TMMD Wiltas Ke-127 Hadirkan Pengobatan Gratis bagi Warga Linggang Amer

INLINK, Kutai Barat – Dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan (Wiltas) Ke-127 Tahun 2026, digelar bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat Kampung Linggang Amer dan sekitarnya, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Upacara Pembukaan TMMD Wilyas Ke-127 di Lapangan Sepak Bola Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung.

Bakti sosial kesehatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pengobatan umum serta pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (nakes) dari Kesehatan Kodim 0912/Kbr yang bekerja sama dengan Puskesmas Linggang Bigung.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Warga Kampung Linggang Amer dan kampung sekitar memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Mayoritas peserta yang hadir dan memeriksakan diri merupakan kalangan lanjut usia (lansia), yang rentan terhadap penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan asam urat.

Dandim 0912/Kbr Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han selaku Dansatgas TMMD Ke-127 Wiltas menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.

“TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur lainnya, tetapi juga menyentuh aspek non-fisik, termasuk pelayanan kesehatan. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat, khususnya para lansia, untuk lebih peduli terhadap kesehatannya,” ujarnya.

Pihak Puskesmas Linggang Bigung juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama Kesehatan Kodim 0912/Kbr dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Sinergi ini dinilai sangat membantu warga, terutama yang memiliki keterbatasan akses untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Melalui bakti sosial ini, diharapkan hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin erat serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kampung Linggang Amer dan sekitarnya.

Ketua Bhayangkari Polda Jateng Kunjungi SPPG Polres Wonogiri, Pastikan Layanan Berjalan Optimal

INLINK, Wonogiri – Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Ny. Diana Ribut Hari Wibowo melaksanakan kunjungan kerja ke SPPG Polres Wonogiri Yayasan Kemala Bhayangkari yang berlokasi di Lingkungan Plumbon, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 09.40 hingga 10.50 WIB tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap sarana, prasarana, serta proses operasional SPPG Polres Wonogiri guna memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai standar.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bhayangkari PD Jawa Tengah didampingi Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M, Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri Ny. Karlina Wahyu, para pejabat utama Polres Wonogiri, pengurus Bhayangkari, serta pengelola dan karyawan SPPG.

Adapun pengecekan meliputi gudang basah, gudang kering, area produksi, ruang memasak nasi, tempat pemorsian, hingga area pencucian ompreng. Dari hasil pengecekan tersebut, seluruh fasilitas dinilai telah berjalan dengan baik dan tertata sesuai ketentuan.

Meski demikian, Ketua Bhayangkari PD Jawa Tengah juga memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk peningkatan efektivitas kerja, di antaranya penataan area pemorsian berbentuk letter U agar lebih efisien serta pemasangan penghalang minyak berbahan stainless di belakang kompor demi keamanan dan kebersihan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan Bhayangkari terhadap pengelolaan SPPG sebagai bagian dari pelayanan pendukung di lingkungan Polri.

Sementara itu, secara terpisah, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dalam situasi aman, lancar, dan kondusif.

“Kunjungan Ketua Bhayangkari PD Jawa Tengah ini menjadi motivasi bagi Polres Wonogiri dan Bhayangkari Cabang Wonogiri untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan SPPG agar semakin profesional, higienis, dan bermanfaat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri berkomitmen mendukung penuh setiap program Bhayangkari yang berorientasi pada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan, baik bagi anggota Polri maupun masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan sinergi antara Bhayangkari dan Polres Wonogiri dalam mewujudkan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan.

