Bulan Ramadhan 1447 H, Polres Kendal Perkuat Sinergi dengan Satpol PP Cegah Gangguan Kamtibmas

INLINK, KENDAL — Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Kendal memperkuat sinergitas dengan Satpol PP Kabupaten Kendal dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) pukul 08.00 WIB di Kantor Satpol PP Kabupaten Kendal.

Kegiatan dipimpin Kasat Binmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi, S.H., M.H., didampingi para Kanit dan anggota Sat Binmas. Turut hadir Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal beserta pejabat struktural dan anggota Satpol PP.

Dalam arahannya, AKP Agus Supriyadi menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara kepolisian dan Satpol PP guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang meningkat menjelang hingga selama Ramadhan.

“Sinergitas antara Polri dan Satpol PP sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif dengan pendekatan humanis agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” ujar AKP Agus Supriyadi.

Ia menyebutkan sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi, di antaranya balap liar, penggunaan petasan, kegiatan sahur on the road, tawuran remaja, serta potensi peningkatan tindak kriminalitas. Personel di lapangan diminta meningkatkan patroli dan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk dengan Polda Jawa Tengah.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Polres Kendal berharap soliditas antarinstansi semakin kuat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Respon Cepat Tim Sparta Polresta Surakarta Gagalkan Perang Sarung, 32 Remaja Diamankan

INLINK, Surakarta | Respon cepat Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta kembali berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di belakang Rumah Sakit Dr Oen Jebres, Kota Surakarta, Jumat (20/2/2026) dini hari.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK.MH melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto, SH.MH mengatakan, kejadian tersebut terungkap saat Tim Sparta melaksanakan patroli rutin wilayah dan menerima aduan masyarakat melalui Call Center Tim Sparta di nomor WhatsApp 0811-2957-110. Laporan tersebut menyebutkan adanya rencana aksi perang sarung oleh sekelompok anak muda di lokasi tersebut.

“Mendapatkan aduan tersebut, Tim Sparta langsung merespon cepat menuju lokasi sesuai informasi dari pelapor,” ujar Kompol Edi.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang kemudian berusaha melarikan diri saat mengetahui kehadiran polisi. Tim Sparta segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan sebanyak 32 remaja yang rata-rata masih berusia belasan tahun.

Dari hasil interogasi awal, para remaja tersebut mengakui berencana melakukan aksi perang sarung. Namun, aksi tersebut belum sempat dilakukan karena lebih dahulu digagalkan oleh petugas.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Sparta turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 10 sarung, 2 petasan jenis Happy Flower, 1 speaker merk Bass, 1 mikrofon, 14 unit handphone, serta 15 unit sepeda motor.

Selanjutnya, ke-32 remaja beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Surakarta dan diserahkan ke piket Sat Res PPA dan PPO untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Secara terpisah, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Surakarta Kompol Ratna Karlina Sari menjelaskan bahwa sekelompok anak muda yang diamankan tersebut diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Surat pernyataan tersebut dibuat dengan disaksikan oleh orang tua atau wali masing-masing serta Ketua RT setempat.

“Namun, ada satu anak yang sebelumnya sudah pernah tertangkap dalam kasus yang sama dan kembali diamankan, sehingga untuk sementara belum diperkenankan pulang guna memberikan efek jera,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain serta mengganggu ketertiban masyarakat.

Ciptakan Ramadan Aman, Polisi Imbau Warga Hindari Konvoi dan Sahur on The Road

INLINK, Semarang, Jumat (20/2/26) – Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas selama Ramadan. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, menyatakan seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti sahur on the road, konvoi, balap liar, hingga penyalaan petasan yang memicu tawuran, akan ditindak tegas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan. Dengan kerja sama yang baik, suasana Ramadan hingga Idulfitri di Kota Semarang dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan,” Ungkapnya.

