Safari Ramadan di Cilandak, Wagub Rano Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Jakarta

Safari Ramadan di Cilandak, Wagub Rano Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Jakarta Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Jalan Kamboja Nomor 8, Karang Tengah, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (22/2). Dalam kesempatan tersebut, ia merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sekaligus memaparkan capaian dan fokus program pembangunan Jakarta ke depan. Menurutnya, Safari Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, tanggal 20 Februari kemarin genap satu tahun kami menjalankan amanah memimpin Jakarta. Dalam kurun waktu tersebut, dari 40 program quick win yang kami canangkan, 97 persen sudah berhasil kami selesaikan,” ungkapnya.

Wagub Rano menegaskan capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan program prioritas pada tahun anggaran berjalan. Ia menyebut tahun ini sebagai momentum memperkuat implementasi program, khususnya yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tahun ini adalah tahun penguatan program. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” ujarnya.

Wagub Rano melanjutkan, ada tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan Ibu Kota, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Ia memastikan ketiga isu tersebut menjadi fokus utama pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan ke depan.

“Jakarta punya tiga persoalan besar, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Karena itu, seluruh strategi pembangunan kami arahkan untuk menjawab tiga tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menyoal penanganan banjir, Wagub Rano menyatakan pihaknya akan melanjutkan program normalisasi Sungai Ciliwung serta penataan kawasan bantaran sungai. Ia menekankan proses pembebasan lahan dan relokasi warga akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Normalisasi sungai harus dilanjutkan agar fungsi aliran air kembali optimal. Kami ingin penataan ini berjalan tertib, adil, dan memberikan solusi hunian yang lebih layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam hal transportasi, Wagub Rano menjelaskan pemerintah provinsi terus memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan Transjabodetabek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan tanpa menambah beban pembangunan jalan baru.

“Kami tidak bisa terus-menerus menambah jalan karena keterbatasan lahan. Karena itu, penguatan transportasi publik menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan,” urainya.

Wagub Rano juga menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan.

“Subsidi transportasi umum kami anggarkan cukup besar setiap tahun. Ini adalah komitmen kami agar akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif,” tandasnya.

Selain menyampaikan program pembangunan, Wagub Rano menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Jakarta. Ia berharap momentum Ramadan dapat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial antarwarga.

“Jakarta ini milik kita bersama. Yang bisa menjaga serta membangunnya adalah kita sendiri. Saya berharap Ramadan ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan kita semua,” ajaknya.

Safari Ramadan di Musala Al Mabrur turut dihadiri jajaran pemerintah kota setempat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Jakarta.

Satgas Pangan Polda Jateng Pantau Harga Jelang Ramadhan, Stok Aman dan Harga Relatif Stabil

INLINK, Kota Semarang | Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Pengecekan dilakukan di dua lokasi strategis, yakni Pasar Tradisional Jatingaleh dan Retail Modern Swalayan ADA Banyumanik, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Jateng bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Bappenas pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Bulog, hingga Dinas Perizinan.

Dalam tinjauannya, Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto, S.I.K., M.H., berdialog langsung dengan pedagang dan konsumen untuk menyerap aspirasi mengenai fluktuasi harga. Berdasarkan hasil pantauan, harga kebutuhan pokok secara umum masih dalam kategori stabil. Pengecekan dilakukan di berbagai kios, mulai dari sembako, sayuran, daging, ikan hingga kios beras.

“Kita tadi bersama-sama melihat dan melakukan pengecekan langsung di pasar tradisional. Secara umum harga kebutuhan pokok cenderung stabil. Ada sejumlah barang yang mengalami kenaikan namun tidak signifikan, seperti cabai dan bawang merah-putih. Hal ini dipengaruhi faktor cuaca di musim hujan, namun stoknya masih mencukupi,” jelas Kombes Pol Djoko Julianto.

Ia menambahkan, untuk komoditas daging sapi dan daging ayam, harga masih dalam kondisi normal karena permintaan belum mengalami peningkatan signifikan. Namun demikian, pihaknya memperkirakan permintaan akan meningkat mendekati Idul Fitri.

“Menjelang Lebaran nanti biasanya permintaan meningkat dan bisa berdampak pada harga. Karena itu, Satgas Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan stok seperti minyak goreng, beras dan kebutuhan pokok lainnya tetap tersedia sehingga tidak terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Selain pasar tradisional, tim juga melakukan pengecekan di retail modern Swalayan ADA Banyumanik untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas seperti sayuran, minyak goreng, beras, telur dan daging tetap sesuai ketentuan.

