Sat Lantas Polres Semarang gencarkan edukasi tertib lalu lintas di masa Ops. Keselamatan Candi 2026.

INLINK, Semarang |Dalam masa Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Semarang terus mengintensifkan kegiatan preventif dan preemtif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas serta menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polres Semarang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani STK., SIK., CPHR., pada Jumat, 6 Februari 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi strategi utama dalam operasi kali ini.

“Operasi Keselamatan Candi 2026 kami kedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari diri sendiri, mulai dari disiplin mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga menjaga etika berkendara di jalan raya. Harapannya angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan dapat ditekan,” jelas AKP Lingga.

Salah satu implementasi kegiatan tersebut, dilakukan pada Kamis 5 Februari 2026. Di sela pelaksanaan kegiatan pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Polres Semarang, personel Sat Lantas turut memberikan imbauan serta sosialisasi kepada peserta terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan edukasi terkait pentingnya penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, serta pentingnya menjaga etika berlalu lintas di jalan raya.

Salah satu peserta pelatihan AI menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman tambahan terkait keselamatan berkendara. Ia menyebut, dengan adanya sosialisasi tersebut peserta menjadi lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas serta melihat bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan transportasi di masa depan.

Melalui kegiatan edukatif yang berkelanjutan, Sat Lantas Polres Semarang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, khususnya selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Mengingat kemarin peserta adalah para siswa siswa SMA yang rentan akan Fatalitas kecelakaan, dan di umur mereka sedang mencari jatidiri, sehingga sangat tepat sekali untuk memberikan pencerahan dan imbauan. Sehingga mereka dapat memahami penting keselamatan dalam berkendara.” Pungkas Kasat Lantas.

Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Narkotika Tahun 2026

INLINK,  Depok – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Identifikasi Permasalahan Tindak Pidana Narkotika, Depok, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan diawali sambutan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam, Irjen Pol Desman S. Tarigan, yang menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan langkah awal yang krusial dalam menangani persoalan narkotika secara menyeluruh.

“Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, kita harus melihat dari hulu agar persoalan yang sama tidak terus berulang. Oleh karena itu, keterlibatan dan kerja sama seluruh kementerian, lembaga, hingga lapisan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Ia juga mendorong peserta rapat untuk menurunkan ego sektoral dan menyampaikan secara terbuka kendala dii lapangan. Menurutnya, keterbukaan dinilai penting untuk merumuskan inovasi kebijakan yang lebih efektif dan efisien.

Rapat ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi Kemenko Polkam dengan kementerian dan lembaga terkait guna merespons tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Selanjutnya, rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Penanganan Kejahatan Transnasional dan Luar Biasa Kemenko Polkam, Adhi Satya Perkasa yang membahas terkait penelitian BRIN dan BNN pada tahun 2025. “Angka prevalensi penyalahgunaan narkotika pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa kejahatan narkotika semakin terorganisir dan menuntut penguatan kebijakan serta inovasi penanganan pada tahun 2026.

BNN juga melaporkan peningkatan peredaran narkotika 2024–2025, termasuk munculnya narkotika sintetis dan pentingnya pendekatan follow the money. Polri menyoroti kerawanan posisi Indonesia terhadap jaringan narkotika internasional dengan tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.

Dalam diskusi, kementerian dan lembaga mengangkat isu utama seperti lambatnya eksekusi hukuman mati, penguatan pengawasan perbatasan, dan kebutuhan task force terpadu. Peserta sepakat ego sektoral dan lemahnya integrasi data masih menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi.

Menutup rapat, Adhi menegaskan peran strategis Kemenko Polkam dalam mengawal pemberantasan narkotika 2026, terutama menyikapi penurunan clearance rate. Ia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang lebih terukur agar ancaman narkotika tidak melemahkan keamanan nasional, serta mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan lahirnya inovasi kebijakan yang lebih terukur untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Kapolda Jateng Buka Pelatihan AI Ready ASEAN di Polresta Surakarta

INLINK, Surakarta |Polresta Surakarta melaksanakan kegiatan Pelatihan Trainer AI Ready ASEAN bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) kepada ratusan pelajar SMA, MAN, dan SMK sederajat se-Kota Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wirasatya96 Mapolresta Surakarta, Kamis (05/02/2026).

