Polrestabes Semarang Kembali Gelar Operasi Gabungan, Balap Liar di Jalan Dr. Cipto Ditindak Tegas

INLINK, Semarang — Polrestabes Semarang kembali menggelar operasi gabungan tim khusus dalam rangka penindakan aksi balap liar dan potensi tawuran yang meresahkan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat malam (30/1/2026) hingga Sabtu dini hari di kawasan Jalan Dr. Cipto, tepatnya di sekitar traffic light Sidodadi, Kecamatan Semarang Timur.

Operasi yang dimulai pukul 23.30 WIB itu dipimpin oleh Kasat Pam Obvit Polrestabes Semarang AKBP Sigit Ari Wibowo selaku Perwira Pengawas (Pamenwas). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan untuk aksi balap liar.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan pemantauan, pemeriksaan kendaraan, serta penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas maupun berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Operasi difokuskan pada langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum secara terukur dan humanis.

Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan serta mengantisipasi aktivitas balap liar yang kerap muncul di lokasi tersebut. Hasilnya, sebanyak 18 pelanggar dikenakan sanksi tilang. Barang bukti yang diamankan berupa 6 lembar SIM, 8 lembar STNK, serta 4 unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi balap liar. Tidak ditemukan pelanggaran yang hanya diberikan teguran.

Kasihumas Polrestabes Semarang menyampaikan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas dan gangguan kamtibmas yang dapat timbul akibat balap liar.

“Balap liar tidak hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, Polrestabes Semarang akan terus hadir melakukan penertiban di titik-titik rawan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, S.Ag., S.H., M.H. menegaskan bahwa penindakan dilakukan sebagai bentuk edukasi dan upaya memberikan efek jera.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara muda, agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balap. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kepolisian akan terus konsisten melakukan penindakan,” tegasnya.

Operasi berakhir pada pukul 01.15 WIB dengan situasi aman dan terkendali. Polrestabes Semarang memastikan kegiatan penindakan balap liar akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil guna menciptakan lalu lintas yang tertib serta lingkungan kota yang aman dan nyaman.

Satlantas Polres Wonogiri Sosialisasikan Pembatasan Operasional Truk Sumbu 3

INLINK, Wonogiri – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri menggelar kegiatan sosialisasi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Terminal Lama Wonogiri mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, sebagai langkah awal sebelum pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan angkutan barang.

Sosialisasi dipimpin oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonogiri Ipda Taufik Hidayat, S.H., bersama dua personel Satlantas. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengemudi dan pelaku usaha angkutan barang terkait waktu dan area pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas, guna menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Wonogiri juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait melalui berbagai kanal informasi, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial. Selain itu, dilakukan pemantauan dan pengawasan di titik-titik akses jalan yang berpotensi menjadi jalur masuk kendaraan angkutan barang selama masa pembatasan berlangsung.

Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, S.Tr.K., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. “Kami mengedepankan langkah persuasif dan humanis. Namun apabila masih ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penegakan hukum berupa teguran, tilang, atau pengalihan rute sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penyiapan lokasi parkir sementara bagi kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama masa pembatasan operasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Satlantas Polres Wonogiri mengimbau seluruh pengemudi angkutan barang agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Polres Wonogiri Salurkan 2.907 Paket Makan Bergizi Gratis ke Pelajar dan Warga Eromoko

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari kembali merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan masyarakat di wilayah Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan pendistribusian dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Distribusi MBG dipusatkan di SPPG Polres Wonogiri yang berlokasi di Lingkungan Plumbon, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko. Program ini menyasar total 2.907 penerima manfaat yang terdiri dari siswa KB/PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP, SMA/SMK, para guru, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kader posyandu.

Menu MBG yang dibagikan telah disusun sesuai standar gizi oleh tenaga ahli, di antaranya nasi kuning, telur dadar dengan abon, kering tempe, acar, dan buah semangka. Khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, turut disalurkan menu kering tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing.

Sebelum didistribusikan, seluruh makanan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dari Dokkes Polres Wonogiri. Pemeriksaan dilakukan melalui uji fisik, kimia, dan organoleptik, dengan hasil seluruh menu dinyatakan layak konsumsi dan aman untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H. mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. mengatakan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah wujud kepedulian Polres Wonogiri terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu serta balita. Harapannya, asupan gizi yang baik dapat mendukung generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengamanan serta monitoring oleh jajaran Polsek Eromoko. Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal program-program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini sejalan dengan semangat Polri Presisi, di mana Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Perkuat Kebugaran dan Soliditas, Personel Polres Wonogiri Gelar Olahraga Bersama

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar kegiatan olahraga bersama yang diikuti seluruh personel Bag, Sat, dan Sie Polres Wonogiri, Jumat (30/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Wonogiri mulai pukul 07.00 WIB sebagai bagian dari pembinaan rutin personel.

