Cara Unik Polda Jateng Edukasi Keselamatan, Ajari Siswa TK Simulasi Rambu dan Pakai Helm

INLINK, Semarang | Keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa TK Kemala Bhayangkara Sendangmulyo, Tembalang, saat sejumlah personel dari Ditlantas dan Bidpropam Polda Jateng hadir di tengah-tengah mereka, Rabu pagi (4/2/2026). Kehadiran para petugas ini bukan untuk melakukan razia, melainkan untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).


Dalam kegiatan hari ke-3 Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, petugas mengajak sekitar 25 anak usia 4-5 tahun itu untuk mengenal rambu-rambu lalu lintas, cara mengenakan helm yang benar agar berbunyi “klik”, hingga melakukan simulasi berkendara menggunakan sepeda di arena bermain yang telah disiapkan.

Iptu Soeran dari Bidpropam Polda Jateng, yang memimpin kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pendidikan lalu lintas paling efektif dimulai dari usia sekolah.

“Kami ingin membangun pondasi kesadaran. Ketika anak-anak ini tahu bahwa memakai helm itu penting untuk melindungi kepala, mereka bahkan bisa menjadi pengingat bagi orang tuanya saat di rumah,” jelas Iptu Soeran.

Sementara itu Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkara, Ibu Tri Ambarwati, memberikan apresiasi atas pendekatan humanis yang dilakukan petugas. Menurutnya, metode belajar sambil bermain membuat anak-anak lebih mudah menyerap informasi.

“Anak-anak sangat antusias, terutama saat simulasi bersepeda. Sebagai pendidik, kami sangat terbantu. Ini menjadi pengalaman luar biasa yang akan terus diingat anak-anak hingga mereka besar nanti,” ungkapnya.

Di sela-sela kegiatan, Iptu Soeran juga berdialog dengan para guru dan wali murid sebagai wujud keterbukaan Polri terhadap masyarakat. Ia menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik dan menghimbau warga agar tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum petugas yang melakukan pelanggaran di lapangan.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa giat Polsanak ini merupakan bagian dari upaya preemtif dalam Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Polda Jateng untuk menghadirkan Polri sebagai mitra edukasi dan sahabat bagi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Keselamatan adalah hak semua orang, termasuk anak-anak. Melalui kegiatan ini, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang patuh hukum dan menjadikan keselamatan sebagai gaya hidup, bukan lagi sekadar kewajiban,” pungkas Kombes Pol Artanto.

Kapolres Boyolali Pimpin Upacara Sertijab Tiga Jabatan Stategis, Dua Kapolsek dan Kasat Binmas

INLINK, Boyolali – Polres Boyolali melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab), tiga jabatan strategis di lingkungan Polres Boyolali, meliputi dua jabatan Kapolsek dan satu jabatan Kasat Binmas, pada Rabu (4/2/2026).

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dan berlangsung khidmat di halaman Mapolres Boyolali. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Boyolali, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta ASN Polres Boyolali.

Adapun jabatan Kasat Binmas Polres Boyolali secara resmi diserahterimakan dari IPTU Ignatius Andrean Setianto kepada AKP Joni Aryanto. Sementara itu, jabatan Kapolsek Ampel kini dijabat oleh IPTU Edhy Nugroho, dan jabatan Kapolsek Juwangi dijabat oleh AKP Aris Munandar.

Dalam amanatnya, Kapolres Boyolali menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika organisasi, sebagai bentuk pembinaan karier serta penyegaran untuk meningkatkan kinerja institusi.

“Serah terima jabatan ini diharapkan mampu membawa semangat baru, inovasi, dan peningkatan kinerja, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Boyolali,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama bertugas, serta berharap pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga di tempat penugasan selanjutnya.
Kepada pejabat baru, Kapolres Boyolali berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, mengenali karakteristik wilayah, serta menjalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait guna mendukung pelaksanaan tugas Polri yang presisi.

Upacara sertijab ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, memperkuat soliditas organisasi, serta menegaskan komitmen Polres Boyolali dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Satlantas Polres Boyolali Laksanakan Inspeksi Keselamatan Kendaraan, Dalam Rangka Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK, Boyolali |Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Boyolali melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Inspeksi Keselamatan Kendaraan yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 4 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Jembatan Timbang Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Lantas AKP Affandi melalui KBO Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo, bersama Kanit Kamsel Ipda Nanang Dwi R, Kanit Turjagwali Ipda M. Saiful Rizal, serta didukung oleh personel Satlantas, Dinas Perhubungan/UPPKB, Sidokkes, dan personel Provos Polres Boyolali.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan apel pengecekan dan arahan yang dipimpin oleh KBO Satlantas Polres Boyolali. Selanjutnya, petugas melaksanakan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 kepada para pengguna jalan dengan membagikan brosur, leaflet, dan bunga sebagai bentuk edukasi dan imbauan tertib berlalu lintas.

