sejak dini,” pungkasnya.

Gotong Royong, Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok Polresta Banyumas Evakuasi Material Longsor Di Halaman Rumah Warga

INLINK,  Banyumas |Kepedulian Polresta Banyumas terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok di Desa Batuanten, Senin (2/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 wib tersebut difokuskan pada evakuasi tanah longsor di Grumbul Pecikalan, tepatnya di halaman rumah milik Sirwan. Longsoran tanah akibat hujan deras dengan ukuran kurang lebih panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 4 meter, berpotensi membahayakan lingkungan sekitar jika tidak segera ditangani.

Kerja bakti dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Batuanten, Aipda Nanang Rofiqi, bersama Kepala Dusun II Rokhim, Ketua RT 06/02 Slamet, serta warga setempat.

Di sela kegiatan, Aipda Nanang Rofiqi juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah musim hujan yang rawan bencana. Ia mengingatkan pentingnya antisipasi dini untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cilongok, AKP Mugiono, S.H., M.H., mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas bersama masyarakat dalam menangani kejadian tersebut secara gotong royong dan cepat.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan warga merasa aman dan terbantu ketika menghadapi musibah,” kata AKP Mugiono.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan kerja bakti berjalan aman dan lancar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergitas Polresta Banyumas dalam melayani serta melindungi masyarakat.

Satlantas Polresta Pati Gelar PSA di TK Kemala Bhayangkari 42 dalam Ops Keselamatan Candi 2026

INLINK, PATI — Satuan Lalu Lintas Polresta Pati melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK Kemala Bhayangkari 42 Pati, Senin (2/2/2026) pagi, dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, berlangsung dengan situasi aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati selaku Kasatgas Kamseltibcar Lantas Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari pelaksanaan Ops Keselamatan Candi 2026. Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi bagian penting dari strategi membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Kami ingin menanamkan nilai keselamatan dan kedisiplinan sejak anak-anak agar ke depan mereka tumbuh menjadi pengguna jalan yang sadar aturan dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kompol Riki.

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel Satlantas Polresta Pati memberikan edukasi langsung kepada siswa-siswi TK Kemala Bhayangkari 42 Pati. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tugas polisi lalu lintas, peraturan baris-berbaris, serta edukasi tertib berlalu lintas yang dikemas dengan metode yang mudah dipahami anak-anak.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati IPTU Gunawan menambahkan bahwa pendekatan edukasi kepada anak-anak harus dilakukan secara komunikatif dan berkelanjutan. “Dengan metode yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak lebih cepat memahami pentingnya keselamatan di jalan dan peran polisi lalu lintas,” jelasnya.

“Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak dapat memahami peran polisi dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak dini,” kata Kompol Riki.

Kompol Riki juga menyampaikan apresiasi kepada para guru TK Kemala Bhayangkari 42 Pati yang telah memberikan kepercayaan kepada Satlantas Polresta Pati untuk mengisi pembinaan dalam kegiatan PSA. Ia menilai kolaborasi dengan pihak sekolah sangat menentukan keberhasilan edukasi keselamatan berlalu lintas.

“Peran guru sangat penting untuk memperkuat pesan-pesan keselamatan yang kami sampaikan, sehingga nilai-nilai tertib lalu lintas bisa terus ditanamkan dalam keseharian anak-anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kompol Riki berharap dukungan dari para pendidik dan lingkungan sekolah dapat membantu tugas-tugas kepolisian dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas dan Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Pati.

“Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan menjadi kunci agar budaya tertib berlalu lintas benar-benar tumbuh dan berkelanjutan,” tandasnya.

Siap Amankan Kamseltibcarlantas, Polres Boyolali Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK,  Boyolali |Polres Boyolali menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Senin (2/2/2026).

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andreas Lio Kurniasih selaku pimpinan apel, yang membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kapolda Jawa Tengah dalam amanatnya memberikan enam penekanan kepada seluruh personel yang terlibat, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral pelaksanaan tugas, melaksanakan tugas secara profesional dan humanis, mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara selektif dan berkeadilan, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Adapun sasaran Operasi Keselamatan Candi 2026 meliputi segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, melawan arus, melebihi batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Apel gelar pasukan diikuti oleh Pejabat Utama (PJU), anggota Polres Boyolali, para Kapolsek jajaran, personel TNI dari Kodim 0724/Boyolali, serta unsur instansi terkait yang meliputi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali.

Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini, Polres Boyolali menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, guna terwujudnya situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Boyolali.