Lapas Purwodadi Lantik Pejabat Manajerial, Kepala Lapas Tekankan Inovasi Pelayanan

INLINK, Grobogan – Pada Selasa, 10 Februari 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Manajerial yang bertempat di Aula Ajisaka Lapas Kelas IIB Purwodadi. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta khidmat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto. Adapun pejabat yang dilantik dalam kegiatan tersebut yaitu:

Seto Ginanjar sebagai Kepala Subseksi Registrasi, Hanung sebagai Kepala Subseksi Keamanan, Aris Munandar sebagai Kepala Subseksi Keamanan, Yudha Bayu sebagai Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Nuryadi sebagai Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Lagu Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pembacaan Surat Keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta pembacaan naskah pelantikan. Para pejabat yang dilantik kemudian membacakan Pakta Integritas dan menandatangani Berita Acara Pelantikan dan Sumpah Jabatan, diikuti penyematan tanda jabatan oleh Kepala Lapas.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas menegaskan:

“Jadikan Miniatur Nusakambangan menjadi percontohan , saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat mengadaptasi kemajuan dan inovasi praktik-praktik baik tersebut di Lapas Kelas IIB Purwodadi sesuai dengan kondisi kearifan lokal disini.”

Lebih lanjut, Kepala Lapas memberikan arahan tegas:

“Segera laksanakan inovasi-inovasi pelayanan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Pastikan setiap inovasi membawa manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan di Lapas Purwodadi.”

Kepala Lapas juga mengajak seluruh jajaran untuk bekerja secara solid, menjaga komitmen bersama, dan mendukung program pembinaan serta pengamanan agar tercipta layanan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis. Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan manajerial ini ditutup dengan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta berkontribusi aktif dalam peningkatan kinerja dan kualitas layanan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Purwodadi.

TMMD Reguler ke-127 Resmi Dibuka di Jatipurno, Sinergi TNI–Polri Dorong Pembangunan Desa

INLINK, Wonogiri – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Selasa (10/2/2026). Kegiatan pembukaan ditandai dengan upacara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Dusun Kembang dan berlangsung aman serta lancar.

Upacara pembukaan TMMD Reguler ke-127 dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno selaku Inspektur Upacara, dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

TMMD Reguler ke-127 akan dilaksanakan selama 30 hari, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dengan sasaran utama pembangunan fisik dan nonfisik guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan rabat jalan beton, talud jalan, pembangunan sumur bor air bersih, rehabilitasi masjid, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan jamban sehat. Selain itu, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, sadar hukum, keselamatan berlalu lintas, bahaya narkoba, kesehatan, dan keluarga berencana.

Total anggaran TMMD Reguler ke-127 mencapai Rp946 juta, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Wonogiri, serta melibatkan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kepolisian Resor Wonogiri turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan TMMD, baik melalui keterlibatan personel maupun pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Polres Wonogiri mendukung penuh pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini. Kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama membangun desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI–Polri dengan rakyat,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan TMMD, Polres Wonogiri bersama Polsek Jatipurno akan terus melakukan pengamanan dan monitoring guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Gelar Aksi Copot Dirut PD Dharma Jaya, LMI Ungkap Kerugian Negara Hingga Puluhan Miliar

INLINK, JAKARTA | Dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya kian memanas. Kelompok aktivis Lentera Muda Indonesia (LMI) kembali menggelar aksi unjuk rasa, kali ini di depan Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono untuk segera mencopot dan memproses hukum Direktur Utama PD Dharma Jaya yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Aksi itu merupakan lanjutan dari rangkaian protes sebelumnya yang digelar di Kantor Pusat PD Dharma Jaya pada Rabu, 4 Februari 2026. Lentera menilai hingga kini belum ada langkah tegas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dugaan skandal tata kelola keuangan yang disebut telah merugikan keuangan daerah dan negara hingga mencapai Rp 48 miliar rupiah.

Koordinator Aksi Lentera Muda Indonesia, Akbar Rasyid, mengungkapkan adanya dugaan permainan kotor antara PD Dharma Jaya dan sejumlah perusahaan mitra. Salah satu yang disorot adalah PT Cakra Konstruksi, perusahaan yang menurut massa aksi bergerak di bidang penyedia bahan bangunan dan konstruksi, namun justru ditetapkan sebagai mitra pemasok daging oleh PD Dharma Jaya.

Menurut Akbar, penunjukan PT Cakra Konstruksi sebagai mitra dinilai janggal dan sarat kejanggalan administratif maupun substantif. Ia mengklaim, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, ditemukan sedikitnya 80 perkara terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan PD Dharma Jaya dan PT Cakra Konstruksi, termasuk temuan nota kosong pembayaran yang dinilai manipulatif.