Selain itu, dilakukan pula inspeksi terhadap kendaraan bermuatan berlebih (over load) dan berukuran tidak sesuai standar (over dimensi), serta pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas melakukan 35 penindakan, dengan rincian 25 pelanggaran SIM, 5 STNK, dan 5 pelanggaran sepeda motor.

Secara keseluruhan, kegiatan Inspeksi Keselamatan Kendaraan dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas serta mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Boyolali.

Polda Jateng Bongkar Sindikat Mafia Pupuk, Kerugian Negara Tembus Rp4,3 Miliar

INLINK, Kota Semarang | Polda Jateng mengungkap kasus penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi yang merugikan petani dan negara. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang merugikan negara sebesar Rp. 4,3 milyar serta menyita ratusan sak pupuk yang diselewengkan.

Hal ini disampaikan Dirreakrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (4/2/2026) siang. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah serta PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Kombes Pol Djoko Julianto mengungkapkan bahwa ketiga tersangka yang diamankan berinisial RKM, WKD, dan JJ. Para pelaku memiliki peran mulai dari penyedia modal hingga pengepul yang menjual kembali pupuk di luar wilayah distribusi resmi.

“Para pelaku menggunakan modus mendanai petani untuk menebus pupuk subsidi dari alokasi kelompok tani. Setelah didapatkan, pupuk tersebut dikumpulkan dan dijual kembali ke daerah lain dengan harga di atas ketentuan pemerintah,” ujarnya.

Setelah pupuk ditebus, para pelaku kemudian meminta pupuk tersebut untuk dikuasai dan diedarkan kembali. Praktik ini menjanjikan keuntungan bagi sebagian petani, namun dampaknya sangat merugikan petani di daerah lain.

“Akibat perbuatan tersebut, terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah wilayah. Kondisi ini memaksa petani membeli pupuk dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” lanjutnya.

Jika harga resmi satu sak pupuk bersubsidi sekitar Rp90 ribu, oleh para pelaku dijual kembali dengan harga Rp130 ribu hingga Rp190 ribu per sak, tergantung jenis dan tingkat kelangkaannya.

Perbuatan ini telah dilakukan para pelaku sejak tahun 2020 dengan total penyalahgunaan pupuk mencapai sekitar 665,5 ton. Jumlah tersebut sejatinya dapat memenuhi kebutuhan pupuk lahan pertanian seluas kurang lebih 2.218,6 hektare.

“Akibat perbuatan para pelaku, negara mengalami kerugian sebesar Rp4,3 miliar yang merupakan nilai subsidi pupuk yang telah dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.

Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 300 sak pupuk bersubsidi yang terdiri dari 40 sak pupuk Phonska dan 260 sak pupuk Urea. Selain itu, turut diamankan dua unit kendaraan bermotor berupa truk dan pikap yang digunakan untuk mengangkut pupuk, serta sejumlah telepon genggam milik para tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perdagangan, Undang-Undang Tindak Pidana Ekonomi, serta ketentuan terkait tata kelola pupuk bersubsidi dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Ibu Yuni, menyebut bahwa penyaluran pupuk bersubsidi telah diatur secara ketat oleh pemerintah dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.

“Pupuk bersubsidi yang sudah ditebus petani tidak boleh dialihkan atau dijual kembali ke pihak maupun daerah lain. Hal ini untuk memastikan pupuk benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tepat sasaran,” jelasnya.

Dukungan atas pengungkapan kasus juga disampaikan oleh PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Tengah. Staf PT Pupuk Indonesia, Dimas Ari, mengapresiasi langkah Polda Jateng dalam mengungkap kasus tersebut.

“Penegakan hukum ini turut menertibkan distribusi pupuk bersubsidi agar benar-benar sampai kepada petani yang berhak,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kabid Humas Kombes Pol Artanto menyebut bahwa pengungkapan kasus ini sebagai wujud komitmen Polda Jateng untuk terus mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar berjalan sesuai aturan, demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan melindungi kesejahteraan petani.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Ia meminta warga tidak ragu melaporkan kepada petugas apabila menemukan penjualan pupuk bersubsidi di atas HET.

