Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gotong Royong Bantu Warga Cari Kayu Bakar Untuk Syukuran

INLINK, Kutai Barat – Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wiltas Ke-127. Anggota Satgas TMMD dari Kodim 0912/Kutai Barat bersama warga Kampung Linggang Amer melaksanakan kegiatan gotong royong membantu mencari kayu bakar untuk persiapan acara syukuran di rumah salah satu warga, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan. Sejak pagi hari, anggota Satgas TMMD bersama masyarakat menuju area sekitar kampung untuk mengumpulkan kayu bakar yang akan digunakan sebagai bahan memasak dalam acara syukuran keluarga warga. Dengan menggunakan peralatan sederhana, anggota Satgas dan warga saling bahu-membahu memotong, mengikat, hingga mengangkut kayu bakar menuju lokasi rumah warga.

Meski medan yang dilalui cukup menantang, semangat kebersamaan tidak surut. Tawa dan canda menghiasi kegiatan tersebut, mencerminkan kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat. Kehadiran anggota Satgas di tengah-tengah warga tidak hanya dalam konteks pembangunan fisik, tetapi juga dalam membantu kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Salah satu warga yang menggelar syukuran mengaku sangat terbantu dengan kehadiran anggota Satgas TMMD. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena persiapan acara membutuhkan tenaga tambahan, terutama untuk mencari kayu bakar dalam jumlah yang cukup banyak.

“Kami merasa sangat terbantu. Bapak-bapak TNI tidak hanya membangun jalan dan fasilitas kampung, tapi juga ikut membantu kami dalam kegiatan keluarga,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han. menyampaikan bahwa membantu warga merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur seperti semenisasi jalan, pembuatan sumur bor, maupun fasilitas umum lainnya, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan rakyat semakin kuat. Nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan TMMD menjadi modal sosial penting dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan pedesaan,” jelasnya.

Program TMMD Wiltas Ke-127 sendiri terus berjalan dengan dukungan penuh masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga di Kampung Linggang Amer menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan optimal apabila dilandasi semangat gotong royong dan rasa saling peduli.

Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat Pantau Langsung 2 Pasar di Kota Tangerang, Harga Pangan Masih Stabil

INLINK,  Tangkot |Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional melakukan pemantauan langsung ke Pasar Tanah Tinggi dan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Selasa 17 Februari 2026.

Sidak tersebut dipimpin Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI I Gusti Ketut Astawa selaku Ketua Pelaksana Satgas, didampingi Kaposko Satgas Saber dari Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Kombes Pol Yolanda Evalyn Sebayang, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir.

Ketut Astawa menjelaskan, sidak dilakukan bersama jajaran dinas terkait baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami bersama teman-teman dari Satgas Pangan Bareskrim Polri, ada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten, Kepala Dinas Perdagangan kabupaten/kota, perwakilan, serta jajaran lainnya, pagi ini mengunjungi 2 (dua) pasar. Yang pertama Pasar Tanah Tinggi sebagai pasar tradisional,” ujar Ketut.

Dari hasil pemantauan di Pasar Tanah Tinggi, Satgas menemukan bahwa pasokan bahan pangan relatif lancar. Beberapa komoditas sempat mengalami koreksi, namun kini mulai membaik seiring kondisi cuaca yang mendukung.

“Untuk cabai memang sempat sedikit terkoreksi, namun kondisinya sudah mulai bagus karena hujan sudah turun. Pasokan cabai mulai relatif baik dan harga juga mulai mereda turun, sesuai harapan kita,” jelasnya.

Ketut merinci, harga bawang putih di lapangan berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram, sementara bawang merah masih di bawah Rp40.000 per kilogram. Cabai merah besar, cabai rawit, dan cabai merah keriting juga terpantau di bawah Rp38.000 per kilogram.

“Bawang putih relatif sangat bagus, bawang merah juga begitu. Cabai merah besar, cabai rawit, dan cabai merah keriting harganya sudah bagus. Cabai rawit merah juga mulai turun. Stoknya cukup dan tren harga bergerak ke bawah,” ungkap Ketut.

Sementara itu, hasil pemantauan di Pasar Anyar menunjukkan kondisi harga yang relatif stabil. Telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram, sesuai dengan harga acuan yang diharapkan.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi terpantau stabil di kisaran harga yang masih terjangkau masyarakat. Secara umum, tidak ditemukan gejolak signifikan pada komoditas strategis, termasuk daging ayam ras.

