Si Ratib ‘Dolan’ ke Pasar Bunder, Polisi Sragen Sapa Warga dengan Pesan Keselamatan dan berbagi hadiah

INLINK, SRAGEN,Jateng – Mengubah cara pandang masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen membawa pendekatan baru yang lebih dekat dan humanis. Melalui program inovatif “SI RATIB” (poliSI sRAgen terTIB), para personel Satlantas “dolan” (jalan-jalan) ke Pasar Bunder Sragen pada Selasa (13/01/2026), menyapa pedagang dan pengunjung sambil menyisipkan pesan-pesan penting tentang keselamatan berkendara.

Suasana Pasar Bunder Sragen yang biasanya ramai dengan transaksi jual beli, tampak lebih meriah dan berwarna pada siang itu. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh, beserta jajaran perwira dan anggotanya, kegiatan SI RATIB bukanlah patroli biasa. Para polisi lalu lintas ini datang bukan dengan teguran, melainkan dengan senyuman, sapaan hangat, dan serta hadiah menarik.

“Lewat SI RATIB dolan Pasar, kami bawa pesan keselamatan langsung ke hati masyarakat, ke tempat mereka beraktivitas sehari-hari dan pasar adalah salah satu tempat yang sempurna.” ujar kasat Lantas AKP Kukuh di tengah tengah kegiatan.

Menariknya, edukasi lalu lintas ini dikemas melalui kuis interaktif berhadiah. Ratusan hadiah perabot rumah tangga dibagikan kepada pengunjung pasar yang mampu menjawab pertanyaan seputar tata tertib dan keselamatan berlalu lintas. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, suasana pasar pun menjadi lebih hidup dan penuh keakraban.

Beberapa warga yang beruntung menerima hadiah di antaranya Bu Sumarni, warga Gebang, Masaran, yang mendapatkan kipas angin, serta Ibu Tri Wulandari yang memperoleh sebuah Dispenser.

Ibu Tri Wulandari seorang pedagang menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. “Kami bahagia, Pak Polisi yang biasanya nampak ditakuti ternyata sangat ramah kepada kami. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan masyarakat jadi lebih tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Program SI RATIB Dolan ke Pasar ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai efektif, menyenangkan, dan mudah diterima oleh semua kalangan. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa kehadiran Polri semakin dirasakan dan dicintai oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Sragen berharap para pedagang dan pengunjung pasar semakin sadar, disiplin, dan tertib dalam berlalu lintas, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Dengan demikian, situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Kabupaten Sragen dapat terus terjaga.

Pantura Lumpuh Diterjang Banjir, Antrean Kendaraan di Pati Mengular 3 KM, Polisi Lakukan Rekayasa Darurat

INLINK, PATI – Banjir yang menggenangi Jalur Pantura Pati–Rembang, tepatnya di kawasan pertigaan Widorokandang, Selasa (13/1/2026), menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah. Kemacetan dilaporkan mengular hingga sekitar tiga kilometer, terutama dari arah timur atau Rembang menuju Kota Pati, dengan dominasi kendaraan berat dan non-golongan satu.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyampaikan bahwa perlambatan arus lalu lintas dipicu oleh luapan air sungai yang meluber ke badan jalan Pantura. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya lubang-lubang jalan yang tertutup genangan, sehingga kendaraan harus melaju pelan demi keselamatan.

“Situasi arus lalu lintas di simpang Widorokandang mengalami perlambatan cukup signifikan, khususnya dari arah Rembang ke Pati. Saat ini volume kendaraan didominasi kendaraan non-golongan satu, termasuk kendaraan berat dan sumbu tiga ke atas,” ujar Kompol Riki Fahmi Mubarok di lokasi.

Menurutnya, Satlantas Polresta Pati telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas terbatas untuk mengurai kepadatan. Salah satunya dengan mengalihkan arus kendaraan dari arah timur menuju jalur Lingkar Selatan, mengingat jalur yang mengarah ke pusat Kota Pati juga terdampak genangan air akibat luapan sungai.