“Kami menemukan fakta adanya cek kosong bernilai miliaran rupiah dalam kerja sama bisnis PD Dharma Jaya dengan mitra. Anehnya, meski pembayaran tidak sah, barang dari gudang tetap dikeluarkan. Ini bukan sekadar kelalaian manajemen, melainkan dugaan kuat pembiaran yang berujung pada kerugian negara,” tegas Akbar kepada awak media.

Lentera Muda Indonesia juga menyoroti perubahan identitas mitra usaha dari PT Cakra Konstruksi menjadi PT Blambangan Foodpackers Indonesia yang dinilai tidak transparan dan patut dicurigai. Akbar menyebut PT Cakra Konstruksi merupakan salah satu dari lima perusahaan yang diduga terlibat bersama Direktur Utama PD Dharma Jaya dalam praktik korupsi secara bersama-sama.

Dalam aksinya, Lentera menyampaikan sejumlah tuntutan tegas, antara lain mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencopot Direktur Utama PD Dharma Jaya yang dianggap gagal total menjaga aset dan keuangan perusahaan daerah. Selain itu, mereka menuntut dilakukannya audit investigatif oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat secara menyeluruh dan terbuka, bukan sekadar audit formal tahunan.

Lentera juga meminta aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk segera mengusut unsur pidana dalam dugaan pemberian barang yang dibayar menggunakan cek kosong. Transparansi publik menjadi tuntutan lainnya, dengan mendesak dibukanya seluruh dokumen kerja sama PD Dharma Jaya kepada masyarakat Jakarta sebagai pemilik sah BUMD.

“PD Dharma Jaya seharusnya menjadi instrumen ketahanan pangan bagi warga Jakarta. Bukan justru menjadi ruang aman bagi oknum pimpinan yang mengabaikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Akbar.

Aksi unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan ketika massa berupaya masuk ke area kantor untuk melakukan audiensi dengan manajemen PD Dharma Jaya, namun dihadang oleh pihak keamanan. Aksi saling dorong sempat terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh aparat kepolisian. Situasi kembali kondusif setelah massa aksi mundur dan melanjutkan orasi secara tertib.

Akbar menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Lentera Muda Indonesia berencana melanjutkan tekanan dengan aksi lanjutan di sejumlah titik strategis, termasuk Balai Kota dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

“Jika Pemprov DKI Jakarta terus diam, maka patut diduga ada perlindungan kekuasaan di balik skandal ini. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada pertanggungjawaban nyata,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/2/2026) menyikapi adanya temuan kerugian Negara yang Fantastis nilainya disalah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

Persoalan itu kata Opan bukanlah persoalan kecil. Kerugian Negara yang ditelan hingga 48 miliar rupiah tentunya menjadi kacamata hitam dalam tata kelola keuangan APBD. Sebagai aktifis pers, Opan menilai Pramono Anung harus segera mengambil langkah cepat dan tegas diperkara itu.

“Gubernur Pramono harus jeli dan tegas. Langkah cepat dalam mengambil tindakan pemanggilan hingga pemeriksaan terhadap Dirut PD Dharma Jaya harus dilakukan transparan. Jika benar adanya dugaan korupsi besar-besaran, maka KPK dan penegakan hukum lainnya harus ambil alih dalam penanganan proses hukumnya. ‘Jelas Opan.

Lanjut Opan, menyelewengkan uang Negara untuk kepentingan pribadi dan golongan adalah kejahatan besar. Untuk itu dia mendesak KPK dan penegakan hukum lainnya harus turun tangan guna lakukan pemeriksaan intensif terhadap Dirut PD Dharma Jaya.[]

Peringati HPN, Sejumlah Aliasi Organisasi Pers Tangkot Gelar Dialog Refleksi 2026

INLINK,  Tangerang Kota |Tahun perjalanan Pers Nasional dimaknai secara substantif oleh insan pers di Kota Tangerang melalui Dialog Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang digelar Aliansi Organisasi Wartawan Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (9/2/2026).

