Jelang Laga Persiba vs PSGC, 24 Oknum Suporter Diamankan Karena Konsumsi Miras

INLINK, Surakarta |Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta mengamankan dua puluh empat orang oknum suporter Persiba Bantul yang hendak menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Nusantara antara Persiba Bantul melawan PSGC Ciamis di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (07/02/2026).

Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto, SH., MH mengatakan, pengamanan berawal saat Tim Sparta melaksanakan patroli dan pemantauan terhadap suporter yang akan memasuki kawasan Stadion Sriwedari. Saat itu, petugas mendapati enam orang suporter yang dicurigai membawa minuman keras.

“Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan enam orang tersebut sedang membawa minuman keras. Selanjutnya Tim Sparta melakukan pengecekan terhadap mobil yang berada di halaman parkir Stadion Sriwedari. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 10 botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml dan 2 botol minuman keras jenis Anggur Kolesom ukuran 600 ml,” jelas Kompol Edi.

Tim Sparta kemudian kembali menyisir kawasan sekitar Stadion Sriwedari dan berhasil mengamankan lima belas suporter lainnya. Selain itu, di depan MAN 2 Surakarta, petugas kembali mengamankan tiga orang suporter yang juga dalam keadaan mabuk. Dari lokasi tersebut, turut diamankan dua botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml.

Selanjutnya, dua puluh empat suporter beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku melalui tindak pidana ringan (Tipiring).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan secara keseluruhan berupa 12 botol minuman keras jenis ciu ukuran 600 ml, 2 botol minuman keras jenis Anggur Kolesom ukuran 600 ml, serta 1 unit mobil jenis Grand Livina.

Secara terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK., MH mengimbau kepada seluruh suporter agar dapat menjaga ketertiban dan tidak mengonsumsi minuman keras saat akan menyaksikan pertandingan.

“Kami mengimbau kepada seluruh suporter untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tidak membawa maupun mengonsumsi minuman keras, serta mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

Polisi Hentikan Sementara Pencarian Korban Hanyut di Sungai Kalibodri

INLINK, KENDAL — Tiga warga Kabupaten Kendal hanyut di Sungai Kalibodri, Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang selamat yakni Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (49), keduanya warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring. Sementara korban yang belum ditemukan adalah Muhammad Efendi (35), warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan koordinasi lintas instansi.

“Kami menerima laporan adanya warga hanyut di Sungai Kalibodri. Personel Polsek Pegandon bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD untuk proses pencarian korban yang belum ditemukan,” ujar Hendry.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat ketiga korban berencana menyusuri sungai menggunakan pelampung ban dalam mobil dari Bendungan Juwero menuju wilayah Cepiring. Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka turun ke sungai. Saat melintas di bawah jembatan kereta api di Desa Tegorejo, pelampung yang digunakan oleng dan ketiganya terjatuh ke air. Dua korban berhasil menepi, sementara satu orang terseret arus.

Petugas yang mendatangi tempat kejadian perkara antara lain Kapolsek Pegandon, anggota Reskrim Polsek Pegandon dan Polres Kendal, petugas BPBD, serta tenaga medis dari Puskesmas Pegandon. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.

Pada Sabtu malam, kepolisian menggelar apel konsolidasi pencarian korban tenggelam di Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, dengan melibatkan 35 personel gabungan.

Kapolsek Pegandon, AKP Nugroho Agung Purnomo, menyampaikan pencarian sementara dihentikan karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan kembali.

“Untuk sementara malam ini pencarian korban kami hentikan dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” ujar Nugroho.

Hingga berita ini diturunkan, korban atas nama Muhammad Efendi masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di aliran sungai guna mencegah kejadian serupa.

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

INLINK, Jakarta |Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi” Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog.” Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.

Kolaborasi Gandeng PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, FWJI Korwil Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Kertamukti 

INLINK, Kabupaten Bekasi – Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Bantuan diserahkan melalui Kepala Dusun (Kadus) 2, Koko, dan dipusatkan di Perumahan Kertamukti Sakti Residence. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan turut dihadiri oleh Babinsa, Bimaspol, Ketua RT dan RW setempat, serta warga yang terdampak banjir.

Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, yang hadir didampingi bendahara FWJI, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial FWJI terhadap masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya warga Desa Kertamukti yang terdampak musibah banjir.

“Kami dari Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Kabupaten Bekasi tergerak untuk membantu warga masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Cibitung, Desa Kertamukti. Alhamdulillah, kami dapat bekerja sama dengan PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dalam menyalurkan bantuan berupa air mineral dan mie instan,” ujar Mariam.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak banjir, sekaligus menjadi wujud nyata peran sosial insan pers di tengah masyarakat.

Di lokasi yang sama, Kadus 2 Desa Kertamukti, Koko, menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada FWJI Korwil Kabupaten Bekasi atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada FWJI Korwil Kabupaten Bekasi yang telah peduli terhadap warga kami yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. Sekali lagi terimakasih atas partisipasi dan perhatiannya,” ungkap Koko.

Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari warga setempat dan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi wartawan, dunia usaha, serta pemerintah desa dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya saat terjadi bencana alam.

Polres Boyolali Hadir dalam Kick Off Munas SWI 2026, Kegiatan Berlangsung Kondusif

INLINK, BOYOLALI — Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dirangkaikan dengan Kick Off Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Wartawan Independen (SWI) Tahun 2026 digelar di Gedung IKM, Dukuh Ngemplak, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.45 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, organisasi pers, serta tokoh masyarakat. Acara ditandai dengan penanaman bunga matahari dan sorgum sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali Candra Irawan, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, KBO Sat Intelkam Polres Boyolali Iptu Ibnu Subagyo, Ketua Panitia Prof. Supiyat Nasir, Ketua Umum SWI Heri Budiman, Sekretaris Camat Ampel Heri Murjianto, Danramil Ampel Kapten Arh Yanu P, Kapolsek Ampel Iptu Edhy Nugroho, Wakapolsek Ampel Iptu Ahmad Tri Hartono, Kepala Desa Banyuanyar Komarudin, jajaran DPP SWI, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Munas SWI 2026, Prof. Supiyat Nasir, menyoroti pentingnya peran pers dalam menghadapi tantangan krisis pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar simbolis, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan hingga puncak Munas SWI yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026. Menurutnya, Desa Banyuanyar memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk penguatan sektor pertanian di Indonesia.

Mewakili Bupati Boyolali, Kepala Dinas Kominfo Boyolali Candra Irawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kick Off Munas SWI 2026 di Boyolali. Pemerintah Kabupaten Boyolali, kata dia, siap mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia juga menekankan bahwa Kampus Kopi Banyuanyar merupakan salah satu unggulan BUMDes yang telah dikenal di tingkat nasional dan perlu terus dikembangkan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kick Off Munas SWI 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pers dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Respons Cepat Polsek Juwangi, Tangani Kecelakaan KA 268 Banyubiru di Dk. Jambean, Juwangi

INLINK, BOYOLALI — Seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) 268 Banyubiru di wilayah Dukuh Jambean, Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jumat (6/2/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.35 WIB di jalur rel petak Stasiun Karangsono–Gundi, KM 59+0/1. Korban diketahui berinisial D (92), warga Dukuh Jambean, Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban menyeberang rel kereta api dari arah utara menuju selatan. Pada saat bersamaan, KA 268 Banyubiru melaju dari arah barat (Stasiun Karangsono) menuju timur (Stasiun Gundi). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan pun tidak dapat dihindari hingga mengakibatkan korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengetahui korban sudah tergeletak di sekitar jalur rel usai kejadian. Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa korban diduga mengalami gangguan pendengaran, sehingga tidak menyadari adanya kereta api yang melintas saat menyeberang rel.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Juwangi. Gerak cepat Petugas piket SPKT bersama Unit Reskrim, Bhabinkamtibmas, serta petugas medis dari Puskesmas Juwangi segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat kepolisian melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat benturan keras saat tertabrak kereta api. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Polres Boyolali mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas atau menyeberang jalur rel kereta api, serta selalu memastikan kondisi aman demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Satlantas Polres Demak Bagikan Nasi Kotak dan Edukasi Sasaran Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK, Demak – Satlantas Polres Demak melaksanakan kegiatan Jumat Berkah sekaligus sosialisasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan Operasi keselamatan Candi 2026 dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai 2 hingga 15 Februari 2026 dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tercipta situasi lalu lintas di Kabupaten Demak tetap aman, tertib, dan lancar, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.

Kepala Urusan dan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno mengatakan, Operasi Keselamatan Candi 2025 berfokus pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berkendara.

“meliputi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, pengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan yang ditentukan,” katanya Iptu Djoko.

Sosialisasi menyasar komplek perumahan Wiku II Demak, pangkalan becak Terminal Demak, pangkalan ojek online, serta pangkalan andong wisata di kawasan taman parkir Jogoloyo. Dalam kegiatan ini, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib lalu lintas sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan.

Iptu Djoko menjelaskan, melalui kegiatan Jum’at berkah dan sosialisasi di lapangan, Polres Demak memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan operasi, yaitu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Demak.

“Kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan sangat menentukan keberhasilan upaya menekan angka kecelakaan. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keselamatan diri dan orang lain,” jelasnya.

Petugas juga mengajak masyarakat turut berperan menjaga ketertiban di sekitar jalan raya, terutama pada saat jam-jam padat. Edukasi ini diharapkan dapat membangun budaya tertib lalu lintas berkelanjutan.

Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat, Polres Jepara Gelar Jumat Curhat

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui program Jumat Curhat, yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Jepara.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara Polri dan masyarakat guna menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta harapan warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Seperti yang terlihat kali ini, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama karyawan CV. Karya Exindo Prima Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Jumat (6/2/2026).

Turut hadir pejabat utama dan personel Polres Jepara, Forkopimcam Tahunan, Petinggi Desa Langon, Tomas, masyarakat desa setempat dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jepara menyampaikan, bahwa Jumat Curhat merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan masukan terkait berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Jepara dalam melayani dan menyerap aspirasi warga.

“Jumat Curhat ini merupakan sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat, menyerap keluhan, saran dan masukan dari warga terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar AKBP Hadi Kristanto.

Tak hanya itu, Kapolres Jepara juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir.

“Kolaborasi adalah kunci utama. Melalui program ini, kami berharap dapat menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat sehingga bisa mencari solusi bersama,” tandasnya.

AKBP Hadi juga menuturkan, bahwa saat ini, Polres Jepara telah meluncurkan hotline call center 110 Polri untuk melayani permintaan informasi kepolisian atau aduan permasalahan.

“Silahkan dilaporkan bila temukan kegiatan-kegiatan mencurigakan, di lingkungan tempat tinggalnya. Apalagi saat ini, Polres Jepara telah meluncurkan hotline call center Polri 110 untuk melayani permintaan informasi kepolisian atau aduan permasalahan,” jelasnya.

Selama kegiatan Jumat Curhat, berbagai keluhan dan masukan dari warga disampaikan dengan lugas.

Kapolres Jepara bersama pejabat utama Polres secara cermat mencatat setiap keluhan yang disampaikan warga dan memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan program seperti ‘Jumat Curhat’, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga Kamtibmas serta mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Wujud Kepedulian Lingkungan Pesisir, Polres Jepara Ikuti Gerakan Jepara Bersih-Bersih serentak se-Kabupaten Jepara Tahun 2026

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menunjukkan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan menerjunkan langsung personelnya dalam gerakan Jepara Bersih-Bersih serentak se-Kabupaten Jepara di kawasan Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Kegiatan yang merupakan implementasi dari program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dan gerakan Jepara Bersih Bersih serentak se-Kabupaten Jepara melibatkan personel lintas instansi, mulai dari unsur TNI, Polri hingga jajaran Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.

Sejak pagi, terlihat Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama personel gabungan menyisir sepanjang garis Pantai Teluk Awur.

Dengan penuh semangat gotong-royong, rombongan memungut sampah serta limbah rumah tangga yang mencemari area wisata tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menekankan bahwa kehadiran Polres Jepara bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Pantai Teluk Awur adalah salah satu ikon wisata kebanggaan warga Jepara. Kehadiran kami di sini merupakan wujud dukungan penuh Polres Jepara terhadap gerakan Indonesia ASRI dan Gerakan Jepara Bersih Bersih serentak se-Kabupaten Jepara. Lingkungan yang resik dan indah akan memberikan kenyamanan bagi warga serta wisatawan yang berkunjung,” ujar AKP Dwi Prayitna di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut.

Penyisiran sampah dilakukan secara terpadu oleh personel gabungan dari TNI, Polri hingga jajaran Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan armada kebersihan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melalui kegiatan ini, Polres Jepara berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan pesisir serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jepara. Dengan lingkungan yang bersih dan terjaga, diharapkan dapat tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Gunakan ETLE Mobile, Satlantas Polres Kendal Jaring Pelanggar Lalu Lintas di Jalur Pantura

INLINK, KENDAL – Operasi Keselamatan Candi 2026 telah memasuki hari keempat, Satlantas Polres Kendal terus berupaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan nyaman. Fokus utama kali ini adalah penindakan tegas terhadap pelanggaran kasat mata, khususnya pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus lalu lintas.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Lingkar Kaliwungu, Jalan Pantura Kendal, pada Kamis (05/02/2026) sore. Dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Very Okta Dwi Saputra, petugas menyisir area tersebut selama satu jam mulai pukul 16.00 WIB.

Pemandangan unik terjadi saat petugas tiba di lokasi. Begitu melihat seragam polisi, sejumlah pengendara motor yang sedang melawan arus langsung kocar-kacir. Banyak di antaranya memilih memutar balik secara mendadak demi menghindari petugas.

“Tadi dapat dilihat begitu banyak pengendara motor yang melanggar. Begitu kami hentikan satu, yang lainnya kocar-kacir dan balik arah. Bahkan, ada yang sengaja membelokkan motornya ke minimarket untuk bersembunyi. Kami datangi dan berikan teguran,” ujar Ipda Very di lokasi.

Sasaran utama operasi ini adalah para pekerja dan pelajar yang pulang beraktivitas. Mereka kerap menggunakan jalur dari arah barat menuju timur dengan cara melawan arus untuk memotong jalan.

Selain melawan arus, petugas juga menindak pengendara yang tidak menggunakan helm SNI serta yang berboncengan lebih dari dua orang. Seluruh pelanggaran ini didokumentasikan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile melalui kamera handheld.

“Kami lakukan penindakan tilang langsung dengan ETLE Mobile. Jadi, semua terdokumentasikan, tidak mengada-ada,” tegas Ipda Very. Pelanggar akan menerima cetakan barcode yang bisa dipindai untuk mengisi data diri dan melakukan pembayaran denda secara online.

Salah satu pengendara yang terjaring adalah Imanuel, seorang mahasiswa. Ia mengaku kaget saat dihentikan petugas karena berboncengan dengan teman yang tidak memakai helm sambil melawan arus.

“Saya kaget dan bingung salahnya apa. Baru sadar setelah dijelaskan polisi. Memang sering lewat sini lawan arah karena malas kalau harus mutar jauh,” aku Imanuel. Sempat bingung dengan sistem pembayaran digital, ia akhirnya mengerti setelah mendapat arahan dari petugas terkait mekanisme barcode tersebut.

Dalam operasi singkat selama satu jam tersebut, petugas berhasil menindak 10 kendaraan roda dua. Meski banyak yang menghindar, petugas tetap memberikan edukasi dan arahan kepada para pelanggar agar tidak mengulangi perbuatannya yang membahayakan nyawa.

Satlantas Polres Kendal kembali mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menggunakan helm demi keselamatan bersama di jalan raya.