Polres Boyolali Keluarkan Imbauan Kamtibmas Jelang Ramadhan, Fokus Berantas Petasan hingga Perang Sarung

INLINK, BOYOLALI – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Boyolali gencar melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat demi menjaga kondusifitas wilayah. Fokus utama imbauan adalah mencegah aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keselamatan warga selama bulan puasa.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan damai.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat Boyolali untuk pertama yaitu menghindari permainan petasan, karena sangat-sangat membahayakan dan mengganggu keselamatan dari warga sendiri,” ujar Kapolres AKBP Indra Maulana Saputra.

Selain petasan, Kapolres juga menyoroti dua fenomena lain yang kerap muncul di bulan Ramadhan dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

Gangguan potensi Kamtibmas lain yakni potensi adanya balap liar, serta perang sarung yang bisa memicu tawuran.

“Jadi, itu beberapa hal imbauan yang kami sampaikan dan kami harapkan, warga masyarakat Boyolali dapat mentaati hal-hal yang kami sampaikan tersebut,” tambahnya.

Kapolres Boyoalu AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, bahwa jajaran Polres Boyolali telah memulai kegiatan patroli jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Patroli ini tidak hanya dilaksanakan di siang hari, tetapi juga intensif di malam hari, terutama pada jam-jam rawan dan di lokasi-lokasi yang terindikasi sering dijadikan tempat balap liar, perang sarung, atau aktivitas negatif lainnya.

“Ini akan terus secara berlanjut, dan akan kita laksanakan sampai dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini tentunya kami laksanakan untuk menjaga kondusifitas wilayah Boyolali, sehingga seluruh umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dapat melaksanakan ibadah dan beribadah dengan khusyu’ dan tenang selama bulan Ramadhan,” tegasnya.

Beberapa lokasi yang terindikasi sering digunakan untuk balap liar menjadi fokus perhatian khusus petugas untuk memastikan kegiatan tersebut tidak terulang.

Terkait fenomena perang sarung, Polres Boyolali juga tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin kerja sama erat dengan berbagai elemen terkait, seperti Kodim, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kepala sekolah di wilayah Boyolali.

“Untuk mengglorifikasikan terkait dengan bahaya perang sarung. Sehingga nanti dapat membantu menyampaikan hal tersebut kepada para pemuda, pelajar, yang memang kerap melaksanakan perang sarung di selama bulan suci Ramadhan ini,” pungkas Kapolres Boyolali.

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

INLINK, Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Semangat Ramadhan. Semangat Pengabdian, Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Terus Kebut Pengerjaan RTLH

INLINK, Kutai Barat – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat kesabaran. Namun bagi anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, ibadah puasa tidak mengurangi sedikit pun semangat dalam melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama warga.

Sejak pagi hari, personel Satgas sudah berada di lokasi sasaran fisik untuk melanjutkan tahapan pekerjaan. Mulai dari pemasangan rangka atap, perapian dinding, hingga penyelesaian bagian struktur lainnya dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat. Meski dalam kondisi berpuasa, para prajurit tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan pembangunan RTLH tersebut dilaksanakan di Kampung Linggang Amer, Jum’at (20/2/2026). Suasana kebersamaan tampak jelas, di mana anggota Satgas dan warga saling membantu dan berbagi peran demi mempercepat proses pengerjaan agar rumah segera dapat ditempati oleh penerima manfaat.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa bulan puasa justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh personel untuk bekerja lebih ikhlas dan penuh dedikasi.

“Puasa bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat kerja. Justru di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Warga penerima manfaat RTLH pun menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kerja keras Satgas. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi keluarga.

Melalui program TMMD Wiltas ke-127, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin terasa nyata. Di tengah ibadah puasa, semangat gotong royong tetap terjaga, menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keimanan.

Sinergitas Tanpa Batas, Koramil 06/Cakung Bersama Tiga Pilar dan Warga Perkuat Keamanan Wilayah

Jakarta Timur – Dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan wilayah, Koramil 06/Cakung kembali menggelar Patroli/Siskamling Keliling bersama Komduk bertempat di Kantor Siskamling RW 06 Kelurahan Cakung Barat Kecamatan Cakung Jakarta Timur, Kamis (19/02/26).

 

Patroli gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Koramil 06/Cakung, personel Polsek Cakung, Satpol PP, FKDM, Mitra Koramil, FKPM, serta warga masyarakat setempat yang menjadi bukti bahwa keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama.

 

Dalam arahannya, Batuud Koramil 06/Cakung Pelda Aris menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

 

“Dalam melaksanakan tugas, kita jangan arogan kepada masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas. Tetap kompak menjaga keamanan wilayah Cakung, serta selalu menjalin komunikasi dan koordinasi agar kerja sama terbangun dengan baik,” tegasnya.

 

Pelda Aris juga mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan guna mencegah potensi banjir.

 

Kegiatan patroli dan siskamling keliling ini tidak hanya menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan warga.

 

Sumber Pendim 0505/JT.

Maraknya Peredaran Obat-obatan Keras Golongan G Di Wilayah Hukum Polsek Jagakarsa, APH Setempat Seakan Tutup Mata.

