Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes

INLINK, Jakarta |Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya.

“Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi.

Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna.

Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata.

Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten.

Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian.

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG.

Polres Wonogiri Perkuat Sinergi dengan GP Ansor, Jaga Kamtibmas dan Kebersamaan

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi antara GP Ansor Kabupaten Wonogiri dengan Kapolres Wonogiri yang digelar pada Senin (19/1/2026) di Lobby Tantya Sudhirajati Polres Wonogiri.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., Ketua GP Ansor Kabupaten Wonogiri Jari Salim Mustofa, S.Pd., serta jajaran pejabat Polres Wonogiri dan pengurus GP Ansor.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi GP Ansor Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, GP Ansor merupakan mitra strategis Polri, khususnya dalam menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Ansor memiliki peran penting sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Sinergi yang terjalin ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Wonogiri,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menegaskan bahwa peran para kiai Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kontribusi besar sejak awal perjuangan bangsa hingga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan cinta tanah air.

Lebih lanjut, Kapolres Wonogiri berharap komunikasi dan kolaborasi antara Polri dan GP Ansor dapat terus terjaga secara solid dan konstruktif. Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian dan pemberdayaan masyarakat sebagai pondasi dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Wonogiri Jari Salim Mustofa menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan Polres Wonogiri dan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan serta menjaga stabilitas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, GP Ansor juga menyampaikan rencana pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-6 GP Ansor Kabupaten Wonogiri yang akan dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni Pra-Konfercab pada 25 Januari 2026 di Kecamatan Tirtomoyo dan Konfercab pada 8 Februari 2026 di Kecamatan Kismantoro.

“Kami memohon dukungan dari Polres Wonogiri agar seluruh rangkaian kegiatan Konfercab dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib,” ungkapnya.

Kegiatan silaturahmi ini berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan, kolaborasi antara Polres Wonogiri dan GP Ansor Kabupaten Wonogiri semakin memperkuat soliditas dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana yang harmonis dan guyub rukun di tengah masyarakat.

Polres Wonogiri Amankan Upacara Hajad Dalem Labuhan Karaton Yogyakarta di Petilasan Dlepih Tirtomoyo

INLINK, Wonogiri – Polres Wonogiri melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Hajad Dalem Labuhan Pengetan Tingalan Jumenengan Dalem Tahun Dal 1959/2026 Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar di Petilasan Dlepih Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Senin (19/1/2026).

Upacara adat tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kenaikan Takhta ke-38 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 12.15 WIB dan dihadiri oleh utusan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin KRT Sinduhadiningrat bersama KRT Wiroguno serta para abdi dalem, dengan jumlah keseluruhan sekitar 70 orang.

Rangkaian acara diawali dengan kedatangan rombongan utusan dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sekitar pukul 10.50 WIB. Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, prosesi Upacara Hajad Dalem Labuhan dilaksanakan di Petilasan Watu Payung Dlepih Kahyangan. Upacara berlangsung khidmat dan selesai sekitar pukul 11.50 WIB, sebelum rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 12.15 WIB.

Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polsek Tirtomoyo bersinergi dengan Koramil 07 Tirtomoyo, di bawah pengawasan langsung Kapolsek Tirtomoyo. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyampaikan bahwa Polres Wonogiri berkomitmen penuh dalam mengamankan setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya yang memiliki nilai historis dan spiritual.

“Polres Wonogiri memberikan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian Upacara Hajad Dalem Labuhan dapat berjalan aman, tertib, dan khidmat. Ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian budaya serta penghormatan terhadap tradisi adat yang telah mengakar di tengah masyarakat,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, TNI, dan unsur terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dan kedisiplinan peserta dalam menjaga ketertiban selama prosesi upacara,” pungkasnya.