Ia mengimbau generasi muda mengisi Ramadan dengan kegiatan positif dan menjauhi aktivitas yang berisiko menimbulkan konflik. Pengawasan terhadap penggunaan petasan juga diperketat, mengingat pengalaman tahun sebelumnya yang menimbulkan korban luka dan gangguan kamtibmas. Seluruh Kapolsek jajaran diperintahkan mengintensifkan sosialisasi dan langkah pencegahan di wilayah masing-masing.

Untuk menjamin keamanan hingga Idulfitri, kepolisian meningkatkan patroli di permukiman guna mengantisipasi pencurian rumah kosong saat tarawih serta potensi gangguan lainnya. Masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Libas melalui fitur laporan darurat atau SOS agar respons petugas dapat dilakukan secara cepat.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat, menurutnya, menjadi kunci agar suasana Ramadan di Kota Semarang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Bakti Kesehatan Polri Sidokkes Polrestabes Semarang Hadir untuk Warga Pengungsian Kampung Sekip

INLINK, Semarang — Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana, Tim Sidokkes Polrestabes Semarang menggelar Bakti Kesehatan Polri untuk warga di lokasi pengungsian Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., Ps. Kasidokkes Polrestabes Semarang Iptu Aan Dwi Cahyono, A.Md.Kep., S.H., Kasubsi Kespol Iptu Dr. Dian Laksamana Hati, M.Biomed., Kasubsi Dokpol Penata Teguh Imantoko, A.Md.Kep., serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jangli. Warga pengungsi terdampak bencana turut serta menerima layanan kesehatan.

Bakti Kesehatan Polri meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kesehatan secara umum, serta pemberian vitamin dan obat-obatan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan. Sebanyak 19 orang warga menerima pelayanan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga,” ujar Kompol Kristiyastuti.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan sambutan positif dari warga pengungsi, yang mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Jelang Ramadan 1447 H, Polisi Pantau Harga Sembako di Pasar Ngadirojo: Stok Aman, Harga Relatif Stabil

INLINK, WONOGIRI – Jelang bulan Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Ngadirojo Polres Wonogiri melakukan monitoring perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Induk Ngadirojo dan Terminal Non Bus Ngadirojo, Jumat (20/2/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono, S.H., dengan melibatkan Kanit Samapta Aiptu Sarwanto, S.H., Kanit Reskrim Aiptu Joko Afrianto, S.H., Kanit Intel Aiptu Ajid BR, serta Bhabinkamtibmas Brigadir Yoga dan Brigadir Baran, S.H.

Monitoring dilakukan dengan mengecek ketersediaan stok, perkembangan harga sembako, kualitas barang, distribusi, hingga tanggal kedaluwarsa produk makanan dan minuman kemasan.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok Bapokting di wilayah Kecamatan Ngadirojo masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya kelangkaan. Harga sejumlah komoditas juga terpantau relatif stabil meski terdapat kenaikan tipis pada beberapa jenis barang.

Untuk harga terkini, bawang merah berada di kisaran Rp 37.000–40.000 per kilogram, bawang putih Rp 31.000–35.000 per kilogram, beras premium Rp 15.000 per kilogram, beras medium Rp 12.000 per kilogram, cabai merah biasa sekitar Rp 36.000–40.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 35.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp 90.000 per kilogram.

Khusus bawang merah tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp 30.000 menjadi Rp 36.000 per kilogram. Sementara kenaikan pada komoditas lain berkisar Rp 1.000 hingga Rp 3.000 dan dinilai masih dalam batas wajar. Untuk LPG 3 kilogram, harga eceran tertinggi (HET) tercatat Rp 18.000.

Selain itu, dari hasil pengecekan tidak ditemukan produk makanan maupun minuman kemasan yang telah melewati masa edar atau kedaluwarsa.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan situasi kamtibmas selama Ramadan.