Olahraga pagi ini diprakarsai oleh Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Wonogiri dan diikuti oleh Kabag SDM, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh anggota Polres Wonogiri. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat.

Kabag SDM Polres Wonogiri Kompol Sri Martini, S.H., M.H. menyampaikan bahwa olahraga bersama ini bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani dan mental personel, sekaligus meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya menjaga kebugaran di tengah padatnya pelaksanaan tugas.

“Melalui olahraga bersama, personel dapat menjaga kondisi fisik tetap prima sehingga siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H. mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. menegaskan bahwa pembinaan kesehatan personel merupakan bagian penting dalam mendukung profesionalisme Polri.

“Kesehatan jasmani dan mental personel menjadi faktor utama dalam menunjang kinerja kepolisian. Dengan anggota yang sehat dan solid, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan humanis,” jelas AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, kegiatan olahraga bersama juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan soliditas internal Polres Wonogiri. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan internal secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri Presisi yang siap melayani masyarakat,” pungkasnya.

Jum’at Curhat di Pesantren Kalijambe, Kapolres Sragen Serap Aspirasi Warga

INLINK, SRAGEN, JATENG – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Jama’atul Qurro’ Rohmatul Ummah, Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (30/1/2026).

Di tengah lantunan semaan Al-Qur’an, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indysari hadir menyapa langsung santri, pengasuh pesantren, serta masyarakat dalam kegiatan Jum’at Curhat.

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan masyarakat untuk menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi di lingkungan sekitar.

Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pejabat Utama Polres Sragen, para Kapolsek, unsur Forkopimcam Kalijambe, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta sekitar 50 jamaah Majelis Semaan Al-Qur’an.

Dalam paparannya, Kapolres Sragen menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas formal, tetapi membangun komunikasi dan rasa aman bersama.

“Polri hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, sekaligus melindungi dan melayani masyarakat. Namun yang paling penting adalah bagaimana persoalan bisa diselesaikan dengan cara-cara yang bijak, berangkat dari kearifan lokal,” ujar AKBP Dewiana.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan pedesaan, untuk mengedepankan musyawarah serta tidak mudah terpancing emosi dalam menyikapi persoalan sehari-hari.

“Banyak persoalan sosial sebenarnya bisa diredam sejak awal jika ada komunikasi yang baik dan peran aktif tokoh agama maupun tokoh masyarakat,” tambahnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Siti Barokah, pengurus Yayasan PPTQ Rohmatul Ummah, menyampaikan keresahan warga terkait maraknya penggunaan knalpot brong yang mengganggu ketenangan lingkungan, serta persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap terjadi namun sering dianggap sebagai urusan privat.

“Knalpot brong sangat mengganggu, terutama di lingkungan pesantren. Selain itu, ada kasus KDRT yang kami tahu terjadi, tapi warga bingung harus melapor ke mana,” ungkap Siti Barokah.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sragen menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor melalui berbagai saluran resmi.

“Laporan bisa disampaikan melalui Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau Call Center 110 yang aktif 24 jam. Semua laporan akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Terkait knalpot brong, Kapolres menyebut penertiban terus dilakukan dengan mengedepankan pendekatan preventif, termasuk menyasar kalangan pelajar.

“Kami masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi, karena sebagian besar pelanggaran melibatkan anak-anak muda,” jelasnya.

Sementara untuk KDRT, Kapolres menekankan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar.
“Jika sudah menyangkut kekerasan dan membahayakan keselamatan, itu bukan lagi urusan pribadi. Jangan menutup mata,” ujarnya.

Masukan juga disampaikan oleh Jaswadi, tokoh masyarakat Desa Wonorejo. Ia menyoroti penggunaan petasan dan mercon menjelang bulan Ramadhan, etika warung makan di siang hari saat puasa, serta mengusulkan masa berlaku SIM seumur hidup.

“Setiap Ramadhan, petasan dan mercon selalu meresahkan. Selain itu, perlu juga saling menghormati antarumat beragama,” kata Jaswadi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sragen menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan langkah cipta kondisi menjelang Ramadhan.

“Petasan dan mercon berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Karena itu, kami lakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya toleransi selama bulan suci.
“Ramadhan adalah momentum untuk saling menghormati. Harmoni sosial harus terus dijaga,” imbuhnya.