“Baik di pasar induk maupun pasar tradisional hari ini, semuanya relatif bagus. Tidak ada hal-hal yang mencolok. Komoditas ayam juga relatif stabil,” kata Ketut.

Ketut menambahkan, pengawasan intensif yang dilakukan Satgas Saber Pelanggaran Pangan terbukti efektif menekan harga komoditas utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, telur ayam ras, daging sapi, serta daging ayam ras.

Ia berharap kondisi cuaca yang mulai membaik dapat meningkatkan hasil panen sehingga suplai ke pasar semakin bertambah dan harga tetap stabil hingga Ramadan dan Idulfitri.

“Kami berharap harga-harga ini tidak naik lagi. Cuaca yang mulai membaik diharapkan meningkatkan hasil panen, sehingga suplai kebutuhan pasar bertambah dan harga bisa semakin stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Kaposko Satgas Saber dari Bareskrim Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan Satgas Pangan Polrinterus melakukan monitoring dan pemantauan terkait perkembangan ketersedian dan kestabilan harga pangan, menghimbau pelaku usaha utk tdk melanggar harga HET/HAP, aparat penegak hukum tidak segan2 menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan dugaan pelanggaran harga maupun peredaran pangan tidak aman melalui Posko Satgas Saber Pangan di nomor 0853-8545-0833.

Dengan pengawasan terpadu lintas kementerian, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional memastikan ketersediaan serta stabilitas harga pangan menjelang Ramadan di Kota Tangerang dan wilayah Banten tetap terjaga.
Penutup.

Kritik Tajam Samuel Silaen: Indonesia Incorporated Berisiko Untungkan Segelintir Elit

INLINK  Jakarta — Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan kNegara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, kembali mengkritisi arah pembangunan nasional yang dinilai penuh paradoks antara ambisi pertumbuhan ekonomi makro dan realitas keadilan agraria di tingkat akar rumput.
Menurut Samuel, konsep “Indonesia Incorporated” sejatinya dimaknai sebagai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat di semua lapisan, dalam mendorong daya saing bangsa menuju ke tingkat global.
“Gagasan tersebut, semestinya menjadi fondasi kolaborasi strategis demi kemajuan bersama seluruh elemen bangsa,” kata Samuel, kepada awak media, Selasa (17/2/26).
Namun demikian, ia menilai implementasi konsep tersebut berpotensi menyimpang apabila justru meminggirkan masyarakat adat yang telah lama hidup dan mengelola wilayahnya sebelum terbentuknya sistem administrasi negara Indonesia.
“Jika masyarakat adat tidak dilibatkan dan hak-haknya diabaikan, maka konsep Indonesia Incorporated berisiko menjadi mesin pertumbuhan yang hanya menguntungkan segelintir pihak,” ujar Samuel
Tabrakan Hukum Positif dan Hukum Adat
Samuel menyoroti adanya ketegangan antara hukum positif dan hukum adat dalam tata kelola sumber daya alam. Secara konstitusional, Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Namun dalam praktiknya, frasa “dikuasai oleh negara” kerap ditafsirkan salah kaprah, secara administratif sebagai kewenangan pemberian izin usaha kepada korporasi melalui skema Hak Guna Usaha (HGU) atau Izin Usaha Pertambangan (IUP), tanpa memastikan imbal balik kesejahteraan dalam pengakuan atas hak masyarakat adat.
Ia menjelaskan bahwa banyak komunitas adat tidak memiliki sertifikat formal atas tanah yang mereka kelola karena kepemilikannya bersifat kolektif dan diwariskan turun-temurun. Tanpa pengakuan hukum yang kuat, termasuk regulasi komprehensif terkait perlindungan masyarakat adat, posisi mereka menjadi rentan.
“Tidak jarang masyarakat adat justru diposisikan seolah-olah tidak sah di wilayah yang secara historis mereka tempati dan kelola, dalam rentang waktu puluhan bahkan ratusan tahun” tegasnya.
Kritik terhadap Praktik Crony Capitalism
Samuel juga menyinggung kekhawatiran publik terhadap praktik yang kerap disebut sebagai crony capitalism, yakni pengelolaan sumber daya alam yang diduga lebih menguntungkan kelompok tertentu atau kroni kekuasaan.
Ia menilai pemberian izin eksploitasi tambang, perkebunan skala besar, maupun proyek strategis nasional sering kali minim transparansi dan partisipasi masyarakat. Meski di atas kertas menghadirkan pertumbuhan ekonomi, di lapangan masyarakat sekitar kerap menghadapi dampak ekologis terhadap lingkungan, konflik sosial, hingga hilangnya ruang hidup.
“Alih-alih menghadirkan kemakmuran kolektif, eksploitasi yang tidak terkendali justru menyisakan beban ekologis dan sosial yang berkepanjangan,” ujarnya.
Dorong Paradigma Pembangunan Inklusif
Untuk itu, Samuel mendorong agar konsep Indonesia Incorporated dijalankan dengan paradigma yang lebih inklusif. Subjek pembangunan, menurutnya, tidak boleh hanya bertumpu pada korporasi besar dan BUMN, tetapi juga harus memberi ruang strategis bagi koperasi, UMKM, serta masyarakat adat sebagai pelaku ekonomi berbasis komunitas.
Ia juga menekankan pentingnya pengakuan hutan adat, penguatan skema perhutanan sosial, serta model kemitraan yang setara antara investor dan masyarakat lokal. Distribusi manfaat, lanjutnya, harus dirancang melalui mekanisme pembagian keuntungan (profit sharing) yang adil agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
Pembangunan Tak Sekadar Angka PDB
Samuel mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat diukur semata-mata melalui angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Ketika pembangunan justru mengakibatkan tercerabutnya identitas, ruang hidup, dan hak masyarakat atas tanahnya, maka yang terjadi adalah krisis sosial yang terakumulasi.
“Kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman budaya dan kearifan lokal dalam mengelola alam. Jika alam dirusak dan komunitas yang menjaganya disingkirkan, kita sedang menggerus aset masa depan bangsa,” pungkasnya.
Ia menilai, suara kritis terhadap arah pembangunan perlu terus disuarakan sebagai pengingat agar pemerintah tidak terlena pada capaian statistik semata, sementara ketimpangan dan konflik sosial masih terjadi di garis depan pembangunan.

