Safari Ramadan di Cilandak, Wagub Rano Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Jakarta

Safari Ramadan di Cilandak, Wagub Rano Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Jakarta Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Jalan Kamboja Nomor 8, Karang Tengah, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (22/2). Dalam kesempatan tersebut, ia merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sekaligus memaparkan capaian dan fokus program pembangunan Jakarta ke depan. Menurutnya, Safari Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, tanggal 20 Februari kemarin genap satu tahun kami menjalankan amanah memimpin Jakarta. Dalam kurun waktu tersebut, dari 40 program quick win yang kami canangkan, 97 persen sudah berhasil kami selesaikan,” ungkapnya.

Wagub Rano menegaskan capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan program prioritas pada tahun anggaran berjalan. Ia menyebut tahun ini sebagai momentum memperkuat implementasi program, khususnya yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tahun ini adalah tahun penguatan program. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” ujarnya.

Wagub Rano melanjutkan, ada tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan Ibu Kota, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Ia memastikan ketiga isu tersebut menjadi fokus utama pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan ke depan.

“Jakarta punya tiga persoalan besar, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Karena itu, seluruh strategi pembangunan kami arahkan untuk menjawab tiga tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menyoal penanganan banjir, Wagub Rano menyatakan pihaknya akan melanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung serta penataan kawasan bantaran sungai. Ia menekankan proses pembebasan lahan dan relokasi warga akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Normalisasi sungai harus dilanjutkan agar fungsi aliran air kembali optimal. Kami ingin penataan ini berjalan tertib, adil, dan memberikan solusi hunian yang lebih layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam hal transportasi, Wagub Rano menjelaskan pemerintah provinsi terus memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan Transjabodetabek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan tanpa menambah beban pembangunan jalan baru.

“Kami tidak bisa terus-menerus menambah jalan karena keterbatasan lahan. Karena itu, penguatan transportasi publik menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan,” urainya.

Wagub Rano juga menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan.

“Subsidi transportasi umum kami anggarkan cukup besar setiap tahun. Ini adalah komitmen kami agar akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif,” tandasnya.

Selain menyampaikan program pembangunan, Wagub Rano menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Jakarta. Ia berharap momentum Ramadan dapat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial antarwarga.

“Jakarta ini milik kita bersama. Yang bisa menjaga serta membangunnya adalah kita sendiri. Saya berharap Ramadan ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan kita semua,” ajaknya.

Safari Ramadan di Musala Al Mabrur turut dihadiri jajaran pemerintah kota setempat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Jakarta.

Hadirkan Hunian Layak, Wagub Rano Groundbreaking Bedah Rumah di Kapuk

INLINK, Jakarta — Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Program Bedah Rumah yang diinisiasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Ukir, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (18/2).

Wagub Rano mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap warga yang membutuhkan hunian layak. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui perbaikan kualitas hunian dan lingkungan, serta wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Program ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni. Karena itu, kolaborasi dan gotong royong lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” tutur Wagub Rano.

Rumah yang dibedah memiliki luas sekitar 33,83 meter persegi dan dihuni oleh tiga kepala keluarga yang menempati tiga petak berbeda. Bangunan tersebut telah berusia sekitar 40 tahun dan tidak lagi memenuhi standar keamanan sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya.

“Hunian yang layak akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Dari tempat tinggal yang baik akan tumbuh semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih optimistis. Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah demi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup warga Jakarta,” jelas Wagub Rano.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui Program Bedah Rumah. Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial institusi dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyampaikan, kehadiran Satpol PP tidak hanya dalam konteks penegakan peraturan daerah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan.

“Program Bedah Rumah merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak perda, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Melalui program ini, semoga kualitas hidup warga Jakarta dapat meningkat dan lingkungan menjadi lebih tertib, aman, serta kondusif,” pungkas Satriadi.

Program Bedah Rumah bersumber dari dana kolektif anggota Satpol PP yang berhasil menghimpun sekitar Rp70 juta. Pelaksanaan bedah rumah dijadwalkan berlangsung mulai Februari hingga April 2026. Dalam prosesnya, Satpol PP DKI Jakarta turut melakukan kerja bakti pembongkaran serta pembersihan lingkungan di sekitar rumah.