Peringati Isra Mi’raj, Polres Wonogiri Gelar Binrohtal Secara Daring untuk Perkuat Mental Personel

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipusatkan dari Masjid Al Ma’ruf Polres Wonogiri, Kamis (15/1/2026) siang.

Binrohtal dimulai pukul 11.30 WIB dan diikuti oleh perwakilan personel Bag, Sat, dan Sie Polres Wonogiri yang beragama Islam. Kegiatan ini menghadirkan penceramah Habib Jakfar Al Musawwa yang menyampaikan tausiyah bertema makna Isra’ Mi’raj sebagai sarana meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta penguatan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa pelaksanaan Binrohtal secara daring merupakan bentuk adaptasi Polri tanpa mengurangi esensi pembinaan spiritual bagi personel.

“Pembinaan rohani dan mental tetap menjadi prioritas. Melalui Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat sebagai bekal dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, momentum peringatan Isra’ Mi’raj menjadi pengingat pentingnya nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku setiap anggota Polri di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polres Wonogiri dalam membangun SDM Polri yang Presisi, humanis, dan berintegritas,” imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung, pelaksanaan Binrohtal melalui Zoom Meeting berjalan aman, tertib, dan lancar. Polres Wonogiri memastikan pembinaan rohani dan mental akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri.

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Hubungkan Polri dan Masyarakat

INLINK, Klaten | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Peresmian dipusatkan di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam menghadirkan akses aman dan layak bagi masyarakat pedesaan. Komitmen tersebut disampaikannya dalam laporan di hadapan Kapolri saat acara peresmian.

Kapolda menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Usai peresmian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam doorstop menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan Presiden terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh karena tidak tersedianya jembatan yang layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, secara nasional hingga saat ini telah terbangun sebanyak 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia, sebagian besar dibangun di propinsi Jawa Tengah sebanyak 63 Jembatan Merah Putih Presisi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan jembatan, yang dinilai mampu mempererat hubungan dan membangun kepercayaan antara Polri dan warga.

“Terima kasih kepada jajaran yang melibatkan masyarakat sekitar dalam pengerjaan jembatan. Interaksi ini penting untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” lanjut Kapolri.

Kapolri berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memudahkan anak-anak berangkat sekolah, membantu petani mengangkut hasil pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam laporannya dihadapan Kapolri mengungkap bahwa Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Klaten dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Jembatan tersebut memiliki ukuran 15 meter x 4 meter dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4–5 ton.

“Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan dengan melintasi Sungai Dengkeng,” ujarnya.

Sebelumnya, di lokasi tersebut pernah berdiri jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1981. Namun jembatan itu roboh akibat banjir besar pada tahun 2021. Selama hampir lima tahun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk 371 siswa dari empat sekolah yang harus memutar saat berangkat ke sekolah.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, akses bagi masyarakat dari dua desa, sebelas dusun, dan sekitar 890 kepala keluarga kini kembali terhubung. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi waktu tempuh warga dalam beraktivitas.

Kapolda juga melaporkan bahwa dari 63 Jembatan Presisi yang akan dibangun di wilayah Jawa Tengah, 19 diantaranya telah selesai dibangun. Saat ini terdapat 15 jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan, 4 jembatan yang akan segera dikerjakan, serta 15 titik jembatan yang masih dalam tahap survei dan perencanaan.

“Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga menghubungkan batin antara Polri dan masyarakat. Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadi yang terdepan dalam menyukseskan program pemerintah,” ujar Kapolda.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

“Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

Awali Tugas, Kapolres Jepara yang Baru Langsung Tancap Gas Kunjungan Kerja ke Polsek Jajaran

INLINK, Jepara | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dian Hadi Kristanto didampingi pejabat utama Polres Jepara dan pengurus Bhayangkari melaksanakan tugas pertama dengan kunjungan kerja ke Polsek jajaran, antara lain Polsek Jepara Kota, Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan dan Welahan, pada Rabu (14/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program kerja Kapolres Jepara dengan tujuan untuk mengetahui keadaan dan situasi di wilayah Polsek masing-masing, acara di buka oleh Kapolsek dengan melaporkan situasi dan kondisi wilayah Polsek.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas.

Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara Polsek dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kunjungan ini sebagai bentuk motivasi kepada rekan-rekan. Saya berharap, jajaran Polsek terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan wilayah,” ucapnya.