Dukungan ketersediaan stok juga dikonfirmasi oleh Bulog Jawa Tengah. Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Gandi Prarista, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan dropping beras SPHP dan Minyak Kita secara masif ke pasar-pasar tradisional.

“Beras SPHP kami distribusikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg, dan Minyak Kita di harga Rp12.700/liter. Untuk persediaan beras saat ini sangat aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun nanti,” ungkap Gandi.

Sebagai langkah preventif terhadap praktik spekulan dan pelanggaran pangan, petugas di lapangan juga menempelkan stiker berisi daftar Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen di sejumlah kios.
Masyarakat juga dihimbau untuk berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan adanya harga bahan pangan yang tidak wajar, barang rusak, atau kedaluwarsa, warga dapat melapor melalui *Hotline Pelaporan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di nomor 0853-8545-0833*.

Melalui langkah preventif ini, Polda Jateng bersama instansi terkait memastikan negara hadir untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan rasa aman dan tenang.

Komitmen Berantas Narkoba, Polda Jawa Tengah Ungkap Ratusan Kasus Awal Tahun 2026

INLINK, SEMARANG – Polda Jateng Bersama jajaran berhasil mengungkap ratusan kasus peredaran narkoba yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah selama periode 1 Januari hingga 17 Februari 2026. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas jaringan narkotika serta menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Dalam Press release yang digelar Senin (23/2/2026) Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Yos Guntur Yudi F. S. menyampaikan, selama kurun waktu tersebut Direktorat Reserse Narkoba bersama jajaran Satres Narkoba Polres jajaran berhasil mengungkap sebanyak 318 kasus tindak pidana narkotika khusus pengungkapan yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Jateng tercatat sebanyak 34 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 386 orang tersangka yang diamankan memiliki peran beragam, mulai dari pengedar, kurir, hingga pengguna.

“Pengungkapan ini adalah wujud komitmen kuat kami dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat Jawa Tengah dari ancaman bahaya narkotika. Ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kinerja kami dan jajaran dalam pemberantasan narkoba,” ujar Kombes Pol Yos Guntur Yudi.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi menyita sabu seberat 4.986,97 gram (4,9 kg), ekstasi 175 butir (52,5 gram), cairan sintetis 238,74 gram, ganja 2.500,17 gram (2,5 kg), tembakau sintetis 1.381,08 gram (1,3 kg), psikotropika 12.820 butir (3,8 kg), serta obat berbahaya sebanyak 176.982 butir dengan berat mencapai 53 kilogram. Total keseluruhan barang bukti yang diamankan mencapai 66.100,06 gram atau 66,1 kilogram.

“Dari keseluruhan barang bukti tersebut, sebagian barang bukti tersebut telah dimusnahkan hal ini sesuai dengan ketentuan yakni maksimal 7 hari setelah ada ketetapan wajib memusnahkan barang sitaan narkotika dengan Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan,” ujar Dirresnarkoba Kombes Pol Yos Guntur.

Di tingkat jajaran, narkoba yang dimusnahkan mencapai 37,5 kilogram, sementara dari Ditresnarkoba Polda Jateng sebanyak 4,93 kilogram. Adapun barang bukti yang dimusnahkan saat ini seberat 28,59 kilogram, terdiri dari sabu 97,88 gram dan obat berbahaya sebanyak 94.995 butir dengan berat sekitar 28,49 kilogram.

Menurut Kombes Pol Yos Guntur Yudi, dari total barang bukti yang berhasil diamankan, pihaknya memperkirakan sebanyak 219.986 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.

“Jika barang bukti ini beredar di masyarakat, dampaknya akan sangat luas. Kami perkirakan ratusan ribu jiwa bisa terdampak. Karena itu, pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan hingga berani melapor kepada pihak berwenang.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak apatis. Jika ada indikasi peredaran narkoba, segera laporkan. Selain itu, perkuat kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan keagamaan agar generasi muda tidak mudah terjerumus,” ujar Kombes Pol Artanto.

Polda Jateng juga mendorong sinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait, untuk terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba. Di sisi lain, dukungan terhadap rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika dinilai penting agar mereka dapat kembali produktif dan diterima di lingkungan sosialnya.

“Melalui pengungkapan tersebut, Polda Jateng berharap dapat menekan angka peredaran narkoba serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Tengah,” imbuhnya.

Hadiri Milad PUI, Kapolri Tegaskan Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah

INLINK, Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara puncak peringatan ulang tahun Persatuan Ummat Islam (PUI) dan doa bersama untuk bangsa di Majalengka, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan soal pentingnya memperkuat sinergisitas untuk mengawal serta mendukung seluruh program Pemerintah Indonesia.

Sigit menekankan, untuk menyukseskan seluruh program Pemerintah diperlukan sinergisitas dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Menurutnya, hal itu adalah kunci utama guna menghadapi seluruh tantangan baik tingkat global maupun dalam negeri.

“Harapan ke depan tentunya ayo kita sama-sama menjadi cooling system, mengingatkan jangan sampai kita dibenturkan oleh sesama anak bangsa,” kata Sigit, Senin (23/2/2026).

Sigit mengatakan apabila masyarakat terus saling diadu domba maka pembangunan dan cita-cita menuju Indonesia Emas akan sulit berjalan lancar.

Karenanya, Sigit mendorong agar keberagaman yang ada di Indonesia untuk terus dirawat sehingga bisa menjadi kekuatan untuk maju dan berkembang ke arah yang lebih baik.

“Sepandai-pandainya kita, sepandainya masing-masing elemen bangsa ini, namun kalau berdiri sendiri, bergerak secara ego sektoral, maka akan sulit untuk membawa satu kemajuan. Kemajuan itu bisa terjadi kalau kita semuanya rukun dan bersatu,” ujar Sigit.

Terakhir, Sigit memaparkan bahwa, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan program prioritas Asta Cita untuk mendukung visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam hal ini, kata dia, Polri juga telah terlibat aktif di sejumlah program prioritas pemerintah mulai dari program ketahanan pangan lewat swasembada jagung hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat SPPG Polri.

Oleh sebab itu, Sigit meminta PUI untuk dapat membantu mengawasi hal-hal negatif di masyarakat yang berpotensi menghambat cita-cita Indonesia Emas 2045. Mulai dari judi online, pinjaman online hingga narkoba.

“Saya harapkan PUI betul-betul ikut aktif untuk betul-betul mengawasi tiga hal tersebut karena ini menjadi ancaman generasi muda, ancaman bangsa kita. Kenapa? Kita harus berjalan sesuai roadmap untuk mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

Kapolres Sragen Anugerahkan Penghargaan, 10 Personel Teladan dan 2 Warga Diapresiasi, Polsek Karangmalang Terbaik Januari 2026

INLINK, Sragen, Jateng – Suasana penuh apresiasi dan kebanggaan mewarnai Lapangan Polres Sragen pada Senin (23/2/2026).

Dalam apel pemberian penghargaan, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari secara langsung menganugerahkan penghargaan kepada 10 personel teladan, 2 warga masyarakat, serta menetapkan Polsek Karangmalang sebagai Polsek Terbaik Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja nyata dalam mendukung tugas kepolisian serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sragen.

Penghargaan pertama diberikan kepada AKP Kukuh Triyo Satria Leksono, Kasat Lantas Polres Sragen, atas keberhasilannya mengantarkan Kabupaten Sragen meraih Juara Umum Kategori Pos Operasi Lilin Candi 2025 tingkat Polda Jawa Tengah.

Prestasi ini diraih melalui penilaian kesiapan pos pengamanan, kelancaran pelayanan arus lalu lintas, serta pelaksanaan tugas selama operasi berlangsung.

Selanjutnya, penghargaan diberikan kepada Aiptu Suparlan, Ps. Kanit SPKT Polsek Sambungmacan, atas dedikasi dan respons cepat dalam menangani laporan kehilangan dompet milik warga yang tertinggal di Bus Eka Patas rute Yogyakarta–Surabaya, sehingga laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Aipda Didik Eko Wibowo, Ps. Kanit Lantas Polsek Sragen Kota, juga menerima penghargaan atas dedikasi dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Bripka Yofa Andrastiyanto, Bhabinkamtibmas Desa Karanganyar Polsek Sambungmacan, diapresiasi atas kinerja dan konsistensinya dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah binaan.

Di bidang perencanaan, Aipda Sunardi, Banit Satlantas Polres Sragen, meraih penghargaan sebagai Peringkat I Lomba Bidang Perencanaan Tingkat Jawa Tengah Tahun 2025 dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79, berkat keunggulan dalam penyusunan dan pelaksanaan perencanaan kegiatan.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada BRIGPOL Rachmat Aji Prastoto, Bamin Bagren Polres Sragen, atas dedikasi dalam mendukung fungsi perencanaan.

Pada sektor pengelolaan anggaran, ASN Marcia Rumini Sayekti, Kasi Keuangan Polres Sragen, memperoleh penghargaan atas capaian kinerja pelaksanaan anggaran terbaik Semester II Tahun 2025, berdasarkan indikator akuntabilitas dan ketepatan realisasi anggaran.

Sementara itu, di bidang teknologi informasi, Aiptu Bambang Eko Tejo Purnomo, Ps. Kasi TIK Polres Sragen, menerima penghargaan atas loyalitas dan dedikasinya dalam pengelolaan jaringan komunikasi daring dan luring serta perangkat pendukung tugas kepolisian.

Penghargaan bidang kesehatan diberikan kepada Pembina Rahmat Suriyanto, S.Farm., Apt., Kasi Dokkes Polres Sragen, atas penilaian sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan persentase pemanfaatan pelayanan terbaik di Kabupaten Sragen Tahun 2025.

Selain personel Polri, dua warga masyarakat turut menerima penghargaan. Eko Yuvianto diapresiasi atas bantuan pemasangan jaringan internet (WiFi) di lingkungan Polres Sragen, sedangkan Nurul Putri Pritadarma, S.Tr.Keb., Bd., menerima penghargaan atas peran aktifnya membantu pelayanan pasien di Klinik Pratama Bhayangkara Polres Sragen sepanjang tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, Polsek Karangmalang dinobatkan sebagai Polsek Terbaik Januari 2026 dengan nilai tertinggi 80,73 poin. Penghargaan diserahkan kepada Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan berupa piagam penghargaan dan seekor kambing.

Dalam sambutannya, Kapolres Sragen menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk motivasi bagi seluruh personel dan elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud apresiasi pimpinan atas dedikasi, keikhlasan, dan kerja keras rekan-rekan semua. Saya berharap ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” tegas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

Ia menambahkan bahwa proses pemberian penghargaan dilakukan melalui tahapan penilaian yang objektif, mulai dari usulan satuan fungsi dan Polsek jajaran hingga penilaian Dewan Penghargaan tingkat Polres Sragen berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

Penuh Ketelitian, Satgas TMMD Pasang Dinding RTLH

INLINK, Kutai Barat – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar terus menunjukkan progres positif. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan dinding yang dilakukan dengan penuh ketelitian oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat, Senin (23/2/2026).

Sejak pagi hari, anggota Satgas TMMD tampak kompak memasang papan kayu satu per satu pada rangka rumah yang sebelumnya telah berdiri kokoh. Setiap papan diukur dan disesuaikan dengan cermat agar terpasang rapi serta memiliki kekuatan yang maksimal. Ketelitian dalam tahap ini sangat penting guna memastikan rumah yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Tahap pemasangan dinding merupakan bagian krusial setelah penyelesaian pondasi dan rangka bangunan. Dengan semangat gotong royong, anggota Satgas dan masyarakat saling membantu, mulai dari mengangkat material hingga proses pemasangan, sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa kualitas pembangunan menjadi prioritas utama dalam setiap sasaran fisik TMMD.

“Kami ingin memastikan rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan tahan lama. Karena itu, setiap tahap dikerjakan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Harapannya, rumah ini dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat,” ujarnya.

Melalui kebersamaan dan kerja keras antara TNI dan masyarakat, pembangunan RTLH di wilayah sasaran TMMD diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Bapak Aing, Tolong Saya, Teriak Seorang Perempuan Dengan Berani Cegat Mobil KDM

INLINK, BEKASI KABUPATEN | Udara yang masih terasa sejuk usai acara Safari Ramadhan yang penuh kehangatan tiba-tiba berubah menjadi tegang. Suasana yang baru saja dipenuhi dengan do’a dan silaturahmi antar warga serta petugas pemerintah mendadak terkoyak oleh aksi seorang wanita dengan penuh keberanian menghadang mobil rombongan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tepat setelah rangkaian acara resmi usai.

Peristiwa itu berhasil direkam warga dan awak media yang hadir tepat di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan pada Sabtu (21/2/2026).

Terlihat tubuh wanita yang mengenakan pakaian sederhana itu tampak menggigil sedikit saat berdiri di depan pintu mobil KDM. Matanya berkaca-kaca terpampang jelas dibawah sinar lampu yang menerangi area sekitar lapangan, sementara air mata perlahan mengucur di pipinya. Suaranya yang bergetar namun tetap terdengar jelas menyampaikan desakan yang sudah lama tertahan dalam hati.

