Polrestabes Semarang Lantik Kasatres PPA dan PPO, Perkuat Komitmen Perlindungan Kelompok Rentan

INLINK, Semarang – Polrestabes Semarang menggelar upacara pelantikan Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasatres PPA dan PPO) pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.15 WIB di Aula Lantai 3 Gedung B Polrestabes Semarang.

Dalam upacara tersebut, jabatan Kasatres PPA dan PPO resmi diemban oleh KOMPOL Ni Made Sriniti, S.I.K., M.H. Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang, M. Syahduddi, dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta perwakilan perwira dan bintara Polrestabes Semarang.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut kebijakan pimpinan Polda Jawa Tengah terkait pembinaan karier personel serta bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penguatan struktur dan optimalisasi kinerja di lingkungan Polrestabes Semarang.

Dalam amanatnya, Kapolrestabes Semarang menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan organisasi Polri tentang pembentukan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang di tingkat Polres Kota Besar.

Satuan ini memiliki tugas strategis melaksanakan penyelidikan, penyidikan, serta pengawasan penyidikan terhadap tindak pidana yang menyasar perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, buruh, serta kelompok rentan lainnya, termasuk kejahatan perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

Menurut Kapolrestabes, jabatan Kasatres PPA dan PPO merupakan posisi strategis yang membutuhkan kompetensi, integritas, serta sensitivitas tinggi dalam penanganan perkara yang kerap menyentuh aspek kemanusiaan dan perlindungan hak asasi.

“Kepercayaan pimpinan kepada pejabat yang dilantik harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan etos kerja, baik secara personal maupun dalam membangun kinerja kesatuan,” tegasnya.

Kapolrestabes menyatakan optimisme terhadap kemampuan Kompol Ni Made Sriniti yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 4 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jateng (Subdit Renakta). Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menangani perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, kekerasan seksual, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Dengan kepemimpinan baru di Satres PPA dan PPO, diharapkan penanganan kasus-kasus yang melibatkan kelompok rentan di wilayah Kota Semarang dapat semakin profesional, responsif, serta berorientasi pada perlindungan korban.

Pelantikan berlangsung khidmat melalui rangkaian prosesi pembacaan keputusan pengangkatan jabatan, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta pakta integritas. Kegiatan ditutup dengan doa, foto bersama, dan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik.

Melalui pelantikan ini, Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan hukum, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap tindak pidana.

Cek Ulang Pasca Dugaan Keracunan, SPPG Ngadirojo Tunggu Izin Operasional dari BGN

INLINK, WONOGIRI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngadirojo yang dikelola Yayasan Paku Bumi Restu Semesta menjalani pengecekan lintas instansi pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.00–10.30 WIB. Kegiatan berlangsung di lokasi dapur SPPG, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Pengecekan dilakukan menyusul penghentian operasional sementara pasca dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang terjadi pada 15 Januari 2026. Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional SPPG mulai 19 Januari 2026 guna dilakukan evaluasi menyeluruh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok, S.K.M., M.M., Kabag Ren Polres Wonogiri AKP Subroto, S.H., M.H., Kasat Intelkam IPTU Sutarto, S.H., Korwil SPPI Wonogiri Pandri Prabowo, unsur Forkopimcam Ngadirojo, serta pengelola dan tim ahli SPPG.

Korwil SPPI Wonogiri Pandri Prabowo menjelaskan bahwa seluruh persyaratan yang diminta BGN telah dipenuhi. “Ada 15 poin yang menjadi catatan dan seluruhnya sudah kami lengkapi. Saat ini kami masih menunggu surat izin operasional untuk dapat kembali menjalankan pelayanan secara resmi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, apabila SPPG kembali beroperasi, jumlah penerima manfaat kemungkinan akan disesuaikan. Saat ini penerima manfaat mencapai sekitar 3.900 orang. Ke depan, distribusi akan dibagi karena direncanakan adanya tambahan satu SPPG di wilayah Ngadirojo agar cakupan lebih merata dan beban produksi tidak berlebihan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Mubarok menerangkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air. “Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli dan Salmonella. Temuan ini sudah kami laporkan kepada Bupati dan BGN. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan sumber kontaminasi tidak terulang,” jelasnya.