Forum ini menjadi ruang kontemplatif sekaligus konsolidatif untuk menegaskan kembali posisi pers sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga strategis dalam menopang kedaulatan ekonomi dan ketahanan bangsa.

Dialog reflektif yang berlangsung di Ruang Patio Puspem Kota Tangerang tersebut diikuti sekitar 50 wartawan lintas organisasi profesi.

Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, merepresentasikan irisan kepentingan antara kebebasan pers, keberlanjutan ekosistem media, dan stabilitas sosial-politik nasional.
Sejumlah organisasi kewartawanan yang tergabung dalam aliansi hadir dalam kegiatan ini, antara lain Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya, Forum Komunikasi Wartawan Tangerang (FKWT), Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah Kota Tangerang, serta Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Dr. Mugiya Wardhany, SE, M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mualim, serta para pimpinan organisasi wartawan, di antaranya Andi Lala (Ketua FORWAT), Cecep Yuliardi (Ketua FWJI), Agus M. Romdoni (Ketua KJK), Gugun (Ketua FKWT), dan Mus Mulyadi (Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Tangerang selaku Kepala Pengamanan Objek, Kompol Suyatno, SH, MH, sebagai bagian dari penjaminan kelancaran dan ketertiban kegiatan. Rombongan wartawan kemudian diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang sebelum memasuki ruang dialog.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa, menandai dimulainya forum refleksi yang menempatkan pers dalam kerangka kebangsaan dan tanggung jawab publik.

Dalam sambutannya, Dr. Mugiya Wardhany mengungkapkan bahwa pers memiliki peran fundamental dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terutama di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi opini publik. Menurutnya, pers yang sehat merupakan prasyarat utama bagi terciptanya pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Tema HPN tahun ini mengandung pesan strategis. Pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang rasional, menopang kedaulatan ekonomi melalui informasi yang berkeadilan, serta memperkuat kohesi sosial sebagai fondasi bangsa yang kuat,” ujar Mugiya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kominfo, tengah menyusun buku saku program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai instrumen penguatan keterbukaan informasi publik. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi referensi faktual bagi insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara akurat dan berimbang.

“Kami memandang insan pers sebagai mitra strategis pembangunan. Kolaborasi yang dibangun harus berlandaskan profesionalisme, etika, dan komitmen terhadap kepentingan publik,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pers nasional, sebelum forum memasuki sesi diskusi bersama lima organisasi wartawan yang hadir.

Ketua FWJI Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, dalam pandangannya menyoroti paradoks profesi wartawan di tengah tuntutan profesionalisme yang tinggi, namun masih dihadapkan pada persoalan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi media.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Kominfo, yang selama ini konsisten membuka ruang dialog dengan insan pers. Namun perlu dipahami, wartawan bekerja tanpa jaminan gaji tetap, sementara tanggung jawab menjaga ruang publik dari hoaks dan disinformasi semakin berat,” ujarnya.

Cecep menegaskan bahwa pers yang independen dan berintegritas membutuhkan ekosistem yang sehat, baik dari sisi regulasi, ekonomi media, maupun solidaritas antarwartawan. Ia berharap pers di Kota Tangerang dapat terus bersatu dalam menghadirkan informasi yang faktual, aktual, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Dialog Refleksi Hari Pers Nasional ke-80 ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, sekaligus menegaskan bahwa peringatan HPN tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum intelektual untuk meneguhkan kembali marwah pers sebagai penjaga nalar publik, pengawal demokrasi, dan mitra kritis pembangunan.

Ops Keselamatan Candi 2026: Satlantas Sragen Tertibkan Pajak dan Keselamatan Jalan

INLINK, SRAGEN, JATENG – Satuan Lalu Lintas Polres Sragen terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan menggelar kegiatan sosialisasi wajib pajak kendaraan bermotor sekaligus penertiban keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Sukowati–Ngawi, tepatnya di depan Gedung Kartini Sragen, Senin (9/2/2026).

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, personel Satlantas Polres Sragen bersama unsur UPPD dan Provos turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, memberikan edukasi tertib berlalu lintas, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar patuh membayar pajak kendaraan bermotor.

