Hadiri Milad PUI, Kapolri Tegaskan Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah

INLINK, Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara puncak peringatan ulang tahun Persatuan Ummat Islam (PUI) dan doa bersama untuk bangsa di Majalengka, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan soal pentingnya memperkuat sinergisitas untuk mengawal serta mendukung seluruh program Pemerintah Indonesia.

Sigit menekankan, untuk menyukseskan seluruh program Pemerintah diperlukan sinergisitas dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Menurutnya, hal itu adalah kunci utama guna menghadapi seluruh tantangan baik tingkat global maupun dalam negeri.

“Harapan ke depan tentunya ayo kita sama-sama menjadi cooling system, mengingatkan jangan sampai kita dibenturkan oleh sesama anak bangsa,” kata Sigit, Senin (23/2/2026).

Sigit mengatakan apabila masyarakat terus saling diadu domba maka pembangunan dan cita-cita menuju Indonesia Emas akan sulit berjalan lancar.

Karenanya, Sigit mendorong agar keberagaman yang ada di Indonesia untuk terus dirawat sehingga bisa menjadi kekuatan untuk maju dan berkembang ke arah yang lebih baik.

“Sepandai-pandainya kita, sepandainya masing-masing elemen bangsa ini, namun kalau berdiri sendiri, bergerak secara ego sektoral, maka akan sulit untuk membawa satu kemajuan. Kemajuan itu bisa terjadi kalau kita semuanya rukun dan bersatu,” ujar Sigit.

Terakhir, Sigit memaparkan bahwa, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan program prioritas Asta Cita untuk mendukung visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam hal ini, kata dia, Polri juga telah terlibat aktif di sejumlah program prioritas pemerintah mulai dari program ketahanan pangan lewat swasembada jagung hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat SPPG Polri.

Oleh sebab itu, Sigit meminta PUI untuk dapat membantu mengawasi hal-hal negatif di masyarakat yang berpotensi menghambat cita-cita Indonesia Emas 2045. Mulai dari judi online, pinjaman online hingga narkoba.

“Saya harapkan PUI betul-betul ikut aktif untuk betul-betul mengawasi tiga hal tersebut karena ini menjadi ancaman generasi muda, ancaman bangsa kita. Kenapa? Kita harus berjalan sesuai roadmap untuk mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

Kapolres Sragen Anugerahkan Penghargaan, 10 Personel Teladan dan 2 Warga Diapresiasi, Polsek Karangmalang Terbaik Januari 2026

INLINK, Sragen, Jateng – Suasana penuh apresiasi dan kebanggaan mewarnai Lapangan Polres Sragen pada Senin (23/2/2026).

Dalam apel pemberian penghargaan, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari secara langsung menganugerahkan penghargaan kepada 10 personel teladan, 2 warga masyarakat, serta menetapkan Polsek Karangmalang sebagai Polsek Terbaik Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja nyata dalam mendukung tugas kepolisian serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sragen.

Penghargaan pertama diberikan kepada AKP Kukuh Triyo Satria Leksono, Kasat Lantas Polres Sragen, atas keberhasilannya mengantarkan Kabupaten Sragen meraih Juara Umum Kategori Pos Operasi Lilin Candi 2025 tingkat Polda Jawa Tengah.

Prestasi ini diraih melalui penilaian kesiapan pos pengamanan, kelancaran pelayanan arus lalu lintas, serta pelaksanaan tugas selama operasi berlangsung.

Selanjutnya, penghargaan diberikan kepada Aiptu Suparlan, Ps. Kanit SPKT Polsek Sambungmacan, atas dedikasi dan respons cepat dalam menangani laporan kehilangan dompet milik warga yang tertinggal di Bus Eka Patas rute Yogyakarta–Surabaya, sehingga laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Aipda Didik Eko Wibowo, Ps. Kanit Lantas Polsek Sragen Kota, juga menerima penghargaan atas dedikasi dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Bripka Yofa Andrastiyanto, Bhabinkamtibmas Desa Karanganyar Polsek Sambungmacan, diapresiasi atas kinerja dan konsistensinya dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah binaan.

Di bidang perencanaan, Aipda Sunardi, Banit Satlantas Polres Sragen, meraih penghargaan sebagai Peringkat I Lomba Bidang Perencanaan Tingkat Jawa Tengah Tahun 2025 dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79, berkat keunggulan dalam penyusunan dan pelaksanaan perencanaan kegiatan.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada BRIGPOL Rachmat Aji Prastoto, Bamin Bagren Polres Sragen, atas dedikasi dalam mendukung fungsi perencanaan.

Pada sektor pengelolaan anggaran, ASN Marcia Rumini Sayekti, Kasi Keuangan Polres Sragen, memperoleh penghargaan atas capaian kinerja pelaksanaan anggaran terbaik Semester II Tahun 2025, berdasarkan indikator akuntabilitas dan ketepatan realisasi anggaran.

Sementara itu, di bidang teknologi informasi, Aiptu Bambang Eko Tejo Purnomo, Ps. Kasi TIK Polres Sragen, menerima penghargaan atas loyalitas dan dedikasinya dalam pengelolaan jaringan komunikasi daring dan luring serta perangkat pendukung tugas kepolisian.

Penghargaan bidang kesehatan diberikan kepada Pembina Rahmat Suriyanto, S.Farm., Apt., Kasi Dokkes Polres Sragen, atas penilaian sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan persentase pemanfaatan pelayanan terbaik di Kabupaten Sragen Tahun 2025.

Selain personel Polri, dua warga masyarakat turut menerima penghargaan. Eko Yuvianto diapresiasi atas bantuan pemasangan jaringan internet (WiFi) di lingkungan Polres Sragen, sedangkan Nurul Putri Pritadarma, S.Tr.Keb., Bd., menerima penghargaan atas peran aktifnya membantu pelayanan pasien di Klinik Pratama Bhayangkara Polres Sragen sepanjang tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, Polsek Karangmalang dinobatkan sebagai Polsek Terbaik Januari 2026 dengan nilai tertinggi 80,73 poin. Penghargaan diserahkan kepada Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan berupa piagam penghargaan dan seekor kambing.

Dalam sambutannya, Kapolres Sragen menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk motivasi bagi seluruh personel dan elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud apresiasi pimpinan atas dedikasi, keikhlasan, dan kerja keras rekan-rekan semua. Saya berharap ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” tegas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

Ia menambahkan bahwa proses pemberian penghargaan dilakukan melalui tahapan penilaian yang objektif, mulai dari usulan satuan fungsi dan Polsek jajaran hingga penilaian Dewan Penghargaan tingkat Polres Sragen berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

Penuh Ketelitian, Satgas TMMD Pasang Dinding RTLH

INLINK, Kutai Barat – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar terus menunjukkan progres positif. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan dinding yang dilakukan dengan penuh ketelitian oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat, Senin (23/2/2026).

Sejak pagi hari, anggota Satgas TMMD tampak kompak memasang papan kayu satu per satu pada rangka rumah yang sebelumnya telah berdiri kokoh. Setiap papan diukur dan disesuaikan dengan cermat agar terpasang rapi serta memiliki kekuatan yang maksimal. Ketelitian dalam tahap ini sangat penting guna memastikan rumah yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Tahap pemasangan dinding merupakan bagian krusial setelah penyelesaian pondasi dan rangka bangunan. Dengan semangat gotong royong, anggota Satgas dan masyarakat saling membantu, mulai dari mengangkat material hingga proses pemasangan, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa kualitas pembangunan menjadi prioritas utama dalam setiap sasaran fisik TMMD.

“Kami ingin memastikan rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan tahan lama. Karena itu, setiap tahap dikerjakan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Harapannya, rumah ini dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat,” ujarnya.

Melalui kebersamaan dan kerja keras antara TNI dan masyarakat, pembangunan RTLH di wilayah sasaran TMMD diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Patroli Humanis Koramil 01/Jatinegara, Sisir Titik-Titik Rawan Tawuran

Jakarta Timur – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 01/Jatinegara melaksanakan kegiatan Patroli/Siskamling Keliling dengan berjalan kaki dan berkendaraan di sejumlah titik strategis di wilayah Jakarta Timur. Minggu (22/02/26).

 

Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Peltu Didik bersama tim, dengan dukungan kendaraan dinas Randis Maung dan SPM KLX. Patroli dimulai dari Makoramil dan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas.

 

Rute patroli meliputi pengecekan Pos 1 di kawasan Stasiun Jatinegara, Pos 2 di lingkungan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Pos 3 Pos Pantau Tawuran Pasar Deprok, Pos 4 di sekitar Lapas Cipinang serta Pos 5 Pos Pantau Tawuran Cipinang Besar Selatan sebelum kembali ke Makoramil.

 

Sepanjang pelaksanaan patroli, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Personel melakukan dialog humanis dengan warga serta petugas jaga di setiap pos pantau guna memastikan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

 

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Koramil 01/Jatinegara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus langkah preventif untuk mencegah potensi tawuran dan gangguan keamanan lainnya.

 

Sumber Pendim 0505/JT.

