Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali, Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Timur Turun Langsung ke Pasar Pondok Bambu

Jakarta – Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat terus ditunjukkan oleh Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Timur dengan melakukan pengecekan langsung stok dan harga bahan pangan di Pasar Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis pagi, 5 Februari 2026, pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh AKP Steely, S.T.K., S.I.K., sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di wilayah hukum Jakarta Timur.

Tim lapangan yang terdiri dari Brigadir Franzs Halomoan, S.H., Brigadir Abdul Wahab, dan Brigadir Yossi, S.H., melakukan pengecekan langsung kepada para pedagang serta berkoordinasi dengan pengelola pasar.

Di lokasi, tim bertemu dengan staf Pasar Pondok Bambu, Bapak Sri Handoko, yang menyampaikan bahwa kondisi stok bahan pangan saat ini masih dalam kategori cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas relatif stabil. Bawang merah tercatat Rp 42.000 per kilogram, bawang putih Rp42.000 per kilogram, beras curah Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp15.000 per kilogram, dan beras premium Rp21.000 per kilogram.

Sementara itu, Cabai rawit merah berada di harga Rp45.000 per kilogram, gula Rp19.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi Rp140.000 per kilogram. Minyak goreng premium dijual Rp22.000 per liter dan Minyakita Rp18.000 per liter. Telur ayam berada di harga Rp30.000 per kilogram dan tepung terigu Rp12.000 per kilogram.

Arahan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky F. Bachriel, menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah potensi penimbunan, permainan harga, maupun praktik curang yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan stok yang tersedia. Polri hadir untuk memberikan rasa aman, termasuk dalam menjaga stabilitas pangan. Apabila ditemukan adanya dugaan penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar, kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Dicky F. Bachriel.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kelangkaan, serta mengajak para pedagang untuk tetap menjual barang sesuai ketentuan dan menjaga kepercayaan konsumen.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, situasi kamtibmas di wilayah Jakarta Timur diharapkan tetap aman, kondusif, dan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.

Polres Belitung Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Menumbing 2026

Belitung – Polres Belitung melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026) pukul 08.00 WIB di halaman Mapolres Belitung, Jalan Sijuk, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Belitung Kompol Bagus Kresna Eka Putra, S.I.K., mewakili Kapolres Belitung, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Belitung, TNI, Polri, instansi terkait, dan stakeholder pendukung lainnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan Polres Belitung bersama seluruh unsur terkait dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam amanat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H. yang dibacakan oleh Wakapolres Belitung, disampaikan bahwa Operasi Keselamatan Menumbing 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

Kapolda menekankan meskipun terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, namun angka kecelakaan dan korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan. Hal ini menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah preventif, edukatif, serta penegakan hukum secara selektif.
Operasi Keselamatan Menumbing 2026 memprioritaskan kegiatan edukatif dan humanis melalui Dikmas Lantas, disertai penegakan hukum secara selektif dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, serta meminimalisir pelanggaran dan kemacetan di titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan (trouble spot).

Selain itu, Kapolda juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan, menjaga disiplin dan profesionalisme, serta mengedepankan sinergitas lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Menumbing 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Belitung.

Banjir di Kota Pati, Satpolairud Polresta Pati Turun Bersihkan Lumpur Jalan KH Ahmad Dahlan

INLINK, Pati – Personel Satpolairud Polresta Pati memback up kegiatan pembersihan lumpur sisa banjir di Jalan KH Ahmad Dahlan, wilayah Pati Wetan, tepatnya di kawasan Dosoman, Kota Pati, Minggu (11/1). Aksi bersih-bersih ini dilakukan untuk memulihkan kondisi jalan yang sempat licin dan membahayakan pengguna jalan usai banjir melanda kawasan perkotaan.

Sejak pagi hari, personel Satpolairud bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi membersihkan lumpur dan material banjir yang menutup badan jalan. Endapan lumpur yang cukup tebal di sepanjang ruas jalan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, keterlibatan anggotanya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir.