Jalur Hijau Cilincing Disalahgunakan untuk Usaha Pemotongan Mobil, DPD FWJI DKI Desak Satpol PP Tertibkan

INLINK, JAKARTA UTARA, – Lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau jalur hijau milik Pemprov DKI Jakarta di bawah kolong Jembatan Lestari, Jalan Sungai Landak Kelurahan Cilincing, ditemukan dijadikan tempat usaha pemotongan mobil bekas secara ilegal. Aktivitas tersebut tidak hanya menciptakan kesan kumuh, tetapi juga dianggap melanggar peraturan daerah, dengan tuduhan kurang tegasnya penegakan oleh Satpol PP Kecamatan Cilincing. Selasa (17/2/2026)

Kasatpol PP Kecamatan Cilincing, Roslely Tambunan, dan jajarannya dituding tidak becus dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Usaha pemotongan dan perbaikan mobil bekas tersebut sudah beroperasi lama dan terkesan dibiarkan, meskipun lahan yang digunakan jelas merupakan bagian dari RTH publik. Bahkan ada dugaan kuat adanya komunikasi antara pemilik usaha dengan oknum Satpol PP terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Dewan Pimpinan Daerah Forum Wartawan Jaya Indonesia (DPD-FWJI) DKI Jakarta, Rosid, mendesak Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Utara untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurutnya, pemanfaatan jalur hijau harus sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 05/PRT/M/2008, yang menyatakan bahwa jalur hijau merupakan ruang untuk penempatan tanaman dan elemen pendukung lainnya di wilayah jalan.

“Tidak boleh beralih fungsi menjadi lahan pendirian bangunan maupun kegiatan usaha, seperti yang terjadi pada lahan jalur hijau Jalan Kali Drain di Cilincing,” tandas Rosid.

Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang, kata dia, maka kinerja Kasatpol PP Kecamatan Cilincing patut dipertanyakan. Lahan jalur hijau seharusnya difungsikan untuk tanaman hijau dan ruang terbuka publik, bukan untuk kepentingan pribadi.

Larangan alih fungsi RTH dan jalur hijau juga tertuang dalam Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007, khususnya pada Pasal 12 yang melarang pergantian atau alih fungsi RTH serta Pasal 20 dan 36 yang melarang pembangunan bangunan apapun dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Selain itu, Penjelasan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau juga menyatakan bahwa lahan tersebut harus digunakan untuk kepentingan umum.

