Tindaklanjuti Laporan Warga Via 110, Tim Patroli Siraju Polres Jepara Bubarkan Aksi Balap Liar

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melalui Tim Patroli Presisi Siraju kembali membubarkan kerumunan aksi balap liar di sepanjang jalan raya Soekarno-Hatta, Kecamatan Tahunan, hingga Jalan Raya Jepara-Kudus, pada Minggu (11/1/2026) dini hari.

Sejumlah unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi balap liar berhasil diamankan Polisi.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju di nomor 08112894040 dan Call Center Polri 110.

Kemudian Tim Siraju bersama Polsek Tahunan, Polsek Pecangaan dan warga setempat langsung melakukan razia.

“Ada 6 unit sepeda motor yang berhasil diamankan dari para pelaku balap liar yang melarikan diri yang mayoritas terdiri dari anak-anak muda,” ujar AKP Dwi.

Ia mengatakan, selain mengganggu ketenangan masyarakat dan melanggar peraturan lalu lintas, balap liar juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Aksi balap liar maupun motor berknalpot brong masih jamak ditemui di wilayah Kabupaten Jepara,” kata dia.

Oleh karena itu, Kasihumas mengimbau kepada masyarakat apabila mendapati aksi balap liar untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian.

Kepada para orang tua, dia minta dapat berperan serta dalam mengawasi anak-anaknya.

Sebab, maraknya balap liar umumnya banyak dilakukan oleh anak remaja usia sekolah saat malam hari di jalan sepi.

“Saya harap seluruh masyarakat ikut membantu upaya-upaya pencegahan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pintanya.

Satlantas Polres Wonogiri Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas ke Pelajar SMA N 1 Purwantoro

INLINK, WONOGIRI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri terus berupaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar di SMA Negeri 1 Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Senin (12/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonogiri Ipda Muh. Marwah, S.E., bersama dua personel Satlantas. Sosialisasi diikuti para siswa yang tampak antusias menerima materi keselamatan berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pentingnya tertib berlalu lintas, serta keselamatan berkendara atau safety riding. Para pelajar juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak dibekali pemahaman yang memadai.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelajar tidak hanya mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pengendara maupun pengguna jalan,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri akan terus menggencarkan kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah preemtif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Wonogiri.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa.

Polrestabes Semarang Tertibkan Balap Liar di Semarang Selatan, Puluhan Pelaku Diamankan

INLINK, Semarang – Polrestabes Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melakukan penindakan terhadap aksi balapan liar yang meresahkan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu dini hari, 11 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, di sepanjang Jalan Kompol Maksum, Kecamatan Semarang Selatan.

Dalam operasi yang dipimpin oleh jajaran Satuan Samapta Polrestabes Semarang itu, petugas berhasil mengamankan sebanyak 25 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas balapan liar. Selain itu, polisi juga mengamankan 19 unit sepeda motor yang mayoritas menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Aksi balapan liar tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, terlebih dilakukan pada jam rawan di wilayah perkotaan.

Seluruh pelaku yang diamankan kemudian dilakukan pendataan identitas dan diberikan pembinaan di tempat sebagai langkah preventif agar tidak mengulangi perbuatannya. Sementara itu, barang bukti berupa kendaraan bermotor diserahkan kepada piket Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang untuk dilakukan proses penindakan berupa penilangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasat Samapta Polrestabes Semarang dalam keterangannya menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menciptakan situasi Kota Semarang yang aman dan kondusif.

“Penindakan balap liar ini kami lakukan sebagai langkah tegas namun humanis demi menjaga kondusifitas Kota Semarang. Balapan liar tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya AKBP Tri Wisnugroho.

Ia menambahkan, Polrestabes Semarang akan terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif, khususnya pada jam-jam rawan, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan dengan tidak segan melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Keamanan kota adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat untuk menyalurkan hobi otomotifnya pada tempat yang tepat dan aman,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Polrestabes Semarang berharap situasi kamtibmas di wilayah hukum Kota Semarang tetap terjaga dengan baik, aman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Pasca Longsor, Polsek Tlogowungu Bersama Warga Buka Akses Jalan ke Dukuh Pulingan

INLINK, Pati – Polsek Tlogowungu bersama masyarakat Dukuh Pulingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, terus melakukan upaya penanganan pascalongsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Minggu (11/1). Memasuki hari kedua, fokus utama diarahkan pada pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material tanah longsor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari dengan melibatkan personel Polsek Tlogowungu, warga setempat, serta alat berat milik DPUTR Pati. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan dibersihkan secara bertahap agar akses menuju Dukuh Pulingan dapat segera dilalui.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengatakan, keterlibatan lintas sektor dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan di lokasi longsor. Menurutnya, sinergi ini penting agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu akibat terputusnya akses jalan.