“Polres Wonogiri bersama jajaran terus melakukan pemantauan untuk memastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali. Kami juga mengantisipasi potensi penimbunan maupun praktik yang merugikan masyarakat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah Ngadirojo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kepolisian akan terus bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Polrestabes Semarang Pastikan Manfaat bagi 500 KK

INLINK, Semarang – Kapolrestabes Semarang, M. Syahduddi, meninjau langsung Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di RT 003 RW 002 Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (20/2/2026) pukul 10.00 WIB. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat berjalan optimal dan tepat guna.

Peninjauan dilakukan bersama Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, S.I.K., M.H., Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo, S.H., M.H., jajaran personel Polsek Banyumanik, Lurah Jabungan Sarwono, S.E., serta warga dan para siswa setempat.

Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter itu menghubungkan RW 01 dan RW 02 Kelurahan Jabungan dengan jumlah warga sekitar 500 kepala keluarga. Infrastruktur tersebut menjadi sangat krusial setelah jembatan lama terputus akibat banjir besar, sehingga sempat menghambat aktivitas harian warga, termasuk akses menuju layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Jabungan dan jalur sekolah bagi anak-anak TK maupun SDN Jabungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes memastikan pembangunan jembatan telah rampung 100 persen dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan dinilai mampu memperlancar mobilitas, meningkatkan keselamatan warga, serta memangkas jarak tempuh yang sebelumnya harus memutar cukup jauh.

Kapolrestabes menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan wujud implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran Polri dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu pemulihan dan pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan dan berharap fasilitas tersebut benar-benar memberi manfaat, khususnya bagi anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan ke sekolah serta masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Antusiasme warga terlihat sejak awal proses pembangunan hingga jembatan kembali difungsikan. Dukungan kepolisian dinilai membantu meringankan beban masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan akibat terputusnya akses penghubung utama tersebut.

Kegiatan peninjauan berakhir sekitar pukul 10.45 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui semangat Presisi yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Iming-Iming Lolos CPNS Berujung Penjara, Kapolres Klaten Ungkap Penipuan Ratusan Juta Rupiah

INLINK, KLATEN – Polres Klaten mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Klaten, Jumat (20/2/2026). Kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu September 2023 hingga Februari 2024 dengan total kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan secara langsung kronologi pengungkapan kasus tersebut di hadapan awak media. Dalam konferensi pers itu, Kapolres turut didampingi Kasat Reskrim, Kasihumas, serta para Kanit Reskrim.

Kapolres menjelaskan, tersangka berinisial YS (56), warga Semarang, menawarkan jasa kepada para korban dengan mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat di kementerian. Dengan bujuk rayu tersebut, tersangka meyakinkan korban bahwa ia dapat membantu proses kelulusan CPNS di salah satu kementerian.

“Modus yang digunakan tersangka adalah mengaku mengenal pejabat tinggi di kementerian dan menjanjikan dapat meluluskan korban menjadi CPNS. Setelah kami dalami, tidak ada aliran dana kepada pejabat manapun. Uang yang diterima tersangka murni digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar AKBP Moh Faruk Rozi.

Kapolres mengungkapkan, dua korban dalam kasus ini masing-masing berinisial FK dan MDH, keduanya warga Kabupaten Klaten. Penyerahan uang dilakukan secara bertahap sejak akhir 2023 hingga 2024 dengan dalih biaya pendaftaran, pelunasan hingga pelantikan.

“Korban FK mengalami kerugian sebesar Rp192.500.000, sedangkan korban MDH mengalami kerugian Rp126.000.000. Penyerahan uang tidak dilakukan sekaligus, tetapi bertahap. Karena tidak ada kepastian pengangkatan, korban akhirnya melapor ke Polres Klaten,” jelasnya.

Tersangka diamankan di wilayah Semarang sekitar satu pekan sebelum konferensi pers digelar. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening koran milik korban dan tersangka, buku tabungan, serta satu unit telepon seluler yang digunakan untuk berkomunikasi dengan korban.