Polsek Karangmalang Pimpin Aksi Gotong Royong, Selamatkan Aliran Sungai Kedungwaduk

INLINK, Sragen, Jateng — Kepedulian yang lahir dari hati kembali ditunjukkan jajaran Polres Sragen. Polsek Karangmalang tampil di garis depan memimpin aksi gotong royong pembersihan sampah, kayu, dan bambu yang menyumbat aliran sungai di jembatan penghubung Dukuh Kedungcabe, Dukuh Sumbermulyo, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Minggu (18/1/2026).

Sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB, sinergi lintas sektor terbangun kuat. Anggota Polsek Karangmalang bersama Koramil Karangmalang, BPBD Kabupaten Sragen, DPU Kabupaten Sragen, unsur pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan tumpukan material yang berpotensi memicu banjir dan mengancam keselamatan warga.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana, melalui Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata Polri yang bekerja dengan hati untuk masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan dan kenyamanan warga. Ketika sungai tersumbat, dampaknya bisa sangat serius. Maka Polsek Karangmalang bersama seluruh elemen turun langsung, bekerja dengan hati, bergotong royong menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujar AKP Joni Kurniawan menyampaikan pesan Kapolres Sragen.

Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh unsur pimpinan wilayah, di antaranya Camat Karangmalang Dani Wahyu Setiawan, Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan, Kepala Desa Kedungwaduk Priyadi, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta didukung penggunaan alat berat excavator dari DPU guna mempercepat proses pembersihan.

Warga sekitar pun tampak antusias terlibat. Dengan semangat gotong royong, mereka bersama aparat membersihkan material yang tersangkut di bawah jembatan hingga aliran sungai kembali lancar.

Kebersamaan antara polisi, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi pemandangan yang menghangatkan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Polsek Karangmalang. Kehadiran polisi di tengah masyarakat seperti ini benar-benar kami rasakan manfaatnya,” ungkap salah satu warga setempat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.

Polri Kedepankan Problem Solving, Polsek Sidoharjo Redam Keluhan Warga Terkait Bengkel Bising

INLINK, Wonogiri – Polsek Sidoharjo Polres Wonogiri kembali mengedepankan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan memfasilitasi mediasi dan klarifikasi atas keluhan warga terkait aktivitas bengkel sepeda motor yang menimbulkan kebisingan di Dusun Widoro, Kecamatan Sidoharjo, Senin (19/1/2026).

Mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Widoro tersebut melibatkan unsur tiga pilar, perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta pihak yang dilaporkan. Permasalahan berawal dari aktivitas uji coba sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis yang dilakukan berulang kali, sehingga memicu keresahan masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan humanis dan dialogis, Polsek Sidoharjo berhasil mempertemukan seluruh pihak dalam suasana musyawarah. Dalam forum tersebut, pemilik bengkel secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan menyatakan komitmen untuk menjaga ketertiban lingkungan. Yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan tertulis disaksikan orang tua dan aparat desa, berisi kesanggupan mematuhi jam operasional bengkel, tidak mengganggu ketenangan warga, serta siap menerima sanksi sosial maupun hukum sesuai ketentuan apabila mengulangi perbuatannya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Warga dan pihak terkait menerima hasil mediasi secara ikhlas sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Widoro dan Kecamatan Sidoharjo.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa langkah problem solving yang dilakukan jajaran Polsek merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Polri mengedepankan penyelesaian masalah secara persuasif, humanis, dan berkeadilan. Mediasi ini menjadi contoh bahwa permasalahan sosial dapat diselesaikan melalui musyawarah tanpa mengesampingkan aturan hukum yang berlaku,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan, Polres Wonogiri akan terus mendorong peran aktif Bhabinkamtibmas dan sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, damai, dan kondusif.

