Viral Penganiayaan Anak Kandung, Pelaku Dibekuk Tim Resmob Polres Sragen Saat Kabur di Boyolali

INLINK, Sragen, Jateng – Sragen diguncang peristiwa memilukan. Sebuah video penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang beredar luas di media sosial memicu kemarahan publik sekaligus respons cepat aparat kepolisian.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria tega menganiaya anak perempuan yang belakangan diketahui merupakan anak kandungnya sendiri.

Gerak cepat ditunjukkan tim Resmob Polres Sragen. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, terduga pelaku berinisial P (47), warga Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, berhasil diamankan setelah sempat melarikan diri.

“Alhamdulillah, pada hari ini sekitar siang hari, Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen telah berhasil mengamankan terduga pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak,” tegas Kapolres.

Penangkapan pelaku dilakukan di wilayah Boyolali, setelah tim melakukan pelacakan intensif menyusul viralnya video kekerasan tersebut.

Fakta yang lebih menggegerkan, video penganiayaan itu diketahui direkam sendiri oleh pelaku saat melampiaskan kekerasan terhadap korban.

Kapolres Sragen menambahkan, kondisi korban maupun pelaku saat ini dilaporkan dalam keadaan cukup baik.

Namun demikian, demi memastikan keselamatan dan kesehatan korban secara menyeluruh, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tenaga medis untuk penanganan lanjutan.

“Pada hari ini juga direncanakan korban akan dibawa ke Rumah Sakit Moewardi untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Terkait proses hukum, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih terus melakukan pendalaman.

Perkara ini bermula dari laporan dan informasi masyarakat melalui media sosial tentang adanya dugaan tindak penganiayaan terhadap anak yang terekam dalam sebuah video.

Dari hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa pelaku merupakan ayah kandung korban.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan anak serta pengawasan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Kapolres menegaskan akan mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Patroli Ngabuburit Polres Wonogiri Jaga Keamanan Warga Jelang Berbuka Puasa

INLINK, Wonogiri – Jajaran Polres Wonogiri menggelar patroli sore atau ngabuburit di sejumlah titik keramaian masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif menjelang waktu berbuka puasa.

Patroli dilaksanakan pada Sabtu (21/2/2026) mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai. Salah satu lokasi patroli berada di Stadion Pringgodani, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut dipimpin oleh anggota Polsek Wonogiri Kota dengan menyasar area publik yang ramai dikunjungi warga saat sore hari.

Dalam patroli tersebut, personel Polri hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas. Petugas juga menyampaikan imbauan secara humanis agar masyarakat tidak menyalakan petasan, baik dari kertas maupun bambu, yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat saat ngabuburit ini merupakan bentuk pelayanan dan pengayoman. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan aman,” ujar Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.

AKP Anom Prabowo menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan oleh Polsek Wonogiri Kota, namun juga serentak dilaksanakan oleh seluruh jajaran polsek di wilayah hukum Polres Wonogiri. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan.

“Patroli ngabuburit ini rutin dilakukan oleh seluruh polsek jajaran. Selain pencegahan tindak kriminalitas, kami juga mengedepankan pendekatan persuasif dan silaturahmi agar hubungan Polri dan masyarakat semakin erat,” tegasnya.

Selama pelaksanaan patroli, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Masyarakat pun menyambut positif kehadiran aparat kepolisian yang dinilai memberikan rasa aman menjelang waktu berbuka puasa.

Di HUT KSPSI-Harpekindo, Kapolri Tekankan Perkuat Sinergitas hingga Dukung Hak Buruh

INLINK, Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara tasyakuran HUT KSPSI ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia (HARPEKINDO) di Pembangunan Pusdiklat, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (21/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Sigit yang juga merupakan Ketua Dewan Penasihat KSPSI menekankan soal pentingnya memperkuat sinergisitas antara Polri, elemen buruh dan seluruh lintas elemen masyarakat. Hal itu kunci utama untuk menghadapi segala dinamika situasi global yang berpotensi berdampak ke dalam negeri.

“Tentunya harapan kita ke depan sinergitas kita, kolaborasi kita juga akan terus semakin baik. Kemudian tentunya memang menghadapi situasi dinamika global yang tidak mudah karena memang dinamika global tersebut tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri,” kata Sigit.