Ia menegaskan, meskipun Satpolairud identik dengan tugas-tugas kepolisian di wilayah perairan, namun dalam kondisi darurat pihaknya siap memberikan dukungan penanganan bencana di darat. Sinergi dengan instansi terkait pun terus dilakukan agar penanganan dampak banjir berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

“Lumpur sisa banjir di badan jalan sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, kami bergerak cepat melakukan pembersihan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” ujar Kompol Hendrik.

Ia menambahkan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kepolisian dalam setiap penanganan bencana. Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan. “Apabila menemukan kondisi yang membahayakan atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada petugas,” pungkasnya.

Aksi bersih-bersih tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Salah seorang warga Dosoman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah sigap membantu membersihkan lumpur sisa banjir. Menurutnya, kehadiran polisi sangat membantu warga karena jalan kembali bersih dan aman dilalui. “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi, khususnya Satpolairud Polresta Pati, yang sudah peduli dan membantu kebersihan jalan. Semoga pelayanan seperti ini terus dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan dibersihkannya lumpur sisa banjir, kondisi Jalan KH Ahmad Dahlan kini berangsur normal dan kembali aman untuk dilalui kendaraan.

Polres Kudus Gelar Rakor Lintas Instansi, Akses Menuju Colo Ditutup Sementara untuk Kendaraan Besar

INLINK, Kudus – Polres Kudus langsung menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk membahas perkembangan penanganan bencana tanah longsor di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus yang berlangsung di Aula Graha Muria Desa Colo pada Sabtu (10/1/2026).

Longsor tersebut berdampak pada jalan provinsi penghubung Kabupaten Kudus – Kabupaten Pati yang juga merupakan akses utama menuju objek wisata alam dan wisata religi Makam Sunan Muria.

Akibat longsor, badan jalan mengalami amblas dan tergerus air dengan panjang sekitar 50 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman mencapai 20 meter.

Kerusakan itu menyebabkan kendaraan besar seperti bus dan truk tidak dapat melintas. Padahal, bus besar menjadi moda utama rombongan peziarah dari berbagai daerah yang hendak menuju Makam Sunan Muria.

Perwakilan Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Pati, Parjo, menjelaskan bahwa bagian jalan yang tidak longsor merupakan jalan lama dengan pondasi lama, sedangkan bagian yang longsor merupakan hasil pelebaran jalan.

Jalan lama dinilai cukup kuat untuk dilalui bus, namun masih menunggu penilaian dan rekomendasi dari tim PUPR Provinsi Jawa Tengah.

“Penyebab longsor diduga karena derasnya aliran sungai yang menggerus pondasi, ditambah tekanan dari atas serta adanya kendaraan berat yang parkir di sekitar lokasi,” ujarnya.

Selain badan jalan, kerusakan juga terjadi pada jembatan di lokasi tersebut.

Sementara itu, BPSPP Wilayah II Dishub Provinsi Jawa Tengah, Priyo Hadi, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Kudus terkait pemasangan rambu tambahan dan rekayasa lalu lintas.

Dishub Kabupaten Kudus menyebutkan telah memasang imbauan dan pembatasan kendaraan di kawasan Bakalan Krapyak, khususnya larangan bagi kendaraan besar menuju Colo. Untuk sementara, kendaraan shuttle disiapkan, meski jumlahnya masih terbatas.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean menegaskan pihaknya belum mengizinkan kendaraan besar melintas karena kondisi kekuatan tanah dan jalan belum diketahui secara pasti.

“Ini menyangkut keselamatan. Kalau bus atau truk dipaksakan melintas, risikonya sangat tinggi,” tegasnya.

Sebagai solusi sementara, bus diarahkan parkir di Terminal Bakalan Krapyak, kemudian penumpang akan diangkut menggunakan kendaraan shuttle yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

AKP Royke juga mengingatkan bahwa jalur dari arah Pati menuju Colo rawan di tikungan Letter S Tergo, terutama saat lalu lintas padat. Meski guard rail telah diperbaiki sementara, pembangunan talud permanen masih dibutuhkan karena pondasi jalan sudah terlepas.