“Kami melakukan rekayasa terbatas dengan mengalirkan arus dari arah timur ke Lingkar Selatan. Namun kami tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati karena di beberapa titik masih terdapat genangan,” jelasnya.

Kompol Riki menambahkan, pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara dari arah Rembang menuju Pati. Jalur alternatif tersebut dapat melalui Batangan atau Simpang Tiga Sampang menuju Jakenan, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan kendaraan golongan satu.

“Untuk kendaraan non-golongan satu atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas tetap diarahkan melalui jalur Pantura, karena jalur alternatif tidak memungkinkan untuk kendaraan besar,” tegasnya.

Ia menegaskan, personel Satlantas Polresta Pati disiagakan di sejumlah titik rawan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu pengendara, serta memantau perkembangan debit air. Koordinasi juga terus dilakukan dengan instansi terkait guna percepatan penanganan genangan dan kerusakan jalan di jalur nasional tersebut.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama pihak terkait agar dampak banjir ini segera tertangani. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan kemacetan,” kata Kompol Riki Fahmi Mubarok.

Di tengah kemacetan panjang, aksi humanis juga ditunjukkan personel Satlantas Polresta Pati. Salah seorang pengendara sepeda motor, Sutikno (45), warga Kecamatan Batangan, mengaku motornya hampir mogok setelah lama terjebak macet di genangan air. Petugas kepolisian kemudian membantu mendorong sepeda motornya ke lokasi yang lebih aman serta mengarahkan ke jalur yang bisa dilalui.

“Saya sangat terbantu. Kalau tidak ada bapak-bapak polisi, mungkin motor saya sudah mogok di tengah banjir. Terima kasih atas bantuannya,” ujar Sutikno.

Keluhan juga disampaikan pengendara lain. Kholik, pengendara sepeda motor yang melintas di jalur Pantura tersebut, berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat dan tepat. “Ini memang musibah, tapi kami berharap ada penanganan yang cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Supriono, pengendara mobil asal Juana, berharap kondisi kemacetan segera terurai dan jalan yang rusak bisa segera diperbaiki. “Semoga cepat teratasi dan jalannya segera dibenahi, supaya aman bagi semua pengguna jalan,” katanya.

Satlantas Polresta Pati mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi lalu lintas terkini, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menggunakan jalur alternatif sesuai ketentuan jenis kendaraan hingga kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantura Pati–Rembang kembali normal.

Truk Tronton Terguling di Jalan Wonogiri–Jatipuro, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

INLINK, Wonogiri – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan sebuah truk tronton terjadi di ruas Jalan Wonogiri–Jatipuro, tepatnya di wilayah Timang Kulon, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (13/1/2026) siang. Dalam peristiwa tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung ditangani oleh personel Satlantas Polres Wonogiri. Truk Isuzu Tronton bernomor polisi AD-9587-AB diketahui melaju dari arah Wonogiri menuju Jatipuro sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan tersebut merupakan laka tunggal yang diduga dipicu faktor kelelahan pengemudi serta kondisi jalan yang menikung dan menurun.

“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, kendaraan berjalan terlalu ke kiri dan keluar dari badan jalan hingga terguling. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, pengemudi truk atas nama Joko Sugeng Sarono (53) warga Kabupaten Boyolali tidak mengalami luka serius. Namun, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan kendaraan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp10 juta.

Petugas Satlantas Polres Wonogiri telah melakukan evakuasi kendaraan, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri guna memastikan arus lalu lintas kembali lancar. Polisi juga mengimbau para pengendara agar selalu menjaga kondisi fisik dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Klaim Miliki Teknologi Anti Banjir, Faktanya PIK 2 Terendam Banjir

INLINK, Jakarta | Intensitas hujan Jakarta selama 3 hari berturut-turut, kawasan komersial elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan “Anti Banjir” tetap diterjang banjir. Kawasan mandiri yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) bersama Salim Group tersebut dilaporkan mengalami genangan air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026).