Gunakan Perahu, Polresta Pati Distribusikan Bantuan ke Desa Terdampak Banjir Juwana

INLINK, Pati – Polresta Pati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juwana melakukan pemantauan distribusi logistik sekaligus mengecek kesiapan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat dapat tersalurkan dengan optimal.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, dapur umum yang dikelola Forkopimcam menjadi pusat pendistribusian logistik dan bantuan dari berbagai pihak. “Kami dari Polresta Pati bersama Forkopimcam datang untuk memantau langsung pendistribusian logistik sekaligus mengecek kesiapan dapur umum yang dikelola Forkopimcam,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Menurut Kapolresta, bantuan yang masuk berasal dari masyarakat Pati maupun dari luar daerah. Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke 19 desa terdampak banjir di Kecamatan Juwana. “Bantuan dari masyarakat, baik dari Pati maupun luar Pati, akan kami distribusikan ke 19 desa yang terdampak banjir,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Banjir yang merendam wilayah Juwana diketahui memiliki ketinggian antara satu hingga satu setengah meter. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah akses terputus. “Daerah terdampak di Juwana ini terendam dengan ketinggian sekitar satu sampai satu setengah meter,” jelasnya.

Untuk menjangkau wilayah yang terendam, pendistribusian bantuan dilakukan menggunakan perahu. Perahu tersebut berasal dari Polair Polresta Pati, BPBD, serta dibantu masyarakat nelayan setempat. “Setiap hari kami mendistribusikan bantuan logistik menggunakan perahu agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ungkap Kapolresta.

Selain sebagai pusat logistik, lokasi tersebut juga difungsikan sebagai posko relawan, posko kesehatan, dan posko pendistribusian bantuan. Keberadaan posko kesehatan diharapkan dapat membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir. “Kami menyediakan posko kesehatan untuk melayani warga terdampak,” ujarnya.

Kapolresta Pati juga mengimbau warga agar tidak memaksakan diri tinggal di rumah apabila kondisi tidak memungkinkan. “Kami menghimbau warga untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan tinggal di rumah, karena situasi banjir ini belum diketahui kapan akan berakhir,” tegas Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Di sisi lain, Polresta Pati turut melakukan patroli keamanan secara rutin untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan mengungsi. “Kami melakukan patroli untuk menjaga keamanan rumah para pengungsi agar masyarakat merasa aman,” pungkasnya.

Kapolresta Pati Tinjau Dapur Umum Banjir Juwana, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis

INLINK, PATI – Kapolresta Pati bersama jajaran pejabat utama (PJU), Polsek Juwana, dan Bhayangkari meninjau langsung dapur umum yang berlokasi di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, Kecamatan Juwana menjadi wilayah dengan dampak banjir paling besar di Kabupaten Pati. Menurutnya, banjir berdampak luas terhadap desa-desa dan kehidupan masyarakat setempat.

“Hingga hari ini, tercatat masih ada 19 desa yang tergenang banjir dan jumlah pengungsi diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Camat Juwana, kondisi luapan air di sejumlah wilayah masih cukup tinggi. Ketinggian air dilaporkan mencapai antara 1 meter hingga 1,5 meter di beberapa titik.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung aktivitas dapur umum yang dikelola oleh pihak kecamatan bersama para relawan. “Dapur umum ini dikelola oleh kecamatan dengan dukungan relawan TNI-Polri. Semua bersinergi untuk membantu masyarakat terdampak,” kata Kapolresta.

Setiap harinya, lanjut Kombes Pol Jaka Wahyudi, terdapat sekitar 100 hingga 150 relawan yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi para pengungsi. Mereka secara bergantian menyiapkan konsumsi, khususnya makan siang, untuk warga di lokasi pengungsian.

Pada kesempatan itu, Polresta Pati juga mendistribusikan makan siang kepada para pengungsi serta menyalurkan bantuan yang berasal dari masyarakat Kabupaten Pati maupun dari luar daerah. Ia bersyukur bantuan terus mengalir dan berharap kondisi banjir segera surut.

Selain bantuan logistik, Polresta Pati juga memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir. “Sejak hari pertama banjir, kami sudah melakukan kegiatan sosial dan pengobatan gratis dengan bersinergi bersama TNI dan instansi terkait, agar dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” pungkas Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Ketua TP PKK Kab Jayawijaya Tinjau LangsungPanen Raya Ubi Jalar Kelompok Tani Wotelama

Wamena sabtu 17 Januari 2026

INLINK,WAMENA | Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.Kj, bersama Bapak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan Panen Raya Ubi Jalar bersama Kelompok Tani Wotelama.

Kegiatan ini berlangsung di Kampung Tikawo, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, mulai pukul 09.11 WIT sampai selesai.

Panen raya ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memotivasi kelompok tani untuk terus mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas ubi jalar sebagai pangan lokal unggulan.

Dianggap Menghalangi Pekerjaan Proyek Perumahan Rasuna Said, Seorang Warga Pinang Diduga Alami Kekerasan Fisik

INLINK, Tangerang |Pembangunan perumahan Sutera Rasuna menyisakan duka bagi Dina Mardianah, warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Pasalanya ibu rumah tangga berusia 45 tahun itu mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum saat membela hak atas tanahnya yang belum dibayar oleh pengembang Alam Sutera.

Peristiwa dugaan kekerasan dan pengeroyokan terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 13.00 wib. Disaat para pekerja menggunakan eskavator sedang membangun gorong-gorong, yang kemudian korban datang melarang mengingatkan tanahnya belum dibayar oleh pihak Alam Sutera.

Sontak sejumlah oknum yang bertugas mengawasi jalannya proyek terlibat cekcok hingga diduga menyeret paksa korban sampai menekan dengan dengkul sehingga korban terjatuh dan mengalami bengkak terkilir dibagian tangan kanan dan pinggangnya.

Video dugaan pengeroyokan dan kekerasan itu pun viral di media sosial dan Whatsapp Group. Korban Dina akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pinang Polrestro Tangerang Kota, Sementara para oknum yang dilaporkan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Pandih selaku orang tua Dina mengatakan, pihaknya sangat mengecam keras tindakan kekerasan dan pengeroyokan yang dialami oleh anaknya, Ia tidak akan memaafkan pelaku atas tindakan premanisme yang menimpa keluarganya tersebut.

“Sampe ke dalem bumi juga saya mah gak mau maafin. Saya sedih melihat anak saya di seret-seret,”ujar Pandih.

Pasca kejadian Dina selaku korban langsung melaporkan kejadian kekerasan dan pengeroyokan yang dialaminya sekitar pukul 17.25 wib, Kemudian korban melakukan visum serta memberikan keterangan dengan nomor laporan LP/B/6/1/2026/SPKT/POLSEK PINANG/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA.

Selanjutnya Kuasa hukum pelapor/korban Erdi Surbakti SH , MH menegaskan, tindakan premanisme pengembang perumahan tersebut cukup biadab yang telah mencederai korban sesuai visum dari dokter, Menurut dia tindakan ini telah melanggar hak asasi masyarakat dimana kliennya sudah lebih dari 50 tahun menguasai tanah tersebut, “kata Erdi.

“Penguasan dapat dibuktikan dengan adanya makam dan rumah tinggal yang ditempati pelapor secara turun temurun,” ungkap Erdi dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Erdi juga mengatakan, tindakan para oknum dengan menyeret korban, mengintimidasi dan menakut-nakuti masyarakat tersebut sudah berlangsung beberapa kali dengan cara bergerombol dan sudah dilaporkan pihak kepolisian sebanyak dua kali. Namun kepolisian dan Pemda Kota Tangerang melalui Camat Pinang tidak mampu menangkap oknum tersebut ataupun menyelesaikan permasalahan yang dialami warganya.

“Akhirnya ini menimbulkan keresahan dan terkesan penegakan serta penertiban hukum tidak jalan sebagaimana perintah Presdien untuk melindungi rakyat kecil dari arogansi pengusaha nakal,” tandasnya.