Hasil rapat menyepakati bahwa akses jalan menuju Wisata Colo menunggu hasil penilaian dan rekomendasi tim PUPR Provinsi Jawa Tengah, yang diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan.

Sambil menunggu rekomendasi tersebut, lanjut Kasatlantas, Polres Kudus dan Dishub akan memasang papan informasi dan imbauan, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat dan peziarah agar tidak menggunakan kendaraan besar menuju Colo.

Tembus Medan Bebatuan, Kapolres Purworejo Salurkan Sumber Air Bersih untuk Warga Loano

INLINK, PURWOREJO – Harapan warga Desa Guyangan, Kecamatan Loano, untuk memiliki sumber air bersih yang stabil akhirnya terwujud. Kepolisian Resor (Polres) Purworejo meresmikan bantuan satu paket sumur bor dalam kegiatan Bakti Sosial yang digelar pada Selasa (06/01) sore.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., dengan didampingi Wakapolres Kompol Nana Edy Sugito, S.H., jajaran PJU Polres Purworejo, serta Kapolsek Loano AKP Sarpan, S.H., M.H. Kehadiran jajaran kepolisian disambut hangat oleh Camat Loano Kusairi A. P., Kepala Desa Guyangan Prayitno, mahasiswa KKN Unsiq, serta puluhan warga setempat.

Dalam sambutannya, AKBP Andry Agustiano berharap fasilitas ini tidak sekadar menjadi infrastruktur fisik, melainkan menjadi nafas kehidupan bagi masyarakat.

“Semoga sumur bor ini menjadi sumber kehidupan dan keberkahan bagi kita semua, khususnya warga Desa Guyangan yang selama ini membutuhkan akses air bersih yang lebih layak,” ujar Kapolres.

Pembangunan sumur bor ini bukanlah perkara mudah. Tim teknis harus berjuang menembus medan alam yang sulit dengan struktur tanah berbatu. Pekerjaan yang memakan waktu selama dua bulan tersebut akhirnya berhasil mencapai kedalaman 24 meter hingga menemukan titik air yang melimpah.

Kepala Desa Guyangan, Prayitno, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menjelaskan bahwa selama ini warga kerap kesulitan air terutama saat musim kemarau panjang, bahkan sering mengajukan bantuan ke Pemerintah Kabupaten.

“Atas bantuan sumur bor dari Polres ini, tentu sangat bermanfaat bagi kami. Rencananya, aliran air ini akan dimanfaatkan untuk operasional SD, PAUD, Posyandu, Kantor Desa, hingga keperluan sehari-hari warga sekitar,” jelas Prayitno.

Senada dengan Kades, Agus Saputra selaku perwakilan warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Polri terhadap kondisi di desanya.

“Terima kasih banyak Bapak Kapolres. Semoga ini menjadi amal jariyah dan benar-benar bermanfaat bagi kehidupan warga masyarakat kami,” ungkapnya.

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis dan pengecekan langsung debit air di lokasi. Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan sosial dan kebutuhan dasar warga.

Kapolres Boyolali gelar Forum belajar bersama, Dorong kesadaran kesehatan mental, Antisipasi Krisis Perilaku dan Konflik Sosial

INLINK, BOYOLALI – Kepolisian Resor Boyolali terus memperkuat peran pembinaan dan pencegahan melalui pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan lewat Forum Belajar Bersama Sat Binmas Polres Boyolali dengan tema “Kesehatan Mental yang Diabaikan Hari Ini Akan Muncul Krisis Perilaku, Konflik Sosial, atau Penyakit Fisik di Masa Depan”, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (7/1/2026), pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh Kanit Binmas Polsek, Bhabinkamtibmas, serta personel Sat Binmas Polres Boyolali. Hadir dalam forum tersebut, Kabag SDM Polres Boyolali Kompol Subiyati dan Kasat Binmas Polres Boyolali Iptu Ignatius Andrean Setianto. Forum belajar ini menghadirkan narasumber Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Agnes Fatimah, Sp.KJ., M.Kes.

Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu pengetahuan terkait kesehatan mental kepada personel Polri. Kapolres menegaskan bahwa kesadaran akan kesehatan mental sangat penting sebagai penunjang pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh dalam forum ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas,” ujar Kapolres. Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti melalui Zoom Meeting.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Boyolali Iptu Ignatius Andrean Setianto dalam penyampaiannya mengungkapkan data yang menjadi perhatian serius bersama. Ia menyebutkan bahwa sekitar satu dari tiga anak remaja mengalami masalah kesehatan mental, namun hanya sekitar dua persen yang mendapatkan penanganan. Kondisi ini, menurutnya, menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran dan upaya menjaga kesehatan mental, terutama bagi generasi Z dan remaja.
Sebagai bentuk komitmen, Polres Boyolali terus menjalin kolaborasi dengan psikolog dan dokter psikiatri.

Ia menambahkan, pengetahuan tentang kesehatan mental sangat dibutuhkan oleh personel Polri, tidak hanya untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga untuk disosialisasikan kepada masyarakat agar memberikan dampak yang lebih luas.

Kasat Binmas juga menekankan bahwa sosialisasi kesehatan mental oleh Bhabinkamtibmas kepada masyarakat merupakan langkah pencegahan dari Sat Binmas Polres Boyolali. Gangguan kesehatan mental, lanjutnya, berpotensi melahirkan perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol, kekerasan dan KDRT, geng motor, hingga kejahatan dan konflik sosial yang lebih luas.
“Generasi Z dan Gen Alpha adalah calon pemimpin Indonesia pada tahun 2045. Kepedulian terhadap kesehatan mental mereka merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pada sesi materi, dr. Agnes Fatimah, Sp.KJ., M.Kes memaparkan secara komprehensif mengenai pengertian dan pentingnya kesehatan mental, serta sebab dan akibat terganggunya kesehatan mental, khususnya pada generasi Z dan anak remaja. Ia juga memberikan kiat-kiat manajemen dan cara menjaga kesehatan mental, baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, narasumber menyampaikan beberapa contoh kasus gangguan kesehatan mental yang sering ditemukan di masyarakat, lengkap dengan gambaran penanganannya. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman terhadap isu kesehatan mental.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, foto bersama, penyerahan cendera mata oleh Kapolres Boyolali kepada narasumber, hingga penutupan dengan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Melalui forum ini, Polres Boyolali menegaskan komitmennya dalam membangun personel Polri yang profesional, berempati, dan peduli terhadap kesehatan mental sebagai fondasi penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Polri atas Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

INLINK, Karawang — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.

Penganugerahan tersebut berlangsung dalam momentum Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang, yang dihadiri ribuan petani serta pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia.

Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya. Presiden menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga unsur TNI–Polri.

Dalam penganugerahan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya sebagai bentuk apresiasi negara atas peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas, pengamanan, serta pendampingan program ketahanan pangan nasional.

Selain Wakapolri, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah pejabat dan personel Polri yang dinilai konsisten mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui fungsi pembinaan, pengamanan wilayah, serta pendampingan program di lapangan.

