Polres Sragen Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Awal Tahun 2026

INLINK,  Sragen |Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sragen kembali menunjukkan keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen. Pada Selasa 13/1, tim Satresnarkoba Polres Sragen berhasil menangkap seorang pengedar sabu di wilayah Kecamatan Masaran Sragen.

Terduga pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang laki-laki berinisial “TR” (30), warga Kecamatan Masaran kab Sragen. Terduga pelaku ditangkap setelah petugas menerima informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran sabu di wilayah tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 klip serbuk narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 1.33 gram. Terduga pelaku juga mengakui bahwa sabu tersebut akan dijual ke beberapa orang di wilayah Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Mohammad Luqman, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Polres Sragen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen.

“Penangkapan ini menunjukkan bahwa Polres Sragen tidak akan berhenti dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sragen. Kami akan terus melakukan operasi dan penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba,” tegas AKP Luqman.

Tersangka dijerat dengan Kesatu Pasal 114 ayat (1) UU R.I. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau kedua Pasal 609 ayat (1) UU RI NO 1 tahun 2023 tentang Kuhp jo Pasal VII angka 50 UU RI No 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Cuaca Ekstrem Rendam Jalur Pantura, Kapolresta Pati Monitoring Langsung Arus Lalu Lintas di Widorokandang

INLINK, PATI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk merendam Jalur Pantura Pati–Juwana tepatnya di Traffic Light (TL) Widorokandang, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Rabu (14/1/2026). Kondisi ini berdampak langsung pada perlambatan arus lalu lintas di jalur nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik Pantura timur.

Merespons situasi tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati turun langsung ke lokasi melakukan monitoring pada pukul 10.30 WIB hingga selesai. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bagian dari langkah cepat Polri memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan optimal di tengah kondisi darurat.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari genangan air, arus kendaraan, hingga kesiapan personel dalam melakukan pengaturan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi di sela pemantauan.

Hasil pantauan menunjukkan genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Sungai Silunggonggo. Air menutup sebagian badan jalan dan memperparah kondisi infrastruktur, terutama munculnya lubang-lubang jalan yang tidak terlihat oleh pengendara.

“Salah satu penyebab utama perlambatan kendaraan adalah banyaknya lubang jalan yang tertutup air akibat banjir. Ini sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar,” tegas Kapolresta Pati.

Arus lalu lintas di kawasan TL Widorokandang didominasi kendaraan besar, khususnya truk bermuatan berat yang melintas di jalur logistik Pantura. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus bergerak ekstra pelan untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Dominasi truk besar membuat kami harus lebih ekstra dalam pengaturan, karena jika terjadi satu insiden saja, dampaknya bisa langsung panjang ke belakang,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Dalam pengamanan tersebut, Kapolresta Pati memastikan personel lalu lintas telah disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan pengaturan, penguraian antrean, serta antisipasi kemacetan berkepanjangan.

“Kami sudah instruksikan anggota untuk siaga penuh, mengatur arus secara situasional, dan melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan,” jelasnya.

Kapolresta Pati juga menegaskan bahwa TL Widorokandang menjadi fokus utama pengamanan karena merupakan simpul pertemuan arus dari arah Pati, Juwana, Rembang, dan Kudus dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

“Lokasi ini adalah titik krusial, sehingga pengaturan harus tepat dan responsif agar arus tetap bergerak meski terbatas,” ungkapnya.

Selain pengaturan di lapangan, Kapolresta Pati menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan terbuka melalui media resmi.

“Kami minta informasi kondisi lalu lintas terus diperbarui agar masyarakat bisa menyesuaikan perjalanan dan memilih jalur alternatif,” ujarnya.

Mengakhiri pemantauan, Kapolresta Pati mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan kecepatan, patuhi arahan petugas, dan tetap waspada terhadap genangan serta lubang jalan,” pungkasnya.

Polresta Pati memastikan pemantauan dan pengamanan akan terus dilakukan selama kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan banjir. Kehadiran Polri di lapangan diharapkan mampu menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sehingga aktivitas masyarakat serta distribusi logistik di Jalur Pantura tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Kemanusiaan, Bulan Dana PMI 2025 Himpun Lebih dari Rp1,5 Miliar

INLINK, Wonogiri – Komitmen Polres Wonogiri dalam mendukung program kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui kehadiran jajaran kepolisian pada kegiatan Serah Terima Hasil Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri Tahun 2025, yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (14/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa total pendapatan Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri Tahun 2025 mencapai Rp1.583.545.608. Dana ini merupakan hasil penggalangan yang dilaksanakan selama dua bulan, sejak 17 September hingga 17 November 2025, berdasarkan Surat Bupati Wonogiri Nomor 486/195 Tahun 2025.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, serta institusi yang telah berkontribusi dalam Bulan Dana PMI. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat Wonogiri.

“Serah terima ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar dari masyarakat. Setiap rupiah yang terkumpul harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegas Bupati. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan ambulans gratis, penanggulangan bencana, hingga program sosial kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri F.X. Pranata, yang juga Sekda Wonogiri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pendapatan terbesar berasal dari Seksi Usaha I sebesar Rp1.123.295.500, disusul kontribusi dari berbagai seksi usaha lainnya serta donasi masyarakat melalui transfer perbankan. Peningkatan pendapatan dibanding tahun sebelumnya menunjukkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana PMI.

Kehadiran Polres Wonogiri pada kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri Presisi yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun empati, kepedulian sosial, dan kemitraan strategis dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara Polres Wonogiri, Pemerintah Daerah, TNI, dan PMI dinilai sebagai kekuatan penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Bupati Wonogiri secara resmi menutup Bulan Dana PMI Kabupaten Wonogiri Tahun 2025. Ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor di Wonogiri berjalan solid dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Melalui semangat “Polres Wonogiri Bersinergi”, jajaran Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, serta mendukung setiap upaya kemanusiaan demi terwujudnya Wonogiri yang aman, peduli, dan sejahtera.

Polres Wonogiri Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Polisi Sahabat Anak

INLINK, Wonogiri – Satlantas Polres Wonogiri menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di TK Kemala Bhayangkari 72 Wonogiri, Rabu (14/1/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini dengan pendekatan edukatif dan humanis.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti puluhan siswa TK dengan penuh antusias. Dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonogiri Ipda Muh. Marwah, S.E., bersama tiga personel Satlantas, anak-anak diberikan pengenalan rambu lalu lintas, tata cara penggunaan helm yang baik dan benar, serta cara menyeberang jalan dengan aman.

Materi disampaikan secara interaktif melalui metode belajar sambil bermain, sehingga suasana terasa akrab dan menyenangkan. Anak-anak tampak ceria sekaligus berani berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan kegiatan Polsanak merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan pemahaman keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dengan cara yang ramah dan menyenangkan. Ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis, dekat, dan hadir sebagai sahabat masyarakat,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, edukasi sejak usia dini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas hingga dewasa nanti.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal rambu dan aturan, tetapi juga merasa aman dan dekat dengan polisi. Ini investasi jangka panjang untuk keselamatan berlalu lintas di Wonogiri,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif serupa sebagai bagian dari pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Hubungkan Polri dan Masyarakat

INLINK, Klaten | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Peresmian dipusatkan di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam menghadirkan akses aman dan layak bagi masyarakat pedesaan. Komitmen tersebut disampaikannya dalam laporan di hadapan Kapolri saat acara peresmian.

Kapolda menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Usai peresmian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam doorstop menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan Presiden terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh karena tidak tersedianya jembatan yang layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, secara nasional hingga saat ini telah terbangun sebanyak 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia, sebagian besar dibangun di propinsi Jawa Tengah sebanyak 63 Jembatan Merah Putih Presisi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan jembatan, yang dinilai mampu mempererat hubungan dan membangun kepercayaan antara Polri dan warga.

“Terima kasih kepada jajaran yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaan jembatan. Interaksi ini penting untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” lanjut Kapolri.

Kapolri berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memudahkan anak-anak berangkat sekolah, membantu petani mengangkut hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam laporannya dihadapan Kapolri mengungkap bahwa Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Klaten dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Jembatan tersebut memiliki ukuran 15 meter x 4 meter dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4–5 ton.

“Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan dengan melintasi Sungai Dengkeng,” ujarnya.

Sebelumnya, di lokasi tersebut pernah berdiri jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1981. Namun jembatan itu roboh akibat banjir besar pada tahun 2021. Selama hampir lima tahun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk 371 siswa dari empat sekolah yang harus memutar saat berangkat ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, akses bagi masyarakat dari dua desa, sebelas dusun, dan sekitar 890 kepala keluarga kini kembali terhubung. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi waktu tempuh warga dalam beraktivitas.

Kapolda juga melaporkan bahwa dari 63 Jembatan Presisi yang akan dibangun di wilayah Jawa Tengah, 19 diantaranya telah selesai dibangun. Saat ini terdapat 15 jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan, 4 jembatan yang akan segera dikerjakan, serta 15 titik jembatan yang masih dalam tahap survei dan perencanaan.

“Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga menghubungkan batin antara Polri dan masyarakat. Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadi yang terdepan dalam menyukseskan program pemerintah,” ujar Kapolda.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

“Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

Polres Kudus Bersama SPPG Polri, Salurkan 1.000 Paket Makan Bergizi Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Mejobo

INLINK, Kudus – Polres Kudus bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polres Kudus bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mejobo, Kudus.

Seribuan paket makanan bergizi dibagikan kepada warga terdampak. Sebanyak 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke sejumlah lokasi terdampak banjir, di antaranya Desa Kesambi, Desa Payaman, serta beberapa titik pengungsian lainnya.

Dari jumlah tersebut, 500 paket MBG disalurkan ke lokasi pengungsian Desa Payaman, sementara sisanya dibagikan ke pengungsian lain.

Menu MBG yang disiapkan dirancang untuk menjaga stamina dan kebutuhan gizi warga di tengah kondisi bencana. Paket makanan tersebut terdiri dari nasi putih, oseng kacang, ayam krispi saus asam manis, serta buah jeruk sebagai pelengkap nutrisi.

Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan, penyediaan MBG bagi warga terdampak banjir merupakan inisiatif langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Langkah ini diambil untuk membantu meringankan beban warga yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Rendi di sela penyaluran bantuan di Balai Desa Kesambi, Rabu (14/1/2026).

Menurut Kompol Rendi, dalam kegiatan tersebut Polres Kudus juga melibatkan Polwan Polres Kudus untuk mendampingi dan memberikan trauma healing kepada warga di pengungsian, sekaligus menyerap aspirasi serta keluhan warga terdampak.

“Kami mengunjungi warga terdampak banjir bersama Polwan Polres Kudus, untuk menghibur sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran SPPG Polres Kudus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi warga yang kehilangan akses memasak maupun mata pencaharian akibat banjir.

“SPPG Polri ingin membantu menyumbangkan konsumsi yang tentu saja bergizi dan sehat,” tegasnya.

Usai menuntaskan pendistribusian bantuan di Desa Kesambi, rombongan Polres Kudus melanjutkan kegiatan ke Desa Payaman. Selain membagikan makanan, personel Polres Kudus juga turut membantu evakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah akibat genangan air.

Sementara itu, Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Kudus atas respons cepat dalam membantu warga terdampak banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Kudus dan jajaran, khususnya SPPG Polri dan Polwan Polres Kudus, yang sudah hadir langsung membantu warga kami,” ungkap Masri.

“Bantuan makanan bergizi ini sangat dibutuhkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di tengah warga tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Di tengah kondisi seperti ini, kehadiran Polri menjadi penyemangat bagi warga kami. Semoga bantuan dan kepedulian ini menjadi amal kebaikan bagi semuanya,” tutupnya.

Awali Tugas, Kapolres Jepara yang Baru Langsung Tancap Gas Kunjungan Kerja ke Polsek Jajaran

INLINK, Jepara | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dian Hadi Kristanto didampingi pejabat utama Polres Jepara dan pengurus Bhayangkari melaksanakan tugas pertama dengan kunjungan kerja ke Polsek jajaran, antara lain Polsek Jepara Kota, Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan dan Welahan, pada Rabu (14/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program kerja Kapolres Jepara dengan tujuan untuk mengetahui keadaan dan situasi di wilayah Polsek masing-masing, acara di buka oleh Kapolsek dengan melaporkan situasi dan kondisi wilayah Polsek.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas.

Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara Polsek dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kunjungan ini sebagai bentuk motivasi kepada rekan-rekan. Saya berharap, jajaran Polsek terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan wilayah,” ucapnya.

Selain itu, Kapolres Jepara juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap perkembangan situasi dan tantangan yang dihadapi.

“Tantangan kedepan berat, banyak yang harus dikerjakan, laksanaan tugas yang baik dengan tidak ada pelanggaran,” tutupnya.

Wapres Tiba di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia, Olahraga Bersama Komunitas Sepak Bola di Wamena

KABARTODAY,WAMENA | Wakil Presiden Republik Indonesia beserta rombongan tiba di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia, Kabupaten Jayawijaya, dan melanjutkan agenda kegiatan dengan olahraga bersama berupa pertandingan sepak bola bersama komunitas kelompok umur dan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di Wamena.

Kehadiran Wakil Presiden disambut hangat oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI Provinsi Papua Pegunungan, Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi oleh Ibu Bupati yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Jayawijaya.

Kegiatan olahraga bersama ini berlangsung penuh keakraban dan antusiasme, khususnya dari anak-anak dan generasi muda pecinta sepak bola. Wakil Presiden tampak berbaur langsung di lapangan, memberikan semangat serta motivasi kepada para pemain muda yang sedang menekuni olahraga sepak bola.

Dalam wawancara, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kehadiran Wakil Presiden di Wamena memberikan kesan yang sangat positif bagi masyarakat Papua Pegunungan, khususnya bagi perkembangan sepak bola.

“Kesannya sangat positif. Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, orang nomor dua di negeri ini, yang datang langsung ke Wamena dan bermain sepak bola bersama anak-anak SSB, merupakan motivasi besar bagi generasi muda kami. Anak-anak merasa senang dan bangga karena Wakil Presiden hadir langsung untuk melihat bagaimana mereka bermain bola,” ujar Bupati.

Lebih lanjut disampaikan, kunjungan ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola di Papua Pegunungan. Menurutnya, PSSI Papua Pegunungan saat ini tengah giat melakukan pembinaan sepak bola secara berjenjang.

“Kehadiran Wakil Presiden ini juga menjadi motivasi awal menjelang pelaksanaan Liga 4 Nasional yang direncanakan akan digelar pada 14 Februari mendatang. Wakil Presiden melihat langsung kondisi lapangan yang akan digunakan, sehingga ini menjadi dorongan semangat bagi kami,” jelasnya.

Bupati Atenius Murip juga berpesan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya, khususnya anak-anak yang tergabung dalam SSB, agar terus meningkatkan latihan dan disiplin dalam pembinaan olahraga, mulai dari tingkat dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita optimis kebangkitan sepak bola Indonesia, khususnya di Papua Pegunungan, bisa terwujud. Papua memiliki talenta alami dalam sepak bola. Tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, dari SSB hingga ke tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

Terkait kendala, Bupati menyebutkan bahwa tantangan utama saat ini adalah keterbatasan sarana dan prasarana olahraga. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus berupaya membangun fasilitas pendukung, termasuk lapangan sepak bola standar, serta menjaga stabilitas sosial agar aktivitas olahraga tidak terganggu.

“Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak dan dukungan pemerintah, olahraga sepak bola di Papua Pegunungan akan terus berkembang dan melahirkan pemain-pemain berkualitas,” pungkasnya.

Penyegaran di Polda Jateng, AKBP Hadi Kristanto Resmi Jabat Kapolres Jepara

INLINK, Jepara | Tongkat komando Kapolres Jepara resmi berpindah tangan. Jabatan Kapolres Jepara kini diemban oleh AKBP Hadi Kristanto menggantikan AKBP Erick Budi Santoso.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung dalam upacara yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur, Mapolda Jawa Tengah, pada Senin (12/1/2026) pukul 10.00 WIB.

AKBP Erick Budi Santoso selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Detasemen B Biro Pengamanan Internal (Ropaminal) Divisi Propam Polri.

Sementara itu, AKBP Hadi Kristanto bukan sosok baru di lingkungan Polda Jawa Tengah. Sebelumnya, perwira menengah Polri tersebut menjabat sebagai Kapolres Karanganyar.

Upacara sertijab dihadiri oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman, para pejabat utama Polda Jawa Tengah, serta seluruh Kapolres jajaran. Meski digelar secara sederhana, prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier di tubuh Polri.

Pergantian Kapolres Jepara ini dilaksanakan bersamaan dengan serah terima enam pejabat utama Polda Jawa Tengah serta 12 jabatan Kapolres lainnya di wilayah hukum Polda Jateng.

Mutasi dan rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja kepolisian, guna meningkatkan pelayanan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara.

Dengan kepemimpinan baru di bawah AKBP Hadi Kristanto, diharapkan Polres Jepara semakin solid, profesional, dan responsif dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polres Kendal Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon di Desa Tunggulsari

INLINK, KENDAL – Polres Kendal menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Kedung Pengilon, Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar dan diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut bertujuan untuk memperbaiki ekosistem, menghijaukan kembali lahan yang dinilai mulai kritis, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah Kendal. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir, dilanjutkan bersama warga.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, peran kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Polri, khususnya Polres Kendal, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga menjaga lingkungan agar tetap asri. Kegiatan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ekosistem di sini mulai berkurang dan perlu dihijaukan kembali,” kata Hendry dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, penanaman pohon merupakan langkah konkret untuk mencegah kerusakan lingkungan yang dapat memicu bencana alam, seperti banjir dan longsor. Menurutnya, beberapa wilayah di Kendal telah dipetakan sebagai kawasan lahan kritis yang membutuhkan perhatian khusus.

“Menanam kembali pohon dan melakukan reboisasi di daerah yang diperkirakan darurat kritis adalah hal yang harus segera dilakukan. Saya berharap satu anggota menanam satu pohon dan apa yang kita lakukan hari ini bisa dirawat dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolres Kendal Kompol Indra Jaya Syafputra, Kepala Administratur Perhutani KPH Kendal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kendal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, pejabat utama Polres Kendal, Camat Brangsong, Danramil Brangsong, Kepala Desa Tunggulsari, serta sekitar 50 warga.

Kepala Desa Tunggulsari Abdul Wahid mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap penanaman pohon ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan desanya.

“Kami sangat bahagia dengan adanya kegiatan ini. Semoga bermanfaat bagi Desa Tunggulsari dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Abdul Wahid.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Polres Kendal berharap aksi ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.