Terkait usulan SIM seumur hidup, Kapolres menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berada di luar kewenangan Polres.
“Perpanjangan SIM tetap diperlukan karena kondisi fisik dan mental seseorang bisa berubah. Ini menyangkut keselamatan di jalan,” jelasnya.

Isu dunia pendidikan turut mengemuka. Slamet, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalijambe, menyampaikan kegelisahan para guru yang khawatir menghadapi persoalan hukum saat menjalankan tugas mendidik.

“Guru sering berada di posisi sulit, khawatir salah langkah dalam mendisiplinkan siswa,” ujar Slamet.

Kapolres Sragen menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan dan penyelesaian secara restoratif menjadi prioritas dalam penanganan kasus yang melibatkan guru dan siswa.

“Selama tidak ada unsur kekerasan, penyelesaian secara kekeluargaan selalu kami kedepankan. Guru sebaiknya menghindari kontak fisik dan melibatkan orang tua dalam penyelesaian masalah,” jelas Kapolres.

Ia juga menyebut kegiatan Polri sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah akan terus dilakukan.

“Ini bagian dari edukasi, termasuk pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan,” katanya.

Sebagai penutup, Kapolres Sragen menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga dan keluarga besar PPTQ Rohmatul Ummah.

Bantuan diterima langsung oleh perwakilan pesantren dan masyarakat.

Kegiatan Jum’at Curhat di lingkungan pesantren tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan.

Kapolres Boyolali hadir dalam pemakaman Jenazah Korban Curas di Karanggede

INLINK, BOYOLALI – Suasana haru menyelimuti kediaman Purwanto, Suami sekaligus bapak dari korban pencurian dengan kekerasan di Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Jumat (30/1).

Jenazah OA, 6 thn yang ditemukan meninggal dunia didalam rumah setelah tragedi pencurian berdarah itu, diberangkatkan dari rumah menuju ke pemakaman umum anak desa setempat sekira pukul 12.50 WIB.

Kerabat serta tetangga yang ikut melayat juga merasakan duka mendalam.

Purwanto, ayah almarhum terlihat lemas setiba di depan rumahnya. Dia tak kuasa menahan tangis setelah turun dari kendaraan. Bahkan, dia harus dibopong oleh kerabat menuju kedalam rumah.

Jenazah diberangkatkan menggunakan mobil jenazah. Sang ayah juga turut mendampingi keberangkatan dengan terus dipeluk oleh kakek korban.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Maulana Saputra, juga ikut melayat ke pemakaman.

Kapolres sempat memberikan sedikit sambutan, sebelum jenazah dikebumikan.

Dengan dipeluk ayahnya, Purwanto tak kuasa menahan tangis melihat jenazah anaknya dikuburkan.

Diberitakan sebelumnya, Kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1) sore. Perampok menyatroni rumah yang dihuni oleh seorang ibu serta dua orang anak perempuan.

Namun nahas, anak kedua yang berusia enam tahun berinisial AO meninggal dunia. Sementara sang ibu, D, thn33,mengalami luka bacok dibagian leher, dan langsung dilarikan RSU.

Sementara itu, Kapolsek Karanggede, AKP S. Widodo membenarkan adanya kejadian pencurian dengan kekerasan tersebut.

“Telah terjadi tindak pidana pencurian dan kekerasan. korban tadi dari olah TKP ada dua, yang satu anak-anak meninggal dunia di TKP, sedangkan yang satu ibu kandung korban, yang tadi sekarang dirawat di rumah sakit,”

Dari keterangan warga sekitar, Pemilik rumah hanya tinggal bertiga dengan kedua anak perempuan. Sementara sang suami merantau ke Singkawang, Kalimantan.

Diketahui, rumah korban sedikit berjauhan dengan rumah tetangga yang lain. Jarak paling dekat sekira 20 meter dengan rumah tetangga.

Polres Boyolali Ungkap Kasus Curas kurang dari 1X 24 jam, Terduga pelaku dibekuk

INLINK, Boyolali – Polres Boyolali bersama Tim Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus pencurian dengan korban meninggal dunia di Dsn Pengkol, Kec Karang Gede, Boyolali. Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan bahwa pelaku berhasil diamankan kurang dari 1×24 jam setelah kejadian.

“Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kab Kudus. Pelaku berinisial A, berusia sekitar 30 tahun, dan saat ini sedang dalam perjalanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKBP Indra Maulana Saputra.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menambahkan bahwa motif dan detail lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Kapolres juga mengatakan bahwa barang bukti berupa 1 unit kendaraan bermotor telah berhasil diamankan.

“Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini yang terjadi pada korban dan semoga keluarga bisa dengan tabah dan ikhlas menerima ini semua, dan almarhum dapat diterima di sisi Allah SWT, serta husnul khotimah,” kata AKBP Indra Maulana Saputra.

AKBP Indra Maulana Saputra menambahkan bahwa ibu korban masih dirawat di RSUD Simo dan sedang mendapatkan perawatan dan coaching clinic dari tim trauma healing dari Polres dan Pemkab Boyolali.

“Alhamdulillah, ibu korban sudah sadar dan membaik, namun masih syok, oleh karena itu sedang dilakukan coaching clinic oleh tim trauma healing Polres dan Pemkab Boyolali,” pungkasnya.

Tak Hanya Evakuasi, Polres Kudus Bersihkan Sekolah Pasca Banjir

INLINK, Kudus – Polres Kudus menggelar bakti sosial bersih-bersih pasca banjir di SD Negeri 2 Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan sisa lumpur banjir yang sebelumnya menggenangi lingkungan sekolah.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, kerja bakti tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Pasalnya, kondisi sekolah pasca banjir licin dan rawan membahayakan siswa.

“Semoga dengan adanya kerja bakti ini, sekolah kembali ramah anak. Sebelumnya licin dan rawan kepleset karena lumpur sisa banjir,” kata AKBP Heru di sela-sela kerja bakti.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Kudus membersihkan halaman dan lingkungan sekolah dengan menggunakan satu unit kendaraan khusus Water cannon serta sejumlah peralatan kebersihan.

Selain kerja bakti di sekolah, AKBP Heru menyampaikan bahwa Polres Kudus juga membentuk Satgas Bhayangkara yang disiagakan 24 jam untuk penanganan kebencanaan di wilayah Kabupaten Kudus.

“Satgas ini disiagakan 24 jam, mulai dari evakuasi warga ke lokasi pengungsian, membantu pemulangan warga ke rumah pasca banjir, kerja bakti pasca banjir, menurunkan tim kesehatan untuk pelayanan kesehatan, hingga trauma healing bagi warga terdampak,” jelasnya.

Selain kerja bakti, Bhayangkari Cabang Kudus juga turut memberikan bantuan kepada pihak sekolah berupa paket sembako dan perlengkapan kebersihan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan pasca bencana banjir.

Kapolres menegaskan, kehadiran Polri dalam penanganan bencana merupakan bentuk komitmen untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana alam.

2 Kasus Dilaporkan Teguh, 1 Diungkap Polisi dan 1 Proses Penyelidikan, Begini Perkembangannya

INLINK, PATI, 28 Januari 2026 – Kepolisian mengungkap perkembangan penanganan dua perkara pidana yang dilaporkan Teguh Istiyanto. Dari dua kasus tersebut, perkara pengeroyokan yang terjadi di depan Gedung DPRD Kabupaten Pati telah berhasil diungkap hingga tuntas, sementara kasus pembakaran rumah sekaligus warung milik korban masih dalam proses penyelidikan lanjutan.

Dalam kasus pengeroyokan, polisi telah mengamankan dua tersangka berinisial SU dan AJA. Berkas perkara kedua tersangka telah dinyatakan lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pati. Selanjutnya, pada Selasa (20/1/2026), perkara pidana tersebut telah diputus dalam sidang di Pengadilan Negeri Pati Kelas IA.

Kapolresta Pati melalui Kasi Humas Polresta Pati IPDA Hafid Amin menjelaskan, pengungkapan kasus pengeroyokan tersebut merupakan hasil pengembangan dari laporan korban yang ditindaklanjuti secara intensif oleh penyidik. “Tersangka SU dan AJA berhasil diamankan melalui koordinasi lintas wilayah. Ini merupakan hasil kerja sama lintas satuan,” ujar IPDA Hafid.

Selain perkara pengeroyokan, Teguh Istiyanto juga melaporkan peristiwa pembakaran rumah yang bagian depannya digunakan sebagai warung, yang terjadi di Perumahan Taman Mutiara Persada, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Jumat dini hari, 3 Oktober 2025. IPDA Hafid menegaskan, perkara pembakaran tersebut masih terus ditangani dan kini memasuki tahap penyelidikan lanjutan dengan fokus pada pengungkapan identitas pelaku.