Menurutnya, setiap laporan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ditindaklanjuti melalui investigasi dan penelusuran penyebab. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu.

Sementara itu, Kabag Ren Polres Wonogiri AKP Subroto menekankan pentingnya pengelolaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari proses memasak hingga manajemen penyimpanan bahan pangan seperti ayam dan daging sapi. “Kapasitas produksi harus seimbang dengan kemampuan pengelolaan. Jangan sampai beban terlalu besar sehingga berpotensi menimbulkan kelalaian,” tegasnya.

Usai diskusi, rombongan melaksanakan inspeksi langsung ke dapur SPPG untuk mengecek sarana prasarana, standar kebersihan, kualitas air, serta sistem penyimpanan bahan makanan.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa Polres Wonogiri mendukung penuh langkah evaluatif dan koordinatif lintas instansi guna menjamin keamanan pangan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Polres Wonogiri berkomitmen mengawal setiap tahapan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman, sesuai ketentuan, dan tidak menimbulkan keresahan. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar AKP Anom.

Selama kegiatan pengecekan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Saat ini, operasional SPPG Ngadirojo masih menunggu terbitnya izin resmi dari BGN sebelum kembali melayani masyarakat.

Respon Cepat Bhabinkamtibmas Kerten Amankan Pelaku Curanmor di Depan Toko Roti Babah Setoe

INLINK, Surakarta – Polsek Laweyan melalui Bhabinkamtibmas Kerten Aiptu Galuh Sudarmono bersama Linmas dan Satpam Sport Center Yosef Kerten berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial AS yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor, Rabu (18/2/2026).

Terduga pelaku diamankan saat hendak membawa kabur sepeda motor Honda Beat nopol H 4706 XM milik Sdri. Ridha yang terparkir di depan Toko Roti Babah Setoe, Jalan Adi Sucipto No. 44, Kerten, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Kapolsek Laweyan, Kompol Dani Herlambang, SP.MH membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban memarkirkan sepeda motornya di depan toko roti tersebut menjelang waktu magrib.

“Korban yang sedang menyiapkan buka puasa melihat dari dalam toko bahwa sepeda motornya dinaiki oleh pelaku dan sudah dalam keadaan menyala. Korban kemudian bergegas keluar sambil berteriak ‘maling’ dan mengejar pelaku,” ungkapnya.

Mengetahui aksinya dipergoki, pelaku menjatuhkan sepeda motor tersebut dan berusaha melarikan diri. Namun berkat kesigapan Bhabinkamtibmas, Linmas, Satpam serta dibantu warga di sekitar area Sekolahan St. Yosep, pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, korban, Sdri. Ridha, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Laweyan atas respon cepat dalam mengamankan pelaku.

Ia berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Polres Klaten Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Ratusan Knalpot Brong, Tegaskan Komitmen Berantas Penyakit Masyarakat

INLINK, KLATEN – Polres Klaten bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten memusnahkan ribuan botol minuman keras dan ratusan knalpot tidak sesuai spesifikasi sebagai hasil operasi penanggulangan penyakit masyarakat menjelang Ramadan. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah masyarakat, Kamis (19/2/2026).

Pemusnahan tersebut merupakan hasil razia intensif yang dilaksanakan dalam beberapa pekan terakhir. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 2.499 botol miras jenis ciu, 276 botol miras berbagai merek, serta 233 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kabupaten Klaten. Kehadiran para ulama dan pimpinan ormas tersebut menjadi simbol dukungan moral sekaligus penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen keagamaan dalam menjaga ketertiban sosial, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Kapolres Klaten AKBP Muh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Forkopimda dalam memberantas penyakit masyarakat secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini semata-mata dilaksanakan sebagai wujud komitmen kami untuk menjaga ketenteraman dan kekhusyukan warga Kabupaten Klaten dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Pemusnahan ini adalah hasil capaian operasi penanggulangan penyakit masyarakat yang kami laksanakan selama kurang lebih tiga minggu terakhir.” ungkap Kapolres

Ia menambahkan, langkah tersebut juga merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan dan penyitaan barang bukti tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang aktif memberikan informasi.