Bapak Aing, Tolong Saya, Teriak Seorang Perempuan Dengan Berani Cegat Mobil KDM

INLINK, BEKASI KABUPATEN | Udara yang masih terasa sejuk usai acara Safari Ramadhan yang penuh kehangatan tiba-tiba berubah menjadi tegang. Suasana yang baru saja dipenuhi dengan do’a dan silaturahmi antar warga serta petugas pemerintah mendadak terkoyak oleh aksi seorang wanita dengan penuh keberanian menghadang mobil rombongan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tepat setelah rangkaian acara resmi usai.

Peristiwa itu berhasil direkam warga dan awak media yang hadir tepat di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan pada Sabtu (21/2/2026).

Terlihat tubuh wanita yang mengenakan pakaian sederhana itu tampak menggigil sedikit saat berdiri di depan pintu mobil KDM. Matanya berkaca-kaca terpampang jelas dibawah sinar lampu yang menerangi area sekitar lapangan, sementara air mata perlahan mengucur di pipinya. Suaranya yang bergetar namun tetap terdengar jelas menyampaikan desakan yang sudah lama tertahan dalam hati.

Mata berlinang, suara bergetar memohon bantuan Gubernur Jawa Barat. “Pak Gubernur tolong saya, “ucapnya sambil menangis, dengan kedua tangan hampir menyentuh pelat nomor mobil yang sedang akan melaju meninggalkan lokasi. Gerakannya tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, hanya penuh dengan rasa putus asa dan harapan yang terakhir pada sosok orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Ia memperkenalkan diri sebagai Mariam, dan mengaku telah melakukan berbagai upaya selama ini untuk mendapatkan kejelasan terkait persoalan pengadaan yang menjadi tanggung jawab Kecamatan Cikarang Barat. Menurutnya, perkara tersebut telah tertunda lebih dari 3 tahun lamanya dan tanpa ada kepastian apapun.

“Uang Saya Mandek, Tolong Saya Pak KDM”, dengan nada yang semakin terhimpit, Mariam menjelaskan bahwa dana yang seharusnya menjadi haknya kini “mandek” di tingkat kecamatan. Ia berulang kali mengulang kalimat yang penuh dengan kesusahan.

“Uang saya mandek di Kecamatan Cikarang Barat sudah lama, tolong saya Pak KDM,” ucapnya sambil menatap langsung ke arah Gubernur Dedi Mulyadi.

Terlihat petugas keamanan yang awalnya siap mengamankan jalur justru berdiri diam, menyaksikan bagaimana kepala daerahnya merespons aduan warga.

Tanpa menunjukkan tanda-tanda kesal atau terganggu, Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) dengan tenang mempersilakan Mariam untuk menyampaikan keluhan secara rinci. Ia berdiri dengan sikap yang ramah namun tetap tegas, memberikan perhatian penuh pada setiap kata yang keluar dari mulut wanita separuh baya itu.

Setelah beberapa saat mendengarkan, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) kemudian menyuruh salah satu ajudannya untuk langsung menangani kasus yang diajukan Mariam.

Selain itu, ia juga memerintahkan agar nomor kontak resmi diberikan kepada Mariam agar proses penanganan dapat dipantau secara berkala.

“Saya dan ajudan akan menanganinya,” ucapnya dengan suara yang jelas dan menenangkan, membuat suasana yang tadinya tegang perlahan kembali mereda.

Langkah cepat dan tanggap dari Gubernur Dedi Mulyadi mendapat apresiasi tersirat dari para warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat masih tetap dijunjung tinggi, bahkan di tengah kesibukan jadwal acara resmi seorang Gubernur.

Peristiwa singkat namun penuh makna itu menjadi potret nyata bahwa masyarakat masih menaruh harapan yang besar kepada pemerintah daerah. Mereka berharap bahwa setiap persoalan yang mereka hadapi baik sekecil apa pun akan mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat.[]

Nyawa ABG Melayang di Tual, YLBHI: Reformasi Polri Tak bisa ditunda Lagi

INLINK, Maluku |Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang melibatkan anggota Brimob di Kota Tual, Maluku Tenggara, Kamis (19/2/2026). Korban, Arianto Tawakal (14), diduga mengalami pemukulan di bagian kepala. Sementara satu korban lain yang masih berusia 12 tahun dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan.

Kasus ini mendapat sorotan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, mengecam keras peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan dugaan tindak pidana serius yang harus diproses secara hukum pidana secara transparan dan akuntabel.

YLBHI juga menekankan bahwa hak-hak korban dan keluarga, termasuk hak atas keadilan, pemulihan, serta restitusi, wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, YLBHI mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap peran dan keterlibatan Brimob dalam tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sipil.