“Pupuk bersubsidi adalah hak petani dan harus disalurkan sesuai aturan. Jika masyarakat menemukan adanya penyimpangan harga atau distribusi, segera informasikan kepada petugas agar bisa ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kapolrestabes Semarang Gelar Safari Kamtibmas di Gunungpati

INLINK, SEMARANG – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., melaksanakan Safari Kamtibmas di wilayah hukum Kecamatan Gunungpati, Rabu (4/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Gunungpati ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara kepolisian dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah se-Kecamatan Gunungpati.

Safari Kamtibmas tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polrestabes Semarang, unsur Forkopimcam Gunungpati, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, lurah, serta perwakilan dunia pendidikan mulai dari tingkat SMP hingga SMA/SMK. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Gunungpati.

Dalam sambutannya, Camat Gunungpati Ali Ahmadi, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolrestabes Semarang di wilayahnya. Ia menilai Safari Kamtibmas menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.

Sementara itu, Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo, S.E., memaparkan gambaran situasi kamtibmas di wilayahnya yang secara umum relatif aman dan kondusif. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kriminalitas konvensional serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tanah longsor mengingat kondisi geografis Gunungpati yang berbukit. Polsek Gunungpati, lanjutnya, terus mengintensifkan patroli bersama tiga pilar serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang melekat langsung dengan warga.

Pada sesi arahan, Kapolrestabes Semarang menekankan bahwa kondusivitas wilayah Gunungpati tidak lepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga dunia pendidikan.

“Setiap kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda. Gunungpati termasuk wilayah yang kondusif, dan hal ini perlu terus kita jaga bersama. Melalui silaturahmi ini, saya berharap terjalin hubungan yang baik dan komunikasi yang terbuka antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kombes Pol M. Syahduddi.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Forkopimcam Gunungpati dalam menjaga kamtibmas, serta memaparkan berbagai program Polrestabes Semarang, termasuk koordinasi penanganan bencana, pendirian posko kesehatan, hingga dapur lapangan di wilayah terdampak banjir. Kapolrestabes turut mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, salah satunya melalui optimalisasi pemasangan CCTV di tingkat RT dan RW.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Semarang juga mengingatkan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang disiplin dan berorientasi pada masa depan. Ia meminta para kepala sekolah untuk terus memberikan pembinaan dan imbauan kepada para siswa agar fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Selain itu, ia menekankan pemanfaatan aplikasi Libas sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat.

“Kamtibmas tidak bisa dijaga hanya oleh aparat. Perlu keterlibatan semua unsur masyarakat. Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak di lapangan, dan dengan kebersamaan kita bisa mewujudkan Kota Semarang yang aman, modern, religius, dan toleran,” tegasnya.

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Agung Setiyo Budi menambahkan bahwa Safari Kamtibmas merupakan agenda rutin yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.

“Melalui Safari Kamtibmas ini, Kapolrestabes Semarang ingin memastikan bahwa komunikasi antara kepolisian dan masyarakat berjalan dua arah. Setiap masukan, kritik, maupun informasi dari warga menjadi bahan evaluasi penting dalam menjaga kamtibmas yang kondusif,” jelasnya.

Kegiatan Safari Kamtibmas diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan sinergi kuat antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Gunungpati.

Polisi Usut Dugaan Pembakaran Dua Rumah di Jaken, Pelaku Diduga Keluarga Korban

INLINK, PATI — Kepolisian tengah mengusut dugaan tindak pidana pembakaran dua unit rumah di Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Rabu (4/2/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu diduga kuat dilakukan secara sengaja oleh seseorang berinisial K, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Jaken AKP Warsono mengatakan, kebakaran bermula dari cekcok antara korban, Sapin (67), dengan anaknya, Sdri. Sutikah. “Dari hasil keterangan awal, terjadi pertengkaran di dalam rumah sebelum peristiwa kebakaran,” kata AKP Warsono.

Menurutnya, Sutikah kemudian menghubungi kakaknya yang berinisial K. Tak lama kemudian, K datang ke rumah korban. “Sesampainya di lokasi, yang bersangkutan langsung masuk ke dalam rumah dan diduga melakukan aksi pembakaran,” ujar Warsono.

Pelaku K diduga menyiramkan bensin ke kasur di dalam rumah lalu menyulutnya dengan korek api hingga api dengan cepat membesar. “Api menjalar ke bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu jati sehingga kebakaran sulit dikendalikan,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, dua rumah berbentuk limasan ludes terbakar beserta perabot, alat elektronik, dan uang tunai sekitar Rp10 juta. “Kerugian material sementara kami taksir mencapai sekitar Rp120 juta, namun tidak ada korban jiwa,” jelas AKP Warsono.