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tanpa mengesampingkan penegakan hukum secara tegas dan humanis.

“Keselamatan di jalan raya dimulai dari kesadaran pengendara. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas, melengkapi administrasi kendaraan, serta patuh membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ujar AKP Kukuh.

Hasil kegiatan menunjukkan masih ditemukannya sejumlah pelanggaran lalu lintas. Petugas mencatat sebanyak 74 pelanggaran, dengan rincian 59 pelanggaran STNK, 5 pelanggaran SIM, serta 10 kendaraan diamankan sebagai barang bukti.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, Satlantas Polres Sragen berharap tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang semakin kondusif di wilayah Kabupaten Sragen.

Polresta Banyumas Ungkap Kasus Pencurian Toko Di Somagede, Empat Tersangka Diamankan

INLINK, Banyumas |Jajaran Satreskrim Polresta Banyumas berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka dengan peran berbeda.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Ardi Kurniawan, S.I.K., M.A., menjelaskan bahwa peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (3/2/26), sekitar pukul 02.00 wib di Toko Endah yang berlokasi di Desa Piasa Kulon.

“Para pelaku masuk ke dalam toko dengan cara memotong gembok pintu menggunakan gunting besi. Setelah berhasil masuk, mereka mengambil sejumlah barang dagangan dan uang tunai milik korban,” ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Peristiwa pencurian baru diketahui korban pada pagi hari sekitar pukul 05.30 wib. Saat korban Endah Ristriani datang untuk membuka tokonya, korban mendapati pintu gerbang dalam kondisi terbuka, gembok hilang, serta rolling door rusak. Setelah korban melakukan pengecekan bersama saksi Kristianto, diketahui sejumlah barang dagangan dan uang di dalam toko telah raib, sehingga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Somagede.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 60 juta. Barang yang dicuri meliputi uang tunai sekitar Rp 2 juta, 31 tabung gas elpiji 3 kilogram, 12 karung beras masing masing seberat 25 kilogram, serta berbagai jenis rokok.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan empat tersangka, yakni SWO (50), ABD alias Bedi serta MDY alias No warga Kabupaten Batang dan SNT alias San yang berdomisili di Kabupaten Kendal. Tersangka San diproses secara terpisah di Polres Brebes sedangkan tersangka Bedi dan No di Polres Kuningan, Polda Jawa Barat.

“Motif para tersangka adalah untuk menguasai barang milik korban yang selanjutnya dijual kembali untuk memperoleh keuntungan pribadi,” jelasnya.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya gunting besi besar, tabung gas elpiji, karung beras, mie instan, dompet, serta satu pasang pelat nomor kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan tersebut. Saat ini, Satreskrim Polresta Banyumas masih terus melakukan pengembangan kasus.

Tersangka dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 9 tahun.

Cegah Kecelakaan Fatal, Petugas PJR Polda Jateng Beri Teguran Humanis Hingga Bantu Pengendara Ganti Ban

INLINK, Jateng| Kehadiran polisi di jalan raya bukan semata untuk mengawasi, tetapi juga menyapa dan memastikan keselamatan para pengguna jalan. Hal itu tergambar dalam kegiatan Satgas Pengawalan dan Patroli (Pamwal) Operasi Keselamatan Candi 2026 yang dilaksanakan Unit PJR Polda Jawa Tengah di ruas Tol Brebes–Batang, Senin (9/2/2026).

Patroli rutin yang dipimpin oleh Ipda Faisal Hendra Novenda tersebut menyasar pengendara di sepanjang ruas Tol Pejagan–Pemalang sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sebuah kendaraan pick up yang mengangkut penumpang di bak belakang saat melintas di KM 271.