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri oleh Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta, Tim Mafindo, perwakilan pelajar SMA, MAN, dan SMK se-Kota Surakarta, serta para guru pendamping.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan AI Ready ASEAN ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

“Kegiatan ini kemarin sudah kami paparkan di hadapan Bapak Kapolri dan insyaallah akan dijadikan sebagai pilot project untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” ujar Kapolda Jateng.

Kapolda juga menyampaikan bahwa rencana pemaparan program ini di hadapan Presiden RI belum terlaksana karena keterbatasan waktu. Namun demikian, dirinya memastikan akan memaparkan program tersebut sebagai panelis pada Rapat Pimpinan (Rapim) Polri dan TNI, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas.

Lebih lanjut, Kapolda Jateng menyampaikan ucapan selamat datang kepada para guru pendamping dan seluruh pelajar yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pelatihan di Polresta Surakarta. Ia menegaskan bahwa program ini ke depan akan disinergikan dengan program community policing Polri, di mana para pelajar yang telah mendapatkan pelatihan akan difasilitasi dalam wadah-wadah community policing.

“Kepada adik-adik, saya berpesan agar mengikuti pembelajaran ini dengan serius namun tetap santai. Manfaat kecerdasan buatan atau AI sangat besar, terutama dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, para pelajar akan dikenalkan dengan pemanfaatan AI secara positif, termasuk etika penggunaan AI, yang dapat menjadi bekal penting untuk studi dan kehidupan di masa depan. Pemanfaatan AI yang tepat diyakini mampu meningkatkan mutu pendidikan nasional, memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas dan mencari materi pembelajaran, serta membantu guru dalam menyusun modul pembelajaran.

Menutup sambutannya, Kapolda Jateng berharap kegiatan tersebut mendapat ridho Allah SWT serta membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta. Ia juga menyampaikan harapan agar para pelajar yang mengikuti pelatihan ini kelak dapat menjadi pemimpin bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi, seiring dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, PIC Tim Mafindo, Erwina Tri S., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polresta Surakarta atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami dari Mafindo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Surakarta, Bapak Wakapolresta, dan seluruh tim pendukung yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat luar biasa,” ujarnya.

Erwina juga menyampaikan bahwa para pelajar yang mengikuti pelatihan ini merupakan bagian dari 5.500.000 warga ASEAN yang mendapatkan kesempatan mengikuti program AI Ready ASEAN, sehingga merupakan kesempatan yang sangat langka dan berharga.

“Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Kalian adalah siswa-siswa terpilih yang beruntung mendapatkan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan AI secara maksimal, aman, dan tetap beretika,” tambahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, mengingat para trainer dari Polresta Surakarta telah lebih dahulu mendapatkan pelatihan intensif. Materi pelatihan akan dilanjutkan oleh tim trainer Mafindo dan menjadi bekal penting bagi peserta dalam menyelesaikan modul pembelajaran yang tersedia pada Learning Management System (LMS).

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelajar di Kota Surakarta semakin cakap dan bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai sarana pendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Usai kegiatan, Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pelatihan AI Ready ASEAN ini merupakan bentuk komitmen Polresta Surakarta dalam mendukung peningkatan literasi digital generasi muda, khususnya pelajar.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali para pelajar agar mampu memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara positif, aman, dan beretika. Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi di ruang digital,” ujar Kapolresta.

Kapolresta menambahkan bahwa Polresta Surakarta siap mendukung dan menyukseskan program AI Ready ASEAN sebagai pilot project Polri, serta akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Mafindo dan dunia pendidikan, dalam rangka menciptakan ekosistem digital yang sehat.

“Ke depan, kami akan mendorong pelajar yang telah mengikuti pelatihan ini untuk menjadi agen literasi digital di lingkungannya masing-masing, sejalan dengan program community policing Polri,” pungkasnya.