Selain itu, Kapolres Jepara juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap perkembangan situasi dan tantangan yang dihadapi.

“Tantangan kedepan berat, banyak yang harus dikerjakan, laksanaan tugas yang baik dengan tidak ada pelanggaran,” tutupnya.

Truk Tronton Terguling di Jalan Wonogiri–Jatipuro, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

INLINK, Wonogiri – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan sebuah truk tronton terjadi di ruas Jalan Wonogiri–Jatipuro, tepatnya di wilayah Timang Kulon, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (13/1/2026) siang. Dalam peristiwa tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung ditangani oleh personel Satlantas Polres Wonogiri. Truk Isuzu Tronton bernomor polisi AD-9587-AB diketahui melaju dari arah Wonogiri menuju Jatipuro sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan tersebut merupakan laka tunggal yang diduga dipicu faktor kelelahan pengemudi serta kondisi jalan yang menikung dan menurun.

“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, kendaraan berjalan terlalu ke kiri dan keluar dari badan jalan hingga terguling. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, pengemudi truk atas nama Joko Sugeng Sarono (53) warga Kabupaten Boyolali tidak mengalami luka serius. Namun, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan kendaraan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp10 juta.

Petugas Satlantas Polres Wonogiri telah melakukan evakuasi kendaraan, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri guna memastikan arus lalu lintas kembali lancar. Polisi juga mengimbau para pengendara agar selalu menjaga kondisi fisik dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Hari Kedua Pasca Banjir Wani: Aksi Cepat Pasukan Brimob Polda Sulteng Tuntaskan Pembersihan Lumpur dan Puing Rumah Warga

DONGGALA – Penanganan pasca banjir di Desa Wani, Kabupaten Donggala, memasuki hari kedua dengan semangat gotong royong yang kuat. Senin (12/1/2026), terlihat sinergitas nyata di lapangan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait dalam upaya pemulihan wilayah terdampak.

 

Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan ini, berkolaborasi erat dengan TNI, Dinas PUPR, serta unsur relawan lainnya. Kerja sama lintas sektoral ini difokuskan untuk menuntaskan pembersihan material lumpur pekat, membuka kembali akses jalan yang sempat terisolasi, hingga membantu pembersihan sisa-sisa material rumah warga yang hancur akibat terjangan banjir.

 

Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana ini adalah koordinasi yang solid antar instansi atau stakeholder.

 

“Hari ini di hari kedua, kami dari Pasukan Brimob bekerja bahu-membahu dalam sinergitas yang kuat bersama teman-teman dari TNI, Dinas PUPR, dan para relawan. Kami membagi tugas di lapangan, mulai dari pengerahan alat berat hingga pembersihan pemukiman serta sisa-sisa material bangunan rumah warga yang hancur secara manual,” ujar Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre saat meninjau langsung lokasi terdampak.

 

Beliau menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk mempercepat normalisasi fasilitas publik dan privat. “Dengan adanya sinergi antar stakeholder ini, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan. Fokus kami bersama adalah satu: memastikan masyarakat Desa Wani bisa segera bangkit dan beraktivitas normal kembali,” tegasnya.

 

Di lapangan, terlihat personel Brimob bersama TNI dan warga fokus membersihkan drainase serta fasilitas umum. Penggunaan alat berat dari Dinas PUPR disinergikan dengan tenaga lapangan dari pasukan Brimob untuk menyingkirkan puing-puing besar yang menghambat jalur utama desa, sementara para relawan turut membantu dalam mengevakuasi barang-barang berharga milik warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

 

Aksi tanggap darurat yang mengedepankan sinergitas ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran berbagai elemen negara di bawah koordinasi yang apik, termasuk peran aktif Pasukan Brimob, menjadi bukti nyata kesigapan pemerintah dalam menangani dampak bencana di wilayah Sulawesi Tengah secara tuntas.

Personel BKO Sat Brimob Polda Banten Langsung Gerak Cepat Bantu Bersihkan Sekolah-Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh, webid.rumahkawakibi.com/ – Personel Satuan Brimob Polda Banten yang tergabung dalam penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh terus menunjukkan aksi nyata kepedulian kemanusiaan. Setibanya di wilayah Provinsi Aceh, satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob Banten langsung bergerak cepat melaksanakan kegiatan pemulihan fasilitas pendidikan pasca bencana, seni (12/01/26).

 

Di bawah pimpinan Danki Penugasan Kompol Zhia Ul Archam, S.I.K. Danyongas, personel Brimob Banten difokuskan untuk melakukan pembersihan fasilitas pendidikan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Sasaran pembersihan meliputi sdn 6 Tanah Jambo Aye Kab. Aceh Utara.

 

Dengan semangat gotong royong, personel bersama tim gabungan membersihkan sisa lumpur, sampah, serta mengevakuasi material bekas Lumpur yang mengganggu area sekolah. Upaya tersebut dilakukan guna menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan layak bagi para siswa.

 

Secara terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol edi suranta sinulingga S.I.K,, M.H menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob Banten di Aceh merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam misi kemanusiaan, khususnya membantu percepatan pemulihan pasca-bencana.

 

“Penugasan ini merupakan bentuk bakti Brimob kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran personel Brimob benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam memulihkan fasilitas pendidikan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman,” ungkapnya.

 

la juga menekankan kepada seluruh personel agar tetap menjaga kesehatan, mengedepankan sikap humanis, serta melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Bakti Sosial Anniversary 22 Bharaduta D’Pandiga Polres Belitung

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ – Dalam rangka memperingati Anniversary ke-22 Angkatan Diktukba Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2003 (Bharaduta D’Pandiga), personel Polres Belitung Polda Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang layak menerima. Selasa (13/01/2026)

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, sebagai wujud kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Bantuan sosial yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

 

Perwakilan Bharaduta D’Pandiga Polres Belitung, Aiptu Mustika, S.Ikom., S.H, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian anggota Polri kepada masyarakat.

 

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi sarana untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar Aiptu Mustika.

 

Sementara itu, masyarakat penerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Polres Belitung, khususnya Angkatan Bharaduta D’Pandiga, atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu dan dirasakan langsung manfaatnya.

 

Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan semangat kebersamaan, solidaritas, serta sinergitas antara Polri dan masyarakat terus terjalin dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Belitung.

Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Pagi Awal Tahun, Cek Kehadiran Kepala Kampung

INLINK,WAMENA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab aparatur kampung melalui pelaksanaan apel pagi bersama kepala distrik, kepala desa, dan kepala kampung di awal tahun 2026.

Dalam wawancara, Bupati Atenius Murip menjelaskan bahwa apel pagi tersebut telah direncanakan sejak jauh hari. Pada Kamis sebelumnya, pihaknya telah menyampaikan kepada Kapolres agar kegiatan ini diumumkan kepada seluruh asosiasi, kepala desa, dan kepala kampung untuk wajib hadir,pada Senen (12/01/2026).

“Apel pagi ini kami laksanakan untuk melihat langsung kondisi, kehadiran, dan kesediaan para kepala kampung. Selama ini kita tidak pernah tahu apakah mereka benar-benar berada di kampung atau tidak,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, melalui apel awal tahun ini pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aparat kampung hadir dan siap menjalankan tugas serta tanggung jawabnya kepada masyarakat. Proses absensi dilakukan dan dipimpin langsung oleh Asisten I bersama Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), sekaligus menyampaikan penyesuaian terkait protokol anggaran dan tanggung jawab kerja ke depan.

“Pagi tadi mereka sudah diabsen, dan sampai siang hari mereka masih lengkap hadir. Ini menjadi bagian dari pengecekan langsung kondisi dan kesiapan mereka,” jelasnya.

Bupati Atenius Murip juga menyampaikan bahwa momentum awal tahun dimanfaatkan untuk memberikan semangat baru kepada para aparatur kampung agar lebih aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sepanjang tahun 2026.

“Kami ingin memastikan bahwa program-program kerja pemerintah dapat mereka pahami dan dilaksanakan bersama-sama mulai dari awal tahun. Kita bangun semangat baru agar pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

Kegiatan apel pagi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan disiplin, kehadiran, dan sinergi antara pemerintah daerah dan aparatur kampung demi percepatan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.