(*/Red)

Sambut Ramadhan 1447 H, Polsek Cakung Gelar Bakti Sosial Bersih Bersih Masjid 

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Cakung melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa kerja bakti bersih-bersih masjid. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita serta program kerja Kapolres Metro Jakarta Timur Alfian Nurrizal.

 

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Jami Al Ikhlas.

 

Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra, SIK, MH diwakili oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Menteng, Aiptu Sulistiyo, yang bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), petugas PPSU, serta Karang Taruna setempat bergotong royong membersihkan area dalam dan sekitar masjid.

 

Aiptu Sulistiyo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan kenyamanan beribadah selama Ramadhan, tetapi juga mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. “Kami ingin memastikan masjid siap digunakan jamaah dengan nyaman sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang Ramadhan,” ujarnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Melalui bakti sosial ini, Polsek Cakung berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan warga dalam menjaga lingkungan yang bersih, aman, dan religius.

Jelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H,Korwil FBR Jakarta Timur Atensi Anggotanya Perketat Jaga Kampung

INLINK,JAKARTA | Jelang Bulan Suci Ramadhan 1447H / 2026 Korwil  Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Timur Haji Abdul Manan Yusuf SE Perintahkan seluruh  Anggotanya baik Satgas Pengawas dan Gardu gardu untuk Perketat Jaga Kampung untuk membantu pihak keamanan TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Jakarta dalam menekan potensi gangguan keamanan masyarakat yang kerap terjadi setiap memasuki bulan suci ramadhan.

Kegiatan Jaga Kampung ini merupakan agenda rutin dan program kerja pengurus FBR Jakarta Timur di setiap kesempatan terutama di perketat selama memasuki bulan suci ramadhan

Kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian FBR yang sering di lakukan organisasi ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat terutama selama bulan suci ramadhan berlangsung.

“Kita FBR bersama Aparat keamanan TNI dan Polri selalu bersinergi dalam menciptakan suasana aman di bulan suci ramadhan ini”.Kata Haji Manan.

Ia juga menjelaskan kegiatan Jaga Kampung ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian FBR bersama masyarakat Jakarta dalam menekan potensi kriminal yang kerap terjadi setiap memasuki bulan suci ramadhan.

“Kita akan patroli wilayah bersama anggota FBR ke titik titik yang rawan kriminal dan tauran antar kelompok “Ujar nya.

Dirinya juga berharap Ramadhan tahun ini dapat berlangsung damai, tertib, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Jakarta Timur seiring diperketatnya pengamanan di sejumlah wilayah yang di anggap rawan kriminal oleh anggota FBR dan Aparat keamanan.

Malam Perayaan Imlek 2577 Kongzili – 2026 di Kabupaten Belitung Berjalan Aman dan Kondusif

Belitung – Polres Belitung melaksanakan pengamanan malam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Senin (16/2/2026) pukul 18.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kelenteng Hok Tek Che.

 

Pengamanan dilakukan dengan melibatkan sejumlah personel gabungan Polres Belitung guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan hiburan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar. Perayaan turut dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

 

Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K, menyampaikan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

 

“Kehadiran Polri merupakan bentuk komitmen kami untuk menjamin keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat, khususnya pada perayaan hari besar keagamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati antarumat beragama, serta bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolres.

 

Beliau juga menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, panitia, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana yang aman dan harmonis.

 

Sementara itu, pihak panitia perayaan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Belitung atas kehadiran dan pengamanan yang telah dilaksanakan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Bapas Pati Tingkatkan Layanan Informasi Pos Bapas Melalui Integrasi Google Maps

INLINK, Pati – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati terus melakukan peningkatan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah integrasi layanan informasi Pos Bapas dengan platform Google Maps, guna mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi lokasi dan layanan Pos Bapas yang berada di wilayah kerja Bapas Pati.

Integrasi Google Maps ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan terkait dalam memperoleh informasi yang akurat mengenai lokasi Pos Bapas, rute perjalanan, serta akses layanan pembimbingan kemasyarakatan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bapas Pati dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses.

Kepala Bapas Pati, Ari Adi Kurniawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan Google Maps menjadi salah satu inovasi layanan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, kemudahan akses informasi merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya di bidang pembimbingan dan pendampingan klien.