Warga Pedurungan Bagikan Pengalaman Mudahnya Urus Tilang ETLE Resmi di Kantor Polisi

INLINK, Kota Semarang | Maraknya pesan singkat melalui SMS maupun WhatsApp berisi tagihan denda ETLE dengan tautan (link) tidak resmi akhir-akhir ini memicu keresahan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Polda Jawa Tengah meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan atau phising yang mengatasnamakan institusi kepolisian.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, menegaskan bahwa sistem ETLE tidak pernah mengirimkan pemberitahuan awal melalui pesan singkat yang meminta masyarakat mengklik tautan tertentu atau mengunduh aplikasi.

“Pemberitahuan pelanggaran ETLE hanya dikirimkan melalui surat fisik sesuai alamat kendaraan. Untuk konfirmasi pelanggaran ETLE, masyarakat diberikan kemudahan melalui dua cara, yaitu secara mandiri dengan mengakses situs resmi https://konfirmasi-etle.polri.go.id/ atau dengan mendatangi langsung posko ETLE di Kantor Ditlantas Polda Jateng maupun Satlantas Polres jajaran,” tegas Kombes Pol Pratama.

Salah satu contoh proses konfirmasi pelanggaran ETLE dialami oleh Wahyu (37), warga Pedurungan, Kota Semarang. Pada hari Kamis, (5/2/2026) pagi, dirinya mendatangi Ruang Pelayanan Konfirmasi ETLE di Kantor Ditlantas Polda Jateng.

Wahyu mengaku menerima surat fisik dari kepolisian yang menerangkan bahwa dirinya terekam kamera ETLE melakukan pelanggaran lalu lintas di perempatan Milo pada akhir Januari lalu. Pemberitahuan resmi tersebut dikirimkan langsung ke alamat rumahnya pada tanggal 2 Februari 2026, bukan melalui pesan singkat dari nomor tak dikenal.

Wahyu menuturkan, dirinya sempat menerima pesan singkat (SMS) yang berisi tagihan denda tilang dan ancaman pemblokiran STNK. Namun, ia memilih untuk tidak menghiraukan pesan tersebut dan menunggu surat resmi dari kepolisian.

“Saya sempat terima SMS, tapi saya tidak percaya begitu saja. Saya lebih memilih percaya surat resmi dari kepolisian yang dikirim ke rumah, karena isinya detail, ada foto pelanggaran saya di perempatan Milo tanggal 26 Januari lalu. Jadi jelas dan transparan,” ungkapnya saat ditemui di gedung pelayanan konfirmasi ETLE.

Wahyu juga mengapresiasi kemudahan pelayanan yang ia terima. Menurutnya, proses konfirmasi dilayani dengan ramah oleh petugas dan pembayaran denda sangat praktis karena loket BRI tersedia tepat di sebelah ruang pelayanan.

Senada dengan hal tersebut, Aiptu Kuncoro, petugas di ruang konfirmasi ETLE menjelaskan bahwa alur resmi ETLE dimulai dari pengiriman surat fisik ke alamat pelanggar. Setelah surat diterima, pelanggar wajib melakukan konfirmasi, baik melalui website resmi maupun datang langsung.

“Setelah data terkonfirmasi benar, petugas akan menerbitkan kode BRIVA sebagai sarana pembayaran denda tilang melalui bank,” terangnya.

Proses tersebut selaras dengan instruksi Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra. Ia menegaskan bahwa sistem ETLE tidak pernah mengirimkan pemberitahuan awal melalui pesan singkat yang meminta masyarakat mengklik tautan tertentu atau mengunduh aplikasi mencurigakan.

Adapun pesan singkat resmi dari kepolisian hanya akan diterima setelah pelanggar melakukan konfirmasi pelanggaran secara langsung di kantor polisi. Pesan tersebut hanya berisi konfirmasi pembayaran yang menampilkan nomor register tilang, kode BRIVA, identitas lengkap pelanggar, serta mencantumkan tautan resmi https://etilang.polri.go.id atau http://konfirmasi-etle.polri.go.id/

“Jadi, jika Anda menerima pesan singkat berisi tagihan atau ancaman blokir padahal Anda belum pernah melakukan konfirmasi ke kantor polisi, bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa pengalaman Wahyu adalah contoh nyata prosedur yang benar. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah panik jika menerima pesan singkat terkait tilang.

“Adapun ciri pesan berisi penipuan biasanya dikirim dari nomor pribadi (bukan identitas institusi), menggunakan nada ancaman blokir STNK, dan memaksa klik link/tautan yang tidak resmi. Jika menerima pesan mencurigakan dari nomor tidak dikenal sebelum melakukan konfirmasi resmi, jangan diklik, segera hapus atau laporkan,” pungkas Kombes Pol Artanto.

Diungkapkan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar selama 14 hari hingga tanggal 15 Februari mendatang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi mengedepankan edukasi bagi masyarakat agar tidak hanya patuh berlalu lintas dan selamat saat berkendara di jalan raya, tapi juga menyelamatkan dari berbagai modus kejahatan digital.

Unit PPA Polres Kudus Raih Penghargaan TRC PPA Indonesia

INLINK, Kudus – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kudus meraih penghargaan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia.

Penghargaan diberikan atas kinerja unggul dalam perlindungan serta penanganan kasus perempuan dan anak sepanjang tahun 2024-2025.

Piagam penghargaan diserahkan dalam kegiatan Upacara yang berlangsung Halaman Apel Wicaksana Laghawa Polres Kudus, Kamis (5/2/2026), yang dipimpin langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia, Jeny Claudya mengatakan penghargaan diberikan setelah pihaknya melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Unit PPA Satreskrim Polres Kudus.

Penilaian mencakup kerja nyata di lapangan, konsistensi program perlindungan, serta keberanian aparat dalam menangani kasus perempuan dan anak yang bersifat sensitif.

“Penghargaan ini didasarkan pada kerja nyata, konsistensi program, serta keberanian aparat dalam menangani kasus perempuan dan anak yang sensitif,” ujar Jeny.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi sekaligus amanah bagi jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan humanis kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

“Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus hadir memberikan perlindungan dan keadilan, khususnya bagi perempuan dan anak,” kata AKBP Heru.

Menurut Kapolres, perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan kejahatan.

“Penanganan kasus perempuan dan anak membutuhkan empati dan komitmen tinggi. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas dedikasi anggota Polri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkapnya.

Penghargaan ini, lanjut Kapolres diharapkan dapat memperkuat komitmen Polres Kudus dalam mencegah dan menangani setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukumnya.

Pos Bapas Jepara Ikuti Arahan Virtual Dirjen Pemasyarakatan, Terkait Pengusulan Hak Integrasi Narapidana dan Anak Binaan

INLINK, Jepara – Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jepara selaku cabang pembantu Bapas Pati mengikuti kegiatan Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang diselenggarakan secara virtual dan terpusat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan arahan tersebut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, termasuk Pos Bapas Jepara. Arahan ini secara khusus membahas kebijakan dan teknis pengusulan hak integrasi bagi narapidana dan anak binaan, sebagai bagian dari upaya penguatan pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan keberhasilan reintegrasi sosial.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Mashudi, dan dilanjutkan dengan penjelasan teknis oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruzah, Bc.IP., S.H., M.H. Dalam arahannya, Dirjen Pemasyarakatan menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, serta orientasi pelayanan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam pemberian hak-hak warga binaan.

Dari Pos Bapas Jepara, tampak hadir Pembimbing Kemasyarakatan Muslim dan Tatag yang mengikuti kegiatan secara aktif. Keduanya menyimak dengan seksama seluruh arahan yang disampaikan, terutama terkait prinsip kehati-hatian, akurasi data, serta kesesuaian pengusulan hak integrasi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pembimbing Kemasyarakatan Muslim menyampaikan bahwa kegiatan arahan tersebut menjadi pedoman penting bagi jajaran pemasyarakatan di daerah.
“Arahan dari Dirjen Pemasyarakatan ini menjadi penguatan bagi kami di lapangan agar dalam mengusulkan hak integrasi, baik untuk narapidana maupun anak binaan, benar-benar memperhatikan aspek substantif, administratif, serta tujuan pembinaan,” ujar Muslim.