Maiza Luna Arsyila (Cilla) ke-2: Doa dan Harapan untuk Cucu Tercinta

INLINK,BOGOR | Hari bahagia telah tiba untuk cucu pertama Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Jakarta Barat, Maiza Luna Arsyila yang akrab dipanggil Cilla, yang memasuki usia ke-2 tahun. Acara perayaan ulang tahun diadakan dengan penuh kehangatan di Puncak Bogor, di jalan alternatif puncak Cisarua Bogor, di tengah suasana hangat bersama keluarga tercinta. Jumat (9/1/2026),

Dalam momen spesial ini, keluarga besar Cilla berkumpul meriah. Termasuk oppa, omma, papih Cilla, mamih Cilla, serta eyang Cilla yang telah berangkat jauh dari Semarang hingga Bogor untuk meramaikan acara. Perayaan ini dihadiri hanya oleh keluarga inti, menjadi kesempatan emas untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

Semoga pada hari jadinya yang ke-2 tahun ini, Maiza Luna Arsyila (Cilla) selalu diberikan kesehatan yang prima, umur dan rezekinya senantiasa tercurahkan berkah dari Yang Maha Kuasa, serta segala cita-citanya yang masih kecil kini dapat tercapai dan diqobulkan kelak. Kami sekeluarga berharap agar selalu diberikan berkah dan kebahagiaan dalam setiap langkah hidup, terutama bersama buah hati kami yang tersayang, Cilla.

Hari ini, tepatnya di tgl 9 Januari 2026, kami sekeluarga dengan hati yang penuh sukacita merayakan hari ulang tahun ke-2 bagi cucu kami yang tersayang, Maiza Luna Arsyila atau yang akrab dikenal dengan nama Cilla.

Acara perayaan diadakan secara sederhana namun penuh kehangatan di Villa Moane Puncak Bogor dengan hanya menghadirkan keluarga inti. Kami merasa sangat bersyukur karena Eyang Cilla dapat hadir langsung dari Semarang Jawa Tengah hingga Bogor untuk meramaikan momen spesial ini. Kehadiran seluruh keluarga menjadi berkah yang luar biasa bagi kami semua.

Sebagai Ketua FWJI Jakarta Barat dan sekaligus sebagai “Oppa Cilla”, saya mengucapkan doa yang tulus: Semoga Maiza Luna Arsyila selalu diberikan kesehatan yang optimal, umurnya terus tercatat dengan berkah dan kebaikan, rezekinya melimpah, serta segala cita-citanya yang akan ia miliki kelak dapat terwujud dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Momen perayaan ulang tahun Cilla ini juga menjadi pengingat bagi kami sekeluarga untuk selalu bersyukur dan menjaga keharmonisan keluarga. Semoga kami semua selalu diberikan kekuatan dan berkah untuk dapat mendidik serta membimbing Cilla menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak di masa depan. Tutupnya

Sat Polairud Polres Belitung Lakukan Patroli dan Pengecekan Dampak Banjir di Desa Cerucuk

Belitung, webid.rumahkawakibi.com/ – Personel Sat Polairud Polres Belitung melaksanakan patroli serta pengecekan dampak banjir di wilayah Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, pada Sabtu (10/01/2026).

 

Patroli dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menyasar Jembatan 2 Desa Cerucuk dan Jembatan Dusun Mempiu. Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya debit air hingga mengakibatkan badan jalan amblas dan tidak dapat dilalui oleh pengguna jalan.

 

Melihat kondisi tersebut, personel Sat Polairud Polres Belitung segera melakukan pengamanan di lokasi dengan memasang tanda peringatan sederhana menggunakan dahan dan ranting pohon, serta mengimbau masyarakat agar tidak melintas demi menjaga keselamatan bersama.

 

Selain melakukan pengamanan, personel juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat sekitar agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas, waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, serta menggunakan jalur alternatif yang lebih aman.

 

Sekitar pukul 13.00 WIB, personel kembali melakukan pengecekan di Jembatan Dusun Mempiu Desa Cerucuk yang turut mengalami kerusakan akibat tingginya debit air.

 

Kapolres Belitung melalui Kasat Polair AKP Mohamad Hoesaien Muafiqi, S.H., menyampaikan bahwa untuk sementara akses jalan tersebut tidak dapat digunakan hingga kondisi dinyatakan aman mengingat bisa membahayakan pengguna jalan.

 

Sat Polairud Polres Belitung akan terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah rawan banjir sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan responsif kepada masyarakat.