Adapun penerima Satyalancana Wira Karya dari unsur Polri, yaitu:

1. Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., Kepala Badan Reserse Kriminal Polri;

2. Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., Asisten SDM Kapolri;

3. Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Jawa Tengah;

4. Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Jawa Barat;

5. Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., S.H., M.H., Kapolda Lampung;

6. Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kapolda Kalimantan Barat;

7. Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., Kapolda Kalimantan Selatan;

8. Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., Karobinkar SSDM Polri;

9. Brigjen Pol. Djoko Prihadi, S.H., Analis Kebijakan Ahli Utama Polri;

10. Kombes Pol. Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., Karo SDM Polda Riau;

11. AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat;

12. AKBP Rivanda, S.I.K., Kapolres Blitar;

13. AKBP Toni Kasmini, S.I.K., S.H., M.H., Kapolres Lampung Selatan;

14. AKBP Ike Yulianto W., S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Grobogan;

15. AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., Kapolres Garut;

16. AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Blora;

17. AKBP Sugeng Setyo Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla., Kapolres Bone;

18. AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., Kapolres Wonogiri;

19. AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Sukabumi; dan

20. AKBP Syahrul Awab, S.Sos., S.I.K., Kapolres Bengkayang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi amanah bagi Polri untuk terus menjaga konsistensi pengabdian kepada masyarakat.

“Penghargaan ini dimaknai sebagai amanah bagi Polri untuk terus mengawal ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas strategis seperti jagung, agar program yang dicanangkan Presiden berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Trunoyudo, Rabu (7/1).

Sepanjang tahun 2025, Satgas Ketahanan Pangan Polri mencatat capaian strategis berupa peningkatan produksi jagung nasional sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton, sehingga total produksi mencapai 16.501.555,66 ton.

Akselerasi tertinggi terjadi pada kuartal IV, seiring optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare dengan hasil produksi sekitar 3.479.432 ton.

Penyerapan jagung oleh Bulog sebesar 101.713 ton atau 63,8 persen dari target turut berkontribusi menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta mencegah spekulasi pasar.

Melalui capaian dan penghargaan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir, bekerja secara profesional, serta mengawal ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kapolres Wonogiri Terima Satyalancana Wira Karya, Komitmen Polri Kawal Ketahanan Pangan di Daerah

INLINK, Wonogiri – Komitmen Polri dalam mengawal ketahanan pangan nasional mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Salah satunya ditunjukkan melalui penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., atas konsistensinya mendukung penguatan ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan, Rabu (7/1/2026).

Di Kabupaten Wonogiri, Polres Wonogiri secara aktif mengawal program ketahanan pangan melalui fungsi pembinaan masyarakat, pengamanan wilayah pertanian, serta pendampingan langsung kepada petani. Kegiatan tersebut meliputi pengecekan lahan pertanian, pengawalan distribusi hasil panen, hingga menjaga stabilitas keamanan di sentra produksi pangan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dinilai berhasil membangun sinergi kuat antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Wonogiri.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Wonogiri untuk semakin meningkatkan kinerja dan pengabdian.

“Penghargaan ini bukan semata capaian pribadi, tetapi hasil kerja kolektif seluruh jajaran Polres Wonogiri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Wonogiri,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri akan terus berperan aktif mengawal kebijakan pemerintah di sektor pangan, sejalan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di wilayah pertanian tetap aman dan kondusif.

“Ke depan, Polres Wonogiri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi petani, menjaga keamanan wilayah, dan mendukung penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegasnya.

Penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini sekaligus menegaskan peran strategis Polri di daerah dalam mendukung program nasional, dengan Wonogiri sebagai salah satu wilayah yang berkontribusi nyata dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Kodam IV Diponegoro – BNN Provinsi Jateng Perkuat Barisan Perang Melawan Narkoba

INLINK,  Semarang | Penguatan kolaborasi lintas lembaga dalam perang melawan narkoba menjadi salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan agenda besar pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Dalam konteks tersebut, sinergi antarlembaga negara menjadi kunci untuk menghadapi ancaman narkoba yang kian kompleks dan terorganisir. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam ketahanan nasional serta masa depan generasi muda.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menerima audiensi Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid., S.H., M.H. di Ruang Kerja Pangdam IV/Diponegoro, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi strategis antara TNI dan BNN Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mempertegas komitmen bersama memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Jawa Tengah.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan fondasi utama keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkarakter. Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan secara sektoral. Sinergi dengan Kodam IV/Diponegoro menjadi kekuatan strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi generasi muda Jawa Tengah dari ancaman narkoba,” ujar Toton Rasyid.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan kesiapan jajarannya untuk terlibat aktif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya BNN.