INLINK, Jagakarsa.Jakarta Selatan.20/02/2026 – Peredaran Obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G semakin merajalela di jalan Moch khafi II, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan. Ironisnya, aparat penegak hukum (APH) dari Polres Metro jakarta Selatan hingga Polsek Jagakarsa terkesan tak berdaya, bahkan diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal ini.

Kondisi ini membuat warga setempat resah dan khawatir akan masa depan generasi muda. Obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Hecymer, Zolam, dan Tryex dengan mudah didapatkan di toko-toko kosmetik ilegal yang menjamur di jalan Moch khafi II, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan.

“Kami merasa APH tidak peduli dengan kondisi ini. Obat-obatan ini dijual bebas tanpa izin edar BPOM,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

*Investigasi Wartawan*

Saat melakukan investigasi, tim wartawan mencoba membuktikan dan membeli di toko tersebut, Ternyata hasil memang benar ada transaksi jual beli obat keras Tramadol dan Hexymer dengan harga Rp5.000 per butir di toko kosmetik ilegal itu. Seorang penjual yang mengaku berasal dari Aceh, mengungkapkan bahwa dirinya hanya bertugas menjual dan aktivitasnya diketahui oleh ketua lingkungan serta RT setempat.

“Saya cuma disuruh jual saja.saya baru jaga toko 3 bulan.kalo yang biasa jaga lagi pulang kampung saya hanya sementara pak.ucap penjaga toko asal aceh tersebut.

*Pelanggaran Hukum yang Terabaikan*

Peredaran obat-obatan terlarang ini jelas melanggar Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Farmasi Nomor 7 Tahun 1963. APH seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku usaha ilegal ini.

“Kenapa para pelaku dengan mudah mengedarkan obat terlarang? Apakah ada oknum yang melindungi mereka?” tanya seorang tokoh masyarakat setempat.

*Dampak Negatif dan Ancaman Masa Depan*

Tramadol, Excimer, dan Zolam adalah obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf dan dapat menyebabkan halusinasi. Konsumsi berlebihan dan jangka panjang dapat mengakibatkan kejang, kerusakan saraf, penurunan fungsi otak, hingga kematian.

Jika peredaran obat-obatan terlarang ini terus dibiarkan, masa depan generasi muda akan hancur.

Bulan Ramadhan 1447 H, Polres Kendal Perkuat Sinergi dengan Satpol PP Cegah Gangguan Kamtibmas

INLINK, KENDAL — Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Kendal memperkuat sinergitas dengan Satpol PP Kabupaten Kendal dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) pukul 08.00 WIB di Kantor Satpol PP Kabupaten Kendal.

Kegiatan dipimpin Kasat Binmas Polres Kendal AKP Agus Supriyadi, S.H., M.H., didampingi para Kanit dan anggota Sat Binmas. Turut hadir Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal beserta pejabat struktural dan anggota Satpol PP.

Dalam arahannya, AKP Agus Supriyadi menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara kepolisian dan Satpol PP guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang meningkat menjelang hingga selama Ramadhan.

“Sinergitas antara Polri dan Satpol PP sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif dengan pendekatan humanis agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” ujar AKP Agus Supriyadi.

Ia menyebutkan sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi, di antaranya balap liar, penggunaan petasan, kegiatan sahur on the road, tawuran remaja, serta potensi peningkatan tindak kriminalitas. Personel di lapangan diminta meningkatkan patroli dan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk dengan Polda Jawa Tengah.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Polres Kendal berharap soliditas antarinstansi semakin kuat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Respon Cepat Tim Sparta Polresta Surakarta Gagalkan Perang Sarung, 32 Remaja Diamankan

INLINK, Surakarta | Respon cepat Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta kembali berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di belakang Rumah Sakit Dr Oen Jebres, Kota Surakarta, Jumat (20/2/2026) dini hari.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK.MH melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto, SH.MH mengatakan, kejadian tersebut terungkap saat Tim Sparta melaksanakan patroli rutin wilayah dan menerima aduan masyarakat melalui Call Center Tim Sparta di nomor WhatsApp 0811-2957-110. Laporan tersebut menyebutkan adanya rencana aksi perang sarung oleh sekelompok anak muda di lokasi tersebut.

“Mendapatkan aduan tersebut, Tim Sparta langsung merespon cepat menuju lokasi sesuai informasi dari pelapor,” ujar Kompol Edi.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang kemudian berusaha melarikan diri saat mengetahui kehadiran polisi. Tim Sparta segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan sebanyak 32 remaja yang rata-rata masih berusia belasan tahun.

Dari hasil interogasi awal, para remaja tersebut mengakui berencana melakukan aksi perang sarung. Namun, aksi tersebut belum sempat dilakukan karena lebih dahulu digagalkan oleh petugas.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Sparta turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 10 sarung, 2 petasan jenis Happy Flower, 1 speaker merk Bass, 1 mikrofon, 14 unit handphone, serta 15 unit sepeda motor.