Menyadari besarnya risiko fatalitas jika terjadi kecelakaan, petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan memberikan imbauan secara humanis kepada pengemudi. Dihadapan pengemudi dan penumpangnya, petugas menyampaikan bahwa mengangkut penumpang di bak terbuka sangat membahayakan keselamatan, terlebih di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Pengemudi tersebut kemudian diberi surat teguran serta diarahkan untuk keluar dari ruas tol dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Fokus kami adalah keselamatan. Penggunaan bak terbuka untuk mengangkut penumpang sangat berisiko. Teguran dan edukasi tersebut kami berikan agar pengemudi memahami bahaya dari perbuatannya,” ujar Ipda Faisal Hendra Novenda di sela kegiatan patroli.

Tak hanya itu, saat melanjutkan patroli di KM 262, petugas kembali mendapati sebuah kendaraan minibus yang berhenti di bahu jalan tol akibat mengalami pecah ban. Menyadari potensi bahaya, petugas segera mengamankan lokasi dengan menempatkan kendaraan patroli di belakang minibus untuk memastikan jarak aman dari kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi. Para penumpang juga diminta untuk menunggu di area yang lebih aman.

Petugas kemudian membantu proses pemasangan ban cadangan hingga kendaraan siap kembali melanjutkan perjalanan. Kepada pengemudi, petugas juga mengingatkan agar selalu mengecek kondisi fisik ban dan tekanan angin sebelum memulai perjalanan jauh.

Menanggapi aksi sigap jajarannya di lapangan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut memberikan apresiasi. Menurutnya, inti dari Operasi Keselamatan Candi adalah hadirnya Polri yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal.

“Apa yang dilakukan personel PJR di jalan tol merupakan perwujudan nyata dari semangat operasi ini. Polisi hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan pertolongan ketika dibutuhkan. Kegiatan ini merupakan wujud pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujar Kabid Humas di Mapolda Jateng pada Senin, (9/2) siang.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum bepergian, khususnya saat melintasi jalan tol. Dirinya mengingatkan bahwa dalam perjalanan berkendara, ada keluarga tercinta yang menanti kepulangan kita di rumah dengan selamat

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain, mematuhi aturan, serta tidak ragu meminta bantuan petugas jika mengalami kendala di perjalanan,” pungkasnya.

Polresta Surakarta Bersama Forkopimda Gelar Kerja Bakti Dukung Gerakan ASRI di Pasar Gede dan Kali Pepe

INLINK, Surakarta | Dalam rangka mendukung Program Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Polresta Surakarta menggelar kegiatan kerja bakti bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta di kawasan Pasar Gede, Kota Surakarta, Senin (09/02/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polresta Surakarta, Brimob Yon C Pelopor, Kodim 0735/Surakarta, instansi terkait, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surakarta, hingga para relawan.

Pantauan di lapangan, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, SH., M.Kn., Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, SS., SE., M.BA., Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H., Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., para Pejabat Utama (PJU) Polresta Surakarta, para Kapolsek jajaran Polresta Surakarta, serta jajaran kepala OPD Kota Surakarta.

Seluruh peserta tampak antusias bergotong royong membersihkan area Pasar Buah, Pasar Gede, hingga aliran Sungai Kali Pepe. Pembersihan difokuskan pada sampah plastik, ranting kayu, dan berbagai jenis limbah lainnya guna menciptakan lingkungan pasar dan sekitarnya yang bersih, sehat, serta nyaman bagi masyarakat.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar AKBP Sigit.

Lebih lanjut, Wakapolresta menambahkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan upaya Polri dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah sangat penting. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga mempererat hubungan dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Polresta Surakarta berharap kegiatan kerja bakti tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, SH., M.Kn. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti tersebut.

“Atas nama warga Kota Surakarta, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari Kepolisian, TNI, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta yang telah hadir dan berpartisipasi pada pagi hari ini,” ucap Wali Kota.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga iklim pariwisata Kota Surakarta, mengingat denyut kehidupan kota sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Kota ini hidup dari pariwisata. Oleh karena itu, kegiatan ini kita lakukan dengan niat baik dan ikhlas untuk menjaga Kota Surakarta tetap berseri, agar dapat dinikmati seluruh warga serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.

Wali Kota Surakarta kembali mengapresiasi seluruh pihak yang hadir dan menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan merawat Kota Surakarta agar tetap bersih, indah, dan nyaman bagi semua.