Penanganan kasus pembakaran diawali dengan penerimaan laporan polisi, dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satreskrim Polresta Pati bersama Unit Reskrim Polsek Margorejo dan Tim Inafis. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dan pertama kali disadari oleh penghuni rumah setelah mendengar suara letupan dari lantai bawah.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah barang di bagian depan rumah yang dijadikan warung mengalami kerusakan dan terbakar. Barang-barang yang terdampak antara lain empat buah sapu lidi, satu buah sapu ijuk atau sabut kelapa, satu buah karpet mobil berbahan karet, sekitar satu karung botol bekas minuman beserta karungnya, satu buah ember tempat sampah, satu banner penutup warung, serta satu galon air minum yang mengalami penyok akibat panas api.

Berdasarkan hasil penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, penyidik menduga terdapat dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor. Pelaku diduga menyiramkan cairan yang diduga bahan bakar minyak ke arah teras warung sebelum melemparkan sumber api. “Modus operandi pelaku sudah kami petakan dari hasil rekaman CCTV,” ungkap IPDA Hafid.

Dalam tahap lanjutan, Satreskrim Polresta Pati masih mengumpulkan rekaman CCTV tambahan dari sejumlah titik di jalur sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut direncanakan akan dikirim ke Bidlabfor Polda Jawa Tengah guna memperjelas identitas pelaku maupun kendaraan yang digunakan.

IPDA Hafid menyampaikan, penyelidikan perkara pembakaran masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan visual rekaman CCTV serta minimnya saksi yang melihat langsung kejadian. Meski demikian, pihaknya memastikan proses hukum tetap berjalan. “Kami optimistis perkara ini dapat terungkap. Setiap laporan masyarakat kami tangani secara profesional dan bertahap,” pungkasnya.

Polresta Pati mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi, rekaman, atau mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa pembakaran tersebut agar tidak ragu untuk menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat membantu proses penyelidikan dan pengungkapan identitas pelaku. Masyarakat dapat melaporkan melalui kantor kepolisian terdekat atau saluran resmi Polresta Pati, dengan jaminan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional serta identitas pelapor akan dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku.

Diamankan Polisi, Wanita Bawa Kabur Motor di Margoyoso Ternyata Depresi

INLINK, PATI — Seorang perempuan berinisial NK (25) diamankan aparat Polsek Margoyoso setelah diduga mencoba membawa kabur sepeda motor milik karyawan PT Djarum di area parkir Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa itu sempat membuat panik sejumlah karyawan yang baru tiba untuk memulai aktivitas kerja.

Sepeda motor yang menjadi sasaran adalah Honda Vario warna putih milik Sukarnik (44), warga Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, yang saat itu terparkir di lahan parkir milik Choirul Huda, lokasi yang biasa digunakan para karyawan PT Djarum.

Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto menjelaskan, aksi NK diketahui oleh petugas jaga parkir yang melihat gelagat mencurigakan. “Saksi melihat seorang perempuan sedang berusaha menyalakan sepeda motor milik korban. Karena khawatir, saksi segera mengamankan yang bersangkutan sebelum motor sempat dibawa keluar,” ujar AKP Joko.

Setelah diamankan, NK dibawa ke dalam rumah pemilik lahan parkir sambil menunggu petugas kepolisian tiba. “Begitu menerima laporan, anggota kami langsung menuju lokasi dan membawa yang bersangkutan ke Polsek Margoyoso untuk klarifikasi,” lanjutnya.

Dalam proses penanganan di kepolisian, polisi menghadirkan orang tua NK serta perangkat desa asal yang bersangkutan dari Bulumanis Kidul. Dari hasil klarifikasi tersebut, diketahui bahwa NK memiliki indikasi gangguan kejiwaan yang diduga dipicu persoalan keluarga dan tekanan psikologis yang berkepanjangan.

“Berdasarkan keterangan keluarga dan perangkat desa, yang bersangkutan mengalami kondisi depresi dan pernah menunjukkan perilaku tidak wajar sebelumnya,” kata AKP Joko.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, polisi kemudian mempertemukan korban dan keluarga pelaku untuk dilakukan mediasi. Dalam pertemuan itu, korban menyatakan memaafkan dan sepakat tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum, dengan pertimbangan kondisi kejiwaan NK.

“Kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan karena sudah ada kesepakatan damai. Korban memaafkan dan menerima penyelesaian secara kekeluargaan,” tegas AKP Joko Triyanto.

Sebagai bagian dari penyelesaian tersebut, NK kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pengawasan dan pendampingan. “Kami meminta keluarga melakukan pengawasan agar yang bersangkutan tidak kembali melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain maupun dirinya sendiri,” pungkas Kapolsek Margoyoso.