Senada dengan hal tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Tatag menilai bahwa kegiatan ini memberikan kejelasan sekaligus keseragaman pemahaman antar-UPT pemasyarakatan.
“Dengan adanya arahan ini, kami semakin memahami standar dan mekanisme pengusulan hak integrasi sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih akuntabel, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ungkap Tatag.
Lebih lanjut, Muslim menegaskan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan, termasuk Pos Bapas Jepara, dapat semakin optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembimbingan kemasyarakatan. Hal tersebut khususnya dalam mendukung pemenuhan hak integrasi bagi narapidana dan anak binaan secara profesional, bertanggung jawab, serta berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.

Sementara itu, dalam arahannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Brigadir Jenderal Polisi Drs. Mashudi menegaskan bahwa pemasyarakatan pada hakikatnya merupakan fungsi pelayanan yang akan menjadi sorotan masyarakat.
“Di pemasyarakatan ini, ujung pelayanan ada pada jajaran yang bersentuhan langsung dengan warga binaan, yakni di bagian Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan. Perlu dipahami bahwa tidak semua warga binaan sepenuhnya bersalah. Ketika kita mampu membantu mereka sesuai ketentuan, itu merupakan hal yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dirjen Pemasyarakatan juga menekankan pentingnya ketulusan dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat.
“Jika kita membantu warga binaan yang memang sudah waktunya mendapatkan haknya, mari dilakukan dengan tulus. Ketika kita berbuat baik, insya Allah akan membawa kebaikan bagi kita semua. Mari kita tinggalkan hal-hal yang lalu dan melangkah ke depan dengan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” pesannya.

Perkuat Mental, bentuk Insan Pemasyarakatan Profesional

INLINK, Pati |Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati mengikuti kegiatan Penutupan Pembinaan Mental Terpadu Tahap II yang diselenggarakan di Nusakambangan. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari program pembinaan yang bertujuan untuk memperkuat mental, integritas, serta kesiapan sumber daya manusia pemasyarakatan dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, Kamis (5/2). Kehadiran Bapak Kalapas Pati menjadi wujud komitmen pimpinan dalam mendukung penguatan karakter dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan.

Penutupan Pembinaan Mental Terpadu Tahap II tersebut diikuti oleh para pejabat struktural dan peserta pembinaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi, Bapak Puji Harinto, menyampaikan bahwa pembinaan mental terpadu merupakan fondasi penting bagi aparatur pemasyarakatan. *“Melalui pembinaan mental terpadu ini, kita ingin membentuk insan pemasyarakatan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental, berintegritas, dan memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan tugas,”* tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta, termasuk jajaran pimpinan UPT, dapat mengimplementasikan nilai-nilai pembinaan mental terpadu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Bapak Kalapas Pati menegaskan bahwa pembinaan mental menjadi aspek strategis dalam membentuk aparatur pemasyarakatan yang berkarakter, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Ngopi Bareng Ninja Club, Satlantas Polres Wonogiri Libatkan Komunitas Otomotif Dukung Ops Keselamatan Candi 2026

INLINK, Wonogiri – Satuan Lalu Lintas Polres Wonogiri menggelar kegiatan Ngopi Bareng bersama komunitas otomotif Ninja Club Wonogiri dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) di Angkringan PBS, Jalan Raya Wonogiri, Donoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kaposko Ops Keselamatan Candi 2026 IPTU Broto Suwarno bersama Kasubsatgas Dikmas Lantas IPDA Sumiyanto, S.H., serta diikuti personel Satgas Kamsel Ops Keselamatan Candi 2026 Polres Wonogiri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri kepada komunitas otomotif guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan silaturahmi, dialog interaktif, serta berbagi informasi keselamatan berlalu lintas dengan anggota komunitas Ninja Club Wonogiri. Selain itu, Satlantas Polres Wonogiri juga membagikan sebanyak 200 lembar brosur Ops Keselamatan Candi 2026 sebagai sarana edukasi kepada para pengendara sepeda motor.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi dan kemitraan dengan komunitas otomotif sebagai mitra strategis dalam keselamatan berlalu lintas.