“Kami berkomitmen akan berada di garda terdepan dalam pemberantasan penyakit masyarakat, bersama Forkopimda dan di bawah koordinasi Bupati Klaten. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan ormas Islam yang telah membantu melalui pemberian informasi sehingga penindakan dapat dilakukan.”

Kapolres memastikan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara konsisten. Bahkan, Forkopimda berencana kembali menggelar pemusnahan tahap berikutnya sebelum Idul Fitri dengan jumlah yang diharapkan lebih signifikan.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom dalam kesempatan yang sama mengapresiasi langkah cepat Polres Klaten dan jajaran Forkopimda dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya organisasi keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta jajarannya yang telah berpartisipasi aktif menindaklanjuti aduan masyarakat. Di mana setiap menjelang bulan Ramadan tentu bersama-sama kita bergerak dalam rangka agar warga masyarakat Kabupaten Klaten yang muslim bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan tenang. ”

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat agar peredaran miras, narkoba, serta penyakit masyarakat lainnya dapat ditekan secara signifikan.

“Kita harapkan informasi dari masyarakat maupun ormas keagamaan terus disampaikan kepada Forkopimda agar segera bisa ditindaklanjuti melalui operasi di lapangan. Sehingga menjelang lebaran nanti, kita bisa melaksanakan kegiatan serupa dengan hasil yang lebih masif lagi.”

Penyuluhan KB, Kesehatan dan Pencegahan Stunting Warnai Kegiatan TMMD di Kampung Linggang Amer

INLINK, Kutai Barat – Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama pihak kesehatan Kecamatan Linggang Bigung melaksanakan kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kesehatan, serta pencegahan stunting kepada warga Kampung Linggang Amer. Kegiatan tersebut berlangsung di Posbindu Kampung Linggang Amer, dengan diikuti para ibu- ibu dan masyarakat setempat, Kamis (19/2/2026).

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting pada balita. Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan edukasi mengenai pola asuh yang baik, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Antusiasme warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara menjaga tumbuh kembang anak agar terhindar dari risiko stunting. Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan dasar sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran non-fisik program TMMD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi kesehatan.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Kami tidak hanya membangun jalan dan fasilitas fisik, tetapi juga ingin membangun kualitas kesehatan masyarakat. Pencegahan stunting dan pemahaman tentang KB sangat penting demi menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Dansatgas.

Ia juga berharap melalui penyuluhan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga serta rutin memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Dengan adanya sinergi antara Satgas TMMD dan pihak kesehatan Kecamatan Linggang Bigung, diharapkan program ini mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Linggang Amer.

Pengarahan Jelang Ramadhan, Lapas Pati Perkuat Pembinaan dan Keamanan

INLINK, Pati |Menjelang bulan suci Ramadan, kegiatan pengarahan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilaksanakan pada Selasa (18/2) guna memastikan kesiapan layanan dan program pembinaan di dalam lapas berjalan optimal. Pengarahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) bersama Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Plh Kasi Binadik Giatja).

Dalam kesempatan itu, jajaran struktural menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan, serta mengajak seluruh WBP untuk mematuhi tata tertib dan mengikuti program pembinaan, khususnya pembinaan keagamaan, secara tertib dan penuh tanggung jawab. Pelayanan kepada keluarga WBP, seperti layanan kunjungan, penitipan barang, dan penyampaian informasi, juga dipastikan tetap berjalan profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kalapas Pati, Suprihadi menyampaikan “Kami bersama seluruh jajaran berkomitmen memastikan layanan dan pembinaan selama Ramadan tetap berjalan optimal. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban, serta manfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kepribadian,” ujar Kalapas.

Menjaga Ramadhan Tetap Kondusif, Kapolres Semarang optimalisasi peran Bhabinkamtibmas

INLINK, Semarang |Memasuki bulan Suci Ramadhan, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., memberikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga ketenangan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

AKBP Ratna mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, tetapi juga membutuhkan kedekatan emosional antara anggota dan masyarakat. Melalui penguatan peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah binaan, diharapkan potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dari lingkungan terkecil.

Himbauan tersebut disampaikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas dan Polmas jajaran Polres Semarang usai pelaksanaan upacara rutin hari kesadaran nasional pada Rabu, 18 Februari 2026 di lapangan upacara Catur Prasetya Polres Semarang.