Menurut YLBHI, Brimob merupakan satuan khusus yang memiliki karakter tugas berbeda dengan fungsi keamanan masyarakat sehari-hari (kamtibmas). Karena itu, organisasi tersebut meminta adanya penataan ulang bahkan pembatasan peran Brimob dalam urusan sipil guna mencegah peristiwa serupa terulang.

Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan bahwa oknum anggota Brimob yang terlibat telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum. Penanganan kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus memunculkan kembali diskursus mengenai reformasi dan evaluasi internal di tubuh Polri.

(Sumber: Tirto)

Hotman Paris Hutapea Nyatakan Siap Beri Bantuan Hukum Kepada Fandi Ramadhan, ABK Yang Terancam Hukuman Mati

INLINK, Jakarta |Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum kepada Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang kini terancam hukuman mati.

Fandi dituntut hukuman maksimal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuduhan keterlibatan dalam penyelundupan narkoba seberat dua ton.

Melalui unggahan video di media sosialnya, Hotman Paris mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus ini.

Pengacara 66 tahun ini menyebut bahwa keluarga Fandi telah menghubungi tim “Hotman 911” untuk meminta keadilan.

“Terdakwa Fandi Ramadhan, anak ABK kapal yang katanya baru bekerja beberapa hari, tapi dituntut oleh jaksa untuk hukuman mati,” ujar Hotman Paris dalam pernyataannya.

Hotman mengakui bahwa penanganan kasus ini terbilang cukup mendesak karena proses persidangan sudah melewati tahap pemeriksaan saksi dan bukti.

Saat ini, kasus tersebut telah memasuki tahap penuntutan dan menunggu pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari pihak terdakwa.

“Mungkin sudah agak terlambat, tapi Hotman akan membantu dan akan mulai memviralkan kasus ini,” ucapnya.

Dalam upayanya membantu Fandi, Hotman menekankan pentingnya pendalaman data untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Ia mempertanyakan logika di balik tuntutan hukuman mati tersebut, mengingat status Fandi yang hanya seorang ABK baru.

Hotman menyoroti beberapa poin krusial, di antaranya masa kerja terdakwa yang disebut baru hitungan hari, identitas pemilik kapal dan kapten, serta besaran gaji yang diterima Fandi.

“Kalau dua ton narkoba, harganya sudah puluhan miliar itu. Apa benar dia bekerja baru beberapa hari? Siapa pemilik kapal dan kaptennya? Berapa gaji terdakwa? Ini penting untuk melihat apakah ada miscarriage of justice (kegagalan keadilan),” kata Hotman.

Sebagai langkah nyata, Hotman Paris telah menginstruksikan tim Hotman 911 untuk memfasilitasi kedatangan ibu Fandi Ramadhan ke Jakarta.

Ia berencana menemui sang ibu secara langsung pada hari Jumat mendatang untuk membahas tuntas kasus ini sebelum sidang pledoi digelar.

“Saya sudah pesan ke Hotman 911 untuk membawa ibunya ke Jakarta agar kita viralkan kasus ini. Saya akan meluangkan waktu untuk menunggu kedatangan ibu dari anak ABK kapal ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hotman juga mengaitkan kasus ini dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang gencar menyuarakan pemberantasan praktik ketidakadilan hukum di Indonesia.

Ia berharap kasus Fandi Ramadhan mendapatkan perhatian serius agar tidak ada warga kecil yang menjadi korban salah sasaran hukum.

“Bapak Presiden Prabowo sendiri sedang gencar-gencarnya mengatakan akan membasmi semua tindakan miscarriage of justice. Jadi, kita akan bahas tuntas kasusnya,” imbuh Hotman Paris.

Respons Cepat Call Center 110, Polres Wonogiri Mediasi Keributan Hak Asuh Anak di Ngadirojo

INLINK, WONOGIRI — Jajaran Polres Wonogiri bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat Call Center 110 terkait keributan persoalan hak asuh anak di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB di Desa Sidokriyo RT 003/RW 001, Kerjo Lor, Ngadirojo. Laporan disampaikan oleh warga yang meminta bantuan kepolisian untuk melakukan mediasi atas konflik keluarga mengenai hak asuh anak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.40 WIB personel Piket Pamapta bersama anggota piket fungsi Polres Wonogiri segera mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas langsung melakukan langkah kepolisian berupa pendekatan persuasif dan mediasi terhadap pihak-pihak yang berselisih, termasuk keluarga dan kuasa hukum yang hadir.