Petugas Polsek Jaken bersama Tim Inafis Polresta Pati langsung turun ke lokasi. Polisi melakukan olah TKP, pendataan saksi, serta pengamanan barang bukti. “Kami juga langsung berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan satu unit armada berhasil memadamkan api,” katanya.

AKP Warsono menegaskan, perkara ini diproses sebagai dugaan tindak pidana pembakaran. “Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi dan memburu keberadaan pelaku berinisial K untuk dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat. “Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan,” pungkas AKP Warsono.

Ketua Terpilih HIPMI Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Kerakyatan

INLINK,WAMENA | Ketua terpilih Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan, Anthonius Wetipo, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membangun ekonomi kerakyatan usai memperoleh dukungan secara mufakat dalam proses penjaringan calon Ketua Umum HIPMI Papua Pegunungan,pada Senin 2 Februari 2025.

Dalam wawancara bersama awak media, Anthonius menyebut proses yang terjadi sebagai sebuah anugerah.
“Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini terjadi satu mukjizat yang tidak saya duga. Tuhan sungguh baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut lahir dari sikap kebesaran hati para senior, khususnya Onisimus, yang mempercayakan tanggung jawab kepemimpinan kepadanya. Menurut Anthonius, kepengurusan HIPMI ke depan akan disusun secara bersama dan inklusif.

“Kami akan menyusun kepengurusan bersama-sama. Tentunya dengan meminta persetujuan dari pemerintah yang sah serta memohon bimbingan dari BPP HIPMI Pusat dan BPD HIPMI Provinsi Papua Pegunungan,” jelasnya.

Anthonius juga menegaskan bahwa HIPMI Papua Pegunungan harus menjadi wadah yang melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pengusaha di Papua Pegunungan untuk membangun ekonomi rakyat tanpa membawa kepentingan politik praktis.

“Kita kolaborasi bersama untuk membangun ekonomi kerakyatan. Tidak ada politik praktis. Kita fokus membangun ekonomi untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anthonius menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal visi-misi Gubernur Papua Pegunungan di bidang ekonomi.
“Kami siap mengawal seluruh program pemerintah daerah. Kami akan berjalan bersama dalam proses selanjutnya,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Anthonius mengajak seluruh pengusaha muda Papua Pegunungan untuk bersatu dan menyampaikan kabar baik kepada masyarakat bahwa setelah pelantikan, HIPMI siap berbenah dan bergerak maju membangun ekonomi daerah.

Sekretaris Caretaker: Ketua Umum Terpilih Dicapai Secara Mufakat
Sementara itu, Sekretaris Caretaker BPD HIPMI Papua Pegunungan, Saipul Bahri, menjelaskan bahwa pada 2 Februari 2026 telah dilaksanakan penutupan pendaftaran bakal calon Ketua Umum HIPMI Papua Pegunungan.

Ia mengungkapkan bahwa proses tersebut berlangsung penuh haru karena salah satu bakal calon memberikan dukungan kepada bakal calon lainnya, sehingga tercapai kesepakatan secara mufakat.
“Hari ini, walaupun Musda belum dilaksanakan, Papua Pegunungan sudah memiliki Ketua Umum secara mufakat sebelum musyawarah daerah,” jelas Saipul Bahri.

Terkait tahapan selanjutnya, ia menyampaikan bahwa Caretaker akan melaksanakan agenda silaturahmi daerah, sekaligus mengumumkan hasil verifikasi berkas pendaftaran. Setelah itu, Musyawarah Daerah (Musda) direncanakan akan digelar pada 6 Februari 2026.

Saipul Bahri juga mengapresiasi suasana damai dan sambutan hangat masyarakat Papua Pegunungan selama proses berlangsung.
“Terus terang saya merinding melihat begitu baiknya masyarakat Papua. Isu-isu di luar sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan. Di sini sangat damai,” tuturnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran tahapan pembentukan kepengurusan HIPMI Papua Pegunungan.

Modus Polisi Gadungan Peras Warga Purworejo Rp87 Juta, Tiga Pelaku Asal Karawang Berhasil Diringkus

INLINK, PURWOREJO – Polres Purworejo kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas tindak kejahatan siber dan penipuan. Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (03/02) siang, jajaran Satreskrim Polres Purworejo mengungkap keberhasilan penangkapan tiga tersangka sindikat penipuan bermodus “polisi gadungan” yang telah menguras harta korbannya hingga puluhan juta rupiah.