Mata berlinang, suara bergetar memohon bantuan Gubernur Jawa Barat. “Pak Gubernur tolong saya, “ucapnya sambil menangis, dengan kedua tangan hampir menyentuh pelat nomor mobil yang sedang akan melaju meninggalkan lokasi. Gerakannya tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, hanya penuh dengan rasa putus asa dan harapan yang terakhir pada sosok orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Ia memperkenalkan diri sebagai Mariam, dan mengaku telah melakukan berbagai upaya selama ini untuk mendapatkan kejelasan terkait persoalan pengadaan yang menjadi tanggung jawab Kecamatan Cikarang Barat. Menurutnya, perkara tersebut telah tertunda lebih dari 3 tahun lamanya dan tanpa ada kepastian apapun.

“Uang Saya Mandek, Tolong Saya Pak KDM”, dengan nada yang semakin terhimpit, Mariam menjelaskan bahwa dana yang seharusnya menjadi haknya kini “mandek” di tingkat kecamatan. Ia berulang kali mengulang kalimat yang penuh dengan kesusahan.

“Uang saya mandek di Kecamatan Cikarang Barat sudah lama, tolong saya Pak KDM,” ucapnya sambil menatap langsung ke arah Gubernur Dedi Mulyadi.

Terlihat petugas keamanan yang awalnya siap mengamankan jalur justru berdiri diam, menyaksikan bagaimana kepala daerahnya merespons aduan warga.

Tanpa menunjukkan tanda-tanda kesal atau terganggu, Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) dengan tenang mempersilakan Mariam untuk menyampaikan keluhan secara rinci. Ia berdiri dengan sikap yang ramah namun tetap tegas, memberikan perhatian penuh pada setiap kata yang keluar dari mulut wanita separuh baya itu.

Setelah beberapa saat mendengarkan, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) kemudian menyuruh salah satu ajudannya untuk langsung menangani kasus yang diajukan Mariam.

Selain itu, ia juga memerintahkan agar nomor kontak resmi diberikan kepada Mariam agar proses penanganan dapat dipantau secara berkala.

“Saya dan ajudan akan menanganinya,” ucapnya dengan suara yang jelas dan menenangkan, membuat suasana yang tadinya tegang perlahan kembali mereda.

Langkah cepat dan tanggap dari Gubernur Dedi Mulyadi mendapat apresiasi tersirat dari para warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat masih tetap dijunjung tinggi, bahkan di tengah kesibukan jadwal acara resmi seorang Gubernur.

Peristiwa singkat namun penuh makna itu menjadi potret nyata bahwa masyarakat masih menaruh harapan yang besar kepada pemerintah daerah. Mereka berharap bahwa setiap persoalan yang mereka hadapi baik sekecil apa pun akan mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat.[]

Nyawa ABG Melayang di Tual, YLBHI: Reformasi Polri Tak bisa ditunda Lagi

INLINK, Maluku |Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang melibatkan anggota Brimob di Kota Tual, Maluku Tenggara, Kamis (19/2/2026). Korban, Arianto Tawakal (14), diduga mengalami pemukulan di bagian kepala. Sementara satu korban lain yang masih berusia 12 tahun dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan.

Kasus ini mendapat sorotan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, mengecam keras peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan dugaan tindak pidana serius yang harus diproses secara hukum pidana secara transparan dan akuntabel.

YLBHI juga menekankan bahwa hak-hak korban dan keluarga, termasuk hak atas keadilan, pemulihan, serta restitusi, wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, YLBHI mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap peran dan keterlibatan Brimob dalam tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sipil.

Menurut YLBHI, Brimob merupakan satuan khusus yang memiliki karakter tugas berbeda dengan fungsi keamanan masyarakat sehari-hari (kamtibmas). Karena itu, organisasi tersebut meminta adanya penataan ulang bahkan pembatasan peran Brimob dalam urusan sipil guna mencegah peristiwa serupa terulang.

Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan bahwa oknum anggota Brimob yang terlibat telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum. Penanganan kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus memunculkan kembali diskursus mengenai reformasi dan evaluasi internal di tubuh Polri.

(Sumber: Tirto)

Hotman Paris Hutapea Nyatakan Siap Beri Bantuan Hukum Kepada Fandi Ramadhan, ABK Yang Terancam Hukuman Mati

INLINK, Jakarta |Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum kepada Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang kini terancam hukuman mati.