Menurut Kapolres, kehadiran anggota di tengah masyarakat bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan keresahan, harapan, hingga permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

“Kami ingin anggota benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kedekatan ini penting agar setiap potensi gangguan kamtibmas bisa dideteksi lebih awal, apalagi menjelang dan selama bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Polres Semarang juga menegaskan akan tetap bertindak tegas terhadap aktivitas yang berpotensi meresahkan masyarakat selama Ramadhan, seperti perang sarung, aksi kreak, hingga penggunaan petasan yang berbahaya.

“Kami mengedepankan pencegahan dan pembinaan. Namun jika ada kegiatan yang membahayakan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas dan terukur sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Melalui langkah tersebut, Polres Semarang berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara polisi dan warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Diakhir kegiatan pihaknya juga menyampaikan bahwa, apabila masyarakat menemui gangguan kamtibmas di wilayah masing masing, bisa menghubungi layanan Call Center 110 sehingga jajaran Polres Semarang bisa hadir untuk melakukan penanganan.

Mengenal Lebih Dekat, Mobil Dapur Umum Polres Jepara Yang Selalu Siap Melayani Masyarakat

INLINK, Jepara | Dalam upaya menunjukkan kepedulian nyata untuk masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melaunching atau meluncurkan mobil dapur umum.

Peluncuran tersebut langsung dilakukan Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dian Hadi Kristanto di Alun-Alun 1 Jepara, pada Selasa (17/2/2026).

“Mobil dapur umum Polres Jepara ini hadir sebagai solusi cepat dalam pelayanan kemanusiaan,” ujar Kapolres Jepara.

Disebut sebagai mobil dapur umum, sambung AKBP Hadi, karena didalamnya terdapat alat memasak lengkap, mulai dari kompor professional, peralatan masak modern hingga ruang pengolahan makanan yang higenis.

Selain itu, mobil tersebut juga didukung sistem kelistrikan mandiri yang dilengkapi genset, sehingga seluruh peralatan dapat beroperasi optimal diberbagai kondisi dan lokasi.

“Khususnya diwilayah tanpa sumber listrik terdapat stop kontak dan lampu untuk penerangan untuk situasi gelap maupun darurat untuk kegiatan sosial maupun bantuan kemanusiaan,” ucapnya.

Mobil ini pun mampu menyiapkan ratusan porsi makanan hangat secara cepat, aman dan tepat sasaran. Artinya, lanjut Kapolres Jepara, mobil ini bukan sekedar kendaraan operasional tetapi wujud nyata Polri hadir untuk melayani dan membantu masyarakat.

“Hari ini kami uji cobakan dan semoga bisa bermanfaat,” ucapnya.

Selain meluncurkan mobil dapur umum, Kapolres Jepara beserta Ketua Bhayangkari Cabang Jepara juga membagikan brosur dan pamflet kepada warga dalam rangka sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) TK Kemala Bhayangkari tahun ajaran 2026/2027.

Kapolres Jepara mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar promosi, tetapi juga bagian dari komitmen bersama membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak sejak dini.

“Kami ingin masyarakat, khususnya para orang tua, lebih mengenal TK Kemala Bhayangkari sebagai tempat pendidikan yang aman, terarah, dan penuh perhatian terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Tidak sedikit warga yang berhenti untuk bertanya lebih lanjut, menunjukkan ketertarikan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman tanpa hambatan berarti, mencerminkan koordinasi yang baik antara lembaga pendidikan, aparat keamanan, dan masyarakat setempat.

TK Kemala Bhayangkari 46 dan 47 Jepara berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) dan terus berkomitmen memberikan pendidikan yang berkualitas dan ramah anak, sejalan dengan dukungan aktif Polres Jepara dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif di wilayahnya.

Perbaikan Tanggul Jebol Dikebut, Jalur Semarang-Purwodadi Ditargetkan Pulih Sebelum Lebaran

INLINK, Kab. Grobogan | Polda Jateng memastikan percepatan perbaikan infrastruktur berjalan optimal, sekaligus menjamin kelancaran arus kendaraan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Grobogan. Perbaikan tersebut dipastikan selesai sebelum dimulainya arus mudik pada lebaran mendatang.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto saat turun langsung meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026) siang.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Kasat Lantas AKP Kumala Enggar Anjarani, serta perwakilan dari instansi terkait, di antaranya BBWS Pemali-Juwana dan Dinas Pekerjaan Umum. Kehadiran lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan penanganan tanggul jebol berjalan terkoordinasi dan menyeluruh.