Selanjutnya, ke-32 remaja beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Surakarta dan diserahkan ke piket Sat Res PPA dan PPO untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Secara terpisah, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Surakarta Kompol Ratna Karlina Sari menjelaskan bahwa sekelompok anak muda yang diamankan tersebut diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Surat pernyataan tersebut dibuat dengan disaksikan oleh orang tua atau wali masing-masing serta Ketua RT setempat.

“Namun, ada satu anak yang sebelumnya sudah pernah tertangkap dalam kasus yang sama dan kembali diamankan, sehingga untuk sementara belum diperkenankan pulang guna memberikan efek jera,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain serta mengganggu ketertiban masyarakat.

Ciptakan Ramadan Aman, Polisi Imbau Warga Hindari Konvoi dan Sahur on The Road

INLINK, Semarang, Jumat (20/2/26) – Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas selama Ramadan. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, menyatakan seluruh aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti sahur on the road, konvoi, balap liar, hingga penyalaan petasan yang memicu tawuran, akan ditindak tegas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan memanfaatkan layanan yang telah disediakan. Dengan kerja sama yang baik, suasana Ramadan hingga Idulfitri di Kota Semarang dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan,” Ungkapnya.

Ia mengimbau generasi muda mengisi Ramadan dengan kegiatan positif dan menjauhi aktivitas yang berisiko menimbulkan konflik. Pengawasan terhadap penggunaan petasan juga diperketat, mengingat pengalaman tahun sebelumnya yang menimbulkan korban luka dan gangguan kamtibmas. Seluruh Kapolsek jajaran diperintahkan mengintensifkan sosialisasi dan langkah pencegahan di wilayah masing-masing.

Untuk menjamin keamanan hingga Idulfitri, kepolisian meningkatkan patroli di permukiman guna mengantisipasi pencurian rumah kosong saat tarawih serta potensi gangguan lainnya. Masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Libas melalui fitur laporan darurat atau SOS agar respons petugas dapat dilakukan secara cepat.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat, menurutnya, menjadi kunci agar suasana Ramadan di Kota Semarang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Bakti Kesehatan Polri Sidokkes Polrestabes Semarang Hadir untuk Warga Pengungsian Kampung Sekip

INLINK, Semarang — Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana, Tim Sidokkes Polrestabes Semarang menggelar Bakti Kesehatan Polri untuk warga di lokasi pengungsian Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Jumat (20/2/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., Ps. Kasidokkes Polrestabes Semarang Iptu Aan Dwi Cahyono, A.Md.Kep., S.H., Kasubsi Kespol Iptu Dr. Dian Laksamana Hati, M.Biomed., Kasubsi Dokpol Penata Teguh Imantoko, A.Md.Kep., serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jangli. Warga pengungsi terdampak bencana turut serta menerima layanan kesehatan.

Bakti Kesehatan Polri meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kesehatan secara umum, serta pemberian vitamin dan obat-obatan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan. Sebanyak 19 orang warga menerima pelayanan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga,” ujar Kompol Kristiyastuti.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan sambutan positif dari warga pengungsi, yang mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Jelang Ramadan 1447 H, Polisi Pantau Harga Sembako di Pasar Ngadirojo: Stok Aman, Harga Relatif Stabil

INLINK, WONOGIRI – Jelang bulan Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Ngadirojo Polres Wonogiri melakukan monitoring perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Induk Ngadirojo dan Terminal Non Bus Ngadirojo, Jumat (20/2/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono, S.H., dengan melibatkan Kanit Samapta Aiptu Sarwanto, S.H., Kanit Reskrim Aiptu Joko Afrianto, S.H., Kanit Intel Aiptu Ajid BR, serta Bhabinkamtibmas Brigadir Yoga dan Brigadir Baran, S.H.

Monitoring dilakukan dengan mengecek ketersediaan stok, perkembangan harga sembako, kualitas barang, distribusi, hingga tanggal kedaluwarsa produk makanan dan minuman kemasan.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok Bapokting di wilayah Kecamatan Ngadirojo masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya kelangkaan. Harga sejumlah komoditas juga terpantau relatif stabil meski terdapat kenaikan tipis pada beberapa jenis barang.

Untuk harga terkini, bawang merah berada di kisaran Rp 37.000–40.000 per kilogram, bawang putih Rp 31.000–35.000 per kilogram, beras premium Rp 15.000 per kilogram, beras medium Rp 12.000 per kilogram, cabai merah biasa sekitar Rp 36.000–40.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 35.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp 90.000 per kilogram.

Khusus bawang merah tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp 30.000 menjadi Rp 36.000 per kilogram. Sementara kenaikan pada komoditas lain berkisar Rp 1.000 hingga Rp 3.000 dan dinilai masih dalam batas wajar. Untuk LPG 3 kilogram, harga eceran tertinggi (HET) tercatat Rp 18.000.

Selain itu, dari hasil pengecekan tidak ditemukan produk makanan maupun minuman kemasan yang telah melewati masa edar atau kedaluwarsa.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan situasi kamtibmas selama Ramadan.

“Polres Wonogiri bersama jajaran terus melakukan pemantauan untuk memastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali. Kami juga mengantisipasi potensi penimbunan maupun praktik yang merugikan masyarakat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah Ngadirojo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kepolisian akan terus bersinergi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan.