OPS Pekat Jaya 2026, Polsek Ciracas Tegaskan Penindakan Penyakit Masyarakat dengan Amankan Penjual Miras Ilegal

Jakarta, webid.rumahkawakibi.com/ – Komitmen Polri dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur, melalui pelaksanaan OPS Pekat Jaya 2026.

 

Dalam operasi yang digelar Selasa (03/02) dini hari, polisi berhasil mengamankan seorang penjual minuman keras tanpa izin edar di wilayah Ciracas.

 

Penindakan dilakukan di kawasan Jalan Suci, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, pada jam rawan aktivitas gangguan kamtibmas. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan satu orang penjual beserta barang bukti berupa satu kardus berisi 12 botol minuman keras jenis Intisari yang diduga diedarkan tanpa izin resmi.

 

Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad Supriyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan OPS Pekat Jaya 2026 merupakan langkah tegas kepolisian dalam menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban warga, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

 

“Peredaran miras ilegal kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal dan keresahan warga. Melalui OPS Pekat Jaya 2026, kami berkomitmen untuk menindak tegas pelanggaran tersebut demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegas Kompol Rohmad Supriyanto.

 

Ia menjelaskan bahwa terhadap penjual telah dilakukan pendataan dan klarifikasi, sementara seluruh barang bukti miras diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian akan terus melakukan pengawasan dan penindakan serupa di wilayah hukum Polsek Ciracas.

 

Kapolsek Ciracas juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam peredaran maupun konsumsi miras ilegal serta turut berperan aktif menjaga lingkungan.

 

Ia mengajak warga untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

 

“Keamanan lingkungan tidak bisa dijaga oleh polisi saja. Dibutuhkan peran serta masyarakat agar wilayah kita tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

 

Melalui OPS Pekat Jaya 2026, Polsek Ciracas menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bertindak tegas terhadap penyakit masyarakat demi terwujudnya ketertiban dan rasa aman di Jakarta Timur.

Police Goes to School, Polsek Jatipurno Edukasi Pelajar SD tentang Bahaya Bullying dan Kenakalan Remaja

INLINK, Wonogiri – Polsek Jatipurno, Polres Wonogiri, melaksanakan program Police Goes to School di SD Negeri 1 Balepanjang, Kecamatan Jatipurno, Senin (2/2/2026) pagi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini kepada pelajar terkait pencegahan perundungan (bullying) dan kenakalan remaja.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi SDN 1 Balepanjang. Hadir sebagai pemateri, Kanit Binmas Polsek Jatipurno, Aiptu Mustafa Sri Agung.

Dalam penyampaiannya, Aiptu Mustafa menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk bullying, baik secara fisik maupun verbal. Ia juga menjelaskan dampak negatif perundungan bagi korban maupun pelaku, serta mendorong para siswa untuk berani melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Selain itu, siswa-siswi juga diberikan pemahaman mengenai pencegahan kenakalan remaja. Mereka diajak untuk menjauhi perilaku negatif seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, merokok, hingga bolos sekolah, serta diarahkan agar memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan produktif. Tak kalah penting, disampaikan pula secara sederhana mengenai konsekuensi hukum bagi remaja yang terlibat dalam tindak kriminal.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan bahwa kegiatan Police Goes to School merupakan langkah preventif Polri dalam membangun karakter generasi muda yang berdisiplin dan sadar hukum.

“Melalui pendekatan edukatif seperti ini, Polri hadir lebih dekat dengan anak-anak sejak usia dini. Harapannya, mereka memahami bahaya bullying dan kenakalan remaja, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, patuh hukum, dan bertanggung jawab,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman di wilayah Wonogiri.

“Polres Wonogiri akan terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perlindungan kepada anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, toleransi, dan demokrasi yang santun sejak dini,” pungkasnya.

Gotong Royong, Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok Polresta Banyumas Evakuasi Material Longsor Di Halaman Rumah Warga

INLINK,  Banyumas |Kepedulian Polresta Banyumas terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok di Desa Batuanten, Senin (2/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.15 wib tersebut difokuskan pada evakuasi tanah longsor di Grumbul Pecikalan, tepatnya di halaman rumah milik Sirwan. Longsoran tanah akibat hujan deras dengan ukuran kurang lebih panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 4 meter, berpotensi membahayakan lingkungan sekitar jika tidak segera ditangani.

Kerja bakti dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Batuanten, Aipda Nanang Rofiqi, bersama Kepala Dusun II Rokhim, Ketua RT 06/02 Slamet, serta warga setempat.

Di sela kegiatan, Aipda Nanang Rofiqi juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah musim hujan yang rawan bencana. Ia mengingatkan pentingnya antisipasi dini untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cilongok, AKP Mugiono, S.H., M.H., mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas bersama masyarakat dalam menangani kejadian tersebut secara gotong royong dan cepat.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan warga merasa aman dan terbantu ketika menghadapi musibah,” kata AKP Mugiono.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan kerja bakti berjalan aman dan lancar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergitas Polresta Banyumas dalam melayani serta melindungi masyarakat.

Satlantas Polresta Pati Gelar PSA di TK Kemala Bhayangkari 42 dalam Ops Keselamatan Candi 2026

INLINK, PATI — Satuan Lalu Lintas Polresta Pati melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK Kemala Bhayangkari 42 Pati, Senin (2/2/2026) pagi, dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, berlangsung dengan situasi aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati selaku Kasatgas Kamseltibcar Lantas Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari pelaksanaan Ops Keselamatan Candi 2026. Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi bagian penting dari strategi membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Kami ingin menanamkan nilai keselamatan dan kedisiplinan sejak anak-anak agar ke depan mereka tumbuh menjadi pengguna jalan yang sadar aturan dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kompol Riki.

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel Satlantas Polresta Pati memberikan edukasi langsung kepada siswa-siswi TK Kemala Bhayangkari 42 Pati. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tugas polisi lalu lintas, peraturan baris-berbaris, serta edukasi tertib berlalu lintas yang dikemas dengan metode yang mudah dipahami anak-anak.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati IPTU Gunawan menambahkan bahwa pendekatan edukasi kepada anak-anak harus dilakukan secara komunikatif dan berkelanjutan. “Dengan metode yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak lebih cepat memahami pentingnya keselamatan di jalan dan peran polisi lalu lintas,” jelasnya.

“Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak dapat memahami peran polisi dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak dini,” kata Kompol Riki.

Kompol Riki juga menyampaikan apresiasi kepada para guru TK Kemala Bhayangkari 42 Pati yang telah memberikan kepercayaan kepada Satlantas Polresta Pati untuk mengisi pembinaan dalam kegiatan PSA. Ia menilai kolaborasi dengan pihak sekolah sangat menentukan keberhasilan edukasi keselamatan berlalu lintas.

“Peran guru sangat penting untuk memperkuat pesan-pesan keselamatan yang kami sampaikan, sehingga nilai-nilai tertib lalu lintas bisa terus ditanamkan dalam keseharian anak-anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kompol Riki berharap dukungan dari para pendidik dan lingkungan sekolah dapat membantu tugas-tugas kepolisian dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas dan Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Pati.

“Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan menjadi kunci agar budaya tertib berlalu lintas benar-benar tumbuh dan berkelanjutan,” tandasnya.

Siap Amankan Kamseltibcarlantas, Polres Boyolali Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026

INLINK,  Boyolali |Polres Boyolali menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 dalam rangka cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Senin (2/2/2026).

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andreas Lio Kurniasih selaku pimpinan apel, yang membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kapolda Jawa Tengah dalam amanatnya memberikan enam penekanan kepada seluruh personel yang terlibat, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral pelaksanaan tugas, melaksanakan tugas secara profesional dan humanis, mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara selektif dan berkeadilan, memperkuat sinergi dengan instansi terkait, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Adapun sasaran Operasi Keselamatan Candi 2026 meliputi segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, melawan arus, melebihi batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Apel gelar pasukan diikuti oleh Pejabat Utama (PJU), anggota Polres Boyolali, para Kapolsek jajaran, personel TNI dari Kodim 0724/Boyolali, serta unsur instansi terkait yang meliputi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali.

Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini, Polres Boyolali menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, guna terwujudnya situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Boyolali.

Menguatkan Kepedulian, Menjalin Kebersamaan, Lapas Pati Gelar Bakti Sosial Rutin bagi Keluarga WBP

INLINK, Pati |Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati kembali melaksanakan agenda rutin bakti sosial bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (31/1) bertempat di Meeting Room Lapas Kelas IIB Pati. Program bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Pati dalam membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan keluarga WBP.

Dalam kegiatan ini, Lapas Pati menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada keluarga WBP. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban, serta diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Pati. Melalui bakti sosial ini, diharapkan terjalin komunikasi yang positif antara pihak lapas dan keluarga WBP sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pati menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Lapas Pati. Beliau menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan.

Pasca bencana Puting beliung, Polres Semarang bersama instansi samping lakukan Bakti sosial

INLINK, Semarang |Pasca kejadian bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Sabtu, 31 Januari 2026, masih dirasakan warga, khususnya di wilayah Kec. Pabelan, Kec. Tengaran dan Kec. Suruh. Guna meringankan warga yang terdampak bencana alam tersebut, Polres Semarang bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten, relawan dan warga, melaksanakan kegiatan Bakti sosial.

Bencana angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB menerjang sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan rumah warga serta sempat mengganggu akses jalan penghubung antar wilayah menuju kota Salatiga.

Di Ds. Sumberejo Kec. Pabelan dan Dsn. Krajan Kidul misalnya, dimana angin kencang bahkan merusak rumah warga akibat tertimpa pohon dan tiang listrik, menimbulkan kepanikan masyarakat saat kejadian berlangsung.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, hari ini Minggu 1 Februari 2026, Polres Semarang bersama instansi terkait melaksanakan bakti sosial pembenahan rumah warga terdampak yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Pabelan dan Polsek Tengaran.” Ungkap Kapolres AKBP Ratna didampingi Bupati.

Kegiatan diawali apel gabungan, Selanjutnya seluruh personel bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Kehadiran pimpinan daerah turut memberikan semangat tersendiri bagi warga.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., bersama Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH., MH., turun langsung menyambangi rumah warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako

Sejalan dengan Kapolres, Bupati H. Ngesti juga mendukung penuh sinergitas antar instansi ini yang sepenuhnya untuk meringankan warga. “kami menyambangi warga sebagai bentuk dukungan moril dan meringankan beban masyarakat pasca musibah.” Tambahnya.

Data sementara menunjukkan bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Secara keseluruhan, kejadian cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan merusak puluhan rumah di sejumlah titik di Pabelan dan Tengaran.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Semarang bersama pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu warga akibat bencana alam.

Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran, Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

INLINK, Semarang |Polres Semarang melaksanakan kegiatan Police Goes To School di SMP Negeri 3 Ungaran pada Senin 2 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pembinaan pelajar melalui momentum upacara bendera, dengan Inspektur Upacara Kabag SDM Polres Semarang Kompol Sofia Wuriana SH MM, mewakili Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK MSi.

Dalam amanatnya, Kompol Sofia Wuriana menekankan pentingnya para pelajar untuk pandai memilih lingkungan pergaulan serta menghindari berbagai perilaku yang berpotensi berurusan dengan hukum. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya tawuran pelajar, penyalahgunaan minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta pelanggaran lalu lintas yang berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kompol Sofia Wuriana dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menjaga generasi muda agar tetap berada pada jalur yang positif.
“Kami ingin hadir di tengah pelajar bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing. Harapan kami, adik-adik pelajar bisa fokus meraih cita-cita dan tidak terjerumus pada pergaulan bebas maupun pelanggaran hukum yang dapat merusak masa depan,” ungkapnya.

Program Police Goes To School sendiri merupakan bentuk kepedulian Polri dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini juga menjadi sarana edukasi kepada pelajar terkait kesadaran hukum, kedisiplinan, serta keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Salah satu siswa kelas IX SMP Negeri 3 Ungaran, Wawa, menyampaikan tanggapan positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat lebih memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan serta mampu menjauhi perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan.