“Integrasi Google Maps ini kami lakukan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan informasi Pos Bapas agar masyarakat dapat dengan mudah mengetahui lokasi, akses, serta layanan yang tersedia. Dengan informasi yang jelas dan akurat, diharapkan dapat mendukung efektivitas pelayanan pembimbingan kemasyarakatan,” ujar Ari Adi Kurniawan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan Pos Bapas yang tersebar di beberapa wilayah membutuhkan dukungan sistem informasi yang mudah dijangkau. Melalui integrasi Google Maps, masyarakat tidak hanya memperoleh petunjuk lokasi, tetapi juga dapat mengetahui identitas Pos Bapas, jam layanan, serta informasi pendukung lainnya secara daring.

Peningkatan layanan informasi ini sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Bapas Pati berkomitmen untuk terus melakukan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pembimbingan kemasyarakatan secara optimal.

Dengan adanya integrasi Google Maps tersebut, diharapkan layanan Pos Bapas semakin mudah diakses, responsif, dan memberikan kepastian informasi bagi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemasyarakatan, khususnya di wilayah kerja Bapas Pati.

Polresta Surakarta Siapkan Pengamanan Intensif Hadapi Libur Panjang dan Tradisi Ziarah

INLINK, Polresta Surakarta – Polda Jateng – Ratusan personel disiagakan oleh Polresta Surakarta guna menjaga keamanan selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 serta kegiatan ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan. Para personel diwajibkan untuk selalu siaga dan siap digerakkan kapan saja apabila dibutuhkan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa seluruh personel melaksanakan apel pagi sebagai bentuk kesiapan pengamanan. Untuk personel Polresta, apel digelar di Mapolresta Surakarta, sedangkan personel Polsek jajaran melaksanakan apel di Mapolsek masing-masing yang dipimpin oleh piket perwira pengawas.

“Penyiagaan personel dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan setiap akhir pekan dan selama masa libur panjang,” ujar Kapolresta, Senin (16/2/2026).

Kapolresta menegaskan bahwa ratusan personel dari Polresta Surakarta dan Polsek jajaran disiagakan sebagai langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan kamtibmas selama periode libur panjang, termasuk meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai titik keramaian.

“Mereka selalu siaga dan siap digerakkan kapan pun dan di mana pun sesuai perintah pimpinan. Personel yang disiagakan ini juga bertugas untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya,” tambahnya.

Selama libur panjang, berbagai kegiatan pengamanan dilakukan, di antaranya patroli rutin di pusat keramaian, kawasan wisata, serta lokasi pemakaman yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah menjelang bulan puasa, guna menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Kota Surakarta.

Kapolresta menambahkan bahwa kegiatan pengamanan ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat di sejumlah objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 serta tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan.

“Dalam menghadapi libur panjang ini, pengamanan telah dilakukan di berbagai objek wisata yang tersebar di Kota Surakarta oleh personel Polres dan Polsek jajaran,” pungkasnya.

Polri-TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Puing Rumah Roboh di Giritontro, Korban Alami Kerugian Rp 35 Juta

INLINK, Wonogiri – Aparat kepolisian bersama TNI, BPBD, dan relawan menggelar bakti sosial membersihkan puing-puing rumah roboh akibat diterjang angin kencang di Dusun Jepurun RT 03/10, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Senin (16/2/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari bencana yang terjadi sehari sebelumnya.

Kapolsek Giritontro AKP Surono memimpin langsung kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di rumah milik Irawan Eko Sulistyono. Sekitar 20 personel gabungan dari Polsek Giritontro, Koramil 09 Giritontro, BPBD Wonogiri, serta relawan Desa Pucanganom terlibat dalam kerja bakti tersebut.

Bencana angin kencang yang terjadi Minggu (15/2) sekitar pukul 13.50 WIB menyebabkan bangunan rumah roboh dan menimpa penghuni yang berada di dalam. Akibat kejadian itu, pemilik mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 35 juta. Selain itu, beberapa anggota keluarga mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS Maguan Pracimantoro.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, petugas bersama warga membersihkan material kayu, genteng, serta sisa bangunan yang berserakan agar lokasi kembali aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar. Kehadiran aparat juga untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, SH, MH mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, SH, SIK, MPM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Kehadiran Polri bersama TNI dan instansi terkait adalah wujud nyata sinergitas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami tidak hanya hadir saat kejadian, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan darurat.

Dengan sinergi lintas sektor dan gotong royong masyarakat, proses pembersihan berjalan lancar dan diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi pascabencana di wilayah Giritontro.