Insiden ini mendadak viral setelah sejumlah video amatir dari warga dan pengguna jalan membanjiri lini masa media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan kontras yang tajam antara janji pemasaran kawasan elit dengan realita di lapangan.

Salah satu titik terparah yang terpantau adalah kawasan Tokyo Riverside PIK2. Dalam video yang diunggah akun Instagram @volunteer.netizen, terlihat area parkir apartemen tergenang air cukup tinggi hingga merendam deretan mobil milik penghuni.

“Ini parkiran Tokyo yang punya mobil engga sadar, lihat tenggelam. Oh my God,” ujar salah satu netizen dalam video tersebut yang memperlihatkan kondisi hujan lebat di kawasan PIK2 pada Senin (12/01/2026( siang.

Bahkan, banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mengganggu aktivitas bisnis di titik-titik komersial. Kejadian ini membuktikan bahwa banjir tidak hanya menjadi persoalan di wilayah inti Jakarta, tetapi kini telah menjalar hingga ke kawasan pengembangan baru di pesisir Tangerang tersebut.

Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang oleh PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi yang digunakan Belanda selama ratusan tahun.

Sementara itum, Advertising & Promotion Deputy Division Head Agung Sedayu Group, Miranda DWK, sebelumnya menjelaskan bahwa sistem polder menggabungkan tanggul, danau, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan tinggi.

“Dengan memanfaatkan dua metode ini, jalanan di dalam kawasan tidak akan pernah ditinggikan 1 cm pun. Kawasan PIK2 menggunakan sistem polder, sehingga dijamin memiliki ketahanan terhadap banjir yang tinggi,” ujar Miranda dalam keterangannya beberapa waktu lalu (10/7/2025).

Dalam analoginya, Miranda mengibaratkan kawasan tersebut sebagai “ember” yang dikelilingi tanggul tinggi. Jika hujan turun, air seharusnya disalurkan ke danau-danau buatan di dalam kawasan sebelum akhirnya dipompa keluar ke laut. (*BBS)

Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Pagi Awal Tahun, Cek Kehadiran Kepala Kampung

INLINK,WAMENA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab aparatur kampung melalui pelaksanaan apel pagi bersama kepala distrik, kepala desa, dan kepala kampung di awal tahun 2026.

Dalam wawancara, Bupati Atenius Murip menjelaskan bahwa apel pagi tersebut telah direncanakan sejak jauh hari. Pada Kamis sebelumnya, pihaknya telah menyampaikan kepada Kapolres agar kegiatan ini diumumkan kepada seluruh asosiasi, kepala desa, dan kepala kampung untuk wajib hadir,pada Senen (12/01/2026).

“Apel pagi ini kami laksanakan untuk melihat langsung kondisi, kehadiran, dan kesediaan para kepala kampung. Selama ini kita tidak pernah tahu apakah mereka benar-benar berada di kampung atau tidak,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, melalui apel awal tahun ini pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aparat kampung hadir dan siap menjalankan tugas serta tanggung jawabnya kepada masyarakat. Proses absensi dilakukan dan dipimpin langsung oleh Asisten I bersama Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), sekaligus menyampaikan penyesuaian terkait protokol anggaran dan tanggung jawab kerja ke depan.

“Pagi tadi mereka sudah diabsen, dan sampai siang hari mereka masih lengkap hadir. Ini menjadi bagian dari pengecekan langsung kondisi dan kesiapan mereka,” jelasnya.

Bupati Atenius Murip juga menyampaikan bahwa momentum awal tahun dimanfaatkan untuk memberikan semangat baru kepada para aparatur kampung agar lebih aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sepanjang tahun 2026.

“Kami ingin memastikan bahwa program-program kerja pemerintah dapat mereka pahami dan dilaksanakan bersama-sama mulai dari awal tahun. Kita bangun semangat baru agar pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Kegiatan apel pagi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan disiplin, kehadiran, dan sinergi antara pemerintah daerah dan aparatur kampung demi percepatan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.

Diduga Terserempet Truk, Warga Leyangan Ungaran Meninggal Dunia di Jalan Raya Semarang–Solo

INLINK,  Semarang – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan diduga sebuah kendaraan truk terjadi di Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di wilayah Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (12/1/2026).