Selain membuka akses, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat aparat tetap siaga dan mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas.

Warga Dukuh Pulingan menyambut baik upaya cepat yang dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah. Mereka turut bergotong royong membantu proses pembersihan, baik dengan peralatan manual maupun membantu pengaturan lalu lintas sementara.

AKP Mujahid menjelaskan bahwa pembukaan akses jalan ini bersifat darurat agar mobilitas warga kembali berjalan. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalur ini segera bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan struktur tebing yang longsor. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara,” katanya.

Di akhir kegiatan, Kapolsek Tlogowungu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. “Kami mengajak warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan agar bisa segera ditangani,” pungkas AKP Mujahid.

Menag Hadiri Jalan Sehat Kerukunan HAB ke-80 Kemenag di Wonogiri, Polres Pastikan Kegiatan Kondusif

INLINK, Wonogiri – Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bhakti tersebut dihadiri langsung Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti sekitar 5.000 peserta. Hadir pula jajaran Forkopimda, pimpinan Kementerian Agama, tokoh lintas agama, serta masyarakat Wonogiri. Jalan sehat ini menjadi puncak rangkaian peringatan HAB ke-80 dengan mengusung tema Jalan Sehat Kerukunan.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Wonogiri. Ia juga mengapresiasi capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 yang dinilai sangat membanggakan dan menjadi yang terbaik secara nasional.

“Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Menag.

Rute jalan sehat dimulai dan diakhiri di Alun-alun Giri Krida Bhakti, melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota Wonogiri. Kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni lintas agama serta pembagian doorprize.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa Polres Wonogiri menurunkan personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Polres Wonogiri bersama TNI, Satpol PP, dan Dishub melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam pengamanan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang sejuk serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Wonogiri.

“Polri siap terus bersinergi dengan seluruh elemen untuk menjaga Wonogiri tetap aman, damai, dan rukun,” pungkasnya.

Polres Wonogiri Kawal Peresmian Gedung STABN Raden Wijaya yang Dihadiri Menag

INLINK, Wonogiri – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA meresmikan Gedung Layanan Akademik Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Peresmian berlangsung di halaman kampus STABN Raden Wijaya, Jalan Pudak, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, dan diikuti sekitar 500 peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, unsur Forkopimda Kabupaten Wonogiri, pimpinan OPD, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, akademisi, serta sivitas akademika STABN Raden Wijaya. Peresmian gedung ditandai secara simbolis dengan penancapan Bajhra Manjushri oleh Menteri Agama RI sebagai tanda diresmikannya Gedung Layanan Akademik, Laboratorium Keagamaan, dan Gedung Fakultas Dharmaduta.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa kampus idealnya tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan nilai spiritual dan kemanusiaan. Ia mengapresiasi semangat inklusivitas serta toleransi yang tumbuh di lingkungan STABN Raden Wijaya Wonogiri.

“Perguruan tinggi keagamaan harus melahirkan cendekiawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. Inklusivitas dan penghormatan terhadap perbedaan adalah wajah sejati Indonesia,” ujar Menag.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendukung pengembangan STABN Raden Wijaya, termasuk melalui hibah lahan seluas 8,4 hektare. Ia berharap STABN Raden Wijaya ke depan dapat bertransformasi menjadi institut bahkan universitas, serta menjadi pusat pengembangan pendidikan agama Buddha berskala nasional.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa Polres Wonogiri melakukan pengamanan terpadu selama kegiatan berlangsung.

“Polres Wonogiri bersinergi dengan TNI dan instansi terkait melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan sejak awal hingga selesai. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara peresmian berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, pengamanan kegiatan keagamaan dan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung terciptanya iklim toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Wonogiri.

“Polri siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat yang mendorong persatuan, toleransi, dan pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya.

Polda Jateng Proses Hukum Pelaku Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal di Pelabuhan Tanjung Mas

INLINK, Kota Semarang | Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik penyelundupan komoditas pertanian ilegal yang berpotensi merugikan petani dan membahayakan ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan Dirreskrimsus saat mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung barang bukti bawang bombay ilegal di gudang penyimpanan kawasan Semarang Utara, Sabtu (10/1/2026).