“Melalui kegiatan ini, Polres Wonogiri mengajak komunitas otomotif untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Komunitas diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi pengguna jalan lainnya dalam mematuhi aturan dan rambu lalu lintas,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif komunitas otomotif dalam Ops Keselamatan Candi 2026 diharapkan mampu menekan angka pelanggaran serta menurunkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Wonogiri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan terjalinnya komunikasi yang baik antara petugas dan komunitas Ninja Club Wonogiri, menjadi wujud komitmen bersama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Wonogiri.

Sat Lantas Polres Wonogiri Sambangi Korban Laka Lantas, Wujud Empati di Ops Keselamatan Candi 2026

INLINK, Wonogiri – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Wonogiri melaksanakan kegiatan silaturahmi kepada korban kecelakaan lalu lintas dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman korban laka lantas, Sdr. Tukimin, yang beralamat di Karangtalun RT 02 RW 05, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (5/2/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat dan personel Sat Lantas. Silaturahmi ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam pelaksanaan Ops Keselamatan Candi 2026, khususnya kepada masyarakat yang pernah menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Sat Lantas Polres Wonogiri menyampaikan perhatian, empati, serta dukungan moril kepada korban, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pesan keselamatan berlalu lintas guna mencegah terulangnya kecelakaan di kemudian hari.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan.

“Melalui Ops Keselamatan Candi 2026, Polres Wonogiri tidak hanya fokus pada penindakan, namun juga mengedepankan pendekatan persuasif dan empati. Kegiatan silaturahmi kepada korban laka lantas ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Wonogiri.

Gandeng Mafindo dan dihadiri Kapolda Jateng, Polres Semarang gelar pelatihan AI bagi pelajar

INLINK, Semarang |Menggandeng pihak eksternal dari Mafindo, Kamis 5 Februari 2026 Polres Semarang menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar Kab. Semarang. Kegiatan ini diikuti perwakilan siswa-siswi terbaik dari 20 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengirimkan 5 peserta terpilih.

Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Jl. Diponegoro Ungaran, dan dibuka langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan terkait pemanfaatan teknologi AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

“Bersama Mafindo dengan program AI Ready ASEAN, menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi digital generasi muda, sekaligus penguatan karakter pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.” Ungkap Kapolres dalam sambutannya.

Dalam materi yang disampaikan, AI dianalogikan seperti bara api, yang dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat, namun juga dapat menimbulkan dampak kerusakan apabila disalahgunakan.

AKBP Ratna kembali menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta tanggung jawab moral dalam penggunaannya. “Artificial Intelligence ibarat bara api. Jika dimanfaatkan dengan benar, akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan masa depan. Namun apabila disalahgunakan, maka dapat menimbulkan dampak kerusakan, baik secara sosial maupun individu. Oleh karena itu, kami mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan teknologi.” Tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, para peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan sekolah masing-masing. “Adik-adik yang hadir di sini merupakan siswa-siswi terbaik yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada teman-temannya terkait penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan beretika, sekaligus terus mengembangkan potensi diri masing-masing.” Pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Semarang, tetapi juga digelar secara serentak di sejumlah wilayah jajaran Polda Jawa Tengah, di antaranya Surakarta, Karanganyar, Kabupaten Tegal, Ungaran, dan Jepara.

Di akhir kegiatan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo turut hadir memantau jalannya pelatihan sekaligus berinteraksi langsung dengan sejumlah peserta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai bagian dari perkembangan teknologi di masa depan, dengan tetap mengedepankan penggunaan yang positif dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Kapolda Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, tidak dapat kita hindari. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan generasi muda agar mampu memanfaatkannya untuk hal-hal positif, pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kemajuan bangsa. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di Jawa Tengah,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta dari SMA 1 Bergas yang berkesempatan maju ke depan menyampaikan bahwa, melalui pelatihan ini dirinya menjadi lebih memahami penggunaan AI serta manfaatnya, khususnya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran.

Ke depan, program edukasi teknologi dan literasi digital ini direncanakan akan terus berlanjut, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki integritas dalam pemanfaatannya.