Dalam keterangannya di lokasi, Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa saat ini proses pemulihan masih terus berlangsung, meliputi penutupan tanggul yang jebol menggunakan alat berat serta normalisasi saluran irigasi Sungai Tuntang.

“Penutupan tanggul masih kami lakukan secara bertahap. Setelah tahap ini selesai, akan dilanjutkan dengan perbaikan badan jalan yang terputus oleh Dinas PU,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.

“Kami berharap sebelum Lebaran, jalur ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap arus lalu lintas, pihak kepolisian saat ini melakukan rekayasa dan pengalihan arus kendaraan, mengingat kondisi jalan di lokasi terdampak putus total dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

“Kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga ke atas dari arah Semarang menuju Grobogan, kami arahkan melalui jalur Demak–Dempet. Sementara untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor, diarahkan melalui Gubug–Kemiri–Jeketro–Truko–Wolo–Penawangan, begitu pula sebaliknya dari arah Grobogan menuju Semarang,” jelas Kombes Pol Artanto.

Untuk memastikan kelancaran di lapangan, ia menegaskan bahwa personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik pengalihan arus.

“Petugas kami siap memberikan informasi kepada pengemudi terkait jalur yang bisa dilalui sesuai jenis kendaraan. Langkah ini penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, khususnya distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung.

“Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, tidak mendatangi lokasi hanya untuk menonton karena dapat menghambat proses perbaikan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan situasi melalui kanal informasi resmi dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang kredibel dan berwenang,” pungkasnya.

Polisi berhasil Bekuk Pelaku Curanmor, hanya Hitungan 24 Jam

INLINK, Jepara | Aksi pencurian mobil yang menggegerkan warga Kabupaten Jepara, berhasil diungkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah.

Kurang dari 1×24 jam setelah kejadian, pelaku pencurian mobil milik salah satu warga Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji berhasil diringkus.
Pelaku merupakan residivis yakni RK (45) yang merupakan warga Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat dan ML (46) warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kapolres Jepara melalui Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, bahwa peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin (16/2) menjelang Subuh. Tepatnya pada pukul 03.00 WIB di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji.

“Awalnya tersangka berkeliling mencari lokasi target menggunakan sepeda motor, setelah mendapatkan lokasi target kemudian tersangka langsung masuk kerumah target dengan cara mencongkel jendela samping rumah dengan menggunakan pahat dan obeng,” ujar AKP Wildan saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, pada Rabu (18/2/2026).

“Tersangka kemudian mengambil 4 buah HP dan kunci mobil Honda HRV. Kemudian melompat lewat pagar samping rumah untuk menuju ke lokasi mobil yang sedang terparkir dan pergi mengendarai mobil itu,” sambungnya.

Mengetahui dan mendapati aduan insiden tersebut, Satreskrim Polres Jepara langsung bergerak cepat. Kurang dari 1 kali 24 jam, pelaku berhasil diringkus oleh tim Resmob Satreskrim Polres Jepara dengan kerja sama tim Resmob Satreskrim Polres Pemalang.

”Kami kemudian melakukan pengejaran dengan dibantu tim Resmob Satreskrim Polres Pemalang,” terangnya.

AKP Wildan menyebut, pelaku ditangkap saat dalam perjalanan dengan masih mengendarai mobil milik warga Desa Slagi tersebut.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti dari tersangka tersebut. Termasuk 1 unit mobil HRV warna merah beserta kunci dan STNK, 4 buah HP dan 1 buah pahat serta 1 buah obeng yang digunakan pelaku saat mencuri.

Atas perbuatannya, kini pelaku dijerat dengan Pasal 477 bagian 2 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun.

Kasatreskrim Polres Jepara juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Moza Paloza selaku korban dan juga pemilik mobil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polres Jepara yang telah berhasil menemukan mobilnya yang hilang.

”Terimakasih kepada Polres Jepara, bravo Polri, kurang dari 24 jam mobil saya telah ditemukan,” tutur Moza Paloza.