“Kodam IV/Diponegoro siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap program BNN Provinsi Jawa Tengah. Ancaman narkoba adalah ancaman nyata bagi ketahanan bangsa. Oleh karena itu, TNI memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk hadir bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga generasi muda dan stabilitas wilayah dari bahaya narkoba,” tegas Pangdam.

Beliau juga menambahkan, kekuatan teritorial TNI yang menjangkau hingga tingkat desa merupakan modal strategis dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba berbasis masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi berkelanjutan antara TNI dan BNN, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan bebas dari narkoba.

Gudang Pijar Sukma Dilalap Api, Asap Hitam Membubung dan Warga Panik

INLINK, JEPARA – Kebakaran hebat melanda gudang produksi PT Pijar Sukma Furniture di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Selasa sore (6/1/2026). Kobaran api yang membesar dengan cepat disertai asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menciptakan suasana mencekam dan menyedot perhatian ratusan warga sekitar.

Kanit Turjawali Polres Jepara, Ipda Eko Sutrisno, yang berada langsung di lokasi kejadian, melaporkan bahwa kebakaran terpantau sekitar pukul 17.53 WIB di kawasan perempatan Kecapi arah timur menuju Lebak, Kecamatan Pakisaji.

“Kami mengimbau masyarakat Jepara, khususnya pengguna jalan yang hendak menuju ke arah Lebak maupun dari Kecapi, agar menghindari jalur tersebut sementara waktu demi keselamatan,” tegas Ipda Eko Sutrisno di lokasi kejadian.

 

Api dengan cepat merambat bangunan gudang produksi yang diduga berisi material mudah terbakar. Suara letupan beberapa kali terdengar dari dalam bangunan, memperkuat dugaan adanya bahan produksi yang memicu cepatnya kobaran api. Sebagian atap gudang runtuh, membuat warga hanya bisa menyaksikan dari jarak aman.

Kepulan asap tebal bahkan terlihat dari jarak lebih dari satu kilometer, membuat warga berdatangan secara spontan. Ratusan orang tampak berkerumun di sekitar lokasi, baik dari lapangan belakang gudang maupun tepi Jalan Raya Kecapi, sebagian untuk memastikan sumber asap, sebagian lainnya menyaksikan langsung amukan si jago merah.

 

Gudang PT Pijar Sukma Furniture sendiri berada di kawasan Prapatan Tuyem, RT 41/RW 7, Desa Kecapi, dengan tembok pembatas setinggi sekitar tiga meter, sehingga menyulitkan upaya pemadaman dari luar area.

Menurut keterangan warga setempat, asap pertama kali terlihat saat aktivitas pabrik telah berakhir dan karyawan sudah pulang.

“Awalnya asap dulu yang kelihatan. Waktu itu karyawan sudah bubar karena memang sudah jam pulang. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Petugas Pemadam Kebakaran segera tiba di lokasi dan berjibaku memadamkan api, dibantu warga sekitar. Mobil damkar keluar masuk area pabrik, sementara selang air digelar dari berbagai sisi untuk mengisolasi titik api agar tidak merembet ke bangunan lain. Namun, proses pemadaman sempat terkendala konstruksi bangunan yang tertutup rapat serta material seng dan baja ringan.

Warga memperkirakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, dan pada pukul 17.00 WIB api sudah dalam kondisi besar dan sulit dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun total kerugian materiil, dan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Ipda Eko Sutrisno menegaskan bahwa aparat kepolisian tetap siaga di lokasi untuk pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Kami terus berada di lokasi untuk pengamanan dan pengaturan. Terima kasih kepada masyarakat yang tetap tertib dan membantu sesuai kemampuan,” pungkasnya.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan sekadar musibah materi, melainkan ancaman serius bagi keselamatan manusia dan lingkungan sekitar.