Fandi dituntut hukuman maksimal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuduhan keterlibatan dalam penyelundupan narkoba seberat dua ton.

Melalui unggahan video di media sosialnya, Hotman Paris mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus ini.

Pengacara 66 tahun ini menyebut bahwa keluarga Fandi telah menghubungi tim “Hotman 911” untuk meminta keadilan.

“Terdakwa Fandi Ramadhan, anak ABK kapal yang katanya baru bekerja beberapa hari, tapi dituntut oleh jaksa untuk hukuman mati,” ujar Hotman Paris dalam pernyataannya.

Hotman mengakui bahwa penanganan kasus ini terbilang cukup mendesak karena proses persidangan sudah melewati tahap pemeriksaan saksi dan bukti.

Saat ini, kasus tersebut telah memasuki tahap penuntutan dan menunggu pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari pihak terdakwa.

“Mungkin sudah agak terlambat, tapi Hotman akan membantu dan akan mulai memviralkan kasus ini,” ucapnya.

Dalam upayanya membantu Fandi, Hotman menekankan pentingnya pendalaman data untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Ia mempertanyakan logika di balik tuntutan hukuman mati tersebut, mengingat status Fandi yang hanya seorang ABK baru.

Hotman menyoroti beberapa poin krusial, di antaranya masa kerja terdakwa yang disebut baru hitungan hari, identitas pemilik kapal dan kapten, serta besaran gaji yang diterima Fandi.

“Kalau dua ton narkoba, harganya sudah puluhan miliar itu. Apa benar dia bekerja baru beberapa hari? Siapa pemilik kapal dan kaptennya? Berapa gaji terdakwa? Ini penting untuk melihat apakah ada miscarriage of justice (kegagalan keadilan),” kata Hotman.

Sebagai langkah nyata, Hotman Paris telah menginstruksikan tim Hotman 911 untuk memfasilitasi kedatangan ibu Fandi Ramadhan ke Jakarta.

Ia berencana menemui sang ibu secara langsung pada hari Jumat mendatang untuk membahas tuntas kasus ini sebelum sidang pledoi digelar.

“Saya sudah pesan ke Hotman 911 untuk membawa ibunya ke Jakarta agar kita viralkan kasus ini. Saya akan meluangkan waktu untuk menunggu kedatangan ibu dari anak ABK kapal ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hotman juga mengaitkan kasus ini dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang gencar menyuarakan pemberantasan praktik ketidakadilan hukum di Indonesia.

Ia berharap kasus Fandi Ramadhan mendapatkan perhatian serius agar tidak ada warga kecil yang menjadi korban salah sasaran hukum.

“Bapak Presiden Prabowo sendiri sedang gencar-gencarnya mengatakan akan membasmi semua tindakan miscarriage of justice. Jadi, kita akan bahas tuntas kasusnya,” imbuh Hotman Paris.

Respons Cepat Call Center 110, Polres Wonogiri Mediasi Keributan Hak Asuh Anak di Ngadirojo

INLINK, WONOGIRI — Jajaran Polres Wonogiri bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat Call Center 110 terkait keributan persoalan hak asuh anak di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB di Desa Sidokriyo RT 003/RW 001, Kerjo Lor, Ngadirojo. Laporan disampaikan oleh warga yang meminta bantuan kepolisian untuk melakukan mediasi atas konflik keluarga mengenai hak asuh anak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.40 WIB personel Piket Pamapta bersama anggota piket fungsi Polres Wonogiri segera mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas langsung melakukan langkah kepolisian berupa pendekatan persuasif dan mediasi terhadap pihak-pihak yang berselisih, termasuk keluarga dan kuasa hukum yang hadir.

“Petugas di lapangan mengedepankan upaya mediasi agar permasalahan dapat diselesaikan secara kepala dingin dan kekeluargaan, sesuai dengan putusan hukum yang berlaku,” ujar Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.

Hasil dari mediasi tersebut, lanjut AKP Anom, seluruh pihak menerima dan memahami keputusan pengadilan terkait hak asuh anak. Dalam putusan tersebut, hak asuh anak kedua berada pada ibu (istri), sementara hak asuh anak pertama berada pada ayah (suami).

“Alhamdulillah, setelah dilakukan mediasi oleh anggota di lapangan, situasi dapat dikendalikan. Kedua belah pihak menerima keputusan pengadilan dan sepakat untuk menjaga kondusivitas,” jelasnya.

AKP Anom menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan humanis,” pungkasnya.