Kapolres menegaskan bahwa tersangka tidak memiliki akses maupun kewenangan dalam proses rekrutmen CPNS. Motif pelaku murni karena faktor ekonomi.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada dokumen palsu ataupun jaringan tertentu. Tersangka hanya mengandalkan komunikasi dan meyakinkan korban bahwa ia memiliki akses. Motifnya adalah ekonomi,” tegas AKBP Moh Faruk Rozi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 492 KUHP atau Pasal 486 KUHP jo Pasal 127 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun serta denda hingga Rp200 juta.

Kapolres Klaten mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan kelulusan instan dengan imbalan uang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh oknum yang menawarkan jasa meluluskan CPNS atau memasukkan pekerjaan tertentu dengan imbalan sejumlah uang. Rekrutmen CPNS dilakukan secara resmi dan transparan. Jika ada keraguan, silakan langsung konfirmasi ke instansi terkait,” pungkas AKBP Moh Faruk Rozi.

Polrestabes Semarang Lantik Kasatres PPA dan PPO, Perkuat Komitmen Perlindungan Kelompok Rentan

INLINK, Semarang – Polrestabes Semarang menggelar upacara pelantikan Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasatres PPA dan PPO) pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.15 WIB di Aula Lantai 3 Gedung B Polrestabes Semarang.

Dalam upacara tersebut, jabatan Kasatres PPA dan PPO resmi diemban oleh KOMPOL Ni Made Sriniti, S.I.K., M.H. Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang, M. Syahduddi, dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta perwakilan perwira dan bintara Polrestabes Semarang.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut kebijakan pimpinan Polda Jawa Tengah terkait pembinaan karier personel serta bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penguatan struktur dan optimalisasi kinerja di lingkungan Polrestabes Semarang.

Dalam amanatnya, Kapolrestabes Semarang menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan organisasi Polri tentang pembentukan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang di tingkat Polres Kota Besar.

Satuan ini memiliki tugas strategis melaksanakan penyelidikan, penyidikan, serta pengawasan penyidikan terhadap tindak pidana yang menyasar perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, buruh, serta kelompok rentan lainnya, termasuk kejahatan perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Menurut Kapolrestabes, jabatan Kasatres PPA dan PPO merupakan posisi strategis yang membutuhkan kompetensi, integritas, serta sensitivitas tinggi dalam penanganan perkara yang kerap menyentuh aspek kemanusiaan dan perlindungan hak asasi.

“Kepercayaan pimpinan kepada pejabat yang dilantik harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan etos kerja, baik secara personal maupun dalam membangun kinerja kesatuan,” tegasnya.

Kapolrestabes menyatakan optimisme terhadap kemampuan Kompol Ni Made Sriniti yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 4 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jateng (Subdit Renakta). Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menangani perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, kekerasan seksual, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Dengan kepemimpinan baru di Satres PPA dan PPO, diharapkan penanganan kasus-kasus yang melibatkan kelompok rentan di wilayah Kota Semarang dapat semakin profesional, responsif, serta berorientasi pada perlindungan korban.

Pelantikan berlangsung khidmat melalui rangkaian prosesi pembacaan keputusan pengangkatan jabatan, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta pakta integritas. Kegiatan ditutup dengan doa, foto bersama, dan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik.

Melalui pelantikan ini, Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan hukum, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap tindak pidana.

Cek Ulang Pasca Dugaan Keracunan, SPPG Ngadirojo Tunggu Izin Operasional dari BGN

INLINK, WONOGIRI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngadirojo yang dikelola Yayasan Paku Bumi Restu Semesta menjalani pengecekan lintas instansi pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.00–10.30 WIB. Kegiatan berlangsung di lokasi dapur SPPG, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Pengecekan dilakukan menyusul penghentian operasional sementara pasca dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang terjadi pada 15 Januari 2026. Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional SPPG mulai 19 Januari 2026 guna dilakukan evaluasi menyeluruh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok, S.K.M., M.M., Kabag Ren Polres Wonogiri AKP Subroto, S.H., M.H., Kasat Intelkam IPTU Sutarto, S.H., Korwil SPPI Wonogiri Pandri Prabowo, unsur Forkopimcam Ngadirojo, serta pengelola dan tim ahli SPPG.