Menguatkan Kepedulian, Menjalin Kebersamaan, Lapas Pati Gelar Bakti Sosial Rutin bagi Keluarga WBP

INLINK, Pati |Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati kembali melaksanakan agenda rutin bakti sosial bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (31/1) bertempat di Meeting Room Lapas Kelas IIB Pati. Program bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Pati dalam membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan keluarga WBP.

Dalam kegiatan ini, Lapas Pati menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada keluarga WBP. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban, serta diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Pati. Melalui bakti sosial ini, diharapkan terjalin komunikasi yang positif antara pihak lapas dan keluarga WBP sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pati menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Lapas Pati. Beliau menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan.

Pasca bencana Puting beliung, Polres Semarang bersama instansi samping lakukan Bakti sosial

INLINK, Semarang |Pasca kejadian bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Sabtu, 31 Januari 2026, masih dirasakan warga, khususnya di wilayah Kec. Pabelan, Kec. Tengaran dan Kec. Suruh. Guna meringankan warga yang terdampak bencana alam tersebut, Polres Semarang bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten, relawan dan warga, melaksanakan kegiatan Bakti sosial.

Bencana angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB menerjang sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan rumah warga serta sempat mengganggu akses jalan penghubung antar wilayah menuju kota Salatiga.

Di Ds. Sumberejo Kec. Pabelan dan Dsn. Krajan Kidul misalnya, dimana angin kencang bahkan merusak rumah warga akibat tertimpa pohon dan tiang listrik, menimbulkan kepanikan masyarakat saat kejadian berlangsung.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, hari ini Minggu 1 Februari 2026, Polres Semarang bersama instansi terkait melaksanakan bakti sosial pembenahan rumah warga terdampak yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Pabelan dan Polsek Tengaran.” Ungkap Kapolres AKBP Ratna didampingi Bupati.

Kegiatan diawali apel gabungan, Selanjutnya seluruh personel bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Kehadiran pimpinan daerah turut memberikan semangat tersendiri bagi warga.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., bersama Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH., MH., turun langsung menyambangi rumah warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako

Sejalan dengan Kapolres, Bupati H. Ngesti juga mendukung penuh sinergitas antar instansi ini yang sepenuhnya untuk meringankan warga. “kami menyambangi warga sebagai bentuk dukungan moril dan meringankan beban masyarakat pasca musibah.” Tambahnya.

Data sementara menunjukkan bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Secara keseluruhan, kejadian cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan merusak puluhan rumah di sejumlah titik di Pabelan dan Tengaran.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Semarang bersama pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu warga akibat bencana alam.

Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran, Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

INLINK, Semarang |Polres Semarang melaksanakan kegiatan Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran pada Senin 2 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pembinaan pelajar melalui momentum upacara bendera, dengan Inspektur Upacara Kabag SDM Polres Semarang Kompol Sofia Wuriana SH MM, mewakili Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK MSi.

Dalam amanatnya, Kompol Sofia Wuriana menekankan pentingnya para pelajar untuk pandai memilih lingkungan pergaulan serta menghindari berbagai perilaku yang berpotensi berurusan dengan hukum. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya tawuran pelajar, penyalahgunaan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta pelanggaran lalu lintas yang berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kompol Sofia Wuriana dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menjaga generasi muda agar tetap berada pada jalur yang positif.
“Kami ingin hadir di tengah pelajar bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing. Harapan kami, adik-adik pelajar bisa fokus meraih cita-cita dan tidak terjerumus pada pergaulan bebas maupun pelanggaran hukum yang dapat merusak masa depan,” ungkapnya.

Program Police Goes To School sendiri merupakan bentuk kepedulian Polri dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini juga menjadi sarana edukasi kepada pelajar terkait kesadaran hukum, kedisiplinan, serta keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Salah satu siswa kelas IX SMP Negeri 3 Ungaran, Wawa, menyampaikan tanggapan positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat lebih memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan serta mampu menjauhi perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan.

“Kegiatan ini membuat kami lebih paham tentang bahaya tawuran, narkoba, dan pelanggaran lalu lintas. Semoga teman-teman di SMP Negeri 3 Ungaran bisa lebih disiplin dan tidak ada yang sampai berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Ungaran Miftakhul Jannah MPd. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Police Goes To School dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi hukum. Kami berharap sinergi antara kepolisian dan sekolah dapat terus berjalan sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dan karakter yang kuat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, sadar hukum, serta memiliki karakter positif dalam kehidupan bermasyarakat.