“Petugas di lapangan mengedepankan upaya mediasi agar permasalahan dapat diselesaikan secara kepala dingin dan kekeluargaan, sesuai dengan putusan hukum yang berlaku,” ujar Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.

Hasil dari mediasi tersebut, lanjut AKP Anom, seluruh pihak menerima dan memahami keputusan pengadilan terkait hak asuh anak. Dalam putusan tersebut, hak asuh anak kedua berada pada ibu (istri), sementara hak asuh anak pertama berada pada ayah (suami).

“Alhamdulillah, setelah dilakukan mediasi oleh anggota di lapangan, situasi dapat dikendalikan. Kedua belah pihak menerima keputusan pengadilan dan sepakat untuk menjaga kondusivitas,” jelasnya.

AKP Anom menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan humanis,” pungkasnya.

Wujud Syukur Warga, Helius Serahkan Pisang Tanduk kepada Personel TMMD di Tering Lama

INLINK, Kutai Barat – Bentuk kebersamaan dan rasa terima kasih ditunjukkan oleh Helius bersama istrinya, warga Kampung Tering Lama, dengan memberikan satu tandan pisang tanduk kepada personel Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar yang sedang bekerja di lokasi sasaran pembangunan Sumur Bor (TMAB) dan MCK, di Kampung Tering Lama, Minggu (22/2/2026).

Pemberian tersebut dilakukan secara langsung di lokasi pekerjaan, saat personel tengah melanjutkan proses pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Dengan penuh rasa haru dan keikhlasan, Helius menyampaikan bahwa hasil kebun tersebut merupakan bentuk dukungan dan ungkapan terima kasih atas kerja keras TNI yang telah membantu kampung mereka.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Pembangunan Sumur Bor (TMAB) dan MCK di Kampung Tering Lama diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih serta meningkatkan kualitas kesehatan warga setempat.

Personel Satgas TMMD yang menerima pemberian tersebut mengaku terharu atas perhatian warga. Mereka menyampaikan bahwa dukungan dan doa masyarakat menjadi semangat tambahan dalam menyelesaikan seluruh sasaran pembangunan tepat waktu.

Kebersamaan sederhana seperti ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di tengah teriknya matahari dan padatnya pekerjaan, perhatian kecil dari warga menjadi energi besar bagi personel Satgas untuk terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat Kampung Tering Lama.

Operasi Gabungan Sasar Karaoke dan Kafe, Polresta Surakarta Jaga Kekhusyukan Ibadah Puasa

INLINK,  Surakarta,Jateng – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026, tim gabungan yang terdiri dari Denpom IV/4, Polresta Surakarta dan Satpol PP Kota Surakarta menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah tempat karaoke dan kafe di Kota Bengawan, Jumat (20/2/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat dalam menjaga kondusifitas wilayah selama bulan suci Ramadan. Operasi dilaksanakan secara menyeluruh dengan menyasar sejumlah titik lokasi hiburan malam yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto, SH.MH mengatakan bahwa dalam pelaksanaan operasi gabungan tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pengunjung di lokasi yang didatangi.

“Operasi penyakit masyarakat ini untuk menindaklanjuti perintah dari pimpinan, sebagai salah satu upaya kami dalam rangka menciptakan kondusifitas wilayah hukum Polresta Surakarta selama bulan suci Ramadan,” ujar Kompol Edi.

Kompol Edi menjelaskan, operasi pekat ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan akan digelar secara berkala dan berkelanjutan selama Ramadan maupun setelahnya, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

“Kegiatan operasi pekat ini akan kita lakukan setiap saat, jadi tidak hanya sekali ini saja. Kami menghimbau agar seluruh pengelola usaha, baik itu kafe maupun karaoke hiburan malam, untuk mematuhi peraturan yang telah dibuat bersama Pemerintah Kota Surakarta,” tegasnya.

Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah Kota Surakarta menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Dengan adanya operasi gabungan ini, diharapkan dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan ketenangan bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Secara terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK.MH menambahkan bahwa saat ini jajaran Polresta Surakarta masih melaksanakan Operasi Pekat Candi 2026 dengan berbagai sasaran, salah satunya pemberantasan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras ilegal, praktik prostitusi, perjudian, hingga tindak premanisme.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Ramadan adalah bulan penuh berkah, mari kita isi dengan kegiatan positif dan meningkatkan keimanan serta kepedulian sosial,” ujar Kombes Pol Catur.

Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Partisipasi aktif warga dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis di Kota Surakarta.

Dengan dilaksanakannya operasi pekat ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat merasakan suasana Ramadan yang lebih tertib, aman dan penuh ketenangan, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk tanpa adanya gangguan.