Sigit menyebut, masing-masing negara terus bertahan menjadi lebih baik dengan mengedepankan sumber daya yang dimiliki. Situasi global, kata Sigit juga akan berdampak ke sisi ketenagakerjaan Indonesia jika tak bersatu padu menghadapinya.

Untuk mencegah terjadinya gejolak di sisi ketenagakerjaan, Sigit menyatakan, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan berbagai macam upaya agar terkait dengan masalah tersebut di Indonesia bisa dimitigasi.

“Bapak Presiden ke depan tentunya akan terus mendorong di dalam program Asta Citanya untuk terus mendorong berbagai program prioritas strategis. Antara lain bagaimana beliau mendorong hilirisasi dan salah satu yang akan dilaksanakan adalah beliau akan segera melaksanakan dan mendorong pembangunan 18 industri strategis,” ujar Sigit.

“Dan harapannya ini juga tentunya membuka lapangan pekerjaan yang baru,” tambah Sigit menekankan.

Lebih dalam, Sigit menyebut, sinergisitas ini akan menjadi jawaban untuk menciptakan iklim investasi yang sejuk. “Oleh karena itu tentunya perlu adanya kolaborasi antara pengusaha dan rekan-rekan serikat sehingga di satu sisi mereka mau berinvestasi, mereka mau mengembangkan usahanya,” ucap Sigit.

Namun, Sigit juga menegaskan bahwa, Polri bakal terus berkomitmen untuk terus mendukung seluruh perjuangan buruh untuk mendapatkan haknya.

“Di sisi lain lain juga mereka tetap harus memperhatikan hak-hak dari para pekerja, hak-hak dari buruh. Keseimbangan ini yang tentunya harus kita jaga. Rekan-rekan buruh harus tetap terus memperjuangkan namun melalui koridor aturan yang benar,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menegaskan bahwa buruh Indonesia harus terus meningkatkan keterampilan dan kemampuan. Menurutnya hal itu penting untuk menghadapi persaingan mancanegara.

“Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara. Dan kita tunjukkan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional, tidak kalah tangguh, dan tidak kalah hebat dengan bruuh di luar,” tutup Sigit

Satlantas Polres Klaten Tindak 27 Motor Berknalpot Brong di Rowo Jombor

INLINK, KLATEN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten menindak 27 kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong dalam operasi penertiban di kawasan Rowo Jombor, Klaten, Sabtu (21/2/2026). Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kebisingan dan aktivitas konvoi yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten IPTU Alif Akbar Lukman Hakim, M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum dilakukan saat patroli subuh dan dengan adanya informasi dari masyarakat. Laporan warga menyebutkan adanya konvoi sepeda motor berknalpot brong di seputaran Rowo Jombor yang kerap menimbulkan kebisingan dan keresahan.

“Penindakan ini berawal dari patroli harkamtibmas serta informasi masyarakat yang menyampaikan adanya konvoi pengendara motor berknalpot brong di seputaran Rowo Jombor yang mengganggu kenyamanan warga. Kami tindaklanjuti dengan operasi penertiban guna menciptakan situasi yang kondusif,” ujar IPTU Alif Akbar Lukman Hakim.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penindakan terhadap 27 pengendara dengan sanksi tilang. Sebanyak 27 unit sepeda motor dan 27 knalpot brong diamankan sebagai barang bukti dan saat ini disimpan di Gedung Gakkum Satlantas Polres Klaten.

IPTU Alif menegaskan bahwa penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Satlantas Polres Klaten berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan penegakan hukum secara konsisten.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna sepeda motor, untuk mematuhi ketentuan teknis kendaraan sesuai standar pabrikan. Penertiban ini bukan semata-mata penindakan, tetapi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” tegasnya.

Rowo Jombor sendiri merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Kabupaten Klaten yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, terlebih pada bulan Ramadan saat warga memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk berkumpul dan beraktivitas di ruang terbuka. Oleh karena itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan tersebut harus terus dijaga agar tetap nyaman, aman, dan kondusif.

Aktivitas penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan tidak hanya mengganggu wisatawan, tetapi juga masyarakat sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa. Penertiban ini menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Klaten dalam menjaga kekhusyukan Ramadan sekaligus memastikan kawasan Rowo Jombor tetap tertib dan layak menjadi ruang publik yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Progres Nyata TMMD Ke-127, Atap RTLH Mulai Terpasang

INLINK, Kutai Barat – Pembangunan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Wiltas Ke-127 terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap pemasangan seng atap, anggota Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di Kampung Linggang Amer, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serda Yosef Geriyansen bersama warga tampak kompak memasang lembaran seng di bagian atas rumah. Tahap pemasangan atap ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan, karena menandakan bahwa struktur utama rumah telah rampung dan kini memasuki tahap penyempurnaan.

Sejak pagi hari, anggota Satgas dan masyarakat bekerja tanpa mengenal lelah. Material seng diangkat secara bersama-sama, diposisikan dengan hati-hati, lalu dipasang secara teliti agar kokoh dan tahan terhadap cuaca. Semangat gotong royong yang terjalin tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan warga setempat.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han. menyampaikan bahwa progres pemasangan atap RTLH ini merupakan bukti nyata kerja keras dan sinergi antara Satgas dan masyarakat.

“Pemasangan seng ini adalah tahap penting agar rumah segera terlindungi dari panas dan hujan. Kami terus mendorong percepatan pengerjaan, namun tetap mengutamakan kualitas agar rumah yang dibangun benar-benar layak dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan. Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan hasil yang maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, warga Kampung Linggang Amer menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran Satgas TMMD yang tidak hanya bekerja membangun rumah, tetapi juga membangun semangat dan kebersamaan.

Melalui program TMMD Wiltas Ke-127, Kodim 0912/Kubar terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Progres pemasangan atap RTLH ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kampung Linggang Amer.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Beri Motivasi Penerima KJMU Tahap II

INLINK, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (19/2). Forum ini diikuti secara langsung oleh 100 penerima baru KJMU dari tujuh perguruan tinggi di Jakarta, serta sekitar 500 penerima baru dari berbagai perguruan tinggi di luar wilayah DKI Jakarta yang mengikuti acara secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono memberikan motivasi kepada para mahasiswa penerima manfaat agar memanfaatkan kesempatan pendidikan sebaik-baiknya. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima karena telah melalui proses seleksi yang ketat dan objektif.

“Gunakan kesempatan ini untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Momentum seperti ini tidak datang berkali-kali. Saya percaya dan meyakini bahwa untuk memutus garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan adalah kuncinya. Beasiswa seperti KJMU inilah yang bisa membantu mewujudkannya,” tuturnya.

Gubernur Pramono menjelaskan, kesempatan yang diperoleh melalui beasiswa harus dimanfaatkan secara maksimal karena tidak semua orang memiliki peluang yang sama. KJMU tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.

“Maka, kami mengharapkan para penerima mampu menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etika. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif dalam organisasi kemahasiswaan guna membentuk karakter dan kepemimpinan. Intinya, gunakan kesempatan untuk berorganisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan harapan agar cakupan KJMU ke depan tidak hanya untuk jenjang S1, tetapi juga S2 dan S3. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda Jakarta memiliki akses pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

“Semoga para penerima KJMU dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, membanggakan, serta berkontribusi dalam transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing. Bermimpilah setinggi-tingginya. Kita semua berhak bermimpi menjadi apa saja. Mimpi itulah yang akan menjadi pemicu untuk meraih prestasi terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan pelaksanaan KJMU Tahap II Tahun 2025 memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membuka akses dan memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Ia juga mendorong pembentukan Forum KJMU di setiap perguruan tinggi sebagai wadah komunikasi, penguatan jejaring, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa penerima KJMU.

“Melalui forum ini, Dinas Pendidikan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan komitmen akademik para penerima manfaat,” ungkap Nahdiana.

Salah satu mahasiswa penerima KJMU, Galih Hidayatulloh dari Universitas Indonesia menyampaikan rasa syukurnya karena menerima beasiswa dari Pemprov DKI ini untuk pertama kalinya. Menurutnya, KJMU telah mengubah masa depannya sehingga dapat menempuh pendidikan tanpa memikirkan biaya.

“Saya pertama kali menerima KJMU, karena saya dari keluarga yang kekurangan finansial, sehingga sangat membutuhkannya untuk melanjutkan pendidikan. Saya sangat bersyukur kepada Gubernur Pramono yang telah memberikan beasiswa ini, bahkan bisa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya yaitu S2 dan S3. Terima kasih banyak, Pak Gubernur untuk beasiswa ini. Saya akan menggunakan beasiswa ini sebaik mungkin untuk masa depan Indonesia emas,” pungkas Galih.

Sebagai informasi, pada Tahap II Tahun 2025, KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa yang tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.524 merupakan penerima baru dan 14.396 penerima lanjutan. Sebelumnya, pada Tahap I, bantuan telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.

Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono: Hadirkan RTH Ikonik Tanpa Bebani APBD

INLINK, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/2). Kegiatan ini menjadi awal penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis Kota Jakarta yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).

Taman Semanggi memiliki luas sekitar 6 hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan, Taman Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, pada 1962. Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, dan transformasi, sekaligus nilai estetika dan kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ujarnya.

Gubernur Pramono menjelaskan konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi. Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

“Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan pembangunan kawasan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar yang sepenuhnya tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema tersebut memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan.

“Selama ini, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat,” pungkas Gubernur Pramono.

Polres Boyolali Keluarkan Imbauan Kamtibmas Jelang Ramadhan, Fokus Berantas Petasan hingga Perang Sarung

INLINK, BOYOLALI – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Boyolali gencar melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat demi menjaga kondusifitas wilayah. Fokus utama imbauan adalah mencegah aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keselamatan warga selama bulan puasa.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan damai.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat Boyolali untuk pertama yaitu menghindari permainan petasan, karena sangat-sangat membahayakan dan mengganggu keselamatan dari warga sendiri,” ujar Kapolres AKBP Indra Maulana Saputra.

Selain petasan, Kapolres juga menyoroti dua fenomena lain yang kerap muncul di bulan Ramadhan dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

Gangguan potensi Kamtibmas lain yakni potensi adanya balap liar, serta perang sarung yang bisa memicu tawuran.

“Jadi, itu beberapa hal imbauan yang kami sampaikan dan kami harapkan, warga masyarakat Boyolali dapat mentaati hal-hal yang kami sampaikan tersebut,” tambahnya.

Kapolres Boyoalu AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, bahwa jajaran Polres Boyolali telah memulai kegiatan patroli jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Patroli ini tidak hanya dilaksanakan di siang hari, tetapi juga intensif di malam hari, terutama pada jam-jam rawan dan di lokasi-lokasi yang terindikasi sering dijadikan tempat balap liar, perang sarung, atau aktivitas negatif lainnya.

“Ini akan terus secara berlanjut, dan akan kita laksanakan sampai dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini tentunya kami laksanakan untuk menjaga kondusifitas wilayah Boyolali, sehingga seluruh umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dapat melaksanakan ibadah dan beribadah dengan khusyu’ dan tenang selama bulan Ramadhan,” tegasnya.

Beberapa lokasi yang terindikasi sering digunakan untuk balap liar menjadi fokus perhatian khusus petugas untuk memastikan kegiatan tersebut tidak terulang.

Terkait fenomena perang sarung, Polres Boyolali juga tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kerja sama erat dengan berbagai elemen terkait, seperti Kodim, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kepala sekolah di wilayah Boyolali.

“Untuk mengglorifikasikan terkait dengan bahaya perang sarung. Sehingga nanti dapat membantu menyampaikan hal tersebut kepada para pemuda, pelajar, yang memang kerap melaksanakan perang sarung di selama bulan suci Ramadhan ini,” pungkas Kapolres Boyolali.

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

INLINK, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Semangat Ramadhan. Semangat Pengabdian, Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Terus Kebut Pengerjaan RTLH

INLINK, Kutai Barat – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kesabaran. Namun bagi anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, ibadah puasa tidak mengurangi sedikit pun semangat dalam melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama warga.

Sejak pagi hari, personel Satgas sudah berada di lokasi sasaran fisik untuk melanjutkan tahapan pekerjaan. Mulai dari pemasangan rangka atap, perapian dinding, hingga penyelesaian bagian struktur lainnya dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat. Meski dalam kondisi berpuasa, para prajurit tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan pembangunan RTLH tersebut dilaksanakan di Kampung Linggang Amer, Jum’at (20/2/2026). Suasana kebersamaan tampak jelas, di mana anggota Satgas dan warga saling membantu dan berbagi peran demi mempercepat proses pengerjaan agar rumah segera dapat ditempati oleh penerima manfaat.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa bulan puasa justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh personel untuk bekerja lebih ikhlas dan penuh dedikasi.

“Puasa bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat kerja. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Warga penerima manfaat RTLH pun menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kerja keras Satgas. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi keluarga.

Melalui program TMMD Wiltas ke-127, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa nyata. Di tengah ibadah puasa, semangat gotong royong tetap terjaga, menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keimanan.