Korwil SPPI Wonogiri Pandri Prabowo menjelaskan bahwa seluruh persyaratan yang diminta BGN telah dipenuhi. “Ada 15 poin yang menjadi catatan dan seluruhnya sudah kami lengkapi. Saat ini kami masih menunggu surat izin operasional untuk dapat kembali menjalankan pelayanan secara resmi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, apabila SPPG kembali beroperasi, jumlah penerima manfaat kemungkinan akan disesuaikan. Saat ini penerima manfaat mencapai sekitar 3.900 orang. Ke depan, distribusi akan dibagi karena direncanakan adanya tambahan satu SPPG di wilayah Ngadirojo agar cakupan lebih merata dan beban produksi tidak berlebihan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok menerangkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air. “Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli dan Salmonella. Temuan ini sudah kami laporkan kepada Bupati dan BGN. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan sumber kontaminasi tidak terulang,” jelasnya.

Menurutnya, setiap laporan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ditindaklanjuti melalui investigasi dan penelusuran penyebab. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu.

Sementara itu, Kabag Ren Polres Wonogiri AKP Subroto menekankan pentingnya pengelolaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari proses memasak hingga manajemen penyimpanan bahan pangan seperti ayam dan daging sapi. “Kapasitas produksi harus seimbang dengan kemampuan pengelolaan. Jangan sampai beban terlalu besar sehingga berpotensi menimbulkan kelalaian,” tegasnya.

Usai diskusi, rombongan melaksanakan inspeksi langsung ke dapur SPPG untuk mengecek sarana prasarana, standar kebersihan, kualitas air, serta sistem penyimpanan bahan makanan.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa Polres Wonogiri mendukung penuh langkah evaluatif dan koordinatif lintas instansi guna menjamin keamanan pangan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Polres Wonogiri berkomitmen mengawal setiap tahapan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman, sesuai ketentuan, dan tidak menimbulkan keresahan. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar AKP Anom.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Saat ini, operasional SPPG Ngadirojo masih menunggu terbitnya izin resmi dari BGN sebelum kembali melayani masyarakat.

Respon Cepat Bhabinkamtibmas Kerten Amankan Pelaku Curanmor di Depan Toko Roti Babah Setoe

INLINK, Surakarta – Polsek Laweyan melalui Bhabinkamtibmas Kerten Aiptu Galuh Sudarmono bersama Linmas dan Satpam Sport Center Yosef Kerten berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial AS yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor, Rabu (18/2/2026).

Terduga pelaku diamankan saat hendak membawa kabur sepeda motor Honda Beat nopol H 4706 XM milik Sdri. Ridha yang terparkir di depan Toko Roti Babah Setoe, Jalan Adi Sucipto No. 44, Kerten, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Kapolsek Laweyan, Kompol Dani Herlambang, SP.MH membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban memarkirkan sepeda motornya di depan toko roti tersebut menjelang waktu magrib.

“Korban yang sedang menyiapkan buka puasa melihat dari dalam toko bahwa sepeda motornya dinaiki oleh pelaku dan sudah dalam keadaan menyala. Korban kemudian bergegas keluar sambil berteriak ‘maling’ dan mengejar pelaku,” ungkapnya.

Mengetahui aksinya dipergoki, pelaku menjatuhkan sepeda motor tersebut dan berusaha melarikan diri. Namun berkat kesigapan Bhabinkamtibmas, Linmas, Satpam serta dibantu warga di sekitar area Sekolahan St. Yosep, pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, korban, Sdri. Ridha, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Laweyan atas respon cepat dalam mengamankan pelaku.

Ia berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.