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR, didampingi Kanit Gakkum Iptu Handriani, S.E., M.M., saat memberikan keterangan menyampaikan bahwa dalam peristiwa tersebut seorang pembonceng sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi H 3936 ACC yang dikemudikan Chaterine (19), dengan membonceng ibunya M. Novianny (43), melaju dari arah Bawen menuju Ungaran.

“Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut diduga tersenggol kendaraan lain yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Akibat senggolan tersebut, pembonceng terjatuh ke badan jalan dan kemudian tertabrak kendaraan lain yang juga belum diketahui identitasnya, sehingga meninggal dunia di tempat,” jelas AKP Lingga Ramadhani.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Sat Lantas Polres Semarang yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan awal, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pengamanan arus lalu lintas.

Sementara itu, pengemudi sepeda motor belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi syok.

Saat ini, Sat Lantas Polres Semarang masih melakukan pendalaman guna mengungkap identitas kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Perkara ini sudah kami tangani dan masih dalam proses pendalaman,” pungkas AKP Lingga Ramadhani.

Banjir Rendam Permukiman, Polres Kudus Evakuasi Anak dan Lansia di Dukuh Goleng

INLINK, Kudus – Polres Kudus mengevakuasi warga Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, akibat genangan banjir yang merendam permukiman setempat, Senin (12/1/2026).

Genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter terjadi menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi. Evakuasi dilakukan oleh jajaran Polsek Jati mulai pukul 12.30 Wib.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo ini mengevakuasi penghuni RT 1 hingga RT 3 RW 12 Dukuh Goleng. Mereka kemudian dibawa ke lokasi pengungsian sementara di TPQ Qoriatul Fikri, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati.

Tercatat sebanyak lima warga berada di lokasi pengungsian yang mayoritas merupakan kelompok rentan anak-anak dan lanjut usia.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan warga akibat kondisi genangan yang cukup tinggi.

“Air merendam permukiman warga hingga 60 sentimeter. Demi keselamatan, kami lakukan evakuasi, terutama bagi anak-anak dan lansia,” kata AKP Hadi.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.

“Saat ini warga kami tempatkan di lokasi yang aman. Kami tetap siaga dan siap melakukan evakuasi lanjutan apabila kondisi di lapangan memburuk,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.

Persijap Jepara Vs Dewa United Malam Ini, Polres Terjunkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Laga

INLINK, Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menurunkan 485 personel gabungan untuk mengamankan laga BRI Liga Super musim 2025/2026 antara Persijap Jepara melawan Dewa United di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, pada Senin (12/1/2026) malam.

Pasukan pengamanan melibatkan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Steward, panitia pelaksana, hingga tenaga medis. Mereka disebar pada tiga ring pengamanan mulai dari dalam stadion hingga area luar.

Selain itu, aparat juga menyiapkan tim penyisiran, untuk mencegah masuknya flare maupun benda berbahaya ke dalam stadion.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara melalui Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga keamanan jalannya pertandingan.

Menurutnya, pengamanan dilakukan sesuai prosedur yang tertuang dalam Perpol Nomor 10 Tahun 2022.

“Polres Jepara bersama seluruh stakeholder akan bekerja maksimal agar pertandingan ini berjalan aman, lancar, dan tertib. Kami juga mengimbau suporter untuk mendukung tim kesayangan dengan cara yang positif dan sportif,” ujar AKP Dwi.

Kasihumas menambahkan, aparat memberi perhatian khusus pada jalur masuk stadion dan barang bawaan penonton. Setiap penonton akan menjalani pemeriksaan ketat sebelum masuk ke area tribun.

“Kami akan menindak tegas setiap upaya membawa flare, kembang api, senjata tajam, maupun benda berbahaya lainnya. Penonton diharapkan tertib agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ucapnya.

Polisi juga menyiapkan jalur alternatif bagi mobilitas tim maupun penonton. Skema pengaturan arus lalu lintas dipersiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan usai pertandingan.

“Kami ingin memastikan seluruh penonton merasa aman sejak datang, menonton pertandingan, hingga kembali ke rumah masing-masing. Semua sudah kami persiapkan dengan matang,” tegasnya.

Disamping itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna juga mengajak warga masyarakat yang ingin mendukung Persijap Jepara bisa mengikuti peraturan keamanan yang ada.

“Tentunya, kami mengajak masyarakat untuk mendukung tim kebanggaan sepakbola Jepara dengan cara santun dan saling menghormati menjaga fasilitas yang dibangun oleh negara jangan sampai dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Seperti diketahui, laga pekan ke-17 BRI Super League antara Persijap Jepara vs Dewa United akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.​

Kedua tim menghadapi tantangan besar karena absennya beberapa pemain pilar akibat akumulasi kartu dan sanksi.

Pada pertandingan sebelumnya Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno. 2-0.

Saat ini, Persijap menghuni dasar klasemen dengan 9 poin dari 16 laga yang dimainkan.

Sedangkan tamunya, Dewa United juga baru saja mengalami kekalahan dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda dengan skor tipis 1-0.

Saat ini, Dewa United berada di posisi 14 dengan mengumpulkan 17 poin.

 

Polisi Siaga Pantau Banjir di Jakenan, Pastikan Jalan dan Permukiman Tetap Aman

INLINK, Pati – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Jakenan, Minggu (11/1/2026). Genangan air terjadi di ruas jalan desa hingga pekarangan rumah warga, namun aktivitas masyarakat masih dapat berjalan.

Peristiwa banjir mulai terpantau sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan laporan Polsek Jakenan, wilayah terdampak meliputi Desa Sembaturagung, Desa Glonggong, dan Desa Tondokerto dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 20 sentimeter.

Di Desa Sembaturagung, genangan air menutup jalan desa Dukuh Gang Malang sepanjang kurang lebih 100 meter. Air juga masuk ke pekarangan serta sebagian rumah warga dengan ketinggian mencapai 15 sentimeter. Meski demikian, jalur tersebut masih dapat dilalui kendaraan.

Sementara di Desa Glonggong, banjir menggenangi jalan raya alternatif Jakenan–Pati sepanjang sekitar 100 meter. Ketinggian air berkisar 5 hingga 15 sentimeter dan masih memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas dengan hati-hati.

Kondisi serupa terjadi di Desa Tondokerto. Genangan air setinggi 10 hingga 20 sentimeter menutup jalan desa sepanjang 100 meter serta merendam pekarangan rumah warga.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Jakenan AKP Agus Arifin mengatakan, banjir dipicu oleh curah hujan yang tinggi serta luapan Sungai Maling di Desa Glonggong yang tidak mampu menampung debit air.

“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke jalan serta pemukiman warga,” kata AKP Agus Arifin.

Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi masih terkendali dan tidak menimbulkan kerugian serius. “Untuk korban jiwa, kerugian materiil, hewan ternak maupun pengungsi nihil,” ujarnya.

AKP Agus Arifin menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan patroli di lokasi rawan banjir serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali turun, pungkasnya.

Polres Wonogiri Bongkar Peredaran Sabu di Sidoharjo, Satu Pelaku Diamankan

INLINK, Wonogiri – Satresnarkoba Polres Wonogiri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Wonogiri. Seorang pria berinisial S alias M (42) diamankan polisi lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Dusun Ploso Wetan, Desa Kedunggupit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu dengan berat bruto 1,66 gram.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.

“Berbekal informasi tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok,” ujar AKP Anom Prabowo kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Selain sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa handphone, sepeda motor, bungkus rokok, serta plester hitam yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Wonogiri untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

AKP Anom Prabowo menegaskan, Polres Wonogiri tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika dalam bentuk apa pun. Menurutnya, pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba.

“Polres Wonogiri berkomitmen penuh memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan status sebagai perantara.

Saat ini, penyidik Satresnarkoba Polres Wonogiri masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.