H. Syarippudin selaku Camat Pinang, saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan perselisihan warganya dengan pengembang Ia mengatakan, “mediasi sudah, tapi dua – duanya mengklaim merasa saling memiliki, dan saya akhirnya menyarankan untuk mereka ke pengadilan saja, “terang Syarippudin melalui pesan WhatsApp, pada hari Sabtu, (17/1/2026)

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak pengembang perumahan Sutera Rasuna. Informasi yang diterima, pihak pengembang meminta agar dilakukan mediasi antara korban dengan oknum yang diduga melakukan kekerasan dan pengeroyokan. (*)

Bupati Jayawijaya Hadiri UMKM Papua Kreatif Emas dan Dorong Pengembangan Kampung Wisata Aitok

INLINK,WAMENA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, bersama Dandim 1702 Jayawijaya serta Kepala Bandara Udara Wamena, menghadiri kegiatan UMKM Papua Kreatif Emas yang berlangsung di Kabupaten Jayawijaya.

Usai menghadiri kegiatan tersebut, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan dengan meninjau potensi wisata alam berupa air terjun serta melakukan penanaman kopi di Kampung Aitok, Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pariwisata, dan pertanian berkelanjutan.
Dalam wawancara di lokasi, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa wilayah Pegunungan Papua memiliki potensi alam yang sangat eksotik dan indah, namun pengembangannya sangat bergantung pada kesadaran dan kemauan masyarakat sebagai pemilik wilayah tersebut.

“Di lembah-lembah pegunungan ini tempatnya eksotik, pemandangannya indah sekali. Sekarang tergantung penghuni tempat-tempat itu mau diapakan, mau dikembangkan sebagai tempat wisata atau tidak, itu tergantung kita yang ada,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa Kampung Aitok sebelumnya dipersepsikan sebagai wilayah yang sulit dikembangkan karena kondisi alamnya yang kering dan dianggap tidak dapat diubah. Namun, melalui inisiatif dan kreativitas pemilik lahan serta masyarakat setempat, kawasan tersebut kini mulai menunjukkan potensi wisata yang menjanjikan.

“Hari ini kita melihat Kampung Wisata Aitok. Dalam bahasa daerah, Aitok itu diperkirakan daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tapi hari ini pemilik tempat bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi masyarakat dan siapa saja yang datang menikmati alam,” lanjutnya.

Menurut Bupati, perubahan tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan yang sebelumnya kering menjadi kolam ikan, kebun kopi, area wisata, serta keberadaan air terjun yang eksotis.

“Ternyata di situ bisa jadi kolam ikan, ada tempat wisata, pemandangan yang indah, kebun yang tidak hanya ubi tapi juga bisa tanam kopi. Di samping itu ada air terjun yang eksotis yang bisa kita kunjungi,” ungkap Bupati.

Bupati menekankan bahwa kunci utama pengembangan adalah kemauan untuk berbuat terlebih dahulu, bukan menunggu bantuan dari pemerintah.

“Jangan menunggu bantuan proposal dari pemerintah. Ketika ada keinginan dan aksi nyata, pemerintah akan datang melihat dan melakukan pendampingan sesuai kemampuan yang ada,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan beberapa kelompok masyarakat di Distrik Wolo yang sebelumnya berinisiatif mengembangkan wisata alam secara mandiri. Setelah melihat hasil nyata, pemerintah kemudian memberikan bantuan sebagai bentuk respons dan dukungan.

“Karena kita lihat ada aksi, ada hasil, maka kita beri bantuan. Pengembangan itu dimulai dari kemampuan diri sendiri, lalu pemerintah hadir membantu apa yang bisa dibantu, seperti listrik dan air,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menunggu perubahan dari luar, melainkan memulai dari diri sendiri dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Jangan menunggu orang lain datang untuk mengubah kita. Dari diri kita sendiri, potensi alam yang ada kita kembangkan untuk kehidupan keluarga yang lebih baik. Pemuda-pemuda kita harus melihat potensi itu. Selamat dan sukses. Terima kasih, Tuhan memberkati,” tutup Bupati.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat TNI, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Jayawijaya.