Dalam keterangannya Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah KombesPol Djoko Julianto menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan bawang bombay ilegal yang diangkut menggunakan enam unit truk fuso dan tiba melalui kapal KM Dharma Kartika VII dari Pontianak, Kalimantan Barat.

“Proses penyidikan masih terus berjalan. Sejumlah saksi telah kami periksa, termasuk enam orang pengemudi kendaraan pengangkut yang saat ini masih berstatus saksi,” jelas Kombes Pol Djoko Julianto.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami asal usul barang, dokumen pengiriman, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab, dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait, termasuk karantina dan Bea Cukai.

“Barang bukti saat ini diamankan di gudang penyimpanan. Karena sifatnya mudah rusak dan berpotensi membawa penyakit, nantinya akan dimusnahkan setelah melalui mekanisme hukum dan penetapan pengadilan,” imbuhnya.

Sementara itu saat sesi jumpa pers, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat melalui kanal Lapor Pak Amran, yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi, termasuk unsur TNI POLRI dan Karantina guna mencegah bawang bombay ilegal tersebut beredar di pasaran.

“Totalnya 6.172 karung atau 123 ton. Tapi yang paling penting bukan jumlahnya. Dalam pertanian, satu ton atau seribu ton sama saja kalau membawa penyakit. Ini harus ditindak tegas, dibongkar sampai akar-akarnya. Siapa pun tidak boleh lolos,” tegasnya.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa bawang bombay ilegal tersebut berisiko membawa bakteri dan jamur berbahaya yang tidak ada di Indonesia dan dapat menimbulkan kerugian besar jika masuk ke ekosistem pertanian nasional.

“Kelihatannya cuma enam truk, tapi kalau membawa penyakit, dampaknya jauh lebih besar daripada nilai materinya. Ini yang paling berbahaya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari peredaran komoditas ilegal.

“Polda Jawa Tengah akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan menegakkan hukum secara profesional serta transparan. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah praktik penyelundupan yang merugikan bangsa,” pungkasnya.

Banjir Pati Kota Surut, Polisi Pastikan Pemulihan Warga Berjalan Optimal

INLINK, Pati – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada Sabtu (10/1/2026) berangsur surut. Luapan Anak Sungai Silugonggo dan Sungai Simo sempat menggenangi sejumlah permukiman warga di Desa Widorokandang dan Desa Geritan. Sejak pagi hari, jajaran Polsek Pati Kota melakukan monitoring perkembangan situasi guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Di Dukuh Cangkring RT 03, 04, dan 05 RW 02 Desa Widorokandang, banjir menggenangi jalan perkampungan dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 sentimeter sepanjang kurang lebih satu kilometer. Lima rumah warga sempat terendam air setinggi 5 hingga 20 sentimeter, dengan total warga terdampak mencapai sekitar 60 kepala keluarga atau 265 jiwa.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Heru Purnomo, S.H., M.H. menjelaskan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa maupun pengungsian, banjir tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan situasi kini sudah berangsur normal,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Geritan RT 04 dan 05 RW 01, genangan air setinggi 10 hingga 30 sentimeter merendam jalan perkampungan sepanjang sekitar 800 meter. Sebanyak 45 kepala keluarga atau 249 jiwa terdampak, namun tidak ada rumah yang terendam dan kerugian material dilaporkan nihil.

Menurut IPTU Heru Purnomo, sejak awal kejadian pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi terdampak. “Polsek Pati Kota hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan sekaligus membantu penanganan banjir,” katanya.

Ia menambahkan, personel Polsek Pati Kota turut membantu warga membersihkan lumpur yang tertinggal di jalan dan rumah dengan peralatan seadanya. “Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat pascabanjir,” ucapnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama pemerintah desa, Babinsa, serta dinas terkait guna mempercepat proses pemulihan. “Sinergi semua pihak sangat penting agar aktivitas warga dapat segera kembali normal,” jelas IPTU Heru.

Kapolsek Pati Kota juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan. “Kami mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air sungai,” pungkas IPTU Heru Purnomo.