“Kegiatan ini membuat kami lebih paham tentang bahaya tawuran, narkoba, dan pelanggaran lalu lintas. Semoga teman-teman di SMP Negeri 3 Ungaran bisa lebih disiplin dan tidak ada yang sampai berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Ungaran Miftakhul Jannah MPd. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Police Goes To School dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi hukum. Kami berharap sinergi antara kepolisian dan sekolah dapat terus berjalan sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dan karakter yang kuat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, sadar hukum, serta memiliki karakter positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Polres Belitung Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Menumbing 2026

Belitung – Polres Belitung melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Menumbing Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026) pukul 08.00 WIB di halaman Mapolres Belitung, Jalan Sijuk, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Belitung Kompol Bagus Kresna Eka Putra, S.I.K., mewakili Kapolres Belitung, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Belitung, TNI, Polri, instansi terkait, dan stakeholder pendukung lainnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan Polres Belitung bersama seluruh unsur terkait dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam amanat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H. yang dibacakan oleh Wakapolres Belitung, disampaikan bahwa Operasi Keselamatan Menumbing 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

Kapolda menekankan meskipun terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, namun angka kecelakaan dan korban meninggal dunia justru mengalami peningkatan. Hal ini menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah preventif, edukatif, serta penegakan hukum secara selektif.
Operasi Keselamatan Menumbing 2026 memprioritaskan kegiatan edukatif dan humanis melalui Dikmas Lantas, disertai penegakan hukum secara selektif dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, serta meminimalisir pelanggaran dan kemacetan di titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan (trouble spot).

Selain itu, Kapolda juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan, menjaga disiplin dan profesionalisme, serta mengedepankan sinergitas lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Operasi Keselamatan Menumbing 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Belitung.

Polres Metro Jakarta Timur Gelar Konferensi Pers, Terkait Hasil Tangkapan 15 Hari Operasi Pekat

JAKARTA, webid.rumahkawakibi.com/ – Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 15 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Operasi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menekan aksi tawuran dan berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

 

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., mengatakan operasi tersebut merupakan instruksi dari Polda Metro Jaya dan dilaksanakan dengan melibatkan lintas instansi, mulai dari jajaran kepolisian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kodim 0505 Jakarta Timur dan Masyarakat sekitar.

 

“Operasi ini bertujuan menjaga stabilitas kamtibmas dan mereduksi gangguan keamanan, terutama tawuran dan penyakit masyarakat,” kata Achmad Akbar saat konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (2/2/2026).

 

Dalam pelaksanaannya, Operasi Pekat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni preventif, preventif khusus, dan represif. Pada pendekatan preventif, polisi menggelar kegiatan imbauan, sambang, dan penyuluhan kepada masyarakat.

 

Sementara itu, pada upaya preventif khusus, aparat gabungan mendirikan 27 pos terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur. Pos-pos tersebut diisi oleh personel Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, unsur Pemkot, Kodim, serta elemen masyarakat setempat.

 

“Pos terpadu ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan dan mencegah indikasi perbuatan yang mengarah pada tawuran maupun konflik sosial,” ujar Achmad.

 

Pada minggu pertama operasi, Polres Metro Jakarta Timur juga melakukan tindakan represif terhadap sejumlah pelanggaran. Polisi membubarkan lima peristiwa yang terindikasi tawuran dan mengamankan 27 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan anak di bawah umur, sedangkan tujuh lainnya berstatus dewasa.

 

“Terhadap 20 anak, dua di antaranya diproses sesuai ketentuan hukum, sementara 18 lainnya diberikan pembinaan secara komprehensif bersama Dinas Sosial Jakarta Timur. Untuk tujuh orang dewasa, pembinaan dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat di lingkungan domisili masing-masing,” jelasnya.

 

Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan tiga bilah senjata tajam, sejumlah sepeda motor, serta 18 unit telepon genggam. Seluruh barang bukti masih didalami, termasuk melalui analisis forensik untuk menelusuri keterkaitannya dengan rencana tawuran.

 

Selain tawuran, polisi juga menindak satu kasus balap liar dengan mengamankan 16 kendaraan yang saat ini masih dalam pemeriksaan Satuan Lalu Lintas.

 

Polisi juga menyasar peredaran petasan, minuman keras, dan narkoba yang kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas. Dalam operasi ini, aparat menindak sedikitnya enam penjual dan melakukan penyitaan barang bukti bersama Satpol PP Jakarta Timur.

 

Operasi Pekat akan terus dilanjutkan hingga 11 Februari 2026 sebagai upaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Jakarta Timur.