Mewakili Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, Waka Polres Kompol Nana Edi Sugito menjelaskan bahwa kejadian bermula pada 17 November 2025 lalu. Korban, Sdr. Subekti, warga Keseneng, mendapatkan telepon dari tersangka IM (23) yang berpura-pura menjadi temannya yang sedang tertangkap polisi karena masalah surat kendaraan.

“Modus yang digunakan sangat rapi. Awalnya tersangka meminta uang jaminan Rp2 juta. Namun tak berselang lama, tersangka lain berinisial RM (37) menghubungi korban dan mengaku sebagai anggota kepolisian, menyatakan bahwa kendaraan tersebut adalah hasil curian,” ujar Kompol Nana didampingi Kasat Reskrim AKP Catur Agus Yudho dan Kasihumas AKP Ida Widaastuti.

Karena rasa solidaritas dan tekanan psikologis dari pelaku yang mengaku penegak hukum, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga mencapai Rp87.000.000 (delapan puluh tujuh juta rupiah). Semua dana tersebut mengalir ke rekening penampung yang disediakan oleh tersangka NPOS (30).

Harapan korban untuk melihat temannya diantar pulang tak kunjung nyata. Menyadari dirinya telah menjadi korban tipu muslihat, Subekti lapor ke Polres Purworejo. Gerak cepat tim opsional akhirnya berhasil melacak dan membekuk ketiga tersangka yang diketahui berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah ponsel yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Sementara dari pihak korban, polisi menyita bukti mutasi rekening dan tangkapan layar transaksi sebagai bukti kuat di persidangan.

Atas perbuatannya, ketiga pria asal Karawang ini dijerat dengan Pasal 492 atau 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) tentang Penipuan atau Penggelapan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan telepon yang mengatasnamakan keluarga atau teman yang sedang bermasalah dengan hukum, apalagi jika ujung-ujungnya meminta uang. Segera lakukan verifikasi atau datang ke kantor polisi terdekat,” pesan Kompol Nana menutup konferensi pers.

Sat Lantas Polres Karanganyar Tanggap Tangani Laka Lantas Beruntun di Kebakkramat

INLINK, Karanganyar – Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar dengan sigap menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di Jalan Raya Sragen–Solo, tepatnya di utara PT Manunggal, Dusun Pulosari, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan, yakni satu unit mobil Toyota Avanza dan tiga unit kendaraan truk. Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Sat Lantas Polres Karanganyar langsung mendatangi lokasi kejadian. Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Karanganyar IPTU Danang beserta dua personel Unit Laka Lantas segera melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur guna meminimalisir dampak lanjutan dari kejadian tersebut.

“Begitu menerima laporan, anggota Sat Lantas langsung menuju TKP untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama kami,” ujar AKP Agista Ryan Mulyanto.

Selain melakukan evakuasi korban, petugas Sat Lantas juga melaksanakan olah TKP, mengamankan barang bukti, mencari dan meminta keterangan saksi, membuat sketsa TKP, serta menyusun laporan polisi. Korban luka ringan diketahui dirawat di RS Moewardi Surakarta dan RSUD Karanganyar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan terjadi akibat salah satu kendaraan truk dari arah Sragen menuju Solo tidak dapat menguasai laju kendaraannya sehingga menabrak kendaraan di depannya secara beruntun.

Sat Lantas Polres Karanganyar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Kasat Lantas Polres Demak Imbau Pengendara Lengkapi Surat Kendaraan

INLINK, Demak – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak bersama Unit Pelaksana Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Demak dan Jasa Raharja menggelar razia kendaraan bermotor di kawasan Alun-alun Demak, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar secara serentak di wilayah Jawa Tengah.

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Demak, AKP Thoriq Aziz, dengan melibatkan personel gabungan lintas instansi. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan serta memberikan edukasi kepada pengguna jalan terkait pentingnya tertib berlalu lintas.

Dalam kegiatan itu, petugas gabungan berhasil menindak 44 pelanggar, yang mayoritas tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat pemeriksaan berlangsung. Penindakan dilakukan secara humanis dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif.

AKP Thoriq Aziz menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Ia mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Operasi ini mengedepankan upaya preemtif dan preventif. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk melengkapi surat kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar AKP Thoriq Aziz.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sasaran Operasi Keselamatan Candi 2026 meliputi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, pengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Menurutnya, pelaksanaan operasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Candi 2026, yang akan difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

“Melalui Operasi Keselamatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga situasi lalu lintas di Kabupaten Demak tetap aman, tertib, dan lancar, terutama menjelang momentum mudik Lebaran,” pungkasnya.