Maiza Luna Arsyila (Cilla) ke-2: Doa dan Harapan untuk Cucu Tercinta

INLINK,BOGOR | Hari bahagia telah tiba untuk cucu pertama Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Jakarta Barat, Maiza Luna Arsyila yang akrab dipanggil Cilla, yang memasuki usia ke-2 tahun. Acara perayaan ulang tahun diadakan dengan penuh kehangatan di Puncak Bogor, di jalan alternatif puncak Cisarua Bogor, di tengah suasana hangat bersama keluarga tercinta. Jumat (9/1/2026),

Dalam momen spesial ini, keluarga besar Cilla berkumpul meriah. Termasuk oppa, omma, papih Cilla, mamih Cilla, serta eyang Cilla yang telah berangkat jauh dari Semarang hingga Bogor untuk meramaikan acara. Perayaan ini dihadiri hanya oleh keluarga inti, menjadi kesempatan emas untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

Semoga pada hari jadinya yang ke-2 tahun ini, Maiza Luna Arsyila (Cilla) selalu diberikan kesehatan yang prima, umur dan rezekinya senantiasa tercurahkan berkah dari Yang Maha Kuasa, serta segala cita-citanya yang masih kecil kini dapat tercapai dan diqobulkan kelak. Kami sekeluarga berharap agar selalu diberikan berkah dan kebahagiaan dalam setiap langkah hidup, terutama bersama buah hati kami yang tersayang, Cilla.

Hari ini, tepatnya di tgl 9 Januari 2026, kami sekeluarga dengan hati yang penuh sukacita merayakan hari ulang tahun ke-2 bagi cucu kami yang tersayang, Maiza Luna Arsyila atau yang akrab dikenal dengan nama Cilla.

Acara perayaan diadakan secara sederhana namun penuh kehangatan di Villa Moane Puncak Bogor dengan hanya menghadirkan keluarga inti. Kami merasa sangat bersyukur karena Eyang Cilla dapat hadir langsung dari Semarang Jawa Tengah hingga Bogor untuk meramaikan momen spesial ini. Kehadiran seluruh keluarga menjadi berkah yang luar biasa bagi kami semua.

Sebagai Ketua FWJI Jakarta Barat dan sekaligus sebagai “Oppa Cilla”, saya mengucapkan doa yang tulus: Semoga Maiza Luna Arsyila selalu diberikan kesehatan yang optimal, umurnya terus tercatat dengan berkah dan kebaikan, rezekinya melimpah, serta segala cita-citanya yang akan ia miliki kelak dapat terwujud dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Momen perayaan ulang tahun Cilla ini juga menjadi pengingat bagi kami sekeluarga untuk selalu bersyukur dan menjaga keharmonisan keluarga. Semoga kami semua selalu diberikan kekuatan dan berkah untuk dapat mendidik serta membimbing Cilla menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak di masa depan. Tutupnya

Memanfaatkan Spot Alam Waduk Kembangan, Samapta Polres Sragen Olahraga Pagi, Jaga Stamina dan Soliditas Personel

INLINK, Sragen, Jawa Tengah — Dalam rangka menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat soliditas internal, Satuan Samapta Polres Sragen melaksanakan kegiatan olahraga pagi dengan memanfaatkan spot alam terbuka di kawasan Waduk Kembangan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan olahraga pagi tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Samapta Polres Sragen, Iptu Ilham Nur Syamsu, dan diikuti oleh personel Dalmas Ton 1 Sat Samapta. Pemilihan Waduk Kembangan sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena menghadirkan suasana alam yang asri, sejuk, serta mampu memberikan efek positif bagi kesehatan jasmani dan mental anggota.

Kasat Samapta Polres Sragen, AKP Supriyanto, menegaskan bahwa olahraga pagi merupakan bagian penting dari pembinaan rutin personel, khususnya bagi anggota Samapta yang memiliki tugas pokok sebagai pasukan siap siaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Personel Samapta dituntut selalu prima, baik secara fisik maupun mental. Melalui olahraga pagi ini, kami ingin memastikan anggota tetap sehat, bugar, dan solid, sehingga siap menjalankan tugas-tugas kepolisian di lapangan,” ujar Iptu Supriyanto.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan spot alam Waduk Kembangan tidak hanya mendukung efektivitas olahraga, namun juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan semangat kolektif antaranggota dalam suasana yang lebih rileks namun tetap disiplin.

Sementara itu, Iptu Ilham Nur Syamsu menjelaskan bahwa kegiatan olahraga pagi tersebut meliputi pemanasan, lari menyusuri area waduk kembangan dan sekitarnya, serta diakhiri gerakan kebugaran yang disesuaikan dengan kebutuhan personel Dalmas. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Sat Samapta Polres Sragen dalam membentuk personel yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan olahraga pagi ini sekaligus mencerminkan komitmen Polres Sragen dalam menